Matahari

Matahari
Menunggu dan menemani


__ADS_3

"kak." panggil matahari.


"hey,, duduklah." titahnya kepada matahari.


"terima kasih." ucap matahari lalu mendudukkan tubuhnya di bangku kursi yang berhadapan dengannya.


Suasana pun menjadi canggung Karena tak ada yang memulai pembicaraan. Laki-laki itu hanya sibuk memandangi laptopnya. Entah apa yang dia kerjakan hingga lupa bahwa dihadapannya ada seseorang yang menantinya, menantikan sebuah hukuman darinya.


Matahari hanya mengetok ngetok jari telunjuknya di atas meja. Merasa bosan dan jenuh, apalagi saat ini dia belum makan siang.


tuk tuk tuk


sudah hampir setengah jam matahari menunggu tapi yang ditunggu masih setia berdiam diri dengan kesibukannya sendiri.


kenapa malah cengo gini sih!! menyebalkan!! menanti hal yang tak pasti!! Ga tau apa kalo aku udah laper, mau buat aku mati penasaran apa. malah suruh nunggu kayak gini! Dasar laki-laki sadis.


"emmbbt kak...!" panggil matahari.


"ya?" jawab laki-laki itu tanpa memindahkan pandangannya dari laptopnya.


kruyuk .... kruyuk .....


Matahari seketika memegang perutnya dan menundukkan wajahnya. Dia begitu malu karena perutnya tak bisa diajaak kompromi untuk menunggu sang raja kampusnya ini.


Astaga! kenapa kau ini begitu bodoh! dasar cacing cacing tak guna! memalukan saja!


"lapar?" tanya laki-laki itu melihat kearahku dengan tersenyum.


"ti---tidak. Tidak kok kak." jawab matahari dengan wajah tetap menunduk.


tidak begitu lapar kak, tapi sangat-sangat lapar. aku hanya memakan secuil roti tawar tapi kalian semua menguras tenagaku seperti sedang lomba lari marathon.


kruyuk. ...... kruyuk....


Cacing-cacing diperut matahari mulai berdemo kembali, dan suaranya terdengar jelas ditelinga laki-laki itu. Matahari hanya nyengir kuda didepannya, mau mengelak pun sudah kepalang basah.


"kau sungguh lucu." kata laki-laki itu terkekeh geli dengan tingkah laku matahari.


"ayo ke kantin bersama." ajaknya kembali.


"tapi kak hukumannya?" Tanya matahari teringat hukuman yang harus dilaksanakannya.


Laki-laki itu pun tersenyum.


perempuan ini benar-benar aneh. yang lain jika dikasih hukuman ingin sekali menolak. tapi dia Malah menginginkannya.


"Ada 3 hukuman. Dan hukuman Pertama sudah kau laksanakan." Kata laki-laki itu.


"kapan kak? Bahkan kakak belum menyebutkan hukumannya." Kata matahari.


"menunggu!" jawabnya singkat.


"hah! menunggu? maksudnya?" Tanya Matahari heran.


"hukuman pertamanya adalah menunggu. Kamu tau, kami para kakak-kakak pembina ospek sudah sekian lama menantikan hal ini akan terlaksana. Tapi kamu mengabaikan kami dengan tidak melaksanakan tugasmu dengan benar." ujar laki-laki itu dengan serius.


"maaf." kata matahari singkat.


"sudah termaafkan." jawabnya.


"lalu hukuman yang kedua?" tanya matahari kembali pada laki-laki itu.


"kita ke kantin dulu, cacing-cacing ini sepertinya juga ingin mendapatkan gizi." ujar laki-laki itu seraya memegang perutnya dan berdiri meninggalkan bangkunya.


laki-laki ini aneh! hukuman macam apa ini? atau jangan-jangan dia hanya mempermainkanku saja. huh!!


"hey kenapa masih duduk disitu? apa mau ditambah hukuman dengan membersihkan setiap inchi dari gedung perpustakaan ini." Tanya laki-laki itu dengan nada mengancam.


"jangan." sahut matahari singkat lalu berdiri menghampiri laki-laki itu.


Mereka pun berjalan keluar gedung perpustakaan dan menuju kantin untuk makan siang.


***********


Setelah sekitar sepuluh menitan mereka berjalan akhirnya mereka sampai juga di kantin. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Mereka pun memesan menu makan siang mereka.



Dua mangkuk mi goreng dengan telur Cemplok rebus dan goreng. Tak lupa dengan minumannya. Es kopi Hitam dan es kopi mocca.

__ADS_1


Mereka pun menyantap makan siangnya. dengan lahap tanpa ada perbincangan. Sesekali mata laki-laki itu memandang matahari dengan tatapan yang tak dapat diartikan.


Saat ditengah-tengah kesibukan mereka tiba-tiba ponsel matahari bergetar.


drrrrt drrrrt drrrrtt


satu pesan chat tertera di notifikasi beranda Nya. Ternyata chat dari bulan. Dia pun membuka pesan itu.


woy


kemana aja Lo?


gue tungguin dikantin setengah Jam tapi GA nongol-nongol!


--bulbul--


sorry


ini gue dikantin.


Lo disebelah mana?


--matahari--


Lo telat.


gue udah balik kelapangan.


tapi ini udah mau pulang.


--bulbul--


pulang?


apa acaranya udah selesai.


--matahari--


iyee.


udah selesai dari tadi.


acaranya udah ditutup limabelas menit yang lalu.


--bulbul--


OK, tungguin gue bentar lagi selesai.


pulang bareng.


--Matahari--


sorry..


gue dijemput mamas hengky.


Lo naik gojek apa gocar aja ya.


GA apa apa kan?


--bulbul--


yaaaaaaa...


sono pergi!!


--matahari--


jangan ngambek baby


--bulbul--


Matahari pun tak membalas pesan terakhir dari bulan. Hanya membacanya sekilas lalu menaruh ponselnya kembali kedalam tas.


"benar-benar menyebalkan!" ucap matahari lirih tapi terdengar oleh laki-laki itu.


"siapa yang menyebalkan?" Tanya laki-laki itu yang sudah menyelesaikan makanannya.


"tidak siapa siapa. Apa hukuman yang kedua dan ketiga." Tanya matahari kepada laki-laki itu.

__ADS_1


"yang kedua adalah menemani." jawabnya dengan senyuman menyeringai seperti menyimpan maksud tertentu.


"hah! menemani? apakah anda sedang mengerjai saya. Tadi anda bilang menunggu, Sekarang menemani lalu nanti apa? melayani? jangan memanfaatkan keadaan terhadap orang lain kak." seru matahari dengan emosi.


"kalau tidak keberatan maka ku penuhi permintaanmu yang ketiga." jawabnya dengan sok polos.


"apa? dasar otak mesum!" Matahari pun berdiri dan pergi begitu saja meninggalkan laki-laki itu.


"hey.. tunggu!" teriak laki-laki itu.


Matahari pun mempercepat langkah kakinya. Dia tak ingin laki-laki tadi mengejarnya. Matahari pun semakin berlari ringan. Dan tiba-tiba saja tubuhnya menabrak seseorang yang baru saja keluar dari ruang dosen.


BRUKK


"auwww..." pekik matahari.


"maaf.. maaf tuan saya tidak sengaja." sambung matahari kembali.


"hey tunggu dulu." teriak laki-laki tadi dan mempercepat langkahnya menuju arah matahari berdiri.


"astaga." matahari menepuk jidatnya melihat laki-laki tadi sudah berada dekat dibelakangnya.


"sekali lagi maaf tuan persmisi." ujar matahari dan melanjutkan langkahnya dengan cepat.


aku seperti pernah melihat perempuan itu. Tapi dimana ya? aku juga merasa Sangat dekat dengannya, apa hanya perasaanku saja. ah sudahlah.


"hey kak kenapa GA Lo cegah perempuan tadi sih." ujar laki-laki tadi sambil mengatur nafasnya yang tersengal Karena sempat berlari.


"siapa dia bim? pacar? tapi sepertinya dia anak baru. Dia saja sampai ketakutan lihat elo." ujar laki-laki satunya.


"OH iya, gue sampai lupa tanyain namanya." ujar laki-laki tadi menepuk jidatnya sendiri.


"berarti bukan pacar kan? jangan di mainin bim anak orang itu mah." kata laki-laki satunya memperingati.


"iya-iya kak. Ngapain kesini kak? GA salah daftarin Mina kan?" Tanya laki-laki itu.


"ya enggaklah. Nyariin kakak Lo si yasmin, sekalian mau Ketemu sama pelangi. Soalnya nanti malam gue ada tugas ke Singapore selama satu bulanan. Gue takut aja nanti dia terlalu Rindu sama wajah tampan gue ini." ujar laki-laki lainnya dengan senyum membanggakan dirinya sendiri.


"apa kakak ga telfon dia dulu tadi. Dia kan hari ini ga ada kelas." Kata si laki-laki tadi.


"tadinya pengen buat surprise. gagal deh!" ujar laki-laki lainnya tadi dengan kecewa.


"ya udah deh gue balik aja. see you brother." serunya kembali.


"siap." jawab singkat laki-laki tadi.


**********


Ditempat lain matahari sedang duduk di halte menunggu taksi lewat. Tapi tiba-tiba ada sebuah Mobil berlogo kuda berwarna merah berhenti didepannya.


"naiklah." ujar seseorang didalam Mobil itu. Matahari pun menoleh ke arah sesorang yang berada dibalik kemudi Mobil tersebut. Matahari mengernyit keheranan.


.


.


.


.


.


.


.


hay readers jangan lupa


read


rate


like


comment


vote


terima kasih 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2