Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam

Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam
Bab 52


__ADS_3

" Jadi apa yang akan apa yang akan kita lakukan, apa kita akan menggagalkan rencana mereka." Tanya Firman di sembarang sana.


" Biarkan saja, gue lagi malas berurusan dengan mafia Dark Black. Jadi biarkan mereka melakukan rencana mereka." Jawab Farel santai membuat Denis yang berada di sebelah Farel langsung menatap Farel.


" Tumben ngga mau berurusan." Batin Denis bingung dengan tingkah Farel hari ini.


" Tapi karena gue sedang tidak ada kerjaan pagi pagi seperti ini maka ngga apa-apa lah kita ikut campur dengan urusan mereka." Ucap Farel kembali yang melanjutkan ucapannya barusan.


Denis yang mendengar ucapan dari Farel hanya bisa memutar matanya malas, ternyata ucap Farel tadi masih ada sambungannya.


" Kalian duluan saja di sana nanti gue akan menyusul. Amankan orang orang dari mall itu tapi jangan sampai terdengar sampai ke telinga publik kalau mall itu sedang di serang." Perintah Farel.


" Siap, tenang saja aku akan melakukannya." Jawab Firman yang mengerti perintah dari Farel. Setelah memberitahukan maksudnya Firman mematikan panggilannya lalu kembali menjalankan tugas mereka untuk menggagalkan permainan dari Jack.


Ya. Apalagi pria itu tidak akan pernah bermain main dengan perkataannya saat pria itu melakukan rencana jahatnya.


Farel menatap kearah sekertarisnya itu yang sedang menatap kearahnya." Kenapa kamu menatap ku seperti itu." Tanya Farel yang melihat tatapan Denis.


" Tidak ada, aku hanya heran saja dengan pria yang tidak pernah merasa jera dengan maut padahal dia berkali-kali hampir mati." Jawab Denis terdengar seperti sindiran halus di kuping Farel.


" Apa kamu menyindirku." Tanya Farel menatap tajam Denis.


" Emangnya aku menyebut nama anda tuan Farel Adrian Pratama." Tanya Denis." Aku tidak menyebut nama seorangpun termasuk anda tuan. Tapi jika anda merasa sepertinya itu anda sendiri tuan Farel." Ucap Denis begitu sangat berani. Mendengar ucapan dari sekertaris sekaligus sahabat sekaligus adik itu, membuat Farel mendengus kesal. Farel tahu Denis menyindirnya dengan halus.


" Pak." Panggil Farel kepada supir yang dari tadi menyetir sambil mendengarkan obrolan kedua pria itu.


" Anda apa tuan, apakah ada yang bisa saya bantu." Tanya supir di dalam mobil sambil melirik Fazar lewat kaca spion setelah itu kembali fokus menyetir.


" Berhenti didepan pak." Perintah Farel membuat Supir mengangguk mengerti." Baik tuan." Jawab supir itu. Sedangkan Denis mengerutkan keningnya bingung, kenapa Farel menyuruh supir untuk berhenti di depan padahal tujuan mereka sekarang mall.


Mobil berhenti tepat di mana Fazar menyuruh supirnya tadi. Fazar melihat kearah Denis yang hanya diam sambil menatap dirinya." Lo turun." Suruh Farel menatap Denis yang membuat Denis mengerutkan keningnya bingung.


" Kenapa Lo menyuruh gue untuk turun." Tanya Firman bingung.


" Pokoknya Lo turun dulu nanti gue jelasin." Jawab Farel membuat Denis tanpa bertanya kembali membuat ia turun dari mobilnya. Baru saja Denis menutup mobil, mobil itu langsung saja pergi meninggalkan Denis yang hanya bisa menatap mobil itu pergi menjauh.


" B*ngsat gue ketipu." Gerutu Denis kesal sambil menatap mobil yang sudah pergi dan menghilang dari pandangannya.


Sedangkan di dalam mobil. Farel hanya tersenyum menatap sepion mobil yang memperlihatkan kalau Denis tampak kesal karena ia meninggalkannya.


.

__ADS_1


.


Sedangkan disisi lain. Tepatnya di dalam mall.


Salsa bersama dengan beberapa pria itu melangkah masuk kedalam toilet wanita.


" Hay, jangan di borgol aku di belakang soalnya aku ngga bisa melakukan sesuatu didalam." Minta Salsa sambil menatap pria yang ingin mengobrol tangannya.


Sedangkan pria itu hanya mengikuti permintaan dari Salsa. Tanpa curiga sama sekali." Jangan sesekali berfikir untuk kabur karena kami akan membunuh orang orang disini." Ancam pria itu membuat Salsa mengerti.


" Tenanglah tuan, aku tidak akan kabur." Jawab Salsa. Salsa masuk kedalam toilet wanita untuk melakukan urusannya sebelum ia kembali menjalankan tugasnya.


" Hay, Jangan lama-lama didalam karena kami tidak suka menunggu." Ucap pria yang berada di luar WC.


" Tenanglah tuan, aku tidak akan lama." Jawab Salsa." Dasar orang-orang menyebalkan." Gerutu Salsa kesal dalam hatinya.


Selesai mengerjakan urusannya, Salsa menghembuskan nafasnya lega. Ia mengambil kamera kecil yang ia sembunyikan di tempat tersembunyi yaitu kalung yang ia pakai. Untung nya lagi, para musuh tadi tidak menyadari benda yang tergantung indah di lehernya. Kemudian Salsa kembali mengacak rambutnya yang terurai panjang untuk mencari beda yang sama-sama ia sembunyikan. Karena sebelum Salsa turun dari mobilnya tadi ia sempat menyembunyikan Headset Bluetooth didalam rambutnya. Walaupun kesulitan tapi Salsa berhasil mengambil Headset Bluetooth yang sengaja ia sembunyikan di rambutnya karena Salsa tahu pasti akan seperti ini.


Salsa memasang Headset Bluetooth di telinganya, setelah itu ia mengaktifkannya.


" Apa semua ada." Tanya Salsa dengan suara kecilnya karena ia takut akan di dengar oleh pria di luar.


" Semu ada Sal." Jawab Riko." Apa tetap dalam rencana." Tanya Riko kembali.


" Iya Sal, kami sudah berhasil mengamankan seluruh dalam mall ini berkat Lixar dan timnya." Jawab Riko." Sedangkan bom yang berada di dalam mall ini Rizan dan timnya berhasil menemukannya dan sekarang mereka sedang mencoba untuk menjinakkan bom itu." Jelas Riko kembali membuat Salsa mengangguk.


" Rik, tolong sambungankan ke Rizan." Suruh Salsa.


" Baik Sal." Riko mengalihkan sambungan teleponnya ke pada Rizan yang sekarang sedang berusaha untuk menjinakkan beberapa bom yang ternyata tersusun dalam mall itu. Rizan sudah memeriksa hampir semua dalam mall itu yang ternyata hampir semua sudut setiap ruangan pasti terdapat bom.


" Rizan apa lo berhasil untuk menjinakkan bom itu." Tanya Salsa saat sambungan telepon sudah tersambung ke Rizan.


" Ini sulit Salsa, setiap bom dalam mall kami sudah menemukannya, tapi kami melihat setiap titik dalam satu ruangan memiliki dua bom yang membuat kami tidak yakin, apakah bisa kami menjinakkan setiap bom dalam satu ruangan." Jelas Rizan.


" Emangnya ada berapa titik yang menunjukkan kalau bom itu ada banyak." Tanya Salsa.


" Sekitar delapan puluh dan kami sudah menjinakkan sepuluh dari delapan puluh bom itu Sal." Jawab Rizan.


" Sepertinya mereka memang sudah merencanakannya." Gumam Salsa." Berapa lama sampai kalian bisa menjinakkan bom itu." Tanya Salsa.


" Sekitar satu jam, Karena aku sudah membagi beberapa orang dalam satu ruang untuk menjinakkan bom lainnya." Jelas Rizan kembali.

__ADS_1


Salsa berfikir, bagaimana caranya ia mengalihkan perhatian para musuh sampai bom itu berhasil di jinakkan. Sampai Salsa kembali memiliki ide." Sekarang Lo tetap fokus pada bom itu. Karena gue punya rencana lagi." Ucap Salsa yang tersenyum miring.


" Riko."


" Iya Sal."


" Rik, Cari tau siapa yang memiliki tombol setiap bom itu. Setelah itu lo cari cara untuk mengalihkan beberapa pria lainnya dan beritahu gue siapa pria yang memegang tombol bom itu, karena gue punya rencana." Ucap Salsa.


" Baik Sal."


" Dan untuk Pak Az nanti aku akan beritahu." Ucap Salsa kembali.


" Baik non." Jawab Pak Az.


Salsa memutuskan panggilannya." Bagaimana caranya aku bisa bebas dari borgol ini." Batin Salsa sambil menatap borgol di tangannya.


Salsa mencoba untuk berfikir bagaimana caranya ia bisa terlepas dari borgol itu. Sampai gedoran di pintu membuat Salsa kehilangan ke fokusnya.


" Apa yang kamu lakukan didalam kenapa kamu begitu sangat lama." Teriak pria itu sambil mengendor pintu.


" Iya sabar, aku belum selesai." Jawab Salsa menggerutu kesal.


" Kami tidak ada waktu untuk berlama lama." Ucap pria itu kembali.


" Baiklah-baiklah aku akan cepat, tapi kalian harus bersabar." Jawab Salsa membuat gedoran didalam pintu seketat menghilang." Untung nurut." Gumam Salsa kembali.


" Sal, orang yang memegang tombol bom itu. Ternyata orang yang menangkap Lo tadi, namanya Adit." Jelas Riko.


" Oke, thanks informasinya." Ucap Salsa.


Salsa kembali berfikir bagaimana caranya ia bisa kabur dari mereka." Rik, Sambungkan gue ke Lixar." Suruh Salsa.


" Baik."


" Iya Sal."


" Alihkan perhatian mereka, sedangkan gua akan memancing Adit orang yang memegang tombol dari bom itu." Suruh Salsa.


" Baik, gue akan melaksanakannya." Jawab Lixar yang memulai menjalankan tugas yang di perintahkan langsung oleh Salsa.


...----------------...

__ADS_1


Maaf baru update, Soalnya author keasikan baca 😁


Harap bijak dalam membaca karena banyak typo yang bertebaran. Jangan lupa like komen dan vote nya biar author lebih semangat buat update nya.


__ADS_2