
Setelah dokter memeriksa kondisi Farel yang sudah mulai membaik, Kini Farel sudah di pindahkan di ruangan rawat, Walaupun masih memiliki luka yang masih belum sembuh di tubuhnya yaitu di bagian perut nya.
Rungan yang terlihat sangat mewah padahal Farel berada di rumah sakit, Rungan itu berkesan seperti rumah sendiri di bandingkan rumah sakit, Karena memiliki Rungan yang besar dan juga mewah.
Rungan yang besar itu hanya terdapat tiga orang pria, Yaitu Firman, Denis dan juga Farel.
Farel yang sedang berbaring di atas ranjang rumah sakit dengan punggung yang di sandarkan, Sedangkan pandangannya tertuju ke arah dua orang pria yang tidak lain adalah sahabatnya berserta tangan kanannya.
Bagaimana dengan kedua pria itu, Mereka hanya diam sambil bergulat dengan pikiran mereka sendiri.
Farel berdehem, memecahkan Rungan yang hanya hening tanpa suara. Padahal satu jam yang lalu Rungan itu tampak heboh karena kelakuan dua sahabatnya itu.
" Apakah kalian akan diam terus seperti itu" Tanya Farel sambil melirik ke arah kedua sahabatnya itu yang dari tadi diam.
" Mau ngomong apa juga Rel, ujung ujungnya bahas kerjaan " sambung Denis yang merasa kesal dengan Farel.
Denis begitu sangat kesal ke Farel, Karena baru sadar dari komanya dia langsung menanyakan seperti apa keadaan kantor nya sekarang, Dari pada ke keadaannya Selama dia tidur. Atau menanyakan soal orang tuanya yang selama Farel tidur selalu menanyakan nya.
Bagaimana dengan keadaan kantor sekarang. Apakah baik baik saja Denis
pertanyaan Farel begitu tercetak jelas di ingatan nya.
Seharusnya orang yang baru sadar dari kritisnya menanyakan ' aku dimana ' bukan soal pekerjaan kantor.
Denis bingung, Apakah bos dan Kaka angkat nya itu adalah kakaknya, Atau roh orang lain yang sengaja masuk di dalam tubuh Farel, Sedangkan roh Farel masih terjebak di dalam mimpi.
Membayangkan itu saja Denis merasa ngeri sendiri. apalagi benar benar terjadi.
" Bagaimana dengan kamu Firman " Tanya Farel sambil melirik ke arah Firman.
__ADS_1
" Jawabanku sama seperti Denis, Kamu terlalu mementingkan pekerjaan mu di bandingkan keselamatan mu " Jawab Firman yang tidak kalah kesalnya " Percuma kami mengawatirkan mu sedangkan orang yang di khawatirkan masa bodoh dengan kesehatannya dan juga keselamatan nya, Terus yang di tanyakan juga hal lain."
Firman masih ingat saat Farel Sadar dari kritisnya, Hal kedua yang dia cari adalah.
Di mana wanita itu.
Ya wanita yang Farel selamatkan dari dekapan Jack saat masih di markas.
Dimana wanita itu, Apakah dia baik baik saja.
Pertanyaan Farel masih jelas di ingatan nya, Padahal wanita itu jelas jelas telah di bawah pergi oleh beberapa orang pria dan itu semua jelas di mata Farel, Termasuk dirinya.
" Gue menanyakan hal itu, Karena kedua hal itu sangat penting " Jelas Farel. yang membuat mereka berdua membetulkan ucapan dari Farel. Memang kedua pertanyaan dari Farel itu ada benarnya juga.
" Jika kedua pertanyaan mu Sangat penting untukmu, Tapi kenapa kamu membawa wanita itu, Apakah dia penting untukmu, Sedangkan wanita itu baru sekali kau temui dan kamu tidak mengenalnya " Pertanyaan yang hampir satu Minggu di tahan akhirnya Firman keluarkan, Karena dirinya begitu sangat penasaran dengan wanita itu dan ada hubungan apa antara Farel dan wanita itu.
Sampai sadar dari kritisnya pun iya tanyakan.
" Wanita itu sangat penting untukku, Mengenalnya atau tidak itu urusan ku walaupun baru sekali aku bertemu dengannya "
Jawab Farel. Jawaban dari Farel seakan akan menyembunyikan sesuatu yang mereka tidak tahu
" Terserah Lo Rel, Itu bukan urusan kami, ya kan Denis " Ucap Firman yang melirik ke arah Denis yang hanya mengangguk setuju.
" Setelah aku mendapatkan indentitas dari wanita yang pernah menyelamatkan ku dan identitas wanita yang menabrak ku waktu itu, Aku akan menyamakan indentitas mereka, Apakah mereka sama atau tidak. Jika mereka sama artinya wanita yang aku bantu malam itu adalah Kalifah " Batin Farel, Walaupun Farel tidak yakin, Tapi Farel harus mencari tahu terlebih dahulu. Jika mereka sama artinya wanita yang pernah menolong nya di malam itu dan wanita yang Farel tolong kemarin adalah sama, Bisa saja mereka orang yang sama tapi belum tentu dia Khalifa, Walaupun memiliki kalung yang pernah Farel berikan itu ke pada sahabat kecilnya.
Farel hanya ingin tahu siapa sebenarnya wanita itu. Bisa saja kan dia benar benar Kalifah, Gadis kecil yang dia cari.
.
__ADS_1
Rungan itu kembali hening karena mereka kembali ke pikiran mereka sendiri.
" Apakah kalian sudah mendapatkan indentitas dari kedua wanita itu " Tanya Farel melihat ke arah keduanya.
sudah.
belum.
Ucap keduanya membuat Farel bingung.
Bagaimana tidak bingung, Firman mengatakan belum. Sedangkan, Denis mengatakan sudah.
" Yang betul di mana sih " Tanya Farel.
Keduanya.
Jawab mereka berdua.
" Jelaskan dengan jelas dan mudah di pahami "
" oke, gue akan menjelaskan dengan mudah dan di pahami " sambung Firman.
**bersambung
banyak typo yang bertebaran.
maaf baru up, soalnya author masih kurang sehat.
insyaallah besok up Lagi.
__ADS_1
salam manis dari author 😉**