Menantu Yang Tak Dianggap

Menantu Yang Tak Dianggap
Bab 34. Di rumah baru


__ADS_3

Hisam mengajak Mila ke rumah yang dulu pernah dia persiapkan untuk Mila, sebelum Mila memilih pergi. Mila sempat kaget, saat mobil Hisam menuju ke arah rumahnya. Tetapi ternyata, mobil Hisam berhenti tepat di depan rumah yang sempat membuat Mila ingin membelinya. Rumah itu berada tepat di samping rumah yang di sewa Mila.


"Mas, kenapa berhenti di sini?" tanya Mila kaget.


"Turunlah dulu. Entah sudah takdir, rumah ini adalah rumah kita. Aku membelinya 4 tahun lalu sebelum kamu pergi. Aku tidak menyangka, akhirnya kita bisa kembali bersama dan menempati rumah yang pernah kamu inginkan dahulu. Meskipun terlambat, ini lebih baik daripada tidak," jawab Hisam.


"Daddy, Hasan pingin manjat pohon lagi," kata Hasan sambil menarik tangan Hisam.


"Husein juga. Ayo Daddy, bantuin Husein," kata Husein mengikuti ulah Hasan.


"Apa, manjat pohon lagi? Apa kalian pernah manjat pohon di sini?" tanya Mila kaget.


Hisam dan kedua anaknya tersenyum tetapi bukan senyum senang, melainkan senyuman kesalahan. Terutama Hisam, baru saja berbaikan, menikah tetapi pada akhirnya yang didapat adalah wajah Mila yang menyimpan kemarahan.


" Sayang, itu bukan salah mereka. Aku yang bantu mereka naik. Aku minta maaf, oke?" kata Hisam memohon.


Mila tampak kesal dan langsung masuk tanpa peduli dengan ayah dan anak yang kelakuannya sama. Mila duduk sambil memegangi kepalanya yang mulai terasa pusing.


"Mami, jangan malah. Hasan minta maaf," ucap Hasan sambil memegangi kedua telinganya diikuti Husein.

__ADS_1


Hisam yang melihat kedua anak Mila memegangi kedua telinganya, Hisam juga ikut melakukannya. Jadilah kini tiga jagoan Mila memperagakan hal yang sama. Benar-benar serasi mereka bertiga, kompak.


Mila sekilas melihat mereka bertiga dan menahan senyum lalu bersikap tegas kembali.


"Mami tidak ingin kalian manjat pohon lagi. Bagaimana kalau kalian jatuh dan terluka, Mami nanti yang sedih," kata Mila sambil menghela napas berat.


"Hasan janji, tidak akan manjat pohon lagi tanpa seizin Mami," kata Hasan yang memang lebih terlihat dewasa daripada Husein. Husein hanya mengiyakan saja perkataan Hasan.


"Daddy janji, tidak akan membantu Hasan dan Husein manjat pohon mangga lagi tanpa seizin istriku tercinta," kata Hisam dengan ditambahkan pemanis.


"Baiklah, kalau begitu, kalian bisa bermain-main dulu, biar Mami dan Daddy membereskan semuanya," kata Mila sambil tersenyum.


Hari ini mereka sudah sangat kelelahan karena acara akad nikah dan acara makan-makan keluarga. Karena tidak sempat memasak sendiri, Mila terpaksa memesan makanan lewat on line.


Setelah Isyak, Hasan dan Husein langsung tertidur di kamar anak-anak yang sudah disiapkan oleh Hisam. Setelah menidurkan kedua anaknya, Mila menuju ke kamarnya dan Hisam.


Hisam sudah menunggu dengan memakai kimono. Sedangkan Mila kini berganti memakai daster seperti saat mereka masih awal-awal menikah.


"Kamu, masih punya daster seperti ini?" tanya Hisam.

__ADS_1


"Tentu saja, tidur dengan memakai daster lebih nyaman," jawab Mila.


Padahal Mila sengaja ingin membuat Hisam ilfil melihat dirinya. Apalah daya, Hisam mencintai Mila apa adanya. Jadi meskipun Mila berubah jelek dan memakai daster sobek sekalipun, Hisam masih akan mencintainya.


Mila berbaring di samping Hisam yang terus memandanginya.


"Mas, apa nggak takut kelilipan itu mata, liatin orang kayak gitu. Aku masih Mila," kata Mila sinis. Mila lalu membelakangi Hisam.


"Yang bilang kamu bukan Mila, siapa? Kalau kelilipan kamu sih, boleh saja. Tidak masalah," jawab Hisam sambil tersenyum.


Hisam mulai bergerak memeluk Mila dari belakang. Mila sempat berontak, tetapi tenaga Hisam terlalu kuat untuk Mila yang malu-malu tapi mau.


Dan entah bagaimana awalnya, mereka berdua telah tenggelam dalam indahnya malam pengantin baru. Hanya terdengar sesekali suara deru napas Hisam yang menggebu-gebu.


Keringat telah membasahi tubuh keduanya yang kini dimabuk asmara. Gelora cinta yang terpendam selama 4 tahun ini, telah tersalurkan dengan indah malam ini.


Malam semakin larut dan mereka tertidur karena kelelahan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2