Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam

Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam
bab 7


__ADS_3

Orang akan bertanya siapakah Salsa sebenarnya. Kenapa Gadis yang satu itu penuh dengan rahasia, Siapakah dia kenapa gadis itu penuh dengan Misteri.


Salsa mengendarai motornya dengan kecepatan di atas rata-rata.


menuju kesebuah kafe yang terletak di sekitar situ.


Tidak berselang lama Salsa sudah sampai di kafe tempat dia membuat janji bersama dengan timnya.


Selesai memarkirkan motornya Salsa memasuki kafe itu. Dia bisa melihat beberapa pria yang sudah menunggunya dari tadi.


Salsa melangkah mendekati beberapa Pria itu." Maaf guys gue telat." Ucap Salsa yang sudah mendekati ke lima pria itu.


Lima pria itu melihat kearah Salsa. Gadis yang dari tadi mereka tunggu, akhirnya datang juga." Tidak apa Sal, asal Lo udah datang." Jawab Pria yang bernama Kiki, yang membuat para pria lainnya mengangguk membenarkan ucapan dari Kiki.


" Lo duduk dulu." Suruh pria satunya, yang bernama Radit, sambil mempersilahkan Salsa untuk duduk di kursi.


Lalu kelima pria itu, menatap kearah Salsa.


" Sal, Lo udah dapat bukti belum semalam." Tanya pria lainnya, yang bernama Riko, saat melihat salsa yang sudah duduk di kursi berhadapan dengan mereka semuanya.


" Belum." Jawab Salsa menggelengkan kepalanya.


" Ko belum," Tanya pria lainnya, yang bernama Rizan." Bukanya lo di tugaskan semalam untuk mengintai mereka." Tanya Rizan heran.


Riko memukul lengan Rizan, yang membuat sang pemilik lengan meringis." Lo kira mengintai mereka kaya lo mengintai hewan apa, Mengintai mereka itu butuh nyawa bro, sekali ketahuan bukan nya di lepas tapi bakalan nyawa yang lepas di tubuh kita, masih untung Salsa bisa pulang setelah mengawasi mereka." Tegur Riko tidak suka dengan ucapan Rizan barusan." Lo harus ingat di antara tim kita hanya Salsa yang berani masuk di markas mereka secara terang terangan." Ucap Riko kembali, yang mendapatkan anggukan setuju dari ketiga pria lainnya.


Sedangkan Rizan hanya diam setelah mendengar ucapan dari sahabatnya itu. Setelah itu keempat pria itu menatap kearah Salsa. Mereka meminta penjelasan soal semalam yang katanya Salsa hampir tertangkap oleh musuh." Gue semalam hampir ke tahunan maka dari itu gue menyimpan bukti itu agar aman." Jelas Salsa." Padahal buktinya udah gue temuin, Tapi ngga tahu kenapa mereka berhasil menemukan gue. Untung gue masih bisa kabur dan selamat."


" Wat, kenapa bisa " Tanya mereka secara bersamaan.


" Ngga usah lebay juga kali." Ucap Salsa memutar bola matanya malas, melihat tingkah satu timnya itu.


" Jadi Lo udah ketahuan sal." Tanya Jeli memastikan.


" Salsa ngomong hampir ketahuan bukan sudah ketahuan." Sambung Kiki membenarkan, yang membuat Jeli mengangguk mengerti.


" Apa malam ini, lo akan mengawasi mereka lagi Sal." Tanya Rizan


" Ya, begitulah."


" Sal, apa Lo ngga takut kalau Lo sampai ketahuan sama mereka, seperti semalam." Tanya Radit yang memikirkan bagaimana jika sahabatnya itu kembali tertangkap oleh musuh mereka.


" Takut ngga takut ya gue harus jalani, apa lagi ini sudah tugas gue yang di suruh sama ketua untuk mengintai mereka setiap malam." Jawab Salsa. Sebenarnya dalam lubuk hatinya salsa merasa takut ketahuan oleh musuh karena mengintai markas musuh, apalagi yang dia intai adalah mafia yang terkenal kekejamannya.


Jika ketahuan, pasti anak buah dari mafia itu tidak akan sungkan sungkan membunuh orang yang telah mengusik dan ikut campur dalam urusan mereka, apalagi sang pengintai seperti Salsa yang begitu di cari oleh mafia tersebut.


Salsa adalah wanita pertama, dan paling mudah yang berani mengusik mafia itu.


Sudah beberapa kali Salsa hampir ketahuan, Tapi karena kepintarannya dan juga kelincahannya dia selalu terbebas dari jeratan mafia itu, tanpa meninggalkan jejak satu pun yang membuat mafia itu senang untuk mencari nya.


Salsa juga akan terus di cari dari siang sampai malam tapi ketua mafia itu tidak pernah menemukan jejak Salsa. Walaupun mereka sudah mencari ke mana mana.


Karena kepintaran itulah, yang membuat para teman satu tim Salsa merasa baga terhadap Salsa yang begitu sangat pintar dan lincah yang membuat para mafia itu kewalahan untuk mencari nya.


Padahal mereka tahu kalau Salsa lah yang paling mudah dari tim mereka, Apalagi usia nya masih 18 tahun yang belum mengerti tentang kabur dari musuh. Tapi berbeda dengan nya, Salsa begitu sangat pintar untuk bisa lolos dari banyaknya musuh.


" Lo masih muda, tapi Lo udah berani mengintai mereka, kalau kami mungkin tidak seberani Lo." Ucap jeli salut dengan kemampuan Salsa. Walaupun Salsa, hanyalah seorang wanita dan usianya masih terbilang muda, tapi dia sudah berani mempertaruhkan nyawanya hanya ingin menangkap mafia yang terkenal kekejamannya. Agar bos dari mafia itu mendapatkan hukuman yang tepat karena menjual obat terlarang, senjata ilegal dan juga menjual organ tubuh manusia. Bukan hanya itu mafia itu juga telah banyak membunuh orang termasuk kaum wanita.


Setiap kaum yang tertangkap, pasti wanita itu akan di p*r**sa dan langsung di bunuh begitu saja, Sedangkan mayat para wanita itu entah mereka buang kemana


" Walaupun masih muda tapi Salsa sangat berani. Kalau wanita lain, yang berada di posisi Salsa, mungkin mereka sudah menangis karena ketakutan, bahkan mereka akan pingsan. Tapi berbeda dengan Salsa begitu berani melawan para mafia itu." Sambung Radit, yang juga kagum dengan keberanian Salsa.


" Biasa aja." Potong Salsa tidak suka kalau dirinya terlalu banyak di puji oleh teman satu tim nya. Karena Salsa merasa kalau dirinya biasa saja, kenapa harus di puji.


Sedangkan Kelima pria itu yang mendengar ucapan dari Salsa hanya tersenyum.


" Sal,"


" Hmm."


" Sal, bagaimana sih lo bisa masuk dalam agen rahasia, sedangkan lo yang terbilang paling mudah di antara kami semua disini." Tanya Jeli yang memang penasaran soal Salsa yang bisa masuk dalam agen rahasia sedangkan umurnya yang masih terbilang masih begitu sangat mudah. kalau di bilang sih masih bocil.


" Padahal umur lo baru delapan belas tahun, tapi lo berani masuk ke agen rahasia." Sambung Rizan yang memang penasaran dari awal Salsa masuk kedalam Tim Not Visible.


" Apa Lo ngga merasakan takut kalau nanti lo ketahuan, suatu saat nanti." Tanya Kiki.


" Kalian ini, wartawan apa Tim Not Visible sih, sekali bertanya langsung semua." Tanya Salsa kesal dengan pertanyaan satu timnya itu. Apalagi mereka bertanya hampir semuanya dan itu memiliki pertanyaan yang berbeda beda, hal itu yang membuat Salsa kesal karena bingung mau menjawab yang mana dulu." Coba satu-satu dulu, kalau mau bertanya. Biar gue bisa langsung jawab pertanyaan kalian semua."


Sedangkan kelimanya hanya terkekeh


" Hehehe, Maaf Sal soal nya kami kepo sih." Jawab ke limanya sambil terkekeh.

__ADS_1


" Hmm." Jawab Salsa bergumam.


Salsa mengingat pertama kalinya dia pindah di negara ini. Baru satu minggu Salsa tinggal di negara itu, dia sudah di suguhkan dengan keadaan yang begitu berbahaya, yang membuat emosi Salsa langsung naik.


Walaupun Salsa selalu di temani oleh para bodyguardnya. Tapi Salsa sering kali lari dari mereka secara diam-diam.


Sampai satu kejadian saat dia masuk ke tempat yang membuat dia ingin menghapus dan mencari tau siapa mafia itu.


Kejahatan yang di lakukan geng mafia itu


membuat Salsa begitu marah rasanya ingin memasukkan mereka semua kedalam penjara karena telah berani menodai dan membunuh seorang wanita muda dan Salsa melihat itu semua di depan matanya.


Karena saat itu ia mengikuti para anak buah mafia itu, saat membawa beberapa wanita masuk ke dalam markas mereka.


Salsa begitu sangat marah melihat pria br*ng*ek itu. Rasanya Salsa ingin keluar dari tempat persembunyiannya, tapi tidak bisa, karena dia hanya sendiri sedangkan para bodyguard nya sudah dia tinggal entah dimana.


Dua bulan saat Salsa berhasil selamat dari kejadian itu. Bahkan Salsa banyak melihat kejahatan, yang terpampang jelas di matanya. Membuat ia berlatih ilmu bela diri dan juga latihan cara menembak.


Hanya di butuhkan waktu dua bulan berlatih Salsa sudah mahir dalam melakukan semuanya.


Hebat, ya karena Salsa mempunyai keinginan ingin menghapus mafia dark black yang membuat dia bisa menghafal semua. Dan berkat bantuan Putra juga ia bisa masuk kedalam agen rahasia Not Visible, Menjadi yang paling mudah dari mereka semua atau menjadi wanita pertama, dan paling mudah mengikuti agen rahasia.


Karena Salsa yang paling mudah dan mahir dalam hal menyamar dan teknik bersembunyi, membuat pemimpin atau ketua mereka menyuruh Salsa untuk selalu mengawasi anggota mafia Dark Black, dan mencari bukti tentang kejahatan mereka semua. Agar anggota mafia itu mendapatkan hukuman yang tepat dari pemerintah.


" Sal, kenapa lo melamun." Tanya Radit, yang melihat kearah Salsa yang dari tadi diam tidak menjawab pertanyaan dari mereka.


Sedangkan Salsa yang mendengar namanya di panggil tersadar dari lamunannya.


" Ya kenapa." Bukanya menjawab Salsa malah kembali bertanya.


" Melamun kaya nya ini bocah." Canda Kiki sambil geleng-geleng yang mendapatkan anggukan dari keempat pria itu yang sama-sama menatap kearah Salsa.


" Orang di tanyain malah balik nanya" Sambung Radit.


" Lo belum jawab pertanyaan kami semua." Jawab Rizan, yang membuat Salsa mengerti.


Salsa tersenyum." Biarlah itu semua menjadi rahasia gue." Jawab Salsa sambil tersenyum


Yang membuat kelima pria itu, hanya saling pandang satu sama lai', Setelah mendengar jawaban dari Salsa yang ternyata ' rahasia '.


" Kalau Gue tau rahasia mending gue ngga usah ikut bertanya." Batin Kiki, jeli, dan Rizan secara bersamaan, sambil menatap Salsa yang dari tadi tersenyum.


" Dari pada kebanyakan nanya lebih baik kita makan dulu." Ajak Salsa yang melihat Tim Not Visible sedang menatap kearahnya. Salsa tahu kalau mereka pasti sedang kesel karena jawaban nya tadi.


" Sal, buat kami gratis ya." Tanya Radit setelah mendengar nama makanan.


" Inikan kafe lo Sal, Jadi buat kami gratisan gitu." Sambung Riko yang dari tadi diam.


" Iya Sal untuk kami gratis dulu." Sambung Jeli yang ikut-ikutan minta gratisan.


" Anggap saja, ini kafe kedatangan tamu penting seperti kami."Ucap Kiki yang di setujui oleh keempat pria lainnya.


" Apalagi tamunya setampan kami, mungkin nanti kafe lo makin ramai, karena ke datangan kami di sini." Sambung Rizan semakin mendukung saran dari yang lainnya, untuk meminta gratisan.


" Pada pede banget sih lo semua, yang ada kafe gue bakalan bangkrut karena ke datangan kalian di sini hanya minta gratisan." Jawab Salsa malas mendengar permintaan teman satu tim nya itu." Percuma ganteng makan nya minta gratisan di kafe orang."Sindir Salsa menatap kearah teman satu tim nya, satu persatu, yang dari tadi tersenyum sambil memasang tampang polos nya.


" Cuman sesekali, Sal." Ucap Riko yang sangat menanti hal gratis itu karena dia tidak akan mengulurkan uang lagi untuk makan siang hari ini.


" Kalian bukan sesekali, Tapi sudah sering kali datang di kafe gue hanya minta gratisan. Mentang-mentang gue pemilik kafe ini." Ucap Salsa kesal mengingat kalau teman satu tim nya datang di kafe nya saat akan meminta gratisan seperti hari ini.


" Kalian kenapa diam." Tanya Salsa. Perbincangan mereka langsung di potong oleh pria yang baru saja masuk kedalam kafe tempat di mana mereka sedang berbincang.


" Nih aku yang bayarin makan mereka semua." Ucap pria itu.


Salsa dan Tim Not Visible melihat kearah pria itu, Pria yang baru datang bergabung dengan mereka."


" Ketua." Ucap Salsa terkejut karena melihat pemimpin Not Visible datang di kafenya.


Sedangkan kelima pria itu tampak senang saat kedatangan pria itu. Mereka memperlihatkan senyum bahagia mereka.


" Thanks ketua." Ucap mereka berlima karena mendapat makanan gratis dan itu langsung di bayar oleh ketua mereka sendiri.


" Iya sama-sama." Jawab pria itu yang sering di panggil ketua Hendrik oleh Tim not visible.


" Ketua silahkan duduk dulu." ucap Salsa mempersilahkan ketua mereka untuk duduk di kursi berdekatan dengan tim not visible.


" Thanks Sal." Ucap Hendrik tulus sambil tersenyum melihat ke arah Salsa.


" Sama sama ketua." Balas Salsa sambil tersenyum.


Lalu Salsa melihat kearah pelayan wanita." Ana." Panggil Salsa kearah pelayan wanita itu.

__ADS_1


" Iya nyonya." Jawab Ana, sambil melangkah mendekati Salsa dan Tim not visible.


" Ana, Ngga usah panggil gue kaya gitu panggil gue aja Salsa." Tegur Salsa yang tidak terima kalau ia di panggil nyonya oleh pelayan yang bekerja di situ, Walaupun Salsa sang pemilik kafe disitu.


" Tapi." Ucapan Ana langsung di potong oleh Salsa.


" Ngga ada tapi tapian " Potong Salsa tidak mau di Bantah. Sedangkan Ana hanya mengangguk pasrah.


Salsa melihat kearah tim nya." Kalian semua mau pesan apa." Tanya Salsa ke tim not visible.


" Menu yang seperti biasa." Jawab Mereka.


Salsa mengangguk mengerti. Salsa melihat ke arah Ana." Ana seperti yang biasa ya." Ucap Salsa.


" Kalau ketua apa." Tanya Salsa melirik kearah Hendrik.


" Samakan saja seperti pesanan merekam." Jawab Hendrik.


" Ana semua di samain aja ya."


" Baik Sal." Jawab Ana, yang kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka, setelah tau apa saja pesanan dari mereka semua.


Kini tigal Salsa dan Tim not visible. Mereka tau kalau kedatangan Hendrik pasti ingin membahas soal penting.


Hendrik menatap kearah Tim not visible, satu persatu." Ada hal penting yang ingin saya kasih beritahukan kepada kalian semua disini." Ucap Hendrik membuka suara, sambil melirik kearah tim not visible secara bergantian.


" Hal penting apa itu ketua." Tanya Radit.


" Saya ingin memberitahukan kepada kalian Tim Not Visible, Malam ini kalian harus menggagalkan rencana dari Mafia Dark Black, yang ingin menyelundupkan obat terlarang. Yang akan dikirim ke negara J." Ucap Hendrik serius menatap Salsa dan tim not visible lainnya.


" Sebagai Rancana yang kita atur beberapa waktu yang lalu kita akan mengunakan rencana itu nanti malam." Sambung Salsa, membuat semua melihat kearah Salsa, termasuk Hendrik.


" Tapi Sal, itu terlalu berbahaya buat lo." Ucap Radit yang tidak setuju dengan rencana Salsa.


" Apalagi mereka telah mengincar lo, sudah sangat lama. Karena selama ini lo selalu berhasil menggagalkan rencana mereka untuk menyelundupkan barang barang terlarang itu." Ucap Rizan khawatir kepada Salsa apalagi rencana yang Salsa pakai begitu sangat berbahaya.


" Iya Sal, itu terlalu berbahaya buat lo." Sambung Jeli yang setuju seperti tim nya yang lain. Yang menolak rencana dari Salsa.


" Bagaimana kalau kami saja yang melakukan rencana itu." Ucap Kiki memberikan saran.


" Kita akan tetap melanjutkan rencana kemarin, dan tidak akan melakukan rencana lain. Aku akan tetap melakukan rencana seperti aku jelaskan kemarin." Ucap Salsa berusaha menyakinkan timnya itu, Walaupun Salsa tau kalau mereka pasti menolak.


" Tapi Salsa itu terlalu berbahaya buat kamu, saya tidak tau apa yang akan terjadi jika kamu tetap melakukan rencana itu " Ucap Hendrik


" Insyaallah tidak akan terjadi sesuatu kepada saya ketua" Jawab Salsa tetap dalam pendiriannya."Jika terjadi sesuatu kepada saya itu artinya sudah takdir saya yang di berikan oleh tuhan. Saya akan tetap melanjutkan rencana saya karena mungkin itu yang terbaik. Biarpun saya mati. Pasti saya akan tenang karena saya telah berhasil menyelesaikan masalah orang orang tentang mafia br*ng*ek itu dan juga saya berhasil membatu kaum wanita untuk bebas dari sandara mafia Derk belck." Jelas Salsa santai tapi penuh penekanan. sedangkan tim not visible hanya diam, mau ngomong juga salah kalau Salsa yang sudah angkat bicara pasti tidak mau di Bantah.


" Baik lah Sal, jika itu yang kamu inginkan." Jawab Hendrik pasrah menerima apa yang Salsa inginkan." Tapi Rizan akan ikut bersamamu." Ucap Hendrik kembali, yang tidak mau di Bantah seperti Salsa barusan.


" Baik, Asal dia tidak menggangu ku." Jawab Salsa menerima saran dari Hendrik.


" Tenang saja Sal, gue tidak akan menggangu lo tapi gue akan jagain lo." Ucap Rizan percaya diri, membuat tim yang lain seperti mau muntah.


" Bukan lo yang jagain gue, tapi malah gue yang jagain lo nanti." Sindir Salsa membuat Rizan tidak terima apa yang Salsa ucapkan barusan.


" Ya ela, lo ngga tau siapa gue sal." Tanya Rizan


" Tau, lo orang yang suka minta gratisan" Jawab Salsa membuat Rizan mendengus kesal.


" Itu tidak benar." Tolak Rizan tidak terima dengan perkataan Salsa barusan.


Tim not visible yang mendengar perdebatan mereka menjadi pusing sendiri." Stop! "Teriak Kiki mengentikan perdebatan antara Salsa dan Rizan.


" Udah ngga usah berdebat." Sambung Radit yang sama sama kesal seperti Kiki karena mendengar perdebatan keduanya.


Rizan dan Salsa langsung terdiam setelah mendengar teriakan dari dari Kiki.


Sampai suasana kembali hening.


Tidak lama tim not visible melihat Ana dan pelayan lainnya yang datang sambil membawa beberapa makanan." Coba lihat itu Ana sudah datang, sambil mengantarkan Kita makanan." Ucap Jeli antusias saat melihat Ana dan pelayan lainnya datang sambil membawa beberapa makanan lainnya.


" Selamat di nikmati." ucap Ana dengan ramah sambil tersenyum menyimpan semua menu makanan yang di pesan di atas meja.


Tim not visible melihat kearah Ana.


" Makasih Ana cantik." Goda mereka berlima dengan tersenyum. Sedangkan Ana hanya tersenyum malu-malu mendengar Ucapan dari teman bosnya itu.


" Thanks Ana." Ucap Salsa.


" You're welcome " Jawab Ana dengan senyuman ramahnya.


Ana kembali berkerja sedangkan tim not visible yang dari tadi menunggu sudah menikmati makanan mereka pesan dengan tenang.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2