Menantu Yang Tak Dianggap

Menantu Yang Tak Dianggap
Bab 35. Bertemu Kakek


__ADS_3

Mila mulai mempersiapkan diri untuk bertemu Kakek. Kali ini, dia akan pergi tanpa dan tidak melibatkan Hisam. Hal ini membuat Hisam kecewa atas keputusan Mila. Padahal mereka sudah suami istri, tapi Mila masih belum bisa menerima keberadaannya.


"Mila, kenapa kita tidak pergi bersama untuk menemui Kakekmu?" tanya Hisam kecewa.


"Aku tidak ingin kamu dimarahi Kakek karena kita menikah diam-diam. Kenapa? Karena aku tahu Kakek tidak akan pernah setuju aku menikah lagi denganmu," jawab Mila tegas.


Hisam menyadari, jika dipikir secara logis, mana ada orangtua yang ingin anaknya diperlakukan buruk seperti yang dilakukan ibunya dan dia sendiri.


Hisam menarik napas berat dan menerima apa yang sudah diputuskan Mila.


"Mas Hisam, nanti antar kami ke rumah Kakek. Tapi, Mas Hisam tunggu saja di dalam mobil. Kalau dalam satu jam, kami tidak keluar, Mas Hisam pergi saja," kata Mila.


"Apa maksud kamu meminta aku pergi? Kalian adalah keluargaku, bagaimana aku akan pergi tanpa kalian?" tanya Hisam panik.


"Mas Hisam, jika aku tidak keluar, artinya Kakek tidak setuju dengan pernikahan kita. Jadi aku butuh waktu untuk meyakinkan Kakek. Aku akan tinggal di sana selama beberapa hari. Percayalah padaku, aku akan membuat Kakek setuju," kata Mila berusaha meyakinkan Hisam.


Hisam menarik napas berat. Bagaimanapun dia harus menuruti keinginan Mila, apapun itu. Hisam tidak ingin pernikahan yang dia harapkan akan kembali kandas seperti dulu.

__ADS_1


Mila bersama kedua anaknya dan Hisam, bergegas naik mobil menuju ke rumah Kakek. Seperti yang Mila inginkan, Hisam tetap berada di dalam mobil sementara Mila dan kedua anaknya masuk ke dalam rumah yang sangat megah.


Mila membawa anak-anaknya menemui sang Kakek yang saat itu sedang santai di taman samping rumahnya. Wajah Kakek tampak sangat bahagia saat melihat kedatangan Mila dan kedua cucu kembarnya.


Hasan dan Husein memeluk Kakek buyutnya untuk melepaskan rindu.


"Kakek senang kalian datang. Mila, Kakek akan meminta Bik Tinem untuk menyiapkan makan siang yang enak untuk kalian," kata Kakek sambil tersenyum.


"Tidak perlu, Kek. Mila tidak lama, kok. Ada sedikit hal yang ingin Mila sampaikan pada Kakek," ucap Mila agak ragu. "Hasan, Husein. Masuklah dan pergilah bermain. Mami ingin bicara dengan Kakek buyut."


Hasan dan Husein bergegas pergi setelah pamit pada Kakek buyutnya. Kakek terlihat sedikit tidak tenang karena dia sudah tahu perihal batalnya pernikahan Mila dengan Adrian.


"Kakek, sebelumnya Mila minta maaf. Mila telah membatalkan rencana pernikahan Mila dengan Adrian. Mila harap Kakek mengerti dengan keputusan Mila. Mila memiliki alasan yang cukup untuk melakukan itu," kata Mila sambil menatap Kakek.


"Mila, Kakek sudah mendengarnya dari Adrian. Apa sudah kamu pikirkan baik-baik keputusan kamu ini. Sulit untuk bisa mendapatkan pria seperti Adrian. Disaat kamu terpuruk, dialah yang menemanimu dan anak-anak. Hanya karena salah paham, kamu memutuskan untuk membatalkan pernikahanmu. Mila, Kakek takut kamu nantinya akan menyesal melepaskan Adrian," kata Kakek panjang lebar.


"Mila tahu Adrian adalah pria yang baik, tetapi Mila sudah yakin dengan keputusan Mila. Bahkan sekarang, Mila sudah memutuskan menikah dengan Hisam," kata Mila mengagetkan Kakek.

__ADS_1


"Hisam, bukankah dia mantan suamimu? Bagaimana kamu bisa dengan bodohnya ingin kembali pada pria jahat itu. Apa kamu lupa penderitaan yang kamu alami selama menjadi istrinya? Kamu jangan bodoh Mila," tanya Kakek.


Kakek tampak sedih. Keputusannya mempertemukan Mila dengan mantan suaminya adalah agar Mila membalas dendam sakit hatinya pada mantan suami dan mantan ibu mertuanya. Tetapi, malah kini Mila ingin rujuk kembali dengan Hisam.


"Kakek, maafkan Mila. Mila awalnya sangat membenci mereka, tetapi bukankah memaafkan itu lebih baik, selam mereka benar-benar bertaubat? Mila hanya manusia biasa yang ingin melihat anak-anak Mila hidup bersama ayah kandung mereka," kata Mila.


"Tapi Kakek tetap tidak setuju kalian hidup bersama lagi meskipun demi Hasan dan Husein. Mereka tidak butuh ayahnya. Apa yang bisa diberikan pria seperti Hisam. Miskin dan apa dia kan bisa membuat kalian bahagia?" tanya Kakek agak emosi.


"Kakek, Mila yakin dengan Mas Hisam. Dia sudah berubah. Dia akan bisa membuat kami bahagia meskipun kita hidup miskin," kata Mila yakin.


"Jangan gegabah dalam mengambil keputusan. Mulai hari ini, kalian tetap tinggal di rumah ini, dan Kakek tidak akan membiarkan kalian bekerja dalam satu proyek. Biar orang lain yang mengurusnya," ucap Kakek tegas.


"Kakek tidak bisa melakukan itu pada kami," kata Mila mulai emosi.


"Kenapa tidak bisa? Kakek tidak ingin kalian berhubungan lagi dengan masa lalumu yang suram itu," ucap Kakek.


"Karena ... karena kami sudah menikah lagi," jawab Mila.

__ADS_1


Jawaban Mila membuat Kakek sangat terkejut.


...****************...


__ADS_2