
β’β’Hutan Pinus Kragilanβ’β’
"Sejuk." Ucapnya Langit saat mereka sudah sampai disebuah tempat wisata kesekian yang mereka kunjungi. Sebelumnya mereka sudah mengunjungi bebagai wisata seperti Tok Ngudal Lanang, Puthuk Mongkrong, Puthuk Sukmojoyo, Wanaprastha, Bukit Greden Pakis, Bukit Telomoyo dan masih banyak lagi hingga Hutan Pinus Kragilan inilah yang menjadi spot kesekian mereka mengadu dengan kamera yang seakan tak lepas dari tangan mungil Matahari. Bukan di Kota Yogyakarta. Namun di Kota Magelang yang bisa dibilang kata orang ikut DIY tapi ini masih di Jawa Tengah ya.
Mereka tidak menggunakan taxi ataupun transportasi umum lainnya. Mereka menikmati jalanan Kota Magelang dengan menggunakan Sepeda Motor yang sudah dipinjam Matahari beberapa saat lalu dari teman dekatnya yang tinggal tidak jauh dari Candi Borobudur.
Sebuah sepeda motor lawas yang menjadi favorite Matahari dulu waktu masih sekolah. Sepeda motor keluaran merek Honda yang kala itu lagi musim-musimnya melegenda apalagi saat ditampilkan kembali dengan salah satu film bergenre romantis kesukaan para ciwi-ciwi diakhir zaman. Siapa lagi kalo bukan *Dilan 199*0. Pasti masih ingat kan Slogan kata ciwi-ciwi waktu itu "Jangan Rindu. Itu berat. Kau takkan kuat. Biar aku saja." Begitu mungkin ucapnya yang mampu melelehkan hati pengemarnya.
"Iya bang! Maaf ya bang. Ini jauh dari kata Yogya sih!" Ucap Matahari ikut menikmati udara yang segar di siang hari yang akan menghilang dan digantikan senjanya sore. Namun sedikit cahaya pun tak mengusik sejuknya tempat ini. Tempat yang ditumbuhi oleh ribuan Pohon yang berdiri dengan tegak nan kokoh. Begitu rindang dan menyejukkan.
Ya, alih-alih Matahari mengajak Langit menyusuri Kota Yogyakarta dia malah berbelok arah ke Kota tetangga.
Mereka sekaramg sedang menikmati indahnya Hutan yang terletak tidak jauh dari dirinya menginap semalam. Hutan Pinus Kragilan. Wisata yang baru hitz dan populer ini berjarak 33km dari Candi Borobudur dapat ditempuh dengan jarak waktu 1jam lebih perjalanan. Lokasinya di Pogalan, Pakis, Magelang, Jawa Tengah.
Top selfie Hutan Kragilan menyuguhkan pemandangan alam yang sangan bagus, sejuk dan nyaman saat anda sekeluarga berkunjung kesana, harga tiket masuk sangat murah hanya 3ribu rupiah, jika kamu mau berfoto-oto tapi tidak membawa kamera bagus, di Pinus ini banyak sekali Fotografer dengan biaya 2ribuan perfoto. Keren ya, dijamin liburanmu di Magelang ini bakalan tambah seru dan menyenangkan.
Hutan Pinus Kragilan keberadaannya baru diketahui umum sejak awal tahun 2015 dan baru diresmikan pada bulan Mei ditahun yang sama.
Meski tanpa dilengkapi spot pemanis, Hutan ini sebenarnya telah menebarkan pesona lewat keindahan landskap alam di sekelilingnya yang dihiasi batang-batang pohon Pinus yang rindang ditambah sejuk dan segarnya semilir angin yang berhembus. Keindahan tersebut akan semakin terasa pada pagi dan sore hari seperti saat ini. Dimana Matahari memancarkan sinarnya dari arah samping dan menerobos melalui sela-sela dedaunan serta batang-batang pepohonan menciptakan Ray Of Ligh yang begitu menawan.
Luasnya hutan ibarat sebuah taman raksasa yang begitu indah. Apalagi jika kita menuruni lereng Hutan menuju Sungai Selo Tumpang. Ditengah perjalanan dapat mejumpai pohon-pohon pinusyang merunduk seolah menyapa kita dan suasana yang magis membalut indahnya pemandangan sekeliling yang dihiasi gemercik suara air sungai yang mengalir di sela-sela bebatuan.
"Ini juga seru kok. Aku tidak menyangka kamu tau tempat seperti ini. Kamu tanya google yak?"
Tanya Langit pada Matahari yang masih merentangkan tangannya menikmati semilir angin yang menerpa lembut tubuh mungilnya.
"Mana ada begitu! Dulu aku pernah kesini bang 2 kali, waktu touring bareng anak-anak Club Motor CB. Tapi dulu tempatnya belum serapi ini dan masih sangat liar Hutannya." Terangnya.
"Pasti isinya cowok-cowok ya?" Tanya Langit yang seakan tak suka jika sahabat kecil disampingnya ini ternyata anak Club Motor yang mungkin separuh dari anggotanya berisikan laki-laki. Bukan separuh bahkan seluruhnya. Begitulah yang dipikiran Langit.
"Jelaslah!! Masak iya isinya nenek-nenek pake tongkat sih!"
"Pasti ganteng-ganteng ya?" Tanya Langit kembali masih dalam mode cemburu yang seharusnya tak dia lakukan karena dulu dia bukanlah apa-apa dan bukanlah siapa-siapa bagi Matahari.
__ADS_1
"Sudah kodratnya laki-laki itu ganteng dan perempuan itu cantik."
"Tapi kan tetap saja mereka laki-laki!" Jawab Langit tak kalah sengit untuk menjawab yang dilontarkan Matahari.
"Terserah! Kata-katamu sungguh tak beralasan."
"Kamu tak melihatku sedang cemburu!!"
"Untuk apa? Cemburu mu tak beralasan bang! Ayo kesana aku tunjukin view yang bagus buat selpi selpi ala anak ABG."
"Hemmbbbt.."
Banyak sekali spot foto seperti gardu pandang yang berbentuk love, rumah pohon, sarang burung yang berbentuk bunga, patung king kong, sepeda langit, mountain swing. Dan spot foto yang paling digemari adalah jalanan setapak yang ditata rapi mulai dari pintu masuk menuju ke bagian dalam hutan Pinus. Berfoto dengan kanan kiri dihiasi pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi, membuat siapapun seolah-olah berada di Hutan Pinus Australia atau di Florida , Amerika.
Mereka berjalan bersisian dengan kedua tangan yang saling bertautan. Senyum kebahagiaan merekah di wajah keduanya. Tak peduli setiap orang yang mereka lewati. Mungkin ada yang menatapnya geli seakan dunia hanya ditepati oleh mereka berdua, tapi tak jarang juga yang merasa iri dan bahagia melihat pasangan yang begitu serasi itu. Cantik dan tampan.
"Apa di Yogya juga memiliki Hutan seperti ini?" Tanya Langit disela-sela langkah mereka.
"Ada. Hutan Pinus Pengger dan Hutan Pinus Mangunan." Jawab Matahari.
"Kapan kali kita harus kesana ya?"
...........
Punthuk Setumbu
Jln.Borobudur Ngadiharjo Km.4 Kurahan, Karangjero, Borobudu, Magelang, Jawa Tengah.
Ialah tepat destinasi wisata terakhir mereka untuk menikmati suasana sore di Kota sejuta Sejarah dan Budaya ini. Sebelumnya mereka berhenti di Bukit Ketep Pass untuk mengabadikan moment senja yang kian menantang langit untuk terus beradu pandang dengan penikmatnya didunia.
Punthuk Setumbu berada di ketinggian, sehingga kita bisa melihat seluruh sudut kota Magelang dari atas. Bahkan Candi Borobudur, Gunung Merapi dan Gunung Merbabu pun terlihat jelas disana.
"Exquisite! Seperti melihat bintang yamg bersinar ke seluruh penjuru dunia." Ucap Langit mengawali percakapan mereka yang sedang menikmati indahnya Kota Magelang dari atas Punthuk Setumbu.
"Yeah, very beautiful!"
__ADS_1
Itulah percakapan singkat mereka saat memandang indahnya Hutan belantara yang membentang luas diantara bebukitan dan gunung yang mereka pijaki saat ini. Dengan keindahan pancaran bintang, tentu membuat sang penikmat malam mendapatkan suasana yang lebih indah dan romantis.
.
.
.
.
.
.
Langit π
Matahari π
.
.
**Halo manteman maaf ya lama ga up!
otaknya lagi ga bisa memecah etika merangkai kata yang etah mau dibawa kemana bait bait syair ini!
pengenya bisa tiap hari.
tiap hari bisa bernafas maksudnya π€£
jangan lupa tinggalkan jejak langkah jempol kalian untuk klik love da komentar! yang belum kasih bintang yang tinggi dilangit balik lagi ke silaturahmi yak, klik star five nya π€
laflaf ππ
__ADS_1
salam kangen untuk jogja
//eh!!! kanggo anak magelang ding ππππ**