
Tidak terasa malam pun tiba.
Salsa merasa begitu sangat kelelahan karena tugas, dari keluarganya, karena ia yang harus membersihkan kamar mereka yang berantakan karena ulahnya.
Karena ulahnya, membuat kamar dari keluarganya harus berantakan, hanya karena mencari sebuah kalung.
Ya, kalung yang Salsa cari, adalah kalung kesayangannya. Salsa rela menghambur kamar keluarganya, termasuk ruang kerja papinya, demi mendapatkan kalung itu kembali. Karena ulahnya tadi, sampai membuat papi Burham marah besar dan menyuruh Salsa, untuk membersihkan semua kamar, yang telah Salsa hamburkan.
Bukan ruangan kerja papi Burham saja yang kena, Tapi kedua kamar saudaranya juga, ikut Salsa hamburkan, yang membuat kedua saudaranya kesal, dan menyuruh Salsa untuk membersihkan kamar mereka yang sudah Salsa hamburkan.
Seperti Nabila, dan sih kecil Azam. Walaupun masih kecil tapi Azam begitu sangat pintar, dan bocah kecil itu tidak mau sampai barang-barangnya berantakan atau tercecer kemana-mana. Karena Azam, terkesan anak kecil, yang tidak suka dengan tempat yang kotor atau berhamburan.
Yah, Sedikit konyol untuk Salsa karena menghamburkan setiap rumah hanya karena sebuah kalung.
*
" Akhirnya selesai juga." Salsa merebahkan tubuhnya di bathtub kamar mandi yang sudah terisi air hangat dan juga aroma terapi yang membuat Salsa sedikit rileks.
" Maafkan aku kak Farel karena sudah menghilangkan kalung pemberian Kak Farel." Gumam Salsa sedih.
Salsa masih mengingat kalung kesayangan nya itu. Kalung pemberian dari sahabat masa kecilnya. Yaitu seorang remaja laki laki yang lebih tua darinya, mungkin berusia hanya selisih tujuh tahun saja dengannya.
" Apa kak Farel juga menungguku, seperti aku menunggu kak Farel. Apa kak Farel juga mencariku, sama seperti aku mencari kak Farel." Gumam Salsa kembali dengan raut yang berub*menjadi sedih.
Tidak terasa air mata Salsa menetes membasahi pipinya. Tidak tau kenapa Salsa yang biasanya kuat kini berubah menjadi lemah, Hanya karena sebuah cinta.
Ya, Salsa telah jatuh cinta kepada sahabat masa kecilnya itu. Sahabat yang terkenal lemah saat berhadapan dengan anak seumurannya saat itu.
Hampir satu tahun ini Salsa mencari tahu keberadaan sahabat masa kecilnya itu, tapi sampai sekarang ia tidak menemukannya sama sekali, dimana keberadaan sahabat masa kecilnya itu. Salsa bingung apakah sahabat masa kecilnya itu juga mencarinya atau tidak, atau jangan-jangan sahabat masa kecilnya itu sudah melupakannya.
" Aku telah menunggu Kak Farel selama dua belas tahun. Tapi Kak Farel tidak pernah kembali, untuk menemuiku." Lirih Salsa dengan sedih." Bukannya dulu Kak Farel, sudah berjanji kepadaku, kalau Kak Farel akan kembali. Tapi kenapa sampai sekarang, kak Farel tidak pernah kembali lagi untuk mencari ku." Jika saja musuh Salsa, mengetahui, kalau Salsa lemah seperti ini maka mereka akan menyerang Salsa dengan senang hati malam.
Tapi untung saja, para musuh Salsa tidak mengetahui apa kelemahan Salsa sebenarnya.
*
Setelah membersihkan dirinya hampir setengah jam, Kini Salsa keluar dari kamar mandi mengunakan handuk yang melilit tubuhnya.
Karena terlalu lama didalam kamar mandi, membuat Salsa, sampai melupakan makan malam nya. Salsa melirik jam yang sudah menunjukkan pukul jam sepuluh malam. Menandakan kalau Salsa akan pergi melakukan misinya kembali malam ini. Walaupun tubuhnya masih dalam keadaan yang begitu sangat melelahkan, tapi Salsa tetap menjalankan tugasnya. Apalagi malam ini, Salsa akan tetap melaksanakan rencananya.
Salsa mengenakan pakaian yang sering Salsa pakai, kalau ia sedang berada dalam ke dan menjalankan misi seperti malam ini.
__ADS_1
Saat Salsa sedang mempersiapkan dirinya, tanpa Salsa sadari, kalau ada orang yang masuk kedalam kamarnya.
" Salsa." Panggil seorang wanita yang sudah masuk ke dalam kamarnya, tanpa permisi.
Salsa menoleh, kearah sember suara, yang sudah memanggil namanya barusan." Kalau masuk ucap salam dulu keh, atau ketuk dulu pintu." Ucap Salsa dengan ketus saat melihat orang yang masuk ke kamarnya tanpa permisi.
" Udah biasa kali, gue masuk ke dalam kamar Lo tanpa permisi." Jawab wanita itu yang tidak lain adalah Nabila, yaitu Kakak kedua Salsa ).
" Tapi lo itu ngga sopan, coba kalau gue masuk dalam kamar lo tanpa seizin Lo, pasti lo bakalan marah-marah ngga jelas ke gue."
" Terserah gue lah, yang salah juga lo. Siapa suruh pintu kamar ngga di kunci, makanya orang leluasa untuk masuk ke kamar lo tanpa permisi dulu." Jawab Nabila cuek, karena Nadila, tidak mau kalau dirinya, sampai di salahkan karena masuk kedalam kamar Salsa tanpa permisi.
" Terserah lo dah." Jawab Salsa memilih mengalah, daripada makin panjang urusannya nanti, kalau terus menjawab setiap ucapan dari Kakaknya itu Nabilah.
" Mau kemana Lo." Tanya Nabila yang melihat kalau Salsa sudah rapi mengenakan pakaian yang serba hitam seperti ninja.
" Bukan urusan lo."
" Jangan bilang lo mau keluar malam lagi mau, mau melakukan hal yang tidak masuk akal dan pikiran." Tebak Nabila dengan tepat, yang membuat Salsa hanya tersenyum.
" Salsa, apa lo ngga ada kapok-kapoknya ya, sudah pernah di tembak, dan hampir mati, Tapi Lo masih saja mau lakukan pekerjaan itu." Tanya Nabila khawatir. Ya. Nabila sudah mengetahui pekerjaan Salsa sebenarnya, yaitu satu tahun yang lalu.
Disaat Salsa masuk rumah sakit, karena luka tembak yang Salsa alami, dan bertepatan itu Nabilah juga berada di rumah sakit yang sama dengan Salsa.
Nabila mengetahui itu semakin khawatir, karena Nabila tau, dara yang dimiliki Salsa sangat langka, karena darah itu, hanya dimiliki oleh Salsa, Nabila, dan ibunya.
Walaupun ada orang yang memiliki darah yang sama seperti mereka. Tapi, belum tentu bisa di dapatkan secepatnya, karena para dokter, tidak tau siapa pemilik darah itu. Apalagi mereka harus mendapatkan darah itu secepatnya, karena disaat itu Salsa sangat membutuhkannya, Karena hidupnya di ambang tanduk, antara hidup dan mati.
Sedangkan Nabila yang mendengar hal itu membuat Nabila segera mendonorkan darahnya untuk adiknya.
Walaupun Salsa dan Nabilah tidak pernah akrab karena selalu bertengkar, di masalah masalah apapun itu. Tapi Nabila tidak mau sampai kehilangan adiknya itu, apalagi Salsa adalah partner untuknya. Nabila juga tidak mau sampai kehilangan orang yang begitu dia sayangi seperti Salsa, walaupun ia tidak pernah mengungkapkannya dengan kata-kata, kalau dia menyayangi Salsa.
Dari kejadian saat itu, membuat Nabila berusaha mengungkap seperti apa Salsa sebenarnya, kepada sang papi.
Tapi semua itu selalu gagal karena Putra, yang selalu menghalanginya. Apalagi Putra orang yang selalu mendukung kelakuan Salsa selama ini.
" Aku ngga akan pernah kapok, karena ini adalah pekerjaan ku. Pekerjaan yang sangat menyenangkan." Jawab Salsa santai, tidak memperlihatkan, rasa takut sama sekali.
Mendengar jawaban dari Salsa, membuat Nabilah sedikit geram dengan kelakuan adiknya itu." Salsa apa Lo ngga takut kalau nanti kamu akan mati karena menjalankan misi berbahaya itu." Tanta Nabila yang tidak habis pikir dengan pikiran Salsa.
" Apa Lo ingat kata bunda. Jodoh, Rejeki, dan kematian itu semua hanya Allah yang tau. Tapi jika aku mati, setelah aku membatu orang-orang, maka aku akan sangat bangga. Bangga karena aku mati setelah membatu orang-orang yang terjerat dalam kejahatan dunia. Kejahatan dari, obat-obat terlarang dan juga jahatnya mafia itu. Aku bangga karena membebaskan wanita wanita yang di siksa oleh para pria br*n*s*k, seperti mereka, para pria yang hanya mementingkan uang dan n*f*u mereka saja." Jawab Salsa begitu sangat lantang, bahkan Nadila bisa melihat sikap berani yang Salsa tunjukan.
__ADS_1
Nadila bisa mendengar suara dari dataran gigi Salsa, yang berbunyi karena Salsa sedang di abang kemarahan, dan tekanan jika mengingat orang orang jahat itu. Jika saja para orang jahat itu berada di hadapannya, maka mereka akan mati mengenaskan di tangan Salsa.
Dalam hati Salsa hanya ada satu ya itu menuntaskan para mafia kejam itu dengan tangan sendiri. Begitu sangat sadis bukan. Tapi kita tidak bisa heran, karena itulah Salsa.
Sedangkan Nabila hanya bingung sendiri dengan sikap Salsa. Sebenarnya apa yang di lakukan Salsa ada benarnya, Tapi yang Salsa lakukan itu tetaplah salah. Apalagi mengorbankan dirinya hanya untuk membantu orang-orang, apa itu tidak terlalu berbahaya atau berlebihan menurut Nabila.
" Kalau sampai lo terluka lagi seperti kemarin, maka gue tidak akan mau mendonorkan darah gue lagi untuk Lo, karena Lo tidak mau mendengarkan ucapan gue." Ucap Nabila ketus tapi berbeda dengan nada bicaranya yang sedikit khawatir.
Salsa tersenyum mendengar ucapan dari Nabila." Kalau sampai gue terluka dan Lo ngga mau mendonorkan darah Lo untuk gue, itu tidak masalah, karena mungkin gue akan mati hari ini juga." Ucap salsa tersenyum seperti mengejek Nabila. Karena Salsa tahu seperti apa Nabila yang pasti sangat menghawatirkan jika ada sangkut pautnya dengannya, makanya Salsa mengancam seperti itu." Kalau gue mati, orang pertama yang gue datangin itu Lo." ucap Salsa seperti bercanda.
" Gue ngga takut " ucap Nabila ketus. Tapi Nabilah tetap merasa takut. Sedangkan Salsa yang melihat ekspresi wajah dari Nabila hanya menahan senyumnya.
" Gue mau kembali ke kamar gue." Ucap Nabila yang ingin melangkah keluar." Awas jangan sampai lo terluka." Terkesan seperti ancaman atau terasa seperti kekhawatiran. Setelah mengatakan itu, Nabila melangkah keluar meninggalkan kamar Salsa.
Sedangkan Salsa hanya melihat kepergian Nabila. Lalu Salsa memperhatikan sekeliling kamarnya." Sampai jumpa kamar kesayangan ku. Aku ngga tau, apakah besok aku masih bisa tidur di sini atau tidak." Salsa berpamitan kepada kamarnya itu karena Salsa selalu rutin berpamitan kepada kamarnya kalau akan menjalankan misi paling berbahaya seperti malam ini.
Salsa tidak tahu apakah besok dia masih ada atau sudah tidak, karena kematian hanya Allah yang mengetahuinya.
Selesai berpamitan dengan kamarnya
Salsa memakai jaket warna hitam dan juga memakai penutup wajah, yang memperlihatkan rambut, dan mata saja. Sedangkan hidung dan mulut sudah tidak terlihat. Salsa sengaja menyembunyikan identitasnya agar para musuh tidak mengetahui siapa dirinya sebenarnya.
Salsa mengambil kunci motor kesayangannya. Setelah memeriksa kalau tidak ada lagi yang tertinggal. Salsa melangkah keluar dari kamarnya dan turun kelantai bawah.
Salsa melihat kalau rumahnya terlihat begitu sepi, karena orang-orang sudah pada tidur, padahal sekarang baru saja jam setengah sebelas.
Apa mungkin ada kaitannya dengan Salsa, Entahlah hanya Salsa.
Salsa pergi ke garasi untuk mengambil motor ke sayangnya.
Visual motor ke sayangan Salsa.
Salsa menaiki motor kesayangannya itu, dan segera pergi meninggalkan garasi tanpa ada yang tahu, karena keluarga nya sudah pada tidur semuanya.
Tanpa Salsa sadari, kalau ada sepasang mata yang melihat kepergiannya.
" Semoga berhasil Salsa, Kakak akan selalu mendoakan mu." Ucap orang itu yang tidak lain adalah Nabila, yang memperhatikan kepergian Salsa dari jendela kamarnya.
...----------------...
__ADS_1
Jangan lupa komen ya.
Makasih semuanya udah mau mendukung author.