
Kakek tidak hanya mengabarkan sudah menyiapkan rumah untuk Mila, tetapi juga memberinya seorang pembantu seperti yang dijanjikan Adrian.
Mila bergegas membersihkan diri dan berganti pakaian untuk segera beristirahat. Tetapi baru saja dia benarkah merebahkan diri di tempat tidurnya, pintu kamar hotelnya ada yang mengetuk.
Ternyata dia orang suruhannya yang datang untuk memberikan laporan tentang penyelidikan yang dia minta. Mila membayar seseorang untuk mengetahui kehidupan Hisam sejak Mila pergi.
"Bagaimana, apakah ada yang penting?" tanya Mila penasaran.
"Benar, Bu Mila. Pak Hisam bercerai dengan istri sirinya setelah istrinya ketahuan berbohong. Saya sudah mengecek ke hotel tempat Pak Hisam dan Istri sirinya menginap malam itu. Ternyata, saat kami melihat CCTV, masih ada seorang pria yang ikut membantu membawa Pak Hisam masuk hotel. Bisa di larikan kalau orang itu yang sengaja membuat adegan foto mesra tersebut," jawab Pak Deri.
"Menurut Pak Deri, apakah semua itu sebuah jebakan?" tanya Mila lagi.
"Saya rasa begitu. Karena saat datang, tubuh pak Hisam benar-benar lemah, dan tidak mungkin bisa berhubungan badan dengannya. Mereka bertiga di dalam kamar hotel, jadi mana mungkin ada kejadian seperti itu. Satu wanita, dua pria," jawab Pak Deri yakin.
"Oke, Pak Deri. Terima kasih atas bantuannya," ucap Mila sambil menjabat tangan Pak Deri.
Pak Deri segera pamit pergi karena tugasnya sudah selesai. Mila memandangi hasil penyelidikan Pak Deri dan beberapa foto saat Hisam dibawa oleh seorang pria dan Tiara masuk ke sebuah hotel. Mila sungguh tidak menyangka jika apa yang terjadi pada dirinya dan Hisam, adalah sebuah permainan hidup.
Masa lalu yang tidak akan bisa kembali lagi. Masa yang memberinya banyak cinta tetapi juga banyak derita.
Malam semakin larut dan Mila akhirnya terlelap dalam tidurnya.
Keesokan harinya, Mila tidak masuk kerja untuk acara pindahan ke rumah baru. Persiapan dia lakukan hingga siang hari. Alamat rumah barunya juga sudah dikirimkan Kakeknya. Yang paling mengejutkan, ternyata sang Kakek sudah sampai di rumah barunya terlebih dahulu.
Mila meminta bantuan pelayan hotel, untuk membantunya membawakan barang-barangnya dan di masukkan kedalam mobil. Setelah itu, dia melakukan check out.
__ADS_1
Setelah semua urusannya selesai, Mila bergegas menghidupkan mobil yang segera melaju dijalanan yang agak sepi karena sudah jam kerja. Dengan bantuan google map, Mila mengemudi dengan santai mengikuti arahan.
Sampailah dia disebuah rumah yang cukup besar dan terlihat asri. Dengan beberapa pohon buah mangga dan bunga yang sudah bermekaran.
Ini persis seperti rumah yang aku idamkan, batin Mila sambil tersenyum.
Tetapi Mila tidak melihat ada tanda-tanda orang di dalamnya. Padahal Kakek sudah sampai terlebih dulu ke rumah ini. Mila turun untuk memastikan apakah rumah ini yang Kakek maksud.
Baru saja dia turun dari mobilnya, terdengar suara memanggil Mila dari rumah sebelahnya, yang membuat hati Mila berdegup kencang.
"Mami, Mami, ke sini!" teriak dua anak kecil berusia 3 tahunan yang membuat Mila langsung meneteskan air mata karena terharu.
Mila langsung berlari ke arah mereka dan langsung memeluk mereka erat-erat. Mila tidak menyangka, Kakek akan membawa kedua buah hatinya datang menemuinya.
Kedua anak itu kembar. Namanya Hasan dan Husein. Sejak lahir, mereka ikut Mila tinggal di luar negeri dan saat kembali Mila tidak bisa membawanya tinggal di kota ini. Karena itu Mila membiarkan Hasan dan Husein untuk tinggal sementara bersama Kakek.
"Itu Husen, Mi. Dia kangen sama Mami. Dia nangis terus. Hasan capek dengalnya," jawab Hasan dengan sikapnya yang lebih dewasa dari Husein.
"Bialin, Husein sayang Mami. Husein mau tinggal sama Mami," jawab Husein sedikit merajuk.
Mila tersenyum lalu memeluk Husein. Memiliki anak kembar dengan sifat yang berbeda. Husein lebih berhati lembut, sedangkan Hasan, lebih berani dan tidak kenal takut. Meskipun keduanya sama-sama mandiri tetapi Husein tidak hidup tanpa Mila.
"Mami, Hasan juga mau di peluk Mami," suara Hasan ikut merajuk.
Mereka bertiga kembali berpelukan beberapa detik lalu Mila mengajak mereka masuk. Di dalam, Mila meminta Dev, asisten Kakeknya untuk memindahkan mobil Mila. Mobil yang tadi sempat dia parkir di depan rumah sebelah, yang Mila kira itu adalah rumahnya.
__ADS_1
Mila mengajak anak-anaknya bermain di ruang keluarga, sementara sang asisten membawa masuk barang-barangnya yang dibawa dari hotel. untuk sementara bila membiarkan semuanya dalam keadaan berantakan karena dia ingin menghabiskan waktu bersama kedua hati presiden ke berapa lama tidak dia jumpai.
Sang Kakek tersenyum, melihat cucu dan dua cucu buyutnya tampak gembira. Tidak ada hal yang indah bagi orang tua, selain melihat orang mereka cintai dalam keadaan bahagia.
Setelah Hasan dan Husein merasa capek mereka pun akhirnya ketiduran di sofa.
Mila meminta sang kakek untuk menjaga Hasan dan Husen, sementara Mila membereskan semua barang-barang pribadinya untuk di letakkan ke tempatnya masing-masing.
Mila melakukan pekerjaannya selama hampir dua jam dan setelah merasa capek, dia pergi menuju ruang keluarga untuk duduk bersama kakek dan kedua anaknya. Mila menarik nafas dalam-dalam sambil tersenyum puas karena sekarang pekerjaannya selesai dengan baik.
"Mila, nanti sore kita akan mengunjungi makam ayah dan ibumu. Kakek berharap bisa mengajak Hasan dan Husein ikut untuk berziarah ke makam kakek dan neneknya. Agar mereka tahu tempat Kakek dan Neneknya dimakamkan," ucap Kakek setelah Mila duduk.
"Terserah Kakek saja. Mila nanti akan menyiapkan mereka," kata Mila.
"Maaf merepotkan kamu. Pengasuhnya tiba-tiba minta berhenti, jadi terpaksa Kakek membawa mereka ke sini," kata sang kakek sedih.
"Tidak apa-apa, Kek. Mereka adalah anak-anak Mila, jadi Mila akan merawat mereka dengan baik," jawab Mila.
"Apa tidak akan mengganggu pekerjaan kamu?" tanya Kakek lagi
"Tidak akan mengganggu. Di rumah ada Bik Ijah yang bisa membantu Mila nantinya. Hanya yang Mila takutkan, Mas Hisam akan mengetahui keberadaan mereka," jawab Mila.
"Cepat atau lambat, mantan suamimu juga akan tahu keberadaan mereka. Dia juga memiliki hak untuk mengetahuinya. Tapi sebenarnya, Kakek lebih senang jika mantan suamimu tidak tahu tentang mereka. Karena Kakek yakin, dengan dia tahu keberadaan Hasan dan Husein, dia memiliki banyak akses untuk mendekati kamu lagi. Dan Kakek sangat tidak menyukai itu. Jika itu terjadi, kamu harus ingat janji yang sudah kita buat bersama dengan Adrian," ucap Kakek mengingatkan Mila.
"Mila mengerti, Kakek, " jawab Mila.
__ADS_1
...****************...