Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam

Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam
Bab 47


__ADS_3

Setelah mendapatkan kabar bahagia itu, kini Keluarga Burham sedang berkumpul merayakan kehamilan kedua istrinya.


Padahal tadi mereka hanya ingin memberikan kejutan untuk Salsa, Karena rasa syukur mereka karena Salsa sudah sembuh dan bisa berkumpul bersama mereka. Tapi kejutan itu semakin bertambah setelah mengetahui kehamilan Rahma, yang ternyata sudah berusia empat Minggu.


Keluarga Burham dan Tim Not visible menikmati kebahagiaan mereka yang semakin bertambah.


Tapi di balik kebahagiaan mereka terdapat suatu misteri yang perlu di pecahkan yaitu siapakah penghianat salah satu dari mereka.


" Siapakah penghianat itu, apakah Kiki. Tapi apa mungkin. Seperti yang di katakan tuan Ardi kalau di antara kami terdapat musuh yang sering memberikan informasi kepada musuh, tapi siapa." Batin Salsa.


 


Di sisi lain.


Mobil melaju dengan kecepatan di atas rata-rata melewati jalan yang lumayan ramai.


Di dalam Mobil berwarna hitam yang terlihat sederhana tapi tidak untuk kecanggihan yang terdapat didalam mobil itu. Kecanggihan jangan di pertanyakan lagi Karena mobil itu sudah desain khusus oleh Farel. Mobil yang memiliki kecanggihan di atas wajar, karena mobil itu memiliki hal yang membuat orang orang tidak percaya.


Ya. Karena otak pintar nya membuat Farel bisa membuat hal hal yang luar bias, Bukan saja senjata api atau yang lainnya. Farel berhasil membuat mobil dengan kecanggihan yang langsung di desain khusus oleh dirinya sendiri. Karena menurut Farel, mobil itu akan menjadi tempat yang aman untuk melawannya setiap musuh. Bukan karena kecanggihan teknologinya, tapi mobil itu memiliki kecanggihan dalam senjata api dan keamanannya.


Firman melihat kearah Farel yang hanya diam sambil melihat kearah luar, dengan tangan menopang dagunya membuat Farel terlihat begitu sangat tampan." Apa Lo, langsung pulang ke mansion atau langsung ke apartemen." Tanya Firman sambil menatap Farel lewat kaca spion karena sekarang Farel sedang duduk di kursi belakang.


Farel mengalihkan pandangannya dari luar kearah Firman." Langsung ke mansion." Jawab Farel singkat, membuat Firman mengangguk mengerti. Firman mengarahkan mobilnya ke jalan yang mengarah ke Mansion keluarga Farel.


Sedangkan Denis, pria itu sedang sibuk dengan kegiatannya tidak terlalu perduli dengan perbincangan keduanya.


Sampai berapa menit di perjalanan, mobil Firman telah sampai di depan mansion milik keluarga Farel. Pagar dari mansion itu terbuka otomatis saat penjaga membukakan pagar itu mengunakan alat otomatis.


Mobil Firman masuk kedalam halaman mansion, lalu memarkirkan mobilnya di parkiran khusus untuk mobil. Firman bisa melihat mobil yang tersusun rapi dengan merek yang berbeda-beda di parkiran Itu.


Setelah memarkirkan mobilnya, Farel Firman dan Denis melangkah masuk kedalam Mansion. Farel yang belum terlalu pulih dari luka jahitnya berusaha untuk menormalkan langkahnya, karena Farel malas harus berurusan dengan Sang mommy yang akan bertanya aneh aneh kepadanya jika melihat Farel memegang perutnya sambil berjalan.


Saat memasuki Mansion, Farel berjalan mengarah keruangan keluarga. Karena Farel yakin kalau sang Mommy nya pasti berada di sana.


Sesampainya di ruangan keluarga.

__ADS_1


Dari Jauh, Farel bisa melihat Sang mommy bersama dengan seorang pria paruh baya yang sedang duduk di sebelahnya.


Farel yang melihat pria paruh baya itu, tentu mengenalnya." Dad. Kapan dia pulang." Gumam Farel saat melihat sang Daddy berada di ruangan itu. Yang Farel ingat kalau sang Daddy akan pulang dua Minggu lagi. Karena tidak mau penasaran Farel melangkah kearah Mommy bersama dangan sang Daddy. Sedangkan Denis dan Firman bisa melihat siapa pria baru baya di sofa itu.


" Paman Adrian Pratama." Gumam Firman saat melihat pria paruh baya yang sedang duduk di Rungan keluarga bersama dengan sang istri.


" Daddy." Ucap Denis saat melihat sang Daddy angkat yang sedang duduk di sofa.


Kedua Pria itu ikut melangkah mendekati kedua wanita dan pria paruh baya, yang sedang menikmati kebersamaan mereka.


" Dad, Mom." Panggil Farel membuat kedua orang tuanya melihat kearah sumber suara.


Irma yang sudah dua Minggu ini menghawatirkan sang anak karena tidak ada kabar Farel. Walaupun kemarin Denis dan Firman mengatakan kalau Farel baik baik saja. Tapi kalau Irma tidak melihatnya langsung, hal itu yang membuat Irma merasa khawatir. Irma tahu, Farel sudah dewasa. Tapi Irma akan selalu menghawatirkan putra semata wayangnya itu.


Irma berdiri dari duduknya lalu melangkah untuk memeluk tubuh putranya yang selama dua Minggu tidak bertemu." Kamu Keman Rel, kenapa Selama dua Minggu tidak pulang ke Mansion. Mommy Sangat mengawatirkan kamu walaupun, Denis dan Firman mengatakan kalau kamu baik-baik saja." Tanya Irma yang masih memeluk tubuh putranya itu.


" Mam, tolong lepaskan, aku merasa sesak." Ucap Farel yang merasa sakit di luka jahitnya saat Irma memeluknya.


Irma melepaskan pelukannya, lalu menatap putranya itu." Mommy hanya memeluk mu Boy Bukan mencekik mu. Kenapa juga mengeluh sesak nafas saat mommy memeluk mu." Protes Irma yang merasa aneh dengan Farel.


Farel mengembuskan napasnya, karena bingung ingin menjawab apa." Mom, aku bukan anak kecil lagi, aku sudah dewasa. Aku tidak suak di peluk peluk seperti anak kecil." Jawab Farel memberitahukan maksudnya." Ayolah Mom, aku sudah dewasa jangan memperlakukan aku seperti anak kecil." Ucap Farel kembali sambil menatap Irma.


Mendengar jawaban dari sang putra membuat Irma merasa sedih. Tapi Irma membetulkan ucapan sang anak, karena sekarang Farel sudah dewasa, malahan sudah menjadi pria dewasa yang sudah siap menikah.


" Oke, Sorry, Mommy tidak akan melakukannya lagi." Ucap Irma." Kamu Keman Rel, kenapa Selama dua Minggu kamu tidak pulang." Tanya Irma mengulang pertanyaan kembali.


" Perkejaan ku banyak Mom, Makanya aku tidak pulang. Aku berada di apartemen makanya aku tidak pulang." Jawab Farel beralasan membuat Irma mengangguk mengerti.


Farel mengarahkan pandangannya kearah Sang Daddy yang sedang duduk di sofa sambil memperhatikan Farel dengan tersenyum. Farel melangkah mendekati Daddy Adrian. Sedangkan Firman dan Denis sedang menyalami Irma.


" Kapan Daddy kembali." Tanya Farel yang sudah duduk di sofa bersebelahan dengan Adrian.


" Seminggu yang lalu." Jawab Daddy Adrian.


" Bukannya, Dad mengatakan kalau akan pulang dua Minggu lagi." Tanya Farel yang mengingat kalau Daddy nya itu baru saja pergi seminggu yang lalu tapi ini kenapa sekarang Daddy nya itu mengatakan kalau Daddy Adrian sudah pulang seminggu yang lalu. Itu artinya Daddy cuman beberapa hari saja di sana.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan dari Farel membuat Daddy Adrian menggelengkan kepalanya." Apa kamu lupa Boy, kalau kamu sudah dua Minggu tidak kembali ke mansion karena urusan mu." Jawab Daddy Adrian mengingatkan.


Farel yang di ingatkan, mulai mengingat kalau ternyata Ia telah kritis satu Minggu dan harus menjalani pengobatan seminggu lagi. yang artinya Ia berada di rumah sakit selama dua Minggu. Ternyata seminggu yang lalu Daddy sudah pulang.


" Maaf Dad, aku lupa." Ucap Farel membuat Daddy Adrian tersenyum.


" Jangan terlalu sibuk dengan pekerjaan mu Boy. Daddy takut kamu tidak akan ada waktu untuk bersama dengan Daddy dan juga mommy." Ucap Daddy Adrian mengingatkan membuat Farel mengangguk." Cepatlah selesaikan masalah mu, karena Daddy tidak suka dengan masalah yang satu itu." Ucap Daddy Adrian mengingatkan.


Ya Daddy Adrian sudah tahu kalau Farel adalah Mafia. Sebenarnya Daddy Adrian tidak mengijinkan kalau Farel masuk ke dunia gelap itu. Tapi karena itu adalah keinginan Farel dan Farel juga memiliki maksud tertentu masuk kedalam dunia gelap itu, membuat Adrian menyetujui permintaan dari putra nya.


" Aku akan berusaha untuk menyesuaikan nya Dad."Jawab Farel. Sedangkan Daddy Adrian hanya mengangguk mengerti.


Irma yang dari tadi mendengarkan obrolan kedua pria itu merasa jadi bingung, apa sih yang mereka bahas." Apa sih yang kalian bahas, kayaknya serius betul." Tanya Irma yang membuat beberapa pria yang berada di ruangan situ melihat ke arahnya.


" Cuman bisinis Mom, tidak ada yang lain." Jelas Daddy Adrian memberikan alasan agar istrinya itu percaya. Karena mana mungkin ia mengatakan kalau Farel punya urusan dengan dengan dunia gelap Mafia.


Sedangkan Irma hanya mengangguk mengerti walaupun ia merasa ragu dengan jawaban sang suami." Terserah kalian, Mommy tidak terlalu paham dengan bisnis." Sahut Irma mengatakan sejujurnya kalau dirinya memang tidak terlalu paham dengan yang namanya bisinis. Irma mendudukkan tubuhnya di sofa berhadapan dengan suami dan juga anaknya.


Sedangkan Denis dan Firman sedang menyalami Daddy Adrian.


" Firman, kamu begitu sangat sibuk sampai jarang ke mansion." Ucap Daddy Adrian menatap Firman yang sudah duduk di sofa.


" Maaf paman, aku terlalu sibuk dengan pekerjaan ku sekarang." Jawab Firman. Membuat Daddy Adrian mengangguk mengerti.


" Kalian terlalu sibuk. Sampai sampai membuat kalian melupakan waktu istirahat kalian." Sambung Denis yang sudah duduk di sebelah Irma. Entahlah ada apa dengan pria yang satu itu, tapi Denis paling senang setiap menyambung ucapan orang.


Sedangkan orang orang yang berada di ruangan itu hanya menggeleng melihat sifat Denis." Dad, kenapa Daddy ngga tanyakan kabarku, bukannya aku juga sudah menghilang selama dua Minggu ini." Tanya Denis membuat orang orang melihat kearahnya.


" Kalau lo masih berkumpul disini, itu artinya lo masih hidup." Jawab Farel ketus membuat orang orang yang berada di ruangan itu tertawa.


" Ada ada perayaan mu Nis. Pokoknya Lo persis seperti anak kecil." Sambung Firman sambil mengejek.


Harap bijak dalam membaca karena Banyak typo yang bertebaran.


Jangan lupa like komen dan vote nya.

__ADS_1


__ADS_2