Menantu Yang Tak Dianggap

Menantu Yang Tak Dianggap
Bab 12. Foto kiriman


__ADS_3

Dengan berbekal janji dari suaminya, Mila bersedia kembali. Dia tidak peduli dengan apa yang akan dikatakan orang. Wanita yang sudah sering disakiti, masih mau kembali. Demi apa? Hanya demi sebuah pengharapan bahwa suaminya akan mampu memberinya kebahagiaan.


Sekembalinya Mila di rumah ini, membuat ibu mertuanya kembali marah. Apalagi keputusan Hisam untuk membeli rumah baru, sudah diutarakan pada ibunya. Tidak lama lagi, mereka akan pindah rumah seperti yang Mila inginkan.


Mila merasa sangat bahagia, melihat suaminya berusaha mewujudkan apa yang pernah dia janjikan padanya. Bukan hanya sekedar omong kosong.


Hisam yang dulu selalu menomor satukan Ibunya, kini mulai melonggarkan tangannya untuk meraih tangan Mila.


Masih teringat jelas di pikiran Mila, Hisam selalu membela ibunya. Baik ibunya salah atau benar. Perbuatan salah ibunya akan selalu dia maafkan meski telah menyakitinya. Apalagi jika ibunya benar.


Dimatanya ibunya orang yang selalu harus dia utamakan.


Saat ini, Mila masih menyimpan satu rahasia yang akan dia ungkapkan nanti saat mereka sudah pindah rumah. Mila ingin memberikan kejutan untuk Hisam. Sayangnya, semua itu tidak akan pernah terjadi.


Secara tidak sengaja, Mila menemukan sebuah amplop di atas meja makan. Amplop itu, tidka ada nama pengirimnya. Hanya ada tertulis nama Mila. Saat itu, ibu mertuanya yang sedang melihat Mila memegang amplop tersebut, bergegas mendekati Mila.


"Itu tadi ibu yang terima dari Pak Pos. Ibu tidak tahu itu isinya apa. Juga tidak ada nama pengirimnya. Sebenarnya, ibu penasaran ingin tahu isinya. Tapi, itu kan bukan untuk ibu, tapi kalau kamu mau kasih tahu isinya juga boleh," ucap ibu mertuanya.


Mila tidak menjawab perkataan ibu mertuanya. Dia hanya tersenyum tipis, karena hatinya tiba-tiba merasa tidak enak. Mila duduk sambil membuka isi amplop di tangannya.


Ternyata, amplop itu berisi beberapa foto. Foto pertama yang dia lihat, membuat hatinya hancur berkeping-keping. Foto suaminya bersama seorang wanita yang dia kenal, Tiara.


Mereka sedang berada di sebuah ranjang dengan pose yang membuat Mila jijik. Airmatanya tidak bisa dia bendung lagi. Tetapi, Mila tidak memperlihatkan kesedihannya kepada ibu mertuanya.


"Mila, apa isinya? Coba ibu lihat," kata ibu mertuanya.


"Bukan apa-apa. Hanya foto-foto Mila dan Mas Hisam," jawab Mila berbohong.


"Baiklah, ibu mau santai dulu," ucap Bu Siti lalu pergi.

__ADS_1


Mila berjalan gontai menuju ke kamarnya. Mila tidak ingin langsung percaya dengan foto-foto tersebut. Dia ingin mendapatkan klarifikasi dari suaminya. Mila tidak ingin, kehidupan rumah tangganya yang baru saja membaik, akan kacau kembali.


Saat suaminya pulang, Mila menunggu dan menahan rasa ingin tahunya hingga suaminya selesai mandi dan selesai makan malam.


Menjelang tidur, Mila menyiapkan diri untuk Bertanya dengan kata-kata yang tidak terlalu kasar.


"Mas, tadi aku dapat kiriman foto. Coba Mas Hisam lihat sendiri," kata Mila lalu bergegas mengambil amplop di laci mejanya.


"Foto apa?" tanya Hisam sedikit curiga.


"Lihat saja sendiri," jawab Mila.


Mila menyodorkan amplop tersebut dan menatap suaminya dengan sendu. Hisam perlahan membuka amplop tersebut dan dia tampak sangat kaget.


"Mila, ini ... bisa aku jelaskan," ucap Hisam gugup.


"Maksud Mas Hisam. Ini beneran, ini memang Mas Hisam? Mila tidak percaya jika Mas Hisam tega mengkhianati cinta Mila?" tanya Mila sambil menangis.


"Mas, kamu tahu, aku bertahan menjadi istri yang tidak dianggap di rumah ini, dan rela di sakiti ibumu karena aku yakin kamu mencintaiku. Yakin kamu suami yang setia. Setelah kamu mengakui semua ini, apakah ada alasanku lagi untuk tetap bertahan di sisimu?" jawab Mila sedih dan kecewa.


"Mila, maafkan aku. Semua ini bukan sepenuhnya kesalahanku. Kamu jug turut andil didalamnya. Kali kamu tidak terus bermusuhan dengan ibu, aku juga tidak akan mencari pelampiasan di luar," ucap Hisam tidak ingin disalahkan.


"Jadi kamu juga menyalahkan aku atas dosa yang telah kamu lakukan? Baik, semua ini terjadi karena kesalahanku. Aku yang bersalah saat kamu selingkuh. Aku juga yang salah ketika kamu mencumbui wanita lain. Oke, aku terima semua tuduhan kamu karena di matamu, kalian, ibu dan anak yang paling benar. Jadi, kenapa semua harus dipertahankan," ucap Mila emosi.


"Mila, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya ingin kamu memaafkan aku dan kita mulai dari awal lagi. Aku janji, aku tidak tidak akan mengulanginya lagi. Aku tidak akan mabuk lagi dan melakukan kesalahan yang sama," kata Hisam berusaha membuat hati Mila luluh.


"Maaf, aku tidak bisa memaafkan kamu. Untuk kesekian kalinya, aku ingin kamu melepaskan aku. Kita jalani hidup kita masing-masing. Aku ikhlas melepas kamu untuk bisa menjadi milik ibumu seutuhnya. Aku menyerah dan aku mengaku kalah mempertahankan kamu. Dengan kepergian ku, kamu bisa berbakti pada ibumu, tanpa harus mengalami dilema lagi," kata Mila sambil mengusap airmatanya.


Hisam terdiam sesaat mendengar ucapan Mila yang sangat tajam. Dia merasa seolah Mila selama ini tidak bahagia hidup bersamanya.

__ADS_1


"Mila, pikirkanlah lagi keputusanmu. Saat ini kamu sedang emosi, aku yakin esok hari kamu akan bisa memaafkan aku. Aku mencintaimu, Mila," ucap Hisam lalu merebahkan tubuhnya.


Hisam berharap Mila juga akan beristirahat seperti dirinya.


Sementara ibu mertuanya tersenyum mendengar pertengkaran anak dan menantunya yang pasti kali ini usahanya akan berhasil seratus persen.


Bu Siti segera menghubungi Tiara dan menceritakan apa yang terjadi pada Hisma dan Mila. Bu Siti dan Tiara akan menjalankan rencana selanjutnya. Jadi ternyata, foto-foto itu adalah salah satu rencana awal dari Tiara dan Bu Siti untuk membuat Mila pergi dari hidup Hisam.


Keesokan harinya, Mila terbangun dan merasakan tubuhnya terasa pegal karena ternyata dia tertidur di atas lantai. Sedangkan Hisam sama sekali tidak berinisiatif untuk memindahkannya ke atas tempat tidur.


"Mila, jadi semalam kamu tidur dilantai?" tanya Hisam kaget.


"Benar," jawab Mila kesal.


"Maafkan aku. Aku semalam sangat lelah, jadi aku tertidur duluan dan tidak tidak melihat kamu tidur di bawah. Kalau aku tahu, aku pasti akan memindahkan mu k tempat tidur ini," kata Hisam menyadari jika Mila pasti menyalahkannya.


"Beginilah nasib memiliki suami yang tidak peka sama sekali dengan keinginan istrinya," gumam Mila.


Mila bergegas mandi dan segera membuat sarapan. Karena ini akan menjadi sarapan terakhir Mila di rumah ini bersama Hisam dan ibunya. Saat mereka sarapan, tiba-tiba Tiara datang. Ibu mertua Mila langsung membawa Tiara menuju meja makan.


Mila kaget karena, Tiara hanyalah orang luar tetapi diperlakukan seperti anggota keluarga oleh ibu mertuanya sejak dulu hingga kini.


"Hisam, Mila ingin bicara," ucap Bu Siti.


"Bicara apa?" tanya Hisam curiga.


"Mas Hisam, aku hamil anak kamu," ucap Tiara.


Mila dan Hisam sama-sama kaget mendengar pernyataan Tiara. Mila seolah mendapatkan satu tamparan lagi yang semakin membuatnya ingin pergi saat ini juga.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2