
Rahma yang sedang duduk sambil mengaji, tidak menyadari kalau jari tangan salsa mulai bergerak, karena pandangan Rahma yang fokus ke Al-Qur'an kecil nya.
" shadaqallahul adzim " Rahma yang sudah selesai mengaji dan menutup Al-Qur'an nya.
menyimpan di nakas samping dengan tempat tidur salsa.
Rahma memandang wajah salsa yang begitu sangat pucat dan juga masih pulas dalam tidur nya, seperti Engan untuk terbangun.
" Salsa kenapa kamu begitu sangat pulas dalam tidur mu, apakah mimpi mu jauh lebih indah dari dunia nyata" tanya Rahma sambil memandang wajah salsa. " maafkan bunda yang gagal menjagamu, seharusnya bunda melarang mu untuk masuk ke agen rahasia yang membuat nyawa mu selalu terancam " ucap Rahma begitu sangat menyesal. Rahma menganggap kejadian yang terjadi pada salsa itu semua karena dirinya.
" bunda, orang tua yang buruk. bunda tidak cocok menjadi bunda sambung salsa " tangis Rahma akhirnya pecah saat melihat ke adaan salsa sekarang, penyesalan seakan menghancurkan hati Rahma.
walaupun Rahma hanya ibu sambung untuk salsa, tapi Rahma begitu menyayangi salsa seperti apa dia menyayangi anaknya.
apalagi ketiga nya begitu sangat menyayangi Rahma seperti mereka menyayangi ibu mereka sendiri. mereka tidak pernah menganggap Rahma seperti ibu Sambung, melainkan seperti ibu mereka sendiri.
Rahma tidak pernah mendengar kata kasar yang keluar dari bibir anak anaknya.
mereka sangat menyayangi nya.
maka dari itu, Rahma begitu sangat hancur melihat keadaan salah satu dari mereka yang terluka, walaupun dirinya hanya ibu Sambung.
Rahma merasa sangat tidak berguna menjadi orang tua karena tidak bisa melindungi mereka.
" itu bukan salah mu sayang, " terdengar suara berat dari arah belakang Rahma.
sedangkan Rahma yang mengenali suara itu cepat cepat menghapus air matanya, lalu melihat ke arah belakang.
Rahma bisa melihat Burham yang berdiri di dekat dengan pintu masuk. " mas kapan datangnya " tanya Rahma dengan suara serak karena habis menangis.
" jangan berdiri, mas akan kesitu " cegah Burham saat melihat Rahma akan berdiri dari duduknya. sedangkan Rahma hanya menurut dan tetap duduk.
burham melangkah mendekati istrinya Rahma.
Burham bisa melihat kesedihan dari istrinya, apalagi dia mendengar ucapan Rahma yang menyalakan dirinya.
dia sendiri merasa bersalah, seharusnya iya mencegah salsa saat akan masuk ke dalam agen rahasia. bukan nya mendukung nya secara diam diam.
kalau di bilang dia ayah paling bodoh di dunia, membiarkan anaknya selalu dalam bahaya, bukan nya melarang nya tapi malah mendukung nya.
burham yang sudah berdiri di samping Rahma, membungkukkan tubuhnya dan langsung memeluk tubuh Rahma dari samping.
" jangan pernah menyalakan dirimu, karena sayang tidak bersalah di Sini " ucap Burham yang mencoba menahan air matanya " seharusnya mas yang pantas di salahkan " ucap Burham. membuat Rahma kembali menangis, artinya suaminya sudah mendengar ucapannya tadi yang menyalakan dirinya, karena ke adaan salsa sekarang.
suami istri itu saling berpelukan satu sama lain saling menguatkan satu sama lain, karena mereka sama sama sadar kalau mereka orang tua yang begitu sangat buruk. itu pikir kedua suami istri itu.
saat sedang berpelukan, pandangan Rahma tertuju ke arah salsa, Rahma bisa melihat jari tangan salsa yang mulai bergerak walaupun pelan.
__ADS_1
Rahma yang menyadari itu Sadar kalau salsa mulai sadar.
" mas " Rahma melepaskan pelukannya, melihat ke arah Burham. " jari salsa bergerak " ucap Rahma antusias. iya membersihkan sisa sisa air mata yang masih menempel di pipinya.
lalu berdiri dari duduknya.
" benarkah itu sayang" tanya Burham tidak percaya. sedangkan Rahma hanya mengangguk. " aku akan panggil dokter ang " ucap Burham yang memencet tombol di samping kasus salsa.
Rahma mulai mulai memanggil salsa dengan lembut, agar salsa mau meresponnya dan cepat sadar dari kritisnya. sedangkan tangan rahma menggenggam tangan salsa yang di penuhi oleh beberapa alat rumah sakit dan juga perban di tangan salsa. Rahma menggenggam tangan salsa dengan lembut nya.
sedangkan dokter ang melangkah masuk ke ruangan rawat salsa dengan langkah tergesa-gesa. bersama beberapa perawat lainnya.
setelah dokter ang masuk, Rahma dan Burham keluar dari ruangan rawat salsa.
Hendrik, Radit dan lixar yang berada di luar ruangan rawat salsa , merasa khawatir karena tadi saat dokter ang masuk ke ruangan rawat salsa mereka berada di luar dan melihat dokter yang masuk dengan tergesa-gesa. yang membuat mereka berpikir apa yang terjadi dengan salsa.
" tuan, nyonya bagaimana dengan ke adaan salsa " tanya Hendrik terlihat dari wajahnya kalau Hendrik begitu sangat khawatir.
" iya, tuan nyonya bagaimana dengan keadaan salsa " tanya lixar dan Radit bersamaan.
" kami tidak tahu seperti apa, tapi saya tadi melihat jari tangan salsa mulai bergerak, " jawab Rahma " mungkin salsa akan segera sadar " jelas rahma begitu senang.
" kita sama sama berdoa semoga, salsa benar benar Sadar dari masa kritisnya " ucap Burham. membuat mereka yang berada di ruangan itu hanya mengangguk.
tidak lama dokter ang keluar dari ruangan salsa. terlihat dari wajahnya yang sedang tersenyum, menandakan kalau salsa baik baik saja.
" salsa sudah melewati masa kritisnya dan dia sudah sadar " jawab dokter ang dengan senyumannya.
" Alhamdulillah, " ucap syukur Rahma, Burham dan Hendrik. saat mendengar kalau salsa sudah mulai sadar dari kritisnya.
termasuk Radit dan lixar yang ikut bahagia.
" kami akan memindahkan salsa ke ruangan rawat nya, agar dia bisa istirahat " ucap dokter ang.
" baik dokter, " jawab Burham " tolong siapkan kamar VIP untuk putri saya " perintah Burham.
" baik tuan " ucap perawat itu.
Rungan itu tampak sangat bahagia karena mereka mendengar ke adaan salsa yang sudah sadar.
termasuk lixar yang langsung menghubungi Tim nya yang lain agar mereka tahu.
termasuk Burham yang langsung memeluk Rahma bukan karena merasa sedih Melikan karena bahagia nya.
melupakan kalau di situ masih ada tiga jomblo yang hanya bisa geleng-geleng. meratapi nasib mereka, yang di perlihatkan adegan yang membuat jiwa jomblo akan meronta-ronta.
.
__ADS_1
.
sedangkan di sisi lain, yaitu masih di rumah sakit yang sama yang hanya di pisahkan oleh ruang saja.
dua orang pria yang sedang tegang, sambil menunggu dokter keluar dari ruangan sahabat dan bos mereka, hanya bisa bolak balik di lorong rumah sakit itu.
sedangkan para bodyguard yang di kerahkan untuk menjaga di sekitar situ Hanya bisa melihat tanpa mengeluarkan suara sama sekali.
sampai kedua pria yang tidak lain. Denis dan firman, saling bertabrakan. yang membuat para bodyguard hampir tertawa, tapi berusaha tetap di tahan karena karena mereka masih mau hidup.
" Lo ngga punya mata " tegur Firman saat mereka saling bertabrakan satu sama lain.
" Lo yang ngga punya mata, Lo yang deluan tabrak gue " jawab Denis yang tidak mau di salahkan.
" lo_ " belum firman kembali menjawab. Rungan rawat farel terbuka. yang memperlihatkan dokter yang merawat farel dan beberapa perawat lainnya.
firman dan Denis mengehentikan perdebatan mereka dan melangkah mendekati dokter itu.
" dok bagaimana dengan ke adaan sahabat saya " tanya firman dan Denis bersamaan.
" tuan Farel sudah sadar dari kritisnya. " ucap dokter itu tersenyum dengan.
"Alhamdulillah " ucap sukur keduanya.
" tapi harus mendapatkan perawatan lebih lanjut, kami harus mengecek kalau tuan farel benar benar sembuh total " jelas dokter itu , membuat mereka mengangguk mengerti.
kemudian dokter berlalu pergi, setelah menjelaskan kepada firman dan Denis.
meninggalkan mereka yang begitu bahagia karena Sahabat dan bos mereka telah kembali.
dan Sadar dari kritisnya.
🍁🍁🍁
ingatlah.
jika memang kalian di takdirkan bersama.
maka tidak ada satu orangpun yang bisa memisahkan kalian, selain maut nantinya yang akan memisahkan cinta kalian. ( Salsa Nur Kalifah )
berbahagia lah selagi kalian masih bisa untuk tersenyum. tertawa lah selagi kalian bisa untuk tertawa. tapi ingat kebahagiaan kalian itu, bisa saja berubah menjadi kesedihan saat, satu dari kalian yang akan pergi jauh dan tidak akan pernah kembali. ( Farel Adrian Pratama
bersambung.
banyak typo yang bertebaran.
Jangan lupa. komen, like, vote dan hadiahnya.
__ADS_1
salam manis dari author 😉