Menantu Yang Tak Dianggap

Menantu Yang Tak Dianggap
Bab 40. Setelah perpisahan


__ADS_3

Mila telah memutuskan untuk melakukan gugatan cerai terhadap Hisam. Sudah tidak ada kata mundur lagi. Pintu hatinya telah tertutup rapat-rapat untuk Hisam kembali. Kesempatan kedua yang di berikan, tidak bisa membuat Hisam berubah.


Mila juga memutuskan untuk meninggalkan kota ini dan kembali ke rumah kakek. Mila tidak mau lagi bekerjasama dengan hisam, karena Mila tidak ingin melihat wajah Hisam untuk selamanya.


Sejak saat itu, hubungan mereka bagaikan langit dan bumi. Bagaikan air dan minyak, selamanya tidak akan pernah bisa bersama.


Setiap kali Hasan dan Husein menanyakan keberadaan ayah mereka, Mila hanya mengatakan bahwa ayah mereka mengalami kesulitan sehingga mereka harus berpisah untuk waktu yang lama.


Mila tidak ingin berputus asa ataupun menyesali keputusannya. Dia harus terus bisa melanjutkan hidupnya meskipun tanpa Hisam.


Proses perceraian Mila berjalan cepat karena Hisam tidak pernah hadir dalam setiap panggilan pengadilan. Jadi tidak ada mediasi.


Setelah resmi bercerai, Mila belajar dengan sangat giat untuk bisa melupakan beban hidupnya dengan bekerja. Menenggelamkan diri dalam pekerjaan dan mengasuh anak-anaknya. Apalagi setelah bercerai dengan Hisam, Mila ternyata hamil lagi.


Lahirlah seorang anak laki-laki yang diberinya nama Galang.


Di sela-sela kesibukannya mengurus perusahaan Kakek, Mila menyempatkan diri sesekali menemani ketiga anaknya pergi ke taman setiap hari libur.


Mila berubah menjadi wanita yang gila kerja dan tidak tertarik lagi pada laki-laki. Mila menganggap semua laki-laki itu sama. Egois.


Sepuluh tahun kemudian.


Kakek Hendro meninggal dunia dan mewariskan seluruh perusahaan dan aset miliknya pada Mila. Karena Kakek khawatir dengan Mila dan anak-anaknya, sebelum meninggal, Kakek meminta Mila untuk menikah dengan pengacara keluarga Kakek Hendro. Namanya Varo Pratama.

__ADS_1


Mila menerima permintaan sang Kakek, karena Mila ingin memberikan kebahagiaan untuk Kakek sebelum Kakek meninggal. Usia Varo lebih muda 5 tahun dari usia Mila. Tetapi, Varo memiliki pemikiran yang dewasa dan bertanggungjawab.


Apalagi, Mila sudah lama mengenalnya dan Mila juga tahu bahwa Varo jatuh cinta padanya. Sayangnya, hati Mila telah lama mati. Mila memang tidak mencintai Varo, tetapi dia selalu berusaha menjadi istri yang baik bagi Varo.


Dari ketiga anaknya, hanya Galang yang menentang pernikahan ibunya. Galang beranggapan bahwa ibunya tidak akan sayang lagi pada Galang. Sehingga tumbuhlah perasaan benci yang dalam pada ayah sambungnya.


Bagi Hasan dan Husein, pemikiran mereka sudah cukup dewasa. Mereka ingin melihat ibu mereka bahagia. Karena, setelah berpisah dari ayahnya, ibunya tidak pernah terlihat tersenyum.


Seiring berjalannya waktu, Varo telah menunjukkan bahwa dia pria yang setia dan baik. Kehidupan pernikahan Mila dengan Varo berjalan baik. Mila dikaruniai seorang anak perempuan yang sangat cantik yang di beri nama Valeria. Mila berusaha membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga, terutama dengan dengan ketiga anaknya, Hasan, Husein dan Galang.


Suatu hari, Varo tampak gelisah. Dia tampak termenung di meja kerjanya. Mila yang datang menyajikan kopi untuk Varo, merasa kaget. Di tangan Varo, ada sebuah kertas yang Mila tidak tahu isinya apa. Tetapi, terlihat jelas jika Varo gelisah karena itu.


"Mas, ada apa?" tanya Varo.


"Lalu, isinya apa?" tanya Mila penasaran.


"Bacalah sendiri, aku tidak ingin menyembunyikan semua dari kamu," jawab Varo.


Varo menyerahkan selembar kertas pada Mila. Mila tertegun saat mulai membacanya.


Untuk Varo.


Terima kasih sudah mau menjaga Mila dan anak-anaknya. Sekarang kalian sudah memiliki anak, sehingga Akau menganggap pondasi pernikahan kalian sudah kokoh.

__ADS_1


Varo, ada satu hal yang ingin aku katakan padamu. Kamu bisa memutuskan untuk memberitahu Mila atau tidak, pikirkanlah dengan baik setelah kamu membaca suara ini.


Mila dan Hisam, berpisah karena aku yang meminta Hisam meninggalkan Mila. Hisam menderita penyakit kanker otak, dan waktu hidupnya sudah tidak lama lagi.


Aku memaksanya melepaskan Mila. Karena saat Hisam meninggal, Mila dan anak-anaknya akan sangat menderita.


Varo, meskipun aku sempat menyesal, telah memisahkan mereka, tetapi aku tidak sanggup mengatakan yang sebenarnya. Kami baru saja bertemu dan jika Mila tahu jika aku yang memisahkan mereka, Mila pasti akan sangat membenciku dan akan meninggalkan aku.


Mungkin aku memang egois, ingin menjadikan Mila wanita yang bisa menjadi pewaris keluarga.


Varo, saat kamu memilih tidak mengatakannya pada Mila, teruskan kehidupan pernikahan kalian dan lupakan semua kenyataan ini.


Jika kamu memilih mengatakan pada Mila, mintakan maaf untukku. Aku menyesal dan semoga Tuhan mengampuni dosaku ini.


Pilihan ada di tanganmu.


Kakek Hendro.


Tubuh Mila terasa lemas. Hati Mila kacau dan Mila tidak bisa berpikir jernih. Kebenciannya pada Hisam yang sudah bertahun-tahun ini mendadak runtuh.


Bagaimana kabar Hisam?


...****************...

__ADS_1


__ADS_2