
Mila meminta Varo untuk tetap di mobil. Sedangkan dia bergegas mendekati Galang yang duduk di makam ayahnya. Mila harus bisa mengajak Galang untuk pulang, Mila tidak ingin Galang semakin sedih jika di tempat ini sendirian.
Mila tidak akan pernah meminta anak-anaknya untuk melupakan ayah mereka. Mila hanya ingin, anak-anaknya bisa hidup dengan baik setelah ayahnya meninggal.
"Galang, mari pulang, biarkan ayahmu beristirahat dengan tenang," ajak Mila.
"Galang ingin menemani Daddy. Semua ini salah Mami," ucap Galang dengan kesal.
"Salah Mami? Mami salah apa?" tanya Mila kaget silahkan oleh Galang.
"Kalau Mami mau bersama dan menemani Daddy, Daddy pasti masih hidup. Mami lebih sayang suami baru Mami daripada Daddy," jawab Galang emosi.
"Galang, hidup dan mati seseorang, sudah ada yang mengatur. Tentang Daddy, bukannya Mami lebih memilih Ayah Varo, tetapi ayah Varo adalah suami Mami, jadi Mami memang harus hidup bersamanya. Suatu saat nanti, kamu akan mengerti, keputusan Mami itu sudah tepat," jawab Mila.
"Nggak, Galang nggak ngerti. Galang baru saja bertemu Daddy, tapi Deddy sudah pergi lagi," ucap Galang.
__ADS_1
"Mami tahu, kamu pasti sedih dan sangat kehilangan Daddy. Tapi Deddy akan lebih sedih, saat melihat kamu seperti ini. Tunjukkan pada Daddy, jika kamu bisa hidup baik tanpa Daddy, supaya Daddy bahagia. Apa kamu ingin Daddy kamu menangis?" ucap Mila sedih.
"Mami, Galang tidak ingin Daddy sedih," jawab Galang.
"Kalau begitu, ayo kita pulang. Supaya Daddy bisa beristirahat dengan tenang," ajak Mila.
Galang akhirnya mengikuti ucapan ibunya. Mila menggandeng tangan Galang dan memeluknya beberapa saat. Setelah itu mereka bergegas menuju ke mobil yang di sana sudah menunggu kakak, adik dan ayah tirinya.
Mila tersenyum bahagia, melihat seluruh keluarganya kini bisa berkumpul bersama. Masa lalunya yang sempat membuat Mila membenci Hisam, telah terbongkar. Tidak ada yang harus disesali lagi.
Mila dan Varo, bahkan akan berpisah karena masa lalu Mila. Inilah kesempatan kedua yang diberikan Varo untuknya. Mila tidka kaan pernah menyia-nyiakan kesempatan ini, seperti Hisam yang sudah menyia-nyiakan kesempatan kedua yang diberikan Mila dulu.
Mila berjanji akan sepenuh hati menjadi istri yang baik dan menjadi makmum yang baik untuk suaminya.
Akhirnya kini, mereka memulai hidup yang baru. menjalankan tugas dan kewajiban masing-masing. Hasan dan Husein kuliah di luar negeri. Sedangkan Galang, masih tetap seperti sebelumnya. Sulit untuk membuat Galang berubah. Meski begitu, Mila sudah cukup senang karena Galang masih bersedia sekolah.
__ADS_1
Setiap setahun sekali, mereka akan pergi berziarah ke makam Hisam. Varo tidak pernah melarang mereka mengunjungi makam ayah mereka karena Varo menyadari bahwa dia juga tidak bisa menggantikan Hisam, dihati mereka.
"Terima kasih, Mas Varo sudah mau menjadi ayah dari anak-anakku, sudah mau mencintaiku," ucap Mila.
"Akulah yang harus berterimakasih, karena kamu mau mencintaiku. Tidak hanya sekedar melakukan kewajiban saja seperti sebelumnya. Kini, pernikahan kita serasa sempurna dengan cinta di dalamnya. Ada mereka yang memberikan senyum untuk kita," jawab Varo.
Mereka berpelukan mesra, sambil menyaksikan anak-anak mereka yang sedang asyik bermain pasir di tepi pantai.
Liburan keluarga yang benar-benar penuh kebahagiaan.
...****************...
Sambil nunggu up selanjutnya baca juga karya teman aku.
__ADS_1