Menantu Yang Tak Dianggap

Menantu Yang Tak Dianggap
Bab 30. Mengambil surat cerai


__ADS_3

Setelah kedatangan ibu mertuanya dan Tina, Mila merasa khawatir jika Hisam akan tahu keberadaan anak-anaknya. Jika ibu mertuanya dan Tina bisa percaya kalau Hasan dan Husein adalah anak angkatnya, belum tentu dengan Hisam.


Sebuah mobil berhenti tepat di depan rumah Mila. Seorang pria tampan turun dari mobil dengan gaya cool. Sorot matanya tajam dan seolah ingin menembus jantung hati Mila. Dia adlah Adrian. Yang menjadi pertanyaan Mila, bagaimana Adrian bisa datang tepat waktu?


Disaat dia mengalami kegelisahan, Adrian datang untuk menenangkannya. Membawa harapan baru dan membuatnya melupakan kesedihannya.


Mila mempersilakan Adrian masuk. Mila tidak bisa membohongi hatinya jika dia sangat senang Adrian datang. Bagi Mila Adrian selalu ada disaat Mila membutuhkan tempat bersandar. Disaat dirinya rapuh, Adrian yang selalu memberikan bahunya untuk tempat Mila menangis.


"Mila, kamu kenapa? Apa ada masalah dengan pekerjaan kamu?" tanya Adrian cemas.


"Tidak. Memang kemarin ada masalah, tetapi semua bisa diatasi," jawab Mila.


"Lalu kenapa kau terlihat sedih, ada masalah apa? Apa Hasan dan Husein merepotkan kamu?" tanya Adrian lagi.


"Enggak lah, masak merawat anak sendiri merasa direpotkan. Ini masalah mantan ibu mertua aku. Tadi beliau dan adik ipar aku datang untuk meminta maaf," kata Mila sambil menghela napas berat.


"Lalu, kamu akan memaafkan semudah itu? Mila, kamu tidak akan pernah lupa bukan, apa yang telah dia lakukan padamu? Jangan terkecoh dengannya," kata Adrian panik.


Adrian sangat khawatir jika Mila memaafkan mantan ibu mertuanya, akan berakibat pada hubungan mereka.


"Mana mungkin aku akan bisa melupakan semua yang telah dia lakukan. Semua itu masih sangat jelas seperti baru terjadi kemarin," kata Mila kesal.


"Mila, meskipun kamu bisa memaafkan mereka, tetapi kamu akan sangat bersalah pada calon bayimu yang dulu pernah keguguran karena ulahnya," ucap Adrian menambahkan.


"Karena itulah, sulit bagiku untuk bisa menerima permintaan mereka untuk rujuk kembali," kaya Mila pelan tetapi cukup membuat hati Adrian meradang.


"Ru-rujuk? Apa-apaan mereka, seenaknya minta rujuk? Mila, aku yakin kamu tidak akan terjatuh dalam lubang yang sama," kata Adrian emosi.

__ADS_1


"Tidak akan. Aku tidak mungkin melakukannya," kata Mila.


"Mila, kalau begitu, besok kita pergi ke pengadilan agama untuk mengambil surat cerai kamu. Dengan surat itu, baik aku maupun kamu akan lebih yakin dengan status kamu," ucap Adrian.


Adrian sengaja meminta Mila untuk mendapatkan surat cerai itu karena dengan itu, Adrian akan bisa mengurus dokumen pernikahan mereka. Pernikahan yang Mila tunda-tunda hanya karena dirinya masih belum berani mengambil surat cerai di pengadilan agama.


Mila menyadari jika Adrian pasti kecewa pada keputusannya saat itu. Dengan menggunakan alasan belum mendapatkan surat cerai. Padahal tinggal mengambilnya saja. Mila belum yakin benar dengan keputusannya menikah dengan Adrian.


Tanpa sepengetahuan siapapun, Mila menerima surat kaleng dari seorang wanita yang mengaku sebagai kekasihnya Adrian. Adrian memutuskannya setelah kehadiran Mila dalam hidup Adrian. Bahkan sesekali mereka masih berhubungan baik.


Siapa sangka, satu bulan yang lalu, wanita itu, mengaku telah hamil anak Adrian. Mila berusaha menemui wanita yang bernama Cinta, dia sebuah cafe.


Cinta, memang sedang hamil. Walaupun Mila tidak tahu apakah Cinta hamil anak Adrian atau tidak. Tetapi bukti foto-foto mesra mereka cukup membuat Mila kacau. Jadi sebelum semua itu jelas, Mila tidka akan menikah dengan Adrian.


"Mila, kenapa kamu diam saja? Hanya sebentar saja, paling juga tanda tangan lalu selesai," kata Adrian lagi.


Mila tidak tahu harus membaut alasan apa lagi. Sedangkan anak buahnya yang dia suruh menyelidiki kebenaran hubungan Adrian dan Cinta masih belum memberikan laporan.


Adrian tampak senang mendengar jawaban Mila. Keinginannya untuk segera menikahi Mila akan segera terwujud.


Keesokan harinya, Mila mengajukan izin pulang lebih awal untuk mengambil surat cerai. Wajahnya tampak tidak tenang, karena setelah mendapatkan surat cerai tersebut, tidka ada alasan bagi Mila lagi untuk menunda sampai semaunya jelas.


Mila tidak ingin gagal lagi membangun rumah tangga untuk yang kedua kalinya. Dia ingin benar-benar yakin dengan keputusannya. Bukan hanya karena rasa terima kasih ataupun rasa simpati belaka.


"Bu Mila, sakit?" tanya Hisam menunjukan perhatiannya.


"Tidak, aku hanya ada janji dengan seseorang," jawab Mila.

__ADS_1


Tidak lama, mobil Adrian sudah muncul di depan perusahaan. Mila tersenyum pada Hisam, lalu pamit pergi meninggalkan Hisam yang cemburu melihat Mila dijemput Adrian.


Mila langsung masuk ke dalam mobil dan mobil segera melaju cepat menuju kantor pengadilan agama. Hanya beberapa menit saja, mereka sudah sampai di tempat tujuan. Adrian segera memarkir mobilnya dan bergegas mengajak Mila menuju ke sebuah ruangan.


Adrian bertanya pada salah satu pegawai di sana, cara mengambil surat cerai. Mila menunjukan kartu tanda pengenal kepada petugas tersebut.


"Apakah bisa menunjukan surat dari pengadilan agama?" tanya sang pegawai.


"Surat apa, pak?" tanya Adrian.


"Setiap pengajuan perceraian pasti memiliki nomor perkara. Baik penggugat maupun tergugat pasti mendapatkan surat dari pengadilan. Dimana surat itu?" tanya sang pegawai lagi.


Mila dan Adrian saling berpandangan. Mereka bingung dan tidak tahu menahu tentang surat tersebut.


"Tolong di cek lagi, Pak. Mungkin pengajuan perceraiannya sudah lama, sekitar empat tahunan. Tolong, kami mohon," pinta Adrian.


"Baiklah, kami akan cek sebentar. Mohon di tunggu."


Adrian dan Mila sedikit lega karena mereka mau membantu mencarikan informasi terkait pengajuan perceraian Hisam dan Mila. Tidak butuh waktu lama, informasi itu telah didapatkan.


"Bagaimana, Pak. Sudah ada informasi?" tanya Adrian.


"Kami minta maaf. Sepertinya, tidak ada gugatan pengajuan perceraian atas nama Ibu Mila sejak empat tahun lalu," jawab pegawai itu yakin.


"Apa Bapak yakin?" tanya Adria.


"Saya yakin. Kalau ada, pasti informasi kartu keluarga dan yang lainnya pasti ada. Lagi pula jika ibu Mila tidka mendapatkan undangan dari pengadilan, berarti memang belum ada gugatan yang terdaftar di sini," kata pegawai itu menjelaskan lebih rinci.

__ADS_1


Mila dan Adrian kembali saling berpandangan. Perasaan mereka sama-sama bingung saat ini. Jika tidak ada gugatan perceraian, berarti Mila saat ini masih istri Hisam dan itu akan membuat Adrian dan Mila gagal menikah dalam waktu dekat.


...****************...


__ADS_2