Matahari

Matahari
Protes matahari


__ADS_3

kembali kerumah ya guys,, biarkan hengky dan bulan terdiam dalam perasaan mereka sendiri sendiri. sampai nanti author membongkar siapa hengky sebenarnya. jangan lupa di fav 💗💗 biar tau kelanjutannya..


Dan jangan lupa like n comment nya biar author tambah semangat ngayal cerita nya.. hihi 😂


jangan lupa nge vote cerita author juga di contest ya..


thanks all 😘😘💕💕💕💕


•


•


•


•


•


•


•


Waktu sudah menunjukkan pukul duabelas siang. Menunjukkan waktu dzuhur dan makan siang. Tapi bintang masih enggan pergi dari depan television dan ruang santai.


Karena makan siang sudah siap, bi lasmi mendekati majikannya untuk memberi tau kalau makanannya sudah siap dimeja makan.


"permisi Tuan, makanannya sudah siap. Disiapkan didapur atau halaman belakang tuan." Tanya lasmi pada bintang. Karena biasanya bintang suka menghabiskan jam makan siangnya dihalaman bekakang dekat kolam renang. Disana tempatnya lebih tenang dan sejuk, membuat siapa saja betah menghabiskan makan siangnya berlama Lama Disana.


"Terserah bibi saja, saya mau keatas sebentar dan mengajak matahari makan siang bersama." ucap bintang pada lasmi, dan lasmi pun mengangguk lalu bintang beranjak dari duduknya. mematikan TV lalu menaiki tangga menuju kamarnya di lanai atas.


Sampai dilantai atas bintang langsung menuju kamar matahari terlebih dahulu untuk mengecek keadaan matahari. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, bintang langsung memegang gagang pintu dan Mulai membuka pintu kamar matahari yang tidak dikunci itu. Bintang hanya mendongakkan kepalanya, melihat ke arah samping kiri dan kanan. Bintang pun terlihat tersenyum, melihat matahari menunaikan ibadahnya sebagai seorang Muslim.


"ya Tuhan,, semoga saja dengan adanya matahari bulan bisa agak sedikit menjadi perempuan sesungguhnya, tidak urakan dan barbar seperti saat ini dan sedikit lebih feminine. walaupun sebernanya saya tau Dia tidak mungkin melakukan hal hal kotor diluar etika yang dapat merusaknya." gumam bintang dalam hati.


Bintang pun menutup kembali pintu kamar matahari dengan hati hati agar tidak mengganggu matahari. Setelah itu dia kembali ke kamarnya, dan menunaikan ibadahnya juga.

__ADS_1


Setelah selesai dia kembali ke kamar matahari mengajak matahari untuk makan siang bersama. Matahari pun tidak menolak Karena sebenarnya Dia juga Sudah lapar dari tadi. Saat ditangga matahari celingak celinguk melihat ke arah sekitar mencari keadaan bulan. Bintang yang tau gelagat matahari pun memberi tau dimana bulan Berada. dan tidak bisa ikut makan siang bersama. Mereka berjalan menuruni anak tangga hingga menuju dapur dan bibi pun menunjukkan kalau makan siangnya Dia taruh di taman belakang dekat dengan kolam renang. Agar mereka berdua bisa dengan hikmat menikmati makan siangnya dengan berbincang bincang.


Setelah sampai ditaman belakang mereka duduk di bangku yang saling berhadapan. Karena memang disitu hanya ada dua bangku yang berhadapan saja.



Satu Cup nasi dengan sayur asem dan ikan bakar tak lupa dengan sambal tomat kesukaan bintang, sudah tertata rapi di atas meja.


Mereka pun menyantap makan siang dengan hikmat dan sesekali berbincang bincang, walaupun semua pertanyaan bintang hanya dijawab dengan deheman saja.


Bintang pun tidak henti hentinya memberi tau matahari yang harus dilakukan ini dan itu. Sedangkan matahari hanya berdehem dan sesekali memincingkan matanya dan mengerutkan keningnya.


Hingga matahari pun menyelesaikan makan siangnya.


"sudah selesai bang?" Tanya matahari pada bintang karena dari tadi mulutnya tak berhenti berbicara.


"apanya? nasinya masih banyak. Ayo nambah lagi." ujar bintang sambil mengambil satu entong nasi kedalam piringnya.


Matahari pun terheran Dan membelalakkan matanya.


Dia saja makan satu potong ikan bagian ekor saja tidak habis, tapi bintang malah makan 2 ekor ikan. Astaga! Apa semua laki laki dewasa makannya sebanyak itu ya? Matahari membayangkan kalo suatu saat nanti sudah menikah pasti suaminya juga akan makan sebanyak ini Dan akan selalu sibuk memasak di pagi dan di sore hari. Matahari pun menggeleng gelengkan kepalanya dengan mata terpejam, membuat bintang menjadi heran.


"Kenapa lu? kepala lu geleng geleng gitu? sakit?" Tanya bintang.


"GA apa apa kok bang. Habisin ya gua tunggu di ruang depan aja bang." ujar matahari dan di iyakan oleh bintang dengan anggukan kepala.


Matahari pun berjalan meninggalkan bintang seorang diri. Dia menuju ruang santai dan mulai menyalakan TV. Tak berselang lama, kemudian bintang menghampiri matahari dan ikut duduk disamping matahari.


Bintang pun mulai melanjutkan aksinya. Memberi tahu matahari yang akan melakukan pendaftaran di kampus terdekat saja dari rumah. Matahari pun mengiyakannya permintaan bintang Karena selain dekat dengan rumah, kampus yang akan dia singgahi untuk menimba ilmu adalah sebuah universitas favorite dikota ini. Dan bintang juga sudah memilih jurusan apa saja yang harus matahari ikuti. Dari mulai yang ini itu dan yang lainnya. Dan yang lebih parahnya lagi matahari harus menyelesaikannya dalam Lima tahun. Matahari pun tercengang kaget dengan penuturan bintang. Dia ingin sekali melayangkan protes setelah bintang berhenti bicara, Karena tidak sopan jika menghentikan pembicaraan bintang ditengah tengah perkataannya.


Setelah bintang selesai berbicara panjang lebar akhirnya giliran matahari yang berbicara.


"sudah kan bang?" Tanya matahari menoleh ke arah bintang sebentar lalu kembali menatap TV, Dia melihat bintang yang sedang menyandarkan kepalanya di bahu Sofa.


"sudah." jawab bintang singkat dengan memejamkan matanya.

__ADS_1


"bang lu GA mau bunuh gua perlahan kan?" Tanya matahari dengan menatap tajam bintang.


"kok lu Tanya gitu?" ujar bintang heran tanpa merubah posisinya.


"lu nyuruh gua kuliah tapi lu kayak nyuruh gua jadi pawang buaya. Habis ngasih makan gua harus lari agar GA kemakan juga. Ngambil 4 bidang sekaligus dalam waktu hanya 5tahun. Lu yang bener aja bang" ujar matahari yang tak kalah herannya.


"astaga!! Pikiran lu harus di restart ulang nih biar GA lemot." kata bintang dengan telapak tangan yang ditempelkan di kening dan menggeleng gelengkan kepalanya.


"gini ya cantik, kalo lu ngambil kelas normal kayak yang lain. Umur lu akan bertambah tua dan tua. Lu juga masih harus ngurus perusahaan paman. Terus kalo lu bertele tele, lu nikahnya kapan? Mau jadi perawan tua lu?" Sambung bintang dengan kesal.


"sekarang lu umur 19th ditambah 5th lagi jadi 24tahun. Terus lu harus ngurus dulu kantor paling GA dua tahun biar lu bisa gua tinggal dengan tenang nanti. Nah kalo 24tahun tambah 2tahun lagi kan jadi 26tahun. Itu ga Bagus buat anak wanita. Terlalu tua" sambungnya lagi.


Matahari mulai mencerna ucapan bintang. Dia mulai memikirkan perkataan bintang dengan manggut manggut sebelum mengiyakan ucapan bintang.


"okay.. deal!!" ujar matahari Dan nenjulurkan tangannya ke arah bintang.


Bintang pun menerimanya dengan senang hati Dan menjabat tangan matahari dengan antusias.


"okay... deal..!! Besok kita langsung ke kampus untuk mengurus biaya pendaftaran ulang. Bulan juga kuliah disana nanti ngambil jurusan management." kata bintang.


"hah... daftar ulang? Bahkan gua belom daftar loh bang. kenapa udah daftar ulang. Gua curiga, Lu ngerjain gua ya bang?" ujar matahari menatap tajam ke arah bintang dengan wajah cemberut.


"heh gadis kecil !! harusnya Lu tau sifat abang lu ini. Gua cuma mau mastiin doang biar lu paham nanti." Kata bintang Dan seraya beranjak dari tempat duduk, meninggalkan matahari seorang diri.


"dasar kecebong! Dari kecil ampe besar otaknya masih sama aja bentuknya. keras kepala maunya Menang sendiri.!!" kesal matahari. Menyumpah serapahi abannya tiada henti..


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2