
Mila dan Varo berubah panik saat mendengar suara tangis Valeria. Mereka saling berpandangan dan dengan cepat mereka berlari menuju ke salah satu kamar di rumah ibu mertuanya.
Disalah satu kamar, Valeria yang masih berusia 2 tahun itu, menangis memanggil ibunya. Mila bergegas mendekati Valeria yang menambah volume tangisannya saat melihat ibunya datang.
"Ma--mi." Hanya kata itu yang sanggup keluar dari mulut mungil Valeria.
"Sayang, Vale kangen Mami, ya? Mami sudah datang, Vale jangan nangis lagi," kata Mila lalu memeluk putri kecilnya itu dengan lembut.
Bari melihat pemandangan itu dengan hati hancur. Bagaimana mungkin, dia begitu egois ingin memisahkan Vale dari ibunya. Kesalahan orangtua, dan juga keegoisan, Hanh akan membuat luka yang tidak akan mudah sembuh bagi seorang anak.
Varo berkaca pada diri Galang, anak tirinya yang sampai saat ini, sulit untuk dikendalikan. Tumbuh menjadi anak yang pemberontak karena sikap Mila. Varo tidak ingin, Valeria hidup tanpa ibunya.
"Sayang, maafkan aku." Varo memeluk Mila dan Valeria dengan penuh rasa haru. Dia berjanji akan memulai hidup yang baru. Memperbaiki hubungannya dengan ketiga anak tirinya.
Dua hari telah berlalu. Mila dan Varo memutuskan untuk kembali ke rumah mereka dan memulai hidup yang baru. Hidup yang penuh cinta dan kasih sayang dengan keempat anaknya.
Tiba-tiba, ponsel Mila berdering. Rupanya Tina yang menghubunginya. Sebuah kabar tentang Hisam, membuat Mila berdiri mematung di tempatnya. Kaki dan tangannya terasa lemas tidak bertenaga.
"Mila, ada apa?" tanya Varo kaget.
Mila tidak mampu berucap sepatah katapun. Tangisnya pecah dan Varo mendekatinya lalu memeluknya erat. Mila menangis dalam pelukan suaminya.
__ADS_1
Setelah Mila mulai bisa mengendalikan diri, Mila berusaha menjelaskan pada suaminya.
"Mas, Mas Hisam, kondisinya memburuk. Dia sekarang berada di rumah sakit. Beberapa menit yang lalu, Mas Hisam dinyatakan telah meninggal dunia," ucap Mila terbata-bata.
"Meninggal? Innalilahi wa innailaihi rojiun. Kamu yang sabar, kita doakan saja, semoga Allah menerima dia disisinya. Diampuni semua dosanya dan diberikan tempat yang terbaik," ucap Varo berusaha menenangkan Mila.
"Bersiaplah, kita berangkat sekarang. Pasti belum terlambat sampai di sana," kata Varo.
"Mas, apa kita akan ke sana? Kamu tidak marah?" tanya Mila kaget.
"Kamu ini kenapa? Tentu saja kita harus pergi ke sana. Ini terakhir kalinya kamu bisa melihat ayah dari ketiga anakmu. Aku tahu, dia lebih dulu mengenalmu dan mendapatkan cintamu. Aku tentu tidak boleh cemburu dengannya. Apalagi sekarang dia sudah meninggal," jawab Varo sambil tersenyum sedih.
Hari itu juga mereka pergi ke rumah Hisam. Mereka membawa Valeria ikut bersama mereka. Mereka sudah siap dengan kenyataan yang ada. Yang mereka khawatirkan justru ketiga anak mereka. Hasan, Husein dan Galang. Mereka pasti sangat sedih, baru berkumpul beberapa hari, tetapi ayah mereka kini sudah meninggal.
Mila menghubungi Tina untuk mengabarkan kedatangannya. Mila ingin melihat Hisam untuk terakhir kalinya.
***
Pemakaman Hisam akhirnya dilakukan setelah Mila dan Varo datang. Untuk terakhir kalinya, Mila mengucapkan selamat jalan untuk mantan suaminya yang pernah dia cintai dan telah memberinya 3 orang anak.
Mila dan Varo bersama ketiga anaknya membacakan Yasin dan tahlil untuk Hisam. Mila melihat ketiga putranya menangis sehingga membuat Mila semakin sedih.
__ADS_1
Setelah acara pemakaman selesai, mereka pamit untuk kembali ke rumah. Tetapi saat mereka akan berangkat, Galang sama sekali tidak terlihat.
"Mas, Galang kok tidak ada? Hasan, Husein, kalian tahu dimana adik kalian?" tanya Mila mulai panik.
"Tidak tahu Mami, tadi dia menangis dipojokan. Tapi sekarang dia sudah tidak ada," jawab Hasan.
"Husein juga tidak tahu," jawab Husein.
"Apa mungkin dia ...." Mila tidak melanjutkan kata-katanya.
"Ke makam ayahnya?" tanya Varo.
"Bisa jadi. Dia yang paling kehilangan ayah yang baru ditemuinya," jawab Mila.
Mereka memutuskan untuk mencari Galang di makam ayahnya. Dan ternyata, Galang memang ada di sana.
...****************...
Sambil menunggu up selanjutnya,baca juga karya temen aku.
__ADS_1