Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam

Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam
bab 42


__ADS_3

Ruangan VIP, Rungan yang berkesan seperti Kamar kedua untuk Salsa. Kini di penuhi oleh orang orang yang begitu sangat menyayangi Salsa.


Apalagi mereka, mendengar kalau Salsa sudah Sadar dari Kritisnya. Setiap Tim yang mendengar itu begitu sangat senang, Sampai sampai setiap sahabat dan Tim, Salsa Datang dan berkunjung keruangan yang sudah di padati oleh Manusia. Untung Rungan Salsa berada di Ruangan VIP, Jadi mereka Bisa leluasa untuk masuk keruangan Salsa.


Rungan Salsa begitu sangat di padati oleh Taman satu tim Salsa dan juga keluarganya.


Termasuk sih kecil Azam yang begitu sangat antusias saat menemui Salsa. Apalagi Azam selama satu Minggu tidak bertemu dengan Salsa yang membuat Sih kecil Azam selalu mencari keberadaan Salsa.


Azam yang sedang duduk di Samping Salsa yang sedang terbaring di kasur, sedangkan punggungnya di sadarkan.


Azam menatap Salsa dengan tatapan begitu sangat mengemaskan yang membuat Salsa ingin mencubit pipi Azam yang kembung bagikan roti, kalau saja tangan nya sedang tidak sakit mungkin Salsa akan mencubit pipi bulat Azam.


Sedangkan Tim not visible, papi Burham Dan Putra sedang mengobrol Di sudut ruangan yang terdapat sofa di sana. Entah apa yang sedang mereka obrolkan.


" Tata, tenapa tenan tanan tata.( Kaka. kenapa dengan tangan Kaka)." Tanya Azam dengan suara cendel nya saat Azam melihat kedua tangan Salsa yang di perban.


Rahma Dan Nabila yang memang berada dekat dengan Ranjang Salsa hanya bisa tersenyum mendengar pertanyaan Dari Azam.


Salsa melihat kedua tangan nya yang di perban.


" Tangan Kaka lagi luka Azam, Makanya di perban." Jawab Salsa.


" Apa Satit, Mataya tua tua nya di Teltan.( Apa sakit, makanya dua dua nya di perban." Tanya Azam sambil menatap kedua tangan. Salsa hanya terkekeh mendengar pertanyaan bocah kecil itu. Menanyakan apa luka yang dia dapat sakit atau tidak.


Jawaban nya tidak. karena Salsa Sudah sering mengalami luka itu. Mungkin saat pertama terluka itu akan terasa sakit saat sebuah benda tajam menancap di kulit nya. Tapi jika lama semakin lama luka itu hanya terasa ngilu saja.


" Iya. Rasanya sakit banget, makanya sampai di perban kaya gini." Jawab Salsa sambil meringis kecil. membuat Tangan kecil Azam menyentuh pergelangan tangan Salsa lalu mengangkatnya.


Rahma Dan Nabila yang melihat itu, ingin menghentikan Azam tapi di cegah oleh Salsa dengan memberikan nya isyarat agar memberikan apa yang akan di lakukan bocah kecil itu.


Azam mendekatkan bibirnya ke arah telapak tangan Salsa yang di perban, Lalu bibir kecil itu meniup pelan telapak tangan Salsa yang di perban." Tanan Tata satit. Adi bial adan Tiuf bial tanan tata tida catit lati.( Tangan Kaka sakit. Jadi biar Azam tiup biar tangan Kaka tidak sakit lagi." Ucap Azam sambil menatap Salsa dengan mata yang begitu sangat mengemaskan.


Rahma, Nabila dan Salsa yang melihat itu cukup membuat mereka gemas sendiri dengan Tingkah Azam.


" Makasih Azam. Sekarang tangan Kaka ngga sakit lagi, Jadi Azam ngga perlu tiup tangan kaka lagi." Ucap Salsa lembut. Membuat Azam tersenyum dengan gemasnya. Ketiganya hanya bisa tersenyum melihat tingkah bocah yang masih berusia dua tahun itu.

__ADS_1


Sedangkan Burham yang sudah selesai mengobrol bersama Tim not visible melihat ke arah istri bersama ketiga anaknya itu.


Burham tersenyum melihat keluarga yang tersenyum bahagia karena Salsa sudah bisa berkumpul bersama dengan mereka lagi.


" Tuan Burham kami pamit pulang terlebih dahulu. Nanti Jika Salsa sudah benar benar sembuh baru kami akan kembali, membahas soal Misinya ." Ucap Hendrik.


Burham tersenyum." Semua bisa kalian bahas bersama Salsa karena saya, Hanya mengikuti apa yang Salsa mau." Jawab Burham.


Semua orang yang berada di Sofa hanya membenarkan apa yang Burham ucapkan. Apa yang Burham ucapkan semua itu benar karena hanya Salsa yang bisa memutuskan sesuatu.


" Kalau begitu kami pamit pulang. Tuan Burham." Ucap Hendrik sambil menjabat tangan Burham. yang si susul oleh yang lain.


Radit,jeli, Riko, lixar dan Hendrik melangkah mendekati Salsa.


" Sal." panggil Kelimanya. Salsa yang di panggil memalingkan pandangannya dari Azam ke arah Hendrik dan tim not visible yang sedang berdiri di sebelah kiri Ranjang.


Salsa tersenyum." Terimakasih ketua sudah mau berkunjung." Ucap Salsa.


" Cepatlah pulih, Agar kamu bisa kembali bersama dengan kami." Ucap Hendrik menyemangati Salsa.


" Amin, Makasih doa nya, guys." Jawab Salsa dengan tersenyum manis." Tapi di mana Rizan dan Kiki." Tanya Salsa melihat ke tim nya itu. Yang tidak memperlihatkan keberadaan Rizan dan Kiki.


" Rizan, Sedang beristirahat, Karena kemarin Rizan mengalami luka bakar yang lumayan serius jadi, Kami membiarkan dia untuk istirahat terlebih dahulu. Tapi kemarin dia sempat kesini, menjenguk kamu di saat kamu masih kritis." Jawab Hendrik sambil menjelaskan kenapa Rizan tidak menemui Salsa." Sebenarnya tadi Rizan ingin ikut, Tapi kami melarang nya karena dia masih belum benar benar sehat." Jelas Hendrik. Salsa hanya Mengangguk mengerti mendengar penjelasan dari Hendrik.


" Sampaikan salam ku buat, Rizan, semoga dia lekas sembuh." Ucap Salsa. Hendrik mengangguk mengerti.


" Bagaimana dengan Kiki." Tanya Salsa yang masih penasaran soal Kiki. Hendrik menatap Tim not visible.


" Kiki sedang ada urusan di luar, makanya dia tidak sempat untuk menemui Lo. Nanti kalau Kiki Sudah tidak sibuk lagi, dia akan kesini untuk menemui Lo." Jawab Radit. Salsa hanya mengangguk mengerti, Karena Salsa tahu seperti apa kesibukan Kiki.


Tapi ada hal yang mengganjal, yang membuat Salsa bingung. Kenapa Ketua Hendrik dan Tim not visible, seperti tidak suka ketika Salsa menanyakan Kiki. Walaupun mereka tidak mengatakan itu, Tapi Salsa bisa merasakan lewat Suara Radit tadi.


" Kami pulang ya Salsa. Semoga kamu cepat sembuh." Ucap Tim not visible yang lain.


Salsa yang sedang berpikir tersadar dari ke terdiaman nya lalu mengangguk.

__ADS_1


Salsa tersenyum ke arah Tim not visible." Sampaikan salam ku juga buat, Kiki. Semoga dia bisa menjengukku. Beritahu Kepada nya jangan terlalu sibuk." Ucap Salsa. tim not visible yang Mendengar ucapan dari Salsa seketika terdiam.


" Kami akan memberitahukan nya." Jawab Hendrik. Salsa tersenyum senang mendengar jawaban dari Hendrik.


Salsa membuang pikiran negatifnya tadi.


mencoba untuk berpikir positif.


Tim not visible melihat ke arah Rahma dan juga Nabila yang duduk di sebelah Kanan Kasur Salsa.


" Nyonya Rahma, Kami pamit pulang dulu." Pamit Hendrik sambil menengkupkan kedua tangan nya di atas dada.


Rahma tersenyum." Terimakasih Sudah berkunjung Tuan Hendrik." Jawab Rahma.


" Kalau begitu kami pamit pulang dulu, Tuan Burham, nyonya Rahma, Putra, Nabila Salsa dan Sih kecil Azam." Pamit keenam Pria itu Sambil menyebutkan Satu persatu nama dari Keluarga Salsa yang tidak terlewat Satu pun.


Lalu melangkahkan Keluar dari Rungan Salsa.


Sekarang Tinggal Keluarga Salsa yang berada di ruangan itu.


Salsa yang melihat tim nya yang sudah keluar dari ruangannya. kembali Terdiam." Apa Mungkin Kiki penghianat yang di sebut oleh Tuan Ardi." Batin Salsa yang mengingat perkataan dari pemimpin Agen rahasia itu.


Sedangkan keluarga Salsa yang menyadari kalau Salsa kembali terdiam Merasa kwartir.


Apalagi Salsa kembali Terdiam saat tim nya keluar dari ruangannya.


Burham takut kalau Salsa merasa sangat takut, jika nanti dia akan di keluarkan dari Tim not visible. Karena Burham Sudah tahu kalau Salsa adalah agen rahasia yang selalu membahayakan hidupnya. Padahal Selama ini Burham selalu mendukung Salsa walaupun dengan cara tersembunyi.


Burham melangkah mendekati Ranjang Salsa.


Lalu mendekatkan dirinya ke arah Salsa yang masih berbaring di atas ranjang dengan punggung yang di Sadarkan di kasur.


Rahma Dan Nabila yang menyadari itu segera mengangkat Azam yang sedang duduk di samping Salsa, lalu melangkah pergi Memberikan ruang untuk Ayah dan anak itu.


Burham mengangkat tangannya lalu mengusap lembut rambut Salsa.

__ADS_1


Sedangkan Salsa yang menyadari kalau ada yang menyentuh kepalanya tersadar dari ke terdiam nya. Salsa melihat ke arah Samping yang terdapat Burham bukan Rahma atau Nabila. Tapi Burham yang sedang duduk di kursi di samping kasur Salsa.


__ADS_2