Menantu Yang Tak Dianggap

Menantu Yang Tak Dianggap
Bab 47. Ucapan cinta


__ADS_3

Mila turun dari mobilnya dan mencoba bersikap tenang. Kali ini, Mila harus menurunkan egonya agar bisa membawa suami dan anaknya kembali ke rumah.


Selama ini, Mila terlalu mendominasi rumah tangganya. Dia juga pernah mau mengalah ataupun salah. Justru Varo yang selalu mengalah untuknya. Mila melupakan sikap lemah yang dulu pernah membuatnya terjebak dua kali dalam pernikahan toxic.


Membina rumah tangga dengan Varo, yang usianya lebih muda dari dia, membuat Mila lebih berkuasa. Varo tidak pernah marah-marah, membentak atau memukulnya. Jika dia kesal dia akan diam saja, sampai kesalnya hilang sendiri. Mila tidak pernah membujuk apalagi merajuk, lebih lagi untuk bermanja di hadapan Varo.


Saat ini, Mila sadar jika Varo dalam kondisi marah dan kesal. Mungkin bisa dikatakan jika dia cemburu melihat Mila sangat peduli dengan mantan suaminya.


"Assalamualaikum," ucap Mila sambil mengetuk pintu.


"Wa'alaikum salam."


Suara Varo terdengar jelas membuat hati Mila tiba-tiba berdesir. Merasakan bahagia ketika bisa bertemu dengan orang yang di sukainya.


"Mila, kok kamu bisa ada di sini? Bukankah seharusnya kamu bersama anak-anak?" tanya Varo kaget.

__ADS_1


"Mas, anak-anak bersama ayahnya. Mereka akan menemani ayahnya selama ayahnya sakit. Mas sendiri, kenapa ada di rumah ibu? Dan kenapa kamu memecat pengasuh Valeria? Tanya Mila penasaran dengan jawaban Varo.


"Masuklah dulu."


Mila duduk di sofa diikuti Varo. Mereka tidak duduk berdampingan, dan terlihat Varo seolah menjauhi Mila.


"Aku sudah memikirkan baik-baik. Aku dan Valeria tidak akan menjadi penghalang untukmu bisa bersama dengan anak-anak dan mantan suamimu. Anggap saja kami hanya tempat persinggahan sementara bagimu, aku tidak apa-apa," ucap Varo sedih.


"Kenapa Mas bicara seperti itu. Sudah sering aku katakan, jika aku hanya ingin memastikan saja, dan menyelesaikan permasalahan diantara aku dan Mas Hisam yang beliau selesai. Semalam aku memang menginap di sana karena aku tidak mungkin menyetir sendiri malam hari. Di sana juga ada Tina," ucap Mila .


"Mas Varo, aku mencintaimu," ucap Mila agak gugup.


Selama menikah dengan Varo, baru kali ini, Mila mengucapkan cinta pada Varo. Meskipun, Varo telah mengucapkan beribu kali kata cinta sejak mereka menikah.


Hal sekecil apapun akan di ikuti dengan ucapan cinta dari Varo. Harapan Varo, suatu saat, Mila juga akan mengucapkan hal yang sama, jadi Mila tidak akan canggung lagi.

__ADS_1


Bahkan, dalam semalam, Varo bisa mengucapkan sepuluh kali setiap kali mereka berhubungan intim. Akak tetapi, sekali saja, dia tidak mendengarnya dari mulut Mila.


Disaat Varo memutuskan menyerah, Mila malah datang membawa cinta untuknya. Antara sedih dan bahagia, Varo menatap sendu wajah istrinya yang tampak manja. Varo seolah tidak melihat Mila yang arogan lagi.


"Mila, apakah itu benar? Bagaimana aku akan percaya, ini pasti mimpi," tanya Varo tidak percaya.


Mila mencoba membuat suaminya percaya jika apa yang dia katakan itu benar. Dia yang biasanya judes dan jarang bicara, kini duduk di pangkuan Varo sambil mengalungkan kedua tangannya ke leher suaminya.


Sebuah ciuman hangat menyentuh bibir Varo yang tanpa aba-aba langsung bereaksi. Memang berbeda bagi Varo. Berhubungan dengan Mila saat ini dengan biasanya. Biasanya, Mila sangat dingin dan Varo harus berusaha ekstra, untuk bisa membangkitkan mood Mila. Kalau tidak, dia akan merasa bersama sebuah boneka yang hanya bisa diam tak bereaksi.


Varo tidak menyia-nyiakan kesempatan langka ini, dan dia lupa bahwa saat ini dia sudah bertekad melepaskan Mila. Semuanya buyar hanya dengan satu kalimat. Mas Varo, aku mencintaimu.


...****************...


Sambil menunggu up, baca karya teman aku.

__ADS_1



__ADS_2