Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam

Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam
Bab 46


__ADS_3

Lampu menyala dan....


Kejutan.


Teriak beberapa orang yang baru saja keluar dari persembunyiannya mereka.


Salsa melihat kalau keluarganya dan juga Tim Nya baru saja keluar dari persembunyiannya dan memberikan nya kejutan.


" Selamat datang kembali di rumah Salsa." Ucap semuanya yang menyebut kedatangan Salsa.


Sedangkan Salsa yang melihat kejutan dari keluarga dan tim nya hanya tersenyum. Pantas tidak ada yang menjemputnya di rumah sakit selain papi nya, ternyata keluarga dan tim nya itu sedang membuat kejutan untuknya.


" Kalian Membuat kejutan untukku." Tanya Salsa membuat orang orang Mengangguk." Tapi kenapa." Tanya Salsa.


Rahma melangkah mendekati Putri nya itu." Karena kami bersyukur kamu sudah sembuh dan bisa berkumpul bersama kami." Jawab Rahma dengan tersenyum lalu memeluk tubuh Salsa yang masih berada di atas kursi roda.


Mendengar Jawaban dari sang bunda membuat Salsa terharu. Sekejam kejam nya Salsa terhadap musuh tapi kalau sudah di berikan kejutan, pasti dia akan merasakan rasa terharu. Terlebih lagi usianya yang masih muda membuat jiwa kekanak-kanakan nya selalu timbul saat dirinya mendapatkan hal yang membuatnya terharu.


" Makasih bunda." Ucap Salsa di dalam pelukan Rahma. Sedangkan Rahma hanya tersenyum menanggapi ucapan sang anak." Sama sama sayang." Jawab Rahma lalu mencium pipi sang putri.


Semua yang berada di ruangan itu sama sama terharu nya seperti Rahma dan Salsa.


Sampai Nabilah memecahkan Rungan yang penuh haru karena kebahagiaan.


" Katanya juga agen rahasia, tapi masih bisa nangis juga ya Lo." Sindir Nabila sambil menatap Salsa.


Salsa yang mendengar sindiran dari Nabila melepaskan pelukannya dari sang bunda Lalu melihat ke arah samping yang terdapat sang Kaka, siapa lagi kalau bukan Nabila.


" Jangan sok tahu ya Lo." Jawab Salsa ketus sambil menatap Kearah Nabila dengan tatapannya.


" Ya Ela ngaku aja susah benget." Sindir Nabila kembali, membuat wajah kesal Salsa semakin terlihat.


" Dasar Kaka yang suka merusak suasana." Gerutu Salsa kesal yang masih terus menatap kearah Nabilah.


Sedangkan orang orang yang mendengar kekesalan Salsa hanya bisa tersenyum.

__ADS_1


Rungan tadi yang penuh haru kerena kebahagiaan kini berganti karena perdebatan keduanya.


" Ya, ampun kalian itu sama seperti tikus dan kucing. Jika tidak bertemu pasti saling merindukan, tapi pas ketemu ujung ujungnya berdebat lagi." Sambung Putra yang dari tadi mendengar perdebatan kedua adik nya, padahal mereka baru saja bertemu setelah dua Minggu berpisah karena Salsa mengalami kritis selama seminggu.


" Ngga usah ikut campur Lo." Ketus keduanya sambil menatap kearah Putra.


Sedangkan Putra yang mendengar ucapan keduanya hanya bisa menggeleng." Pasti aku juga yang kena." Ucap Putra sambil mengusap lebut dadanya.


" Ngga usah ikut derma Lo Put, yang ada makin ribut keduanya." Sambung Jeli membuat Putra menatap ke arah Jeli.


" Benar ucapan Lo Jel, Yang ada makin ribut." Sambung Rizan. Ya pria itu sudah mulai pulih dari luka bakarnya dan sekarang pria itu sudah pulih membuatnya bisa berkumpul bersama dengan keluarga Salsa dan juga Tim nya yang lain.


" Ya, Ela Rizan, Lo juga ikutan nyambung tahu." Ucap Lixar yang mendadak ikutan saat tadi terdiam melihat perdebatan mereka.


" Sepertinya kita akan seperti listrik yang saling menyambung satu sama lain." Ucap Radit membuat semua orang yang berada di ruangan itu mendadak tertawa karena mendengar ucapan dari Radit. Mereka membenarkan ucapan dari Radit barusan.


Rungan itu penuh dengan tawa orang orang yang menyaksikan, kebahagiaan penuh haru dan juga perdebatan berakhir Tawa karena kelakuan orang orang dalam ruangan itu.


Sedangkan Salsa dan Nabilah yang melihat orang orang di sekitar mereka tertawa hanya bisa menunduk malu, karena perdebatan mereka di saksikan oleh Tim Not visible.


" Tata, udah. Aptah tita tidat dadi nenatutan atananya.( Kaka, Bunda. Apakah kita tidak jadi melakukan acaranya )." Tanya bocah laki-laki yang dari tadi menyaksikan para orang dewasa sampai sampai melupakan kalau dirinya berada di ruangan itu. Bocah kecil itu hanya duduk di atas sofa dengan tenangnya tanpa bersuara, saat orang orang dewasa itu membahas diri mereka sendiri. Sampai rasa bosan yang membuat nya bersuara.


Orang orang yang berada di ruangan itu menepuk jidat mereka pelan karena melupakan kalau di situ terdapat satu malaikat kecil yang dari tadi memperhatikan mereka.


Sedangkan Salsa yang tidak bisa menepuk jidatnya karena tangan nya masih di perban hanya bisa menggeleng mengingat kelakuan mereka, yang bisa bisa nya melupakan Azam, bocah laki-laki yang masih berusia dua tahun.


" Ya ampun maaf Sayang, kami melupakan mu." Ucap semua orang yang berada di ruangan itu sambil melihat ke arah Azam yang dari menatap mereka dengan tatapan polos nya.


Burham melangkah mendekati putra kecil nya itu." Anaknya papi, di lupakan ya. kasian banget sih." Ucap Burham sambil mencium pipi pipi gembul Azam secara bergantian.


Orang orang di ruangan itu hanya tersenyum melihat Burham mengendong Azam lalu melangkah ke arah mereka.


.


.

__ADS_1


Keluarga Burham dan juga Tim Not visible, duduk di ruangan keluarga yang begitu sangat besar jadi muat untuk semua orang di sana.


" Apakah Ketua Hendrik dan Kiki tidak datang." Tanya Salsa memperhatikan Tim nya itu seperti ada yang kurang.


Tim Not visible saling menatap satu sama lain.". Tidak Sal, soalnya ketua sedang ada urusan. Tapi kalau Kiki kami tidak tahu dia berada di mana." Jawab Radit.


" Hmm, emangnya Kiki kemana." Tanya Salsa membuat. Rizan, Lixar, Radit, Jeli dan Riko hanya mengangkat bahunya tidak tahu.


" Bagaimana sih kalian, teman satu tim tapi kita tidak saling mengetahui satu sama lainnya." Ucap Salsa seperti kecewa dengan jawaban Tim nya itu. Yang menurut Salsa tidak kompak karena melupakan teman setim nya.


Sedangkan kelima pria itu hanya terdiam tanpa menjawab ucapan dari Salsa.


Rungan yang tadi penuh kebahagiaan kini mendadak hening. Sedangkan Rahma yang melihat itu tampak berfikir agar ruangan itu tidak Haning seperti saat ini.


Sampai Rahma mengingat sesuatu yang belum iya beritahukan itu ke Suaminya atau anak anaknya.


Rahma melangkah meninggalkan ruangan itu, Melangkah masuk kedalam kamarnya, lalu kembali keluar Sabil membawa sebuah kota yang berukuran kecil.


" Mas." Panggil ramah membuat Burham melihat ke arah istrinya itu.


" Iya sayang." Jawab Burham." Ada apa sayang." Tanya Burham menatap ke arah istrinya.


Salsa, Putra, Nabila dan Tim Not visible melihat ke arah Rahma. Karena mereka penasaran tentang apa yang akan Rahma berikan karena mereka melihat kotak yang sedang mereka bahwa.


" Aku punya hadiah untuk mas dan anak anak." Ucap Rahma dengan senyumannya membuat semua orang di ruangan itu mendadak menjadi penasaran.


Rahma memberikan kotak kado itu kepada Burham." Apa ini sayang." Tanya Burham bingung.


" Buka dulu mas." Jawab Rahma tanpa memberikan jawaban.


Burham yang mendengar ucapan sang istri membuka kotak kecil itu. di dalamnya Burham melihat sebuah Foto USG.


" Apa ini sayang." Burham mengamati Foto USG itu dan mereka yang berada di ruangan itu bisa melihatnya.


Salsa yang melihat itu langsung membulatkan matanya dengan binar bahagia." Apa bunda hamil lagi." Tanya Salsa membuat semua orang melihat ke arah Rahma.

__ADS_1


Termasuk Burham yang mendengar itu mendadak terdiam lalu menatap istrinya itu." Benar sayang kamu hamil." Tanya Burham memastikan, membuat Rahma mengangguk.


" Subhanallah, puji syukur kepada Allah." Ucap Burham yang langsung terduduk di lantai lalu bersujud menghadap kiblat. Bersyukur karena di usianya yang sudah tidak muda lagi, Burham masih bisa di berikan seorang anak.


__ADS_2