Matahari

Matahari
Bucin Boutique


__ADS_3


singkat cerita....


"Bucin Boutique"


Saat ini bulan memang masih anak pelajar, tapi Karena hobby nya yang suka menggambar sejak masuk sekolah tingkat pertama itu akhirnya dia mulai mengikuti sebuah kursus desainer dengan diam diam. Karena dari dulu keluarganya mengharapkan bulan untuk meneruskan perusahaan keluarganya yang bergerak dibidang kesehatan. Walaupun tidak mengharuskannya menjadi seorang dokter tapi tetap Saja bagi bulan itu masih berhubungan dengan kesehatan dan rumah sakit.


Bulan kursus sejak smp kelas 1 semester dua. Hingga kenaikan kelas pun bulan masih mengikuti kursus, Tiba suatu saat bulan mendapatkan job dari guru pembimbingnya untuk membantunya mendesain sebuah gaun. Guru pembimbingnya masih sangat muda, katanya dia masih sekolah disekolah kejuruan. Mungkin usianya tidak terlalu jauh dengan bang bintang.


Nah,, dan setelah itulah akhirnya bulan mendapatkan job pekerjaan. Walaupun hanya sekedar membantu tapi setidaknya dia mendapatkan gaji dari sana. Dan gaji itu dia tabung hingga menjadi boutique. Yang tadinya hanya bisa menyewa sebuah ruko kecil dengan menambahnya omset tiap harinya, akhirnya ruko yang semula sempit menjadi dua ruko yang digabung. Bintang yang mengetahui ke gigihan adik tersayangnya itu pun akhirnya membeli ruko tersebut untuk hadiah ulang tahunnya.


Bulan pun menerimanya dengan senang hati, dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan Karena sudah membantunya mengabulkan doa doanya selama ini. Tak lupa juga mengucapkan terima kasih kepada abangnya tersebut.


*************


Didalam private room bulan sedang duduk melamun sambil menopang wajahnya dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya memegang sebuah pena yang mencoreti kertas dibawahnya. Disana tempat bulan bekerja serta meluangkan idenya untuk mendesain. Tiba tiba perutnya merasa perih dan merintih kesakitan.


Dia melihat Jam dipergelangan tangannya, lalu menghela nafas berat. Ternyata sudah lewat Jam makan siang, makanya perutnya terasa perih dan lapar.


karena bulan lagi tidak mood biasanya Dia akan meminta hengky untuk membelikannya. Dia pun menelpon hengky untuk membelikannya makanan untuknya dan untuk hengky juga karyawannya. ada empat pelayan di butik bulan, tiga sebagai SPG dan yang satu sebagai penjaga kasir.


tut tut tut


"hallo.." sahut hengky dari seberang benda pipihnya.


"hallo KY,, lunch nya dong sama yang lainnya juga dibeliin sekalian ya, jangan lupa lu juga sekalian." titah bulan.


"udah telat lunch nya! gua ketuk pintu berkali kali tapi lu GA nyaut nyaut tadi. ya udah lunch nya gua taruh dimeja dekat pintu lu aja." ujar hengky pada bulan.

__ADS_1


"Sorry gua GA denger. Lu GA nemenin gua lunch?" Tanya bulan pada hengky, Karena biasanya hengky selalu lunch Bareng diluar.


Tapi jika sampai Jam makan siang sang boss tidak keluar ruangan juga berarti dia lagi benar benar sibuk. Jadi hengky harus pesan G-food untuk lunch mereka semuanya.


"GA tadi udah bareng temen temen. Jangan terlalu menyibukkan diri sampai lupa makan. Good lunch Nona 😘" ujar hengky dengan senyum manisnya walaupun yang diseberang tidak mungkin dapat melihatnya.


"okay.. thanks.. " balas bulan lalu mematikan ponselnya.


Kemudian berjalan ke arah pintu. Membuka pintu pintu dan mengambil box yang Berada di atas meja didekatnya. Lalu kembali kedalam dan mulai mendudukan tubuhnya kembali dikursi kebesarannya.


Dia mulai membuka box nya. Betapa terkejutnya saat membukanya. Hatinya pun berdebar sangat kencang seperti sedang ada lomba marathon didalamnya. Hengky memang selalu bisa membuat moodnya yang buruk menjadi baik.


Bulan lalu mengabadikan box lunch nya lalu mengirim pesan kepada hengky melalui pesan whatsApp.



hengky : apa kamu menyukainya kucing kecilku 😊 √√


bulan : sangat sangat menyukainya kucing besar 💕💕 √√


hengky : ya sudah nikmatilah. Gua ada sedikit urusan dikantor, nanti gua jemput seperti biasa. √√


bulan : iya 😊 √√


Waktu pun terus berlalu hingga petang menjelang. Bulan pun beranjak pulang. Sedangkan Hengky sudah berada diparkiran menunggu Nona muda nya. Hengky membukakan pintu depan seperti biasanya, lalu mengantar bulan Pulang. Seperti biasa, ketika bulan naik dan turun dari Mobil hengky selalu membukakan pintu untuk bulan. Setelah bulan masuk rumah hengky pulang menuju apartemennya.


Dulu hengky tinggal dikost dekat sekolahnya. Tapi setelah beberapa hari menyandang gelar menjadi sopir pribadi Nona muda, bulan meminta hengky untuk tinggal dirumahnya. Setidaknya hengky tidak perlu bolak balik melakukan perjalanan dari kost ke rumah bulan dan balik lagi ke kostnya, Karena Sekolah yang ditempati bulan juga sekolah hengky yang dekat dengan kost nya. Hengky pun menerima tawaran itu dengan senang hati, setidaknya itu akan nenghemat angka pengeluaran dari kantongnya jadi dia bisa menambah angka tabungannya.


Tapi setelah dua tahun hengky memutuskan untuk tinggal disebuah rumah yang sudah dia beli dengan system angsuran beberapa tahun lalu sejak dia duduk di bangku sma dan sekarang sudah lunas. Hengky hanya berfikir dia tidak mungkin selamanya tinggal dikost yang berpindah pindah suatu saat dia pasti juga akan memiliki sebuah keluarga. Dia ingin memiliki segalanya sebelum dia menikah suatu hari nanti, hingga dia berinisiatif membeli sebuah rumah. Dia juga masih tidak menyangka jika rumah yang dia beli ternyata dekat dengan seseorang yang saat ini menyandang sebagai majikan dan atasannya dikantor.

__ADS_1


Walaupun dulu dia sudah pernah mengantar bulan kerumahnya waktu malam itu, tapi saat itu hengky belum pernah mengetahui letak rumahnya. Dia hanya melihat desain rumah tersebut, beserta foto rumah setiap ruangnya saja dari sang Spg yang menawarkan rumahnya saat itu. Dia percaya saja, Karena yang menjadi spg adalah kakak dari salah satu sahabatnya. Dan karena kakak sahabatnya itulah yang membantu hengky memberikan penjelasan kepada atasannya, sehingga mendapatkan angsuran khusus dengan membayar angsuran seadanya, bukan dengan system angsuran tetap perbulannya. Karena Dia tau bahwa hengky masih seorang pelajar. Dan hanya bekerja part time di beberapa studio foto dan restoran.


Hengky hanya berfikir bahwa Tuhan selalu bersamanya dan memudahkan segala urusannya, selagi Dia giat berusaha dan ikhtiar, mungkin ini adalah Cara Tuhan mempertemukannya dengan bulan dan semua orang yang membantunya dalam keadaan susah saat itu.


************


Di rumah besar, kini sudah ada bintang bulan Dan juga matahari Di meja makan untuk menyantap makan malam. Mereka makan dalam keheningan, yang terdengar hanyalah suara sendok Dan garbu yang saling bertautan dengan piring.


Bintang selesai terlebih dahulu. Dia menatap lembut ke arah bulan kemudian ke arah matahari bergantian. Matahari yang merasa di tatap itupun mencoba mendongak ke arah bintang.


"Ada apa? " Tanya matahari heran dengan menyuapkan makanan ke mulutnya, lalu disusul oleh bulan juga yang sama menatap bintang tajam.


"tidak apa apa. Lanjutkan makannya, aku tunggu diruang santai saja." ujar bintang pada kedua adiknya.


Matahari dan bulan pun menyelesaikan makanannya lalu pergi menuju ruang santai. Sampai disana mereka duduk disamping kanan dan kiri bintang, sehingga posisi bintang di tengah tengah mereka.


"mau bicara apa bang?" tanya matahari.


"besok Kalian pergi ke kampus, melakukan daftar ulang. Pelajarilah kampus kalian agar tidak nenyasar. Cepatlah sholat isya' lalu tidurlah terlebih dahulu supaya besok tidak kesiangan." titah bintang kepada kedua Adiknya tanpa mengindahkan padangannya dari layar TV.


"siap komandan." jawab mereka serentak. Mereka kemudian mencium pipi bintang lalu beranjak berdiri menuju kamar mereka masing masing.


"matahari,, abang tidak tau seberapa dalam dirimu mencintainya, sampai saat ini abang tidak pernah melihat dirimu bersama seorang pria, apakah hatimu sudah tertutup untuk orang lain? Berhentilah mengharapkannya. Saat ini mungkin dia sudah bahagia dengan wanita lain. Abang harap dirimu tidak berlarut dalam kekecewaan jika mengetahuinya." batin bintang menatap punggung matahari yang mulai meninggalkannya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2