Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam

Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam
Bab 62


__ADS_3

Mencintaimu dalam gelapnya malam.


Nabilah menatap ruangan dengan desain sebuah kartun yang terkenal. Kartun bergambar kucing berwarna biru yang tidak memiliki kuping, bahkan disebelah itu ada anak laki-laki yang mengunakan kaca mata.


" Apakah aku mengajari seorang murid laki-laki yang menyukai anime ini." Gumam Nabila menatap ruangan yang terlihat mewah itu, hanya saja dengan warna yang sangat terang. Bahkan memiliki motif kartun. Mungkini kartun di dalam kamar itu, adalah kartun kesukaan dari murid nya kali ini. Nabilah meneliti setiap sudut ruangan, dengan pandangannya, untuk mencari sebuah foto, yang mengabarkan seperti apa rupa anak yang akan dia ajari hari ini. Tapi dari setiap sudut ruangan itu dia tidak menemukan foto sama sekali.


Saat sedang menatap ruangan itu. Suara pintu yang terbuka, berhasil mengalihkan pandangan Nabila, yang tadi sedang meneliti ruangan itu, beralih kearah pintu yang terbuka, dan Nabila bisa melihat, Kalau orang yang masuk kedalam kamar adalah pria dewasa, dengan postur tubuh yang tinggi, dan juga badan yang besar, seperti atlit.


Nabilah yang melihat pria itu langsung di buat diam. Bukan karena postur tubuhnya atau wajahnya, yang berhasil membuat Nabila terdiam. Melainkan melihat penampilan pria itu, yang terlihat seperti anak kecil.


Bagaimana Nabila tidak berpikir seperti itu, kalau dia melihat penampilan pria didepannya seperti anime yang berada didalam gambar. Bocah laki-laki yang memakai kaca mata bulat dan berdiri disebelah kucing biru yang tidak memiliki kuping. Pria itu terlihat sama persis seperti anime dalam gambar.


" Astaghfirullah, aku melihat hantu atau apa sih. Kenapa penampilan sama persis seperti didalam gambar." Batin Nabila menatap pria itu, bergantian kearah gambar anime yang terkenal di Jepang." Ini sangat menjijikkan." Batin Nabila kembali yang merasa geli dengan penampilan pria dewasa didepannya. Bagaimana Nabila tidak ilfil, melihat penampilan pria itu. Kalau penampilan sama persis seperti bocah laki-laki yang terlihat polos.


Baju koas berlengan pendek berwarna kuning, celana pendek berwarna hitam yang panjangnya sampai di atas lutut. Bahkan pria itu juga mengunakan kaca mata bulat yang tebal dan juga gaya rambut yang sama persis seperti didalam kartun.


" Mmmommyyy." Teriakan pria dewasa itu berhasil menyadarkan Nabila dari keterdiamnya, Bahkan Nabilah dibikin kaget dengan teriakan pria dewasa itu.


" Astaghfirullah, aku seperti mendengar pendemo yang sedang berteriak." Gumam Nabila mengelus dadanya.


" Hay, kakak siapa. Kenapa bisa berada didalam kamarku." Nabilah dibikin mengangah oleh pria dewasa didepannya, saat memanggilnya dengan panggilan kakak. Bahkan nada suaranya seperti anak kecil yang terlihat lucu dan polos, suara khas bocah polos yang mungkin masih berusia enam tahun. Walaupun suara itu terdengar sangat polos, tapi suara khas pria dewasa masih terdengar sedikit.


" Harusnya aku bertanya. Siapa kamu, dan Kenapa kamu berada didalam kamar ini, lalu kenapa kamu memangil ku dengan panggilan kakak, padahal jelas-jelas disini kamu yang sudah tua." Bukannya menjawab Nabila malah balik bertanya, bahkan dengan berani mengomeli pria didepannya. Karena sudah memanggilnya kakak, padahal jelas-jelas disini dia yang masih muda daripada pria didepannya.

__ADS_1


Sedangkan pria dewasa itu, yang mendengar omelan Nabila, bukannya balik marah. Tapi matanya langsung berkaca-kaca seperti orang yang mau menangis, dan sedetik kemudian.


" Hhuuuuuaaaa, mommy, Jackie, dimarahin oleh kakak ini." Yap, pria dewasa itu langsung menangis saat mendengar omelan Nabila. Bahkan dia menangis sangat kencang, membuat Nabila yang berada didalam kamar itu, langsung menutup kuping nya mengunakan kedua tangannya, bahkan beda yang tadi sempat dia pegang langsung di jatuhkan kelantai, sangking berisiknya.


" Ya ampun, suaranya seperti sangkakala yang bertiup. Ya Rabb, cobaan apakah ini. Kenapa pria aneh ini berada disini." Gumam Nabila yang masih menutup kuping nya mengunakan kedua tangannya.


" Huuuuaaa, mommy, Daddy." Tangisnya semakin kencang, menggelegar didalam kamar itu, rasanya kamar itu seperti ingin pecah saja, karena suara dari pria dewasa didepannya.


Sampai suara pintu yang terbuka berhasil mendiamkan pria dewasa itu. Nabilah maupun pria dewasa itu, sama-sama melihat kearah pintu.


" Untung saja dia berhenti, kalau tidak. Mungkin telinga ku sudah pecah." Gumam Nabila yang sudah melepaskan kedua tangannya, yang tadi menutupi kedua kuping nya. Lalu berdiri tegak untuk menatap orang yang berhasil mendiamkan pria dewasa, tapi cengeng seperti anak kecil.


Saat orang itu sudah masuk, Nabila bisa melihat dengan jelas, kalau orang yang masuk kedalam kamar, adalah wanita paruh baya. Mungkin usianya sekitar lima puluh tahunan.


" Cup-cup, jangan nangis anaknya mommy. Mommy sampai melupakan, kalau mommy belum mengenalkan seseorang ke Jackie." Pria yang ternyata bernama Jackie, melepaskan pelukannya, lalu menatap ibunya yang jauh lebih pendek darinya, karena pria itu memiliki postur yang lebih tinggi.


" Apa itu mom." Wanita paruh itu menoleh kearah Nabilah, sambil menarik tangan putranya itu, melangkah kearahnya.


" Jackie, perkenalkan, Kakak ini adalah guru les barumu." Ucap wanita paruh baya, yang terlihat gembira saat memperkenalkan Nabilah.


" Guru les nya." Beo Nabilah, kebingungan saat mendengar ucapan wanita paruh baya itu. Dia belum mengerti, sebenarnya apa yang telah terjadi." Bukannya aku datang kesini untuk mengajari anak-anak, bukan pria dewasa." Gumam Nabilah yang masih bisa didengar oleh wanita paruh baya, yang menanggapi nya sambil tersenyum.


Sedangkan Jackie, terlihat tidak suka saat mommy nya itu mengenalkannya pada Nabilah." Tapi mom, Jackie tidak suka padanya. Dia jahat, tadi saja dia memarahi ku. Aku mau guru baru. Tapi bukan dia." Rengek Jackie dengan wajah polosnya, sambil menatap Nabilah dengan tidak suka.

__ADS_1


" Jackie, jangan ngomong kayak gitu. Kakak ini baik, Iyakan Miss." Nabilah hanya mengangguk sambil tersenyum terpaksa. Sebenarnya Nabila ingin mengatakan tidak saat wanita paruh baya itu bertanya, tapi mengingat seperti apa tangisan pria dewasa itu, membuat Nabilah memilih mengangguk mengiyakan.


.


.


" Saya sampai lupa memperkenalkan diri saya nona Nabilah. Perkenalkan, saya Arfora Anthony, dan pria dewasa tadi adalah putra saya, namanya Jackie Anthony." Ucap wanita paruh baya itu memperkenalkan dirinya, dan juga putranya." Maaf nona Nabilah, saya mungkin telah membohongi anda, dengan menyuruh anda untuk datang kesini. Tapi saya melakukan ini semua, demi putra tunggal saya nona." Nyonya Arfora menatap Nabilah dengan tatapan sedihnya.


" Putra saya terkena Sindrom Peter Pan atau childish. Walaupun tubuhnya sudah beranjak dewasa, tapi sifatnya akan tetap seperti anak kecil, yang tidak akan bisa dewasa.


Saya juga sudah membawanya ke beberapa terapi, untuk mengobati sindrom nya. Tapi setiap dokter yang kami temui tidak bisa membantu keadaan putranya saya." Jelas nyonya Arfora dengan sedih.


𝘚𝘺𝘯𝘥𝘳𝘰𝘮𝘦 𝘭𝘪𝘵𝘵𝘭𝘦 𝘴𝘱𝘢𝘤𝘦 atau 𝘭𝘪𝘵𝘵𝘭𝘦 𝘴𝘱𝘢𝘤𝘦 𝘴𝘺𝘯𝘥𝘳𝘰𝘮𝘦 atau disebut juga sindrom Peter Pan adalah sikap yang orang dewasa yang secara psikologis, sosial, dan seksual tidak menunjukkan kematangan dan kedewasaan. Pada umumnya sindrom Peter Pan terjadi pada laki - laki namun terkadang juga terjadi pada wanita. sindrom Peter pan, bisa di samakan dengan childish. Apa itu Sifat Childish? Sifat childish simple-nya adalah ketika sudah beranjak dewasa, tapi sifatnya masih seperti anak kecil atau sifatnya tidak berkembang. Sifat childish ini kalau dalam bahasan psikologi disebut immature personality disorder.


Penyebab Sindrom Peter Pan, terjadi karena Pola asuh orangtua yang terlalu protektis. Tidak siap untuk memikul tanggung jawab yang besar saat dewasa. Merasa cemas, takut, tidak mampu, dan tidak percaya diri, sehingga pengidap sindrom Peter Pan berupaya melindungi diri dengan bersikap layaknya anak kecil, Sama halnya seperti childish.


Mendengar penjelasan dari nyonya Arfora, membuat Nabilah terdiam, lalu melihat kearah pria dewasa itu yang sedang bermain mobil-mobilan." Pantas saja sifatnya seperti anak kecil, tadi " Batin Nabilah merasa kasian. Nabilah merasa bersalah tadi, karena mengagab pria itu adalah pria aneh. Padahal sifatnya itu, karena dia memiliki kekurangan.


" Nona Nabilah, apakah anda bersedia untuk menjadi guru les putra saya."


Nabilah menatap nyonya Arfora. Sebenarnya, dia bingung, apakah dia bisa atau tidak. Mengingatkan Nabilah hanyalah guru les bukan ahli terapi untuk kebutuhan kusus seperti anaknya nyonya Arfora." Tapi nyonya, saya hanya guru les, dan mungkin saya tidak akan bisa membantunya untuk sembuh seperti keinginan anda." Ucap Nabilah, mengutarakan apa yang membuat dia ragu untuk menerima tawaran ini, mengingat murid yang dia akan ajari, bukan murid seperti biasanya.


" Walaupun dia tidak akan bisa normal seperti pria lainnya, tapi keinginan saya hanya satu nona Nabilah. Melihat dia bahagia. Mungkin dengan dia bahagia, bisa mengurangi kesedihan saya, yang sering melihat dia bersedih. Karena di mansion ini, putra saya hanya sendiri." Lirih nyonya Arfora dengan sedih." Nona Nadilah, walaupun anda tidak menjadi guru lesnya. Tapi bisakah anda menjadi temannya."

__ADS_1


...****************...


__ADS_2