Matahari

Matahari
Kenyataan pahit


__ADS_3

Tok tok tok


Terdengar jelas suara ketukan pintu dari luar kamarnya. Membuyarkan lamunannya di masa lalunya. Dia pun bergegas menuju pintu dan akan membukanya.


Ceklek...


"Kamu....... !!!!" Teriak bumi terkejut melihat seseorang yang berada di depannya.


"Ke--kenapa kamu kesini?? Maksutku kenapa kamu bisa berada di sini?" Tanya bumi heran.


"Apa boleh masuk?" Tanya orang itu yang tak lain seorang wanita.


"Tentu masuklah." Jawab bumi.


"Terima kasih." Ucapnya.


Mereka pun berjalan menuju sofa yang berada di dalam kamar tersebut, sesudah bumi menutup pintunya. Dan kini, diatas sofa itu telah ada dua manusia yang berbeda. Keduanya saling diam setelah mereka menempati tempat nyaman mereka masing-masing. Lalu akhirnya bumi memberanikan diri untuk bertanya. Walaupun saat ini hatinya benar-nenar dibuat jantungan oleh tamu tak di undangnya.


"Kenapa bisa kesini?" Tanya bumi.


"Bisa kok kan dianter tukang taxi." Jawabnya santai.


"Maksutku kenapa kamu bisa tau alamat rumah ku?" Tanya bumi kembali.


"Oh itu! Tadi aku tidak sengaja bertemu dengan laki-laki yang suka bersamamu itu. Lalu aku ikuti dia saja." Jelasnya.


"Kenapa harus mengikutinya?" Tanya bumi heran.


"Entahlah aku juga bingung. Tadinya cuma mau menyapanya saja, tapi malah sampai disini." Jawabnya santai.


flasback on


BUGH... Terdengar suara barang terjatuh di salah satu sudut perbelanjaan ditempat seorang gadis sedang berbelanja. Suara itu sedikit menarik perhatiannya dan diedarkanlah indera penglihatannya. Hingga pandangannya tertuju pada seseorang yang berdiri tidak jauh dari benda yang jatuh itu.


'Bukannya itu kakaknya bumi? Tapi Kenapa bumi tidak ada ya?" Heran gadis itu karena melihat sekelilingnya tidak ada orang yang berada di pikirannya.


"Samperin ajalah dari pada penasaran." Sambungnya kembali.


Belum sempat menyapa laki-laki itu sudah berjalan ke kasir dan membayar belanjaannya. Sejurus kemungkinan gadis itu meninggalkan trolinya yang berisi belanjaannya dan mengikutinya. Tapi sialnya laki-laki itu sudah menaiki mobilnya dan melajukan meninggalkan parkiran. Beruntunglah ketika itu langsung ada taxi yang melintas dan gadis itu langsung menaikinya. Dan disinilah sekarang dirinya. Di sebuah rumah yang menjadi tempat tinggal bumi.

__ADS_1


Flashback end


"Bilang saja kau merindukan ku? iya kan? Mengaku saja lah!" Kata bumi dengan percaya diri.


"Cih Ge-Er banget sih!" Jawabnya acuh mengalihkan pandangannya.


"Lalu kenapa kenapa kemari coba?" Tanya bumi kembali.


"Ya kemari aja ih. Tanya mulu perasaan. Pulang aja ih." Katanya sambik beranjak dari sofanya.


"Jangan.. " Teriak bumi dan menggenggam tangannya dan menariknya untuk kembali duduk.


"Oh ya besok liburan semester kamu mau kemana?" Tanya bumi.


"Ke kantorlah. Mau kemana lagi. " Jawabnya santai.


"Lusa aku akan balik ke New York, mau ikut tidak?" Tanya bumi kembali.


"Tidak terima kasih. Kakakku pasti tidak mengizinkan ku." Jawabnya kembali dengan raut wajah yang kecewa.


"Aku yang minta izin gimana?" Tawar bumi.


"Baiklah." Ucap bumi melemah.


"Oh ya hari ini aku mau ke rumah sakit. Kamu mau ikut tidak? Aku mau menemui saudaraku dan sekalian ingin pamit dengannya." Pinta bumi.


"Kak yasmine?" Katanya bertanya pada bumi.


"Bukan. Dia adik dari bibiku. Adik dari almahrum daddy ku." Jelas bumi.


"Apa dia juga dokter seperti kak yasmime?" Tanyanya karena mereka akan bertemu di rumah sakit jadi dia berfikir orang yang akan ditemuinya seorang dokter.


"Bukan. Dia sedang sakit. Sudah hampir dua tahun dia sakit. Padahal dokter sudah memvonis dia tidak bisa bertahan lama sejak dua tahun itu. Tapi Tuhannya berkehendak lain, dia masih bertahan sampai saat ini." Ucap bumi dengan tatapan sendu.


"Ya Tuhan, kasihan sekali. Pasti ada alasan dia mampu bertahan sampai saat ini. Dia sakit apa?" Ucapnya iba.


"Tiga tahun yang lalu dia mengalami kecelakaan hebat hingga membuat kepalanya terbetur keras dan membuatnya kritis hingga koma setahun lamanya. Dan setelah terbangun dokter malah memberi kabar lebih buruk bahwa dia ternyata mengidap kankker otak. Padahal saat CTscan tak ada penyakit apapun dikepalanya. Hingga paman syok dan terkena serangan jantung, hingga tak sadarkan diri beberapa hari. Dan seminggu setelahnya keadaan paman semakin memburuk hingga beliau mengalami kritis dan meninggal." Ucap bumi menjelaskan.


Terlihat jelas raut wajah yang memancarkan kesedihannya. Dulu bumi hanya tinggal bersama sang kakek hingga bumi menemukan saudara yang tak terduga olehnya. Tapi malah kabar buruk yang dia dapati saat sudah menemukannya. Gadis ini telah mengetahui semua kenyataan pahitnya. Semenjak gadis ini mengetahui bumi memiliki rasa kepadanya, mereka mulai dekat. Walaupun status mereka hanyalah sahabat. Karena gadis ini tidak bisa mengingkat perasaan mereka dalam status yang serius karena keyakinan yang berbeda. Tak ada satu hal apapun yang saling di tutupi oleh mereka berdua. Tapi satu hal yang dia tidak tau adalah status kedudukan laki-laki di sampingnya ini.

__ADS_1


Gadis ini merengkuh tubuh kekar bumi. Memeluknya, memberi kekuatan dan ketenangan. Mengatakan bahwa dia tak sendirian. Takdirnya tak beda jauh dari gadis ini. Kehilangan orang tersayangnya berulang kali. Walau kenyataan sebuah kematian tak mungkin dapat dihindari oleh semua mahkluk hidup didunia ini. Semua sudah tertulis oleh takdir mereka saat terlahir didunia ini. Rezeki jodoh dan maut semua sudah tertata rapi didalam tulisan takdir yang digambarkan oleh sang penciptanya. Hanya kata sabar dan ikhlas yang mampu di ungkapkannya. Bukan hanya untuk menenangkan dan menguatkan bumi tapi semua itu juga tertuju pada dirinya.


Mereka menghabiskan waktu bersama di atas sofa berwarna abu-abu itu. Kamar berdominan manli itu menjadi saksi kesedihan mereka. Tangis bumi pecah tak mampu tertahankan. Bukankah dia laki-laki? Bukankah dia harus tegar? Bukankah ini hal memalukan? Menangis dihadapan seorang gadis yang di cintainya! Tapi semua itu tidak berlaku untuk saat ini. Hatinya benar-benar hancur jika mengingat keluarganya. Bahkan air mata pun tak cukup untuk mengungkapkan semua kesedihannya.


"Udahan yuk. Katanya mau ke rumah sakit?" Ucap gadis itu mengakhiri sandiwara kesedihannya.


"Aku kelamaan ya nangisnya? Maaf ya? Pasti aku adalah laki-laki memalukan yang pernah kamu temui. Menangis dipelukan gadis incarannya." Ucap bumi.


"Apaan sih. Buruan gih ganti baju sono." Titah gadis itu.


"Iya iya nona Briona Summer Matahari." Jawabnya dan beranjak dari duduknya.


Ya. Gadis yang seharian bersama bumi adalah matahari. Gadis yang membuatnya tergila-gila walau hanya memikirkan namanya saja. Gadis yang membuat hidupnya setengah tahun ini lebih berwarna. Walau berulang kali bumi mengungkapkan perasaannya tapi gadis itu tetap saja menolak. Walaupun begitu bumi tetap berusaha untuk mendekatinya hingga akhirnya mereka berteman dan bersahabat sedekat ini.


.


.


.


.


.


.


~Jangan menganggap lemah tangisan seorang lelaki. Karena seorang lelaki tidak mudah menangis jika bukan itu hal yang membuat hatinya benar-benar lemah. Dan disanalah letak hati yang sungguh tulus.


.


.


.


.


#jangan lupa tinggalkan jejak like dan comment mu, dan langkahkan vote dalam ceritaku....


thanks 💕💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2