
"Pernah." Jawab Langit singkat.
"Siapa??" Tanyanya.
"Hanya masa lalu. Tak bertahan lama. Karena aku tak benar-benar menyukainya."
"Kenapa?"
"Karena di hatiku masih ada Matahari yang bersinar begitu terang hingga tak ada celah yang dapat menggelapkannya."
"Mulai jadi telenovela lagi. Sok melankolis haha!"
"Sungguh aku tidak berbohong!" Ucap Langit jujur.
"ya iya iya. Aku percaya sajalah!" Pasrah Matahari. Karena sejujurnya dia pun tak mempermasalahkan hubungan apapun darinya dengan orang lain di masa lalunya.
"Baby, listen to me please!! " Ucap Langit.
"Hemmb..."
"Look that the sunrise!
Sunrise melukis langit dengan warna merah jambu dan dia akan terbenam dengan warna jingga. Dingin hingga hangat. Memberi awal yang baru dan akhir yang baru. Tidak pernah ada yang tau kapan matahari terbit akan datang dan kapan dia akan terbenam dan menghilang! Dia tidak akan pernah sama. Karena tak ada yang menjamin bagaimana perasaan dan dengan siapa kita menyaksikannya. Kita hanya perlu mengabadikannya dan melihatnya dalam mimpi diantara sebuah lukisan yang tertata rapi dalam memori kenangan. Sejuk dan menentramkan." Ucapnya sendu.
"Bang..!"
"Promise me? You just have to crate your own sunshine! !
Biarlah kenangan ini
menjadi sepercik embun pagi ini. Dan kamu....
My sunshine jangan pernah berpikir untuk menghapusnya karena aku yakin kamu mempunyai cara sendiri untuk membawanya pergi."
"Bicaramu seperti akan pergi meninggalkan ku kembali!"
"Kita tidak akan tau seberapa lama kita dapat berdiri diatas tanah. Ada dua hal didunia ini yang kita pernah melakukannya tapi tidak pernah mengetahuinya dimana saat pertama kali kita membuka mata dan saat terakhir kita memejamkannya (mati)."
β’β’Tidak ada yang dapat menolak takdir kecuali doa dan tidak ada yang menambah umur kecuali kebaikanβ’β’
"(H. R -Ar Tirmidzi)"
"Bicaramu semakin tidak-tidak! Lihatlah sunrise sudah mulai memanas akan perkataan konyolmu! Lebih baik kita mencari sarapan. Aku punya rekomendasi masakan terbaik disini." Ucapnya Matahari mengalihkan topik yang tiba-tiba menyayat seluruh isi hatinya yang baru terbangun akan indahnya kehangatan cinta dan kasih sayang. Apa sesakit ini jika menerima kenyataan. Baik-baik saja! Selalu seperti itu dan tetap berpura-pura! Pikir Matahari yang tak ingin berfikir jauh untuk mendahului takdirnya.
"Baiklah!"
Mereka pun menuruni satu persatu tangga yang tersusun begitu rapi dan indah.
"Kita mau naik apa??" Tanya Langit saat sudah berada di depan pintu keluar Candi.
__ADS_1
"Bagaimana kalo kita ke Dapoer Gending aja? Deket kok dari sini paling cuma 6 menit sampai. Noh tempatnya! Kelihatan kan?" Tunjuk Matahari pada sebuah Rumah Makan yang berdiri kokoh tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.
Dapoer Gending adalah Rumah Makan yang berada di lokasi jalan Pramudyawardhani No. 19, Dusun XV Borobudur, Magelang, Jawa Tengah 56553.
Jika ingin mengunjungi Dapoer Gending kamu cukup berjalan kaki selama enam menit saja.
Dekat sekali bukan?
Menu disana juga komplit. Ada ayam penyet, lele hingga aneka sayuran. Harganya pun murah meriah tidak membuat kantong kering, semua masakan di bandrol mulai harga Rp. 10 Ribuan. Buat yang hang out nya anak kuliahan atau anak sekolahan ngirit kok!
(author pernah sekali makan disana porsinya bikin sarapan kenyang, rasanya pun nendang! Aku Rekomendasiin yang suka nasi goreng! Cobain kuy! Author aja ketagihan! Tapi sayang kalo pas lewat udah tutup! kemaleman lewatnya π
Tapi kalo ditanya nginep di Hotel Manohara? eman-eman duit author mah. Kerja 3 hari buat merem melek semalem doang! Kalo jiwa anak kost nya masih ada bisa buat makan sebulan kalo makannya cuma nasi kucing ama teh tawar hahaha β!! Andai kalo author jadi istri Sultan mah enggak perlu repot-repot bayar kali ya π Sekampung aku ajak bikin tenda depan Candi sekalian! Ada yang mau ikut?? π€£π€£ )
"Bagaimana kalo kita ke Saung Makan Bu Empat. Bukannya disana ada makanan kesukaan mu?" Tawar Langit.
"Apa?" Matahari pun terkejut akan ucapannya. Dia masih ingat makanan kesukaan ku! Tapi bagaimana dia bisa tau di rumah makan itu ada makanan kesukaanku! Sudahlah! Pikiran Matahari berkelana memikirkan hal itu.
"Udang Galah! Dan semua makanan yang serba pedas!" Ucapnya menjawab.
Ya! Di Saung Makan Bu Empat banyak menyediakan olahan menu dari seafood, ada juga ayam hingga tahu tempe. Saung Makan Bu Empat sangat sering dikunjungi wisatawan karena masakannya yang sangat enak dan sambalnya yang sangat pedas. Suasana disana juga masih sangat asri karena dibangun dengan desain tradisional pedesaan. Harga menu disana juga tak kalah murahnya. Semua dibandrol mulai dari Rp. 20 Ribuan per porsi.
Letaknya juga dekat, di jalan Borobudur 4 Ngrajek, Mungkid, Yogyakarta. Tidak jauh. Cukup 15 menitan untuk kesana dengan menggunakan sepeda kayuh atau naik becak.
"Tapi aku alergi Udang babang!"
"Ck. Mulai kan! Jangan diungkit lagi. Itu waktu aku SD kelas satu ya!
Ayok beli Nasi Goreng aja yang deket. Hemat ongkos!"
(Pernah dua kali. Pertama makan Ikan Gurame! Makanan andalan juga disana. Yang kedua makan udang galahnya. Waktu itu harga udang galah masih 15k dan sekarang udah naik banyk banget kayaknya. Cukup sekali merasakan walaupun ketagihan author takut masuk klinik lagi gegara demam alergi π
yang pengen nyoba cepetan kuy! Kirimin fotonya ke author biar ngiler dah! hahaha π Buat yang suka jeprat jeprep klik kirim disana tempatnya juga bagus kok π )
.
.
.
"Kita kemana hari ini?" Tanya Langit memulai percakapan mereka setelah kembali ke Hotel dan berpakaian rapi untuk melanjutkan petualangan mereka mengelilingi Kota Istimewa ini.
"Kita jalan-jalan di Candi dulu saja! Apa kita kesini hanya ingin melihat sunrise?"
"Baiklah. Aku sudah lama tidak menginjakkan kakiku di Kota ini. Jadi aku memintamu untuk menjadi tourget ku!"
"Baiklah!"
Mereka pun kembali keatas menuju Candi Borobudur.
__ADS_1
"Ta kamu masih mengingat mitos tentang Candi ini?" Kata Langit memulai percakapan mereka.
"Apa?"
"Jika kamu memegang jari manis patung yang ada di dalam stupa itu bisa mengabulkan permintaanmu!" Kata Langit menunjuk ke arah stupa yang sudah berada di depannya.
"Jangan membual! Itu hanya Mitos. Aku tidak mempercayai hal seperti itu. Dalam agama kita itu musyrik!
Memang kamu mempercayainya?" Tanya Matahari.
"Entahlah! Kenapa kita tidak mencobanya saja?"
"Untuk apa?" Tanya Matahari.
"Untuk memastikan saja!"
"Kamu saja! Aku tidak mau!" Tolak Matahari.
"Bagaimana kalo kamu saja yang memintakan permintaan ku? Aku pernah dengar katanya doa kita akan cepat terkabul kalo orang lain yang mendoakan seseorang.!" Ucap Langit menjelaskan.
"Kau sudah lama meninggalkan Kota ini, namun kamu masih mengingatnya dengan jelas semua mitos-mitos di Kota kita." Ucapnya heran.
"Jadi?"
"Baiklah! Apa permintaan mu?"
"......................!!"
"Dasar konyol haha!! Baiklah tunggu disini."
.
.
.
.
.
.
.
Tunggu disini dan sampai jumpa di Borobudur ππ
Jangan membawa apapun! Aku hanya butuh jempol dan komentar kalian π
laflaf dari penggemar bangtan Nuna V ππ
__ADS_1