
" Kenapa kita harus melepaskan mereka tuan, bukannya kita bisa menghancurkan kedua musuh anda dengan satu ledakan di mall itu." Tanya Zee yang bingung dengan pemikiran bos nya itu.
Wajah tertutup topeng itu tersenyum." Biarkanlah, aku ingin bermain-main dengan mereka. Sepertinya keduanya begitu sangat cocok." Ucap Jack. Jack berdiri dari duduknya sambil membawa gelas bir di tangan nya. Melangkah mendekati kaca yang lumayan besar dari ruangan itu, yang memperlihatkan suasana luar dari atas gedung yang lumayan tinggi itu." Aku ingin menghancurkan keduanya hanya dengan perasaan mereka." Ucap Jack dengan sejuta rencana licik nya.
" Beritahu orang yang berada di markas gadis itu, untuk memberitahukan apa saja rencana mereka malam ini, karena saya ingin melakukan transaksi malam ini. Saya tidak mau kalau sampai rencana saya di gagalkan oleh mereka." Ucap Jack menatap kearah luar sambil meminum minuman nya.
" Baik tuan, saya akan menanyakan nya." Jawab Zee melaksanakan perintah dari tuannya.
" Saya ingin lihat seperti apa rencana mu selanjutnya Farel dan Salsa." Ucap Jack tersenyum sinis menatap kearah luar.
🌾🌾🌾🌾🌾
Di sisi lain.
Semua orang yang berada di ruangan itu bertepuk tangan untuk Salsa, karena keberaniannya untuk memancing musuh, dan menggagalkan rencana Jack yang ingin membom mall.
" Kamu hebat Sal. Kami bangga memiliki tim sepertimu." Ucap Hendrik yang begitu sangat bangga dengan perkejaan Salsa, walaupun usianya masih muda tapi rencananya begitu sangat tepat untuk menggagalkan rencana musuh.
" Terimakasih ketua Hendrik." Ucap Salsa tersenyum senang.
__ADS_1
" Lo benar-benar hebat, Sal." Ucap Rizan salut dengan keberanian Salsa.
" Dengan begitu sangat berani lo menggagalkan rencana mereka untuk menghancurkan mall itu." Sambung Lixar.
" Kalian jangan memujiku seperti itu. Karena yang menggagalkan rencana mafia Dark Black itu bukan gue sendiri, melainkan bantuan dari kalian semua. Kalau ngga ada kalian mungkin mall itu sudah hancur di ledakan oleh mafia Dark Black." Jelas Salsa yang tidak suka kalau dia di puji sendiri padahal dengan jelas Tim Not visible telah membantu nya untuk menggagalkan rencana mereka. Kalau saja tidak ada mereka, mungkin rencananya untuk menggagalkan rencana mafia Dark Black tidak akan berhasil mengingat seperti apa liciknya mereka.
Mendengar kata bijak dari Salsa membuat orang-orang di situ tersenyum. Padahal dengan jelas kalau yang menggagalkan rencana dari mafia Dark Black itu adalah Salsa, karena gadis itu dengan berani maju kedepan untuk memancing musuh.
" Kalian semua hebat Tim Not visible, tingkatan kerjasama kalian, Aku bangga memiliki tim seperti kalian semua." Ucap Salsa tersenyum, membuat rungan itu penuh dengan tepuk tangan dari Tim Not Visible.
" Tapi, apa motif Mafia Dark Black ingin menghancurkan mall itu." Tanya Radit penasaran.
" Benarkah seperti itu." Tanya jeli membuat Riko mengangguk.
" Kalau lo semua nggak percaya tanya aja tuh Lixar." Jawab Riko membuat yang lain menatap kearah Lixar.
" Coba lo cerita dikit." Ucap jeli.
" Iya, gue jadi penasaran." Sambung Rizan yang dari tadi hanya diam.
__ADS_1
" Nanti baru gue ceritain, karena sekarang gue capek mau istirahat." Jawab Lixar." Mending lo semua pulang tidur istirahat." Ucap Lixar kembali yang membuat Tim Not Visible menggeleng.
" Cepat lo cerita, jangan pergi dulu sebelum kelar." Cegah Rizan.
" Memang nggak sabaran benget sih lo Zan." Ucap Lixar kesal." Coba besok bisa kan." Ucap Lixar kambali dengan kesalnya.
" Tapi ngga bisa, soalnya nanti malam kita mau menjalankan misi lagi. Untuk menggalakkan penyeludupan Mafia Dark Black." Ucap jeli membuat Tim Not Visible menatap kearah jeli karena perkataannya tadi.
" Kenapa lo bisa tahu, bukannya gue belum beritahu siapa-siapa ya." Ucap Lixar bingung.
" Hehe, soalnya tadi gue dengar lo ngomong sama ketua Hendrik." Jawab jeli sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Lixar yang mendengar jawaban dari jeli membuat nya mengegelng." Dasar tukang menguping lo." Ucap Lixar kesal memutar matanya malas.
" Sudahlah jangan berdebat, lagi." Potong Hendrik yang dari tadi mendengarkan obrolan keduanya." Sebaiknya kalian semua kembali kerumah masing-masing daripada kalian berdebat." Ucap Hendrik kembali membuat mereka mengangguk.
Karena Hendrik mengatakan kalau sudah tidak ada lagi yang di bahas, terpaksa Tim Not Visible kembali ke aktivitas nya mereka masing-masing.
...----------------...
__ADS_1