
*Me**rcure Sabang*
Masih ditempat yang sama. Alarm dari handphone matahari begitu nyaring membuat sang empu mengerjapkan matanya, menyesuaikan suasana dipagi hari yang masih buta.
Matahari terbangun dari tidurnya dan terduduk diranjangnya. melihat ke arah samping, bahwa abangnya masih tertidur pulas.
Dia berdiri menyingkap korden yang berada disamping tempat tidurnya. Melihat langit yang masih sedikit gelap. Matahari bergegas ke kamar Mandi yang berada didalam hotel yang dia tempati saat ini.
Selesai membersihkan diri, matahari keluar dari kamar Mandi dan melanjutkan menunaikan ibadah sholat subuh sebagai seorang Muslim.
Selesai sholat, matahari membangunkan abangnya.
"Bang.. Abang... Bangun. Subuhan dulu. " Matahari menggoyangkan bahu bintang dengan pelan.
"Hemmm. " Hanya deheman yang menjadi jawaban.
"Abang ishhhh.. Bangun buruan nanti keburu mataharinya muncul. " Matahari mulai geram dengan bintang. Karena pasalnya bintang itu kalau tidur susah banget dibangunin. Matahari mulai mencubit hidung bintang hingga sang empu meringis kesakitan.
"Auwww.. Sakit ata!! Iya iya abang bangun nih!! " Kata bintang sambil mengelus elus hidungnya yang sedikit merah.
"Siapa sih yang buat jadwal sholat subuh sepagi ini. kenapa ga nanti aja jam 7 apa jam 8 ato Jam 9 gitu." Sambung bintang.
"Astagfirullah abang..... Dosa tuh mulut. Itu mah bukan jam subuh tapi dhuha!! Buruan Sana Mandi sekalian!! " Titah matahati pada bintang.
"Iya..... Bawellllll! " Jawab bintang kesal.
Bintang pun menunaikan ibadah sholatnya. Dan matahari kembali ke dalam kamar, berdiri didekat jendela menantikan matahari terbit.
"*E**very morning is destiny's way of telling me that my purpose in life is yet to be fulfilled.
good morning Jakarta*"
__ADS_1
(Setiap pagi adalah Cara takdir untuk memberitahu ku bahwa tujuan ku dalam hidup adalah belum tercapai. Selamat pagi Jakarta)
Gumam matahari dalam kebisuannya. Menatap lekat langit yang nampak biru dengan cahaya matahari yang mulai muncul kepermukaan bumi. Menampakkan keindahan pagi di Ibu Kota Jakarta.
Begitu nikmatnya matahari mengagumi langit yang biru dengan cahaya sunrise dipagi hari hingga tak menyadari kehadiran bintang disampingnya.
"Masih pagi udah ngalamun aja neng. " Sapa bintang dan merangkul pundak matahari. Hingga sang empu menoleh ke arah bintang memandang bintang dengan wajah sendu.
"*So**metimes you just have to create your own sunshine, baby*. "
(Terkadang kamu harus menciptakan matahari terbitmu sendiri, sayang) Sambung bintang..
"Good morning." Sambungnya lagi.
"Good morning to. " Jawab matahari.
"Cari sarapan ke bawah yuk. Sambil nunggu Bulan jemput kita." Ajak bintang pada matahari. Yang di iyakan dengan anggukan.
Mereka pun berjalan keluar meninggalkan kamar. Menyusuri langkah di koridor hotel menuju lift. Mereka berbincang bincang membicarakan hal yang harus matahari lakukan nanti sesampai dirumah. Mulai dari dimana matahari kuliah, apa saja jurusan yang harus dia ambil, datang ke kantor, mengenal semua karyawannya dan mengerjakan semua pekerjaan kantor yang akan dia kerjakan dengan dibimbing bintang sebelum bintang kembali ke jerman.
Mereka pun duduk disana, sambil melanjutkan perbincangan mereka. masih tetap sama tentang seputar kegiatan matahari dijakarta nanti.
"Lu gila ya bang. Masa gua harus kuliah sambil kerja? Katanya di kantor Ada asisten pribadi papa dan mama. Kenapa gua harus ikut campur juga sih!! Puyeng nih pala!! " Kesal matahari dengan emosi Karena pasalnya dia akan benar benar jadi perempuan tangguh, membagi waktu kuliah dan kantor.
Terus kapan bisa liburan kalau kayak gini, ngantor nguliah ngantor lagi balik nguliah lagi, itu terus yang berputar dipikiran matahari.
"Kenapa GA abang aja yang ke kantor. Matahari yang menikmati jirih payah abang sambil menikmati bangku kuliah. Gimana bang setuju kan? " Pinta matahari dengan memainkan kedua alisnya menggoda abangnya agar menyetujui idenya.
"GA ada ya..! Gua mau balik ke jerman ngurusin bisnis gua sendiri. Lu urus juga urusan lu sendiri. Belajar mandiri, Disana banyak orang yang bergantung sama perusahaan lu. Mereka punya tanggung jawab untuk menghidupi keluarganya.Jangan sampai perusahaan jadi bangkrut Karena kesalahan lu. ngertikan?? " Tanya bintang dengan penuh nasihat panjang lebar pada matahari.
"Sedikit. Lebih banyak rumitnya. " Jawab matahari dengan lemas. Memandang lesu kesembarang arah.
"Yang semangat baby. Nanti lu kuliahnya ngonline aja. jadi GA kebentur sama jadwal kantor. Paling seminggu masuk sekali apa dua kali buat ngeriview tugas lu. Sisanya buat ke kantor. " Kata bintang.
__ADS_1
"lagian lu ngantor paling cuma disuruh dengenrin rapat, tanda tangan kontrak, ngecek laporan keuangan, ngecek laporan perkembangan usaha. Paling cuma gitu gitu doang! " Kata bintang panjang lebar yang tak dimengerti matahari. Ralat!! bukan tidak mengerti tapi lebih tepatnya malas untuk mengerti.
"C u m a!! Abang bilang c u m a!!" Kata matahari penuh penekanan.
"Emang semua itu enggak mikir! Emang semua itu bisa berjalan dengan sendirinya tanpa berfikir! Abang kadang kadang mah nyeselin. " Protes matahari.
Belum sempat menjawab seorang pelayan datang menghapiri mereka, memberikan daftar menu dan meminta daftar pesanan makanan mereka. Pelayan pun pergi meninggalkan mereka setelah mendapatkan pesanan yang mereka inginkan.
Matahari masih saja mengomel tidak jelas, menyumpah serapahi abangnya yang enggan membantunya dalam menjalankan bisnis peninggalan orang tuanya. Dibilang egois lah, jahat lah, enggak sayang lah, apapun unek uneknya dikeluarkan oleh matahari yang ditujukan pada bintang.
Dua pelayan berjalan mendekati meja mereka. Salah satu pelayan menyapa dan mulai menaruh sarapan mereka dimeja.
"Selamat pagi Tuan dan Nona, selamat menikmati. " Kata pelayan.
"Terima kasih. " Balas matahari dan bintang bebarengan.
Dua nasi goreng special dengan telur mata sapi diatasnya, jangan lupa kerupuk dan lalapan yang menambah hiasan memenuhi piring.
Dua roti bakar dan steak kentang tak lupa dengan sausnya juga memenuhi meja mereka.
Mereka pun mulai melahap nasi goreng mereka masing masing. Tidak ada perbincangan diantara mereka. Karena peraturan penting keluarga saat makan adalah tidak boleh menggunakan HP dan berbicara. Itu adalah larangan paling keras harus ditaati walaupun mereka tak dirumah sekalipun.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.