Menantu Yang Tak Dianggap

Menantu Yang Tak Dianggap
Bab 46. Pergi dari rumah


__ADS_3

Mila tampak bingung dan cemas melihat kondisi rumahnya tampak sepi. Dia bergegas turun dari mobilnya dan segera mengetuk pintu.


"Assalamualaikum," ucap Mila keras


"Wa'alaikum salam. Sebentar," jawab Bik Mini dari dapur.


Tidak berapa lama, pintu terbuka. Bik Mini dengan wajah sedih, menatap majikannya itu.


"Bu Mila sudah pulang?" tanya Bik Mini.


"Iya, Bik. Kok sepi. Bapak dan Valeria di mana?" tanya Mila mulai cemas.


"Maaf, Bu Mila. Setelah kemarin Ibu sana anak-anak pergi, Bapak memecat Sari dan membawa Neng Valeria pergi," jawab Bik Mila. Jawaban Bik Mila membuat Mila panik.


Mila bergegas menuju ke kamar Valeria. Mila semakin cemas saat tidak mendapati Valeria dalam kamarnya.


Dia berusaha menghubungi Varo, tetapi ponsel Varo sedang tidak aktip. Mila lalu bertanya pada Bik Mini yang sejak tadi mengikutinya.

__ADS_1


"Bik, Bapak membawa Valeria ke mana?" tanya Mila panik.


"Bibik tidak tahu. Bapak hanya bilang, kalau ibu mungkin tidak akan kembali lagi ke rumah ini. Jika suatu saat Bu Mila pulang, Bibik hanya di minta untuk merawat Bu Mila baik-baik," jawab Bik Mini.


"Ya sudah, Bik. Terima kasih atas pemberitahuan Bibik. Silakan Bibik kembali lanjutkan pekerjaan," jawab Mila.


Mila mencoba tidak panik lagi, meskipun itu sangat sulit. Dia mulai mengerti jika suaminya pasti marah padanya. Padahal dia sudah meminta izin dan dia sudah mengizinkannya.


Mila mencoba menghubungi ibu mertuanya. Untung saja, ibu mertuanya sangat baik pada Mila. Mereka mengadakan janji bertemu di sebuah cafe.


Sebelum itu terjadi, Varo memilih mundur sebelum terjadi.


"Mas Varo salah paham, Bu. Aku memang bersikap baik pada mantan suamiku. Karena bagaimanapun juga, perpisahan kami sebenarnya bukan salah dia. Meski begitu, Mila hanya ingin melepaskan benang kusut di hati Mila dan meluruskannya. Sehingga hati Mila tidak akan menoleh lagi ke belakang. Disampingku sekarang sudah ada Mas Varo. Aku tidak akan mungkin mengkhianatinya," ucap Mila.


"Mila, ibu tidak pernah berharap terjadi hal buruk pada pernikahan kalian. Ibu berharap kalian bisa menyelesaikan masalah ini dengan hati dingin. Mungkin Varo memang agak kekanak-kanakan, itu karena dia sangat mencintaimu. Apalagi dia sadar jika sejak awal kamu tidak mencintainya," sahut Bu Welas sedih.


"Ibu jangan khawatir, kami tidak akan bercerai. Aku akan membujuk Mas Varo agar segera pulang."

__ADS_1


"Dia ada di rumah. Tadi ibu bilang mau ke toko sebelah untuk membeli cemilan," jawab Bu Welas.


"Baik, Bu. Mila akan ke sana. Kita bareng saja," kata Mila.


"Jangan, nanti ibu ketahuan bohongnya. Kamu pergilah dulu temui Varo. Nanti ibu menyusul, ibu harus beli cemilan dulu di toko sebelah."


"Baiklah, Mila pergi dulu. Pelayan," ucap Mila. Dia segera membayar tagihan dan segera pergi.


Sepanjang perjalanan menuju rumah ibu mertuanya, Mila bingung harus bagaimana menghadapi Varo. Varo itu orangnya selalu nurut saja apa kata Mila. Mila yang merasa jadi istri yang arogan.


Mobil Mira berhenti tepat di depan rumah ibu mertuanya. Mila mencoba menenangkan hatinya yang kacau. Sikap apa yang harus dia gunakan untuk membawa suaminya kembali.


...****************...


Sambil menunggu up selanjutnya, baca karya temen aku.


__ADS_1


__ADS_2