
"naiklah." ujar seseorang didalam Mobil itu. Matahari pun menoleh ke arah sesorang yang berada dibalik kemudi Mobil tersebut. Matahari mengernyit keheranan. Dia tidak menggubris perkataan laki-laki dalam Mobil tersebut.
Dia lagi? astaga!! Tuhan apa tidak ada laki-laki lain yang bisa Engkau pertemukan denganku hari ini 😑
"hey.. apa yang sedang kau pikirkan? ayo naiklah." pinta laki-laki itu kembali.
"terima kasih kak. gue nunggu taksi aja." sahut matahari.
Lalu laki-laki itu memajukan mobilnya dan menepi memarkirkan mobilnya. Dia pun turun menghampiri matahari dan ikut duduk dibangku halte bersama matahari. Matahari tak menghiraukan keberadaannya. Dia malah sibuk dengan buku bacaannya sambil menunggu taksi melintas. Tiba-tiba saja laki-laki itu merebut buku bacaan matahari secara paksa. Dan berdiri dari duduknya lalu pergi meninggalkan matahari, dia berjalan menuju mobilnya.
"hey... kau gila?" teriak matahari.
Tapi laki-laki itu juga tidak menghiraukannya, dia tetap berjalan dengan santai menuju mobilnya.
Matahari pun berdiri dari duduknya dan mengejar laki-laki itu.
"hey tungggu!!" pinta matahari.
Tapi laki-laki itu masih tidak menggubris panggilan matahari. Dia masih terus melangkahkan kakinya pelan. Matahari mulai menggerutu dalam hatinya. Mulutnya komat kamit mengumpulkan segala unek-unek dan kekesalannya.
ih kenapa sih dengan laki-laki ini. dipanggil ga nyaut-nyaut! apa selain dia tuli dia juga bisu sih! huh menyebalkan sekali. ingin sekali wajah tampannya itu ku tampol dengan sepatu ini. mentang-mentang kakak senior bisa seenak jidatnya ngerjain adik kelasnya apa.
BRUKK
"aauuwww..." pekik matahari mengadu kesakitan. Karena menabrak laki-laki tadi dari belakang. Matahari tidak menyadari kalo sudah didepan Mobil laki-laki itu.
"Lo niat banget pengen meluk gue dari belakang." kata laki-laki itu. Tersenyum bahagia tanpa melihat ke arah matahari.
apa? amit-amit deh. Rasanya pengen muntah dengar perkataannya tadi...!!
"apa? Lo yang berhenti tiba-tiba jadi jangan sok kepedean deh! Siniin Buku gue!" elak matahari dan meminta agar bukunya dikembalikan.
"makanya kalo jalan itu lihat depan jangan lihat bawah mulu. nyari koin jatuh hah?" seru laki-laki itu membela diri.
"Bodo amat!! siniin bukunya." pinta matahari kembali.
"nih ambil aja kalo bisa." ujar laki-laki itu dengan mengangkat buku itu dengan satu tangannya tinggi-tinggi. Laki-laki itu lalu bersandar pada pintu mobil.
Postur tinggi matahari yang tak seimbang dengan laki-laki itu pun membuat matahari sedikit berjinjit agar dapat meraihnya. Sekuat tenaga matahari meraihnya namun sia-sia. Matahari pun mengeluh dan menyerah. Sedangkan laki-laki itu merekah senyum tiada henti seperti seorang anak yang mendapatkan Mainan baru. Matahari pun mencoba sekali Lagi, tapi hasilnya nihil. Malah sekarang dia terjatuh di pelukan laki-laki itu Karena kurang keseimbangan saat meloncat mengambil bukunya.
"aauuuww..."
"tuh kan! Elo emang niat sih pengen meluk-meluk gue ini. Sini biar gue bantu." kata laki-laki itu seraya merengkuh tubuh matahari kedalam dada bidangnya.
"huh.... terserah elu lah. Awas Minggir!" seru matahari melepaskan pelukan laki-laki itu lalu menggeser tubuhnya dan membuka pintu depan kemudian duduk disamping kursi kemudi.
Gila! Panas banget! cuaca panas hati juga panas. bener-bener matahari hari ini lagi ga sinkron pada buminya sendiri! huh!!
__ADS_1
Matahari meraih beberapa lembar tisu yang berada didalam tasnya. Dia mulai mengelap keringatnya yang bercucuran. Beberapa detik kemudian laki-laki itu masuk ke Mobil dan duduk di kursi kemudi dengan senyuman yang tak luntur dari wajahnya. Mobil pun di nyalakannya dan Melaju dengan kecepatan sedang.
"Lo mau langsung pulang?" Tanya laki-laki itu saat sudah dibalik kemudi.
"hembb." jawab matahari singkat.
" Bunga Geulis 3 Residence." Sambung matahari memberitahu alamat rumahnya.
"OK." jawab laki-laki itu.
"oh ya kenalin nama gue Bumi Putra Atmaja, panggil aja bumi. Nama Lo siapa?" Tanya laki-laki itu kembali.
kenapa namanya bisa kebetulan gini. kalo aku jawab bohong nanti dosa lagi. kalo jujur pasti dia bakalan seneng dan anggep kita berjodoh.
"hey malah bengong lagi. Siapa nama Lo?" tanya laki-laki itu kembali.
"briona summer." sahut matahari singkat.
"yakin?" Tanya laki-laki itu memincingkan sebelah matanya tanda tak percaya.
"heemm." jawab matahari singkat.
"terus kenapa temen Lo yang tomboy itu manggil Lo --ata-- terus tadi juga manggil Lo --matahari--?" tanyanya kembali.
"briona summer matahari, itu nama gue. PUAS!!" seru matahari penuh penekanan Di akhir kalimat.
"OH... Lo ga berfikir kalo nama kita serasi. Mungkin aja kita jodoh." Serunya dengan merekah senyum Di sudut bibirnya.
"mungkin kebetulan." jawab matahari datar.
"tidak ada yang kebetulan didunia ini." jawabnya.
"ya mungkin seperti itu." jawab matahari.
"Baiklah.. Lalu gue harus panggil Lo apa?" tanyanya kembali.
"terserah." jawab matahari singkat dan datar.
"OK,, kalo sayang bagaimana?" tanyanya menggoda.
"STOP kak, STOP!!" seru matahari.
siittttt
Mobil pun berhenti tiba-tiba.
"kenapa berhenti?" Tanya kak bumi.
__ADS_1
Matahari tak menghiraukan pertanyaan itu, Dia pun memegang gagang pintu hendak membuka pintu Mobil. Tapi tiba-tiba tangan kanannya dipegang oleh kak bumi, matahari pun menoleh kearahnya bertanya dengan sorot matanya yang tajam.
"Sorry,, Gue panggil Lo matahari aja deh. Samain kek temen Lo yang tadi." ujar bumi bernegosiasi sambil melepaskan pegangan tangannya.
"suka-suka kakak aja." jawab matahari dan kembali hendak membuka pintu.
"hey,, Lo mau kemana kok masih mau turun." Tanya kak bumi.
"Astaga kak! kakak ini tampan-tampan tapi bodoh sekali. Lihatlah kita sudah didepan kompleks. Makanya kalo nyetir itu focus." kesal matahari.
"hehe sorry." cengir kak bumi.
"tunggu dulu!" serunya kembali.
"apa lagi sih." Tanya matahari mulai jengah dengan tingkah laki-laki ini.
"apa gue boleh berteman sama Lo?" Tanya kak bumi serius.
"maaf kak, kita baru bertemu sehari dan kakak sudah mendekati dan mempermainkan perasaan seseorang. apa kakak tau, saya paling tidak suka dengan orang asing. Saya bersikap baik hanya untuk menghargai kakak sebagai seorang senior dikampus tidak lebih." ujar matahari.
"Dan kenapa sih kak, dari tadi pagi perasaan kakak buat masalah mulu sama saya. Padahal kita ga kenal? apa segitunya kakak tidak menyukai dan benci sama saya ? udahlah kak ga usah urusin hidup saya.
Kakak ngebebasin saya dari ruang toilet, tapi harus ditebus dengan berlari mengelilingi lapangan selebar 4 kali lipat dari bundaran HI. Terus kakak nyuruh saya nunggu hampir sejam kayak orang bodoh yang ditinggal pergi kekasihnya. Habis itu kakak meminta saya menemani kakak makan seperti seorang kekasih yang sedang merajuk. Dan apa ini hukuman ketiga untuk saya, memberikan kebebasan kepada kakak untuk mendekati saya?" ujar matahari kembali.
"Tolong berhenti untuk berdekatan dengan saya. Saya tidak terbiasa berdekatan apalagi berteman dengan orang asing. Terima kasih untuk makan siang dan tumpangannya. permisi." kata matahari keluar dari dalam Mobil dan memasuki kompleks dengan berjalan kaki.
"maaf kak, aku hanya tidak terbiasa. Aku hanya takut suatu saat nanti aku akan melukai perasaan kakak. Ketika kakak mulai terbiasa denganku tapi mungkin perasaanku masih memilikinya." batin matahari.
.
.
.
.
.
.
.
.
**👇👇👇
jangan lupa like n comment nya yeah...
__ADS_1
bagi yang tidak sombong bagiin Poinnya keep mesin vote dong hehe 😂😂
thank 💃💃💃💃💃**