
Lixar mengangkat patung manekin yang masih lengkap dengan pekaian yang menghiasi manekin itu lalu melemparnya dari lantai atas kelantai bawah.
" Aaaaaa...." Teriak Lixar menggelegar hampir keseluruhan mall itu.
Takkk.
Di tambah dengan suara manekin yang jatuh kelantai atas kelantai bawah yang membuat mall itu seakan-akan ada kasus bunuh diri." Sekarang giliran kalian untuk menyimpan kan menekin itu dengan cairan berwarna." Suruh Lixar. Tim yang lain yang memang sudah berada di lantai bawah langsung melakukan tugas mereka untuk membuat manekin itu seakan-akan kasus bunuh diri dengan cara menyiramkan dengan cairan berwarna merah yang membuat manekin itu seakan orang yang baru saja melakukan bunuh diri.
Sedangkan didalam toilet wanita.
Para pria itu yang mendengar suara teriakan itu saya akan membuat mereka bingung." Apakah ada orang yang melakukan bunuh diri." Tanya pria itu ke yang lainnya.
" Sepertinya iya, karena tadi aku mendengar seperti ada yang berteriak setelah itu ada yang jatuh." Jawab pria yang lainnya.
" Coba kalian periksa." Suruh pria yang satunya.
__ADS_1
" Tapi bagaimana dengan wanita yang berada di dalam." Tanya pria satunya lagi.
" Wanita ini biarkan gue yang urus." Sabung pria yang satunya yang ternyata pria itu adalah Adit.
" Baiklah." Ucap beberapa pria itu yang setuju.
Setelah mendengar ucapan dari Adit yang memperbolehkan mereka untuk memeriksa di luar. Beberapa pria itu melangkah keluar dari toilet wanita untuk mengecek lantai bawah. Karena menurut mereka lewat pintu life lebih cepat membuat mereka melewati pintu lift saja ketimbang tanga life. Beberapa pria itu masih belum menyadari kalau mall itu tampak sepi, karena mereka berfikir kalau orang-orang pasti sedang berada di lantai bawah.
Sedangkan di toilet Salsa yang sudah mendapatkan informasi dari Lixar bawah beberapa pria itu sudah keluar dari kamar mandi dan hanya meninggalkan pria yang bernama adit saja.
" Pria yang bernama adit masih tetap berada di toilet itu. Dia tidak ikut keluar." Lapor Lixar.
" Hay, apakah kamu sudah selesai. Kamu begitu sangat lama di dalam, apa kamu sedang tidur." Teriak pria itu membuat Salsa seketika menjadi kesal.
" Iya-iya, ini sudah selesai." Jawab Salsa dengan suara kesalnya." Dasar cerewet kayak perempuan saja." Batin Salsa menggerutu kesal. Salsa berdiri dari duduknya lalu merampikan bajunya sebelum ia kelaur dari WC.
__ADS_1
Salsa bisa melihat kalau pria itu sedang menatap dirinya dengan tatapan tajam." Apa di dalam kamu sedang berenca untuk melarikan diri." Tuduh Adit sambil menatap Salsa dengan tatapan tajam.
" Untuk apa aku melarikan diri, jika aku sudah tertangkap seperti ini. Apalagi aku lupa membawa alat komunikasiku dengan tim ku. Bagaimana aku bisa merencanakan untuk melarikan diri." Jawab Salsa." Tapi karena kamu sudah mengetahui ya, terpaksa." Ucap Salsa menghentikan ucapannya, setelah itu mengubah ekspresi wajahnya menjadi tersenyum menyeramkan." Aku melakukan ini." Ucap Salsa melanjutkan ucapannya barusan setelah itu Salsa langsung menendang dada pria itu begitu sangat kuat yang membuat pria itu langsung jatuh tersungkur di lantai.
Beda yang berada di tangannya juga jatuh yang membuat Salsa dengan cepat mengambilnya.
" Akkk." Sial, berani sekali kamu." Teriak pria itu kesakitan. Tapi sebelum pria itu bangun untuk melawan. Salsa langsung menginjak kedua lutut pria itu sampai terdengar bunyi yang sangat kuat. Salsa yakin kalau lutut kedua pria itu pasti patah, karena ia mengijak kedua pria itu dengan kuat sampai menimbulkan suara." Berani sekali kamu," Ucap pria itu sambil menahan rasa sakit ia mencoba untuk bangun tapi tidak bisa karena kedua kakinya seakan tidak bisa di gunakan.
" Apa aku harus meledakkan mall ini." Ancaman pria itu yang mencari beda yang bisa membantunya.
" Apakah anda mencari beda ini tuan." Ucap Salsa kembali sambil memperlihatkan benda di tangannya yang ternyata tombol dari setiap bom yang berada di mall itu." Tapi maaf tuan benda ini sudah menjadi milikku." Ucap Salsa kembali sambil tersenyum manis, jika orang yang melihat senyuman Salsa itu bukan senyuman manis melaikan senyuman jahat atau meremehkan.
" Ahhh, sial kamu benar-benar curang." Ucap pria itu kembali.
" Oh, tidak tuan. Bukan aku yang curang melainkan bos Anda, aku hanya mengikuti permainan Anda." Ucap Salsa kembali dengan senyuman meremehkan sambil menatap pria yang terbaring tidak berdaya di atas lantai. Yang kini tidak bisa melakukan apa-apa lagi karena kedua tulang lututnya sudah patah.
__ADS_1
" Sal, lo cepat keluar, mereka sudah menyadari kalau mereka di tipu." Jelas Lixar memberitahukan apa yang ia lihat.
" Baiklah gua akan keluar." Jawab Salsa. Tapi sebelum Salsa benar-benar keluar ia menatap kearah pria itu." Thanks lo sudah mau menemaniku untuk ikut bermain dalam permainan bos lo." Ucap Salsa setelah itu ia benar-benar keluar dari toilet wanita itu untuk mencari tim agar ia bisa bebas dari borgol di tangannya.