
Dengan kursi roda yang di dorong oleh Burham, Salsa bersama dengan Papi nya itu melewati lorong rumah sakit. Padahal kaki Salsa baik baik saja hanya saja Burham begitu sangat menghawatirkan kondisi dari putri nya itu membuat Burham menyuruh Salsa untuk duduk di kursi roda walaupun di kaki Salsa tidak ada luka sama sekali.
Sedangkan Salsa, dia sudah menolak, tapi kerena itu permintaan dari papi nya membuat Salsa hanya mengangguk mengikuti kemauan Dari Burham.
" Papi, kenapa Abang Putra dan Nabilah tidak menjemput ku." Tanya Salsa saat papi Burham mendorong kursi rodanya yang akan keluar dari lobby rumah sakit.
Mendengar pertanyaan dari Salsa membuat Burham tersenyum." Mereka tidak bisa menjemput mu karena sedang memiliki tugas sendiri nak." Jawab Burham sambil mendorong kursi roda Salsa.
Mendengar jawaban dari sang papi membuat Salsa sedikit kecewa." Begitu pentingnya sampai mereka tidak ingin menjemput ku. Dasar Kaka dan Abang yang tidak peka dengan adiknya yang sedang sakit." Gumam Salsa sedikit geram dengan sikap kedua saudaranya itu, yang menurutnya tidak ada rasa peka sama sekali. Sedangkan Burham yang mendengar gumaman Salsa hanya bisa tersenyum kecil." Bagaimana dengan Tim Not visible." Tanya Salsa kembali saat menyadari kalau teman satu tim nya itu tidak hadir untuk menjemput nya saat keluar dari rumah sakit, padahal biasanya itu Tim Not visible yang selalu datang menjemputnya setiap Salsa keluar dari rumah sakit, tapi ini Tim nya tidak ada yang datang.
" Mungkin mereka juga sedang Sibuk nak. Mengingat misi kalian yang gagal membuat mereka harus lebih berkerja keras saat ini." Jelas Burham membuat Salsa terdiam dan membenarkan apa yang Burham Katakan barusan, kalau Tim nya itu pasti sangat sibuk, mengingat misinya gagal. Apalagi identitas nya mulai di ketahui musuh, pasti membuat mereka sedikit kerepotan di masalah yang satu ini.
" Ya, benar juga sih Pi, mungkin mereka sedang sibuk." Ucap Salsa.
.
.
Tidak lama keduanya sudah sampai di depan parkiran. Burham Terus mendorong kursi roda putrinya itu sambil tersenyum." Sal, apakah kamu bisa tunggu disini sebentar, Papi ada urusan sebentar saja, nanti kalau Papi sudah selesai papi kembali lagi." Tanya Burham, membuat Salsa sedikit berfikir, lalu mengangguk menginjakkan.
" Baiklah Pi, tapi jangan lama ya.". Ucap Salsa membuat Burham mengangguk." Baiklah, papi tidak akan lama." Jawab Burham, lalu melangkah pergi meninggalkan Salsa.
Setelah kepergian Burham, Salsa tampak terdiam di parkiran sambil duduk di kursi roda. Sedangkan Pandangan Salsa lurus ke dapan sedang memikirkan sesuatu.
" Apa maksud dari mimpi kemarin." Gumam Salsa yang kembali teringat akan mimpi sebelum Salsa sadar dari kritis nya satu Minggu yang lalu. Mimpi terindah membuat Salsa selalu bertanya tanya siapakah pria itu, kenapa pria itu mengatakan kalau pria itu adalah masa depannya.
Aku masa depan mu.
Jawaban dari pria itu seakan akan terputar di kepalanya. Yang membuat Salsa akan selalu bertanya tanya siapkan pria itu, apakah Kak Farel. Remaja laki laki yang selama ini Salsa tunggu dan dirinya cari. Tapi jika benar pria itu adalah orang yang Salsa cari, kenapa Wajahnya tidak bisa Salsa lihat. Ya pertanyaan itu selalu Salsa Pikirkan selama seminggu ini.
Saat Salsa sedang Asyik dengan lamunannya Burham datang menghampiri putrinya itu yang masih di tempat di mana tadi saat dia meninggalkannya tadi
Burham menghampiri Putrinya itu yang sedang terdiaman." Apa yang sedang putri papi lamunakan." Tanya Burham yang sudah berdiri di belakang Salsa sambil mengusap lembut kepala Salsa.
Sedangkan Salsa menyadari ada yang mengusap lembut kepalanya langsung tersadar dari lamunannya barusan." Papi." Ucap Salsa terkejut." Kapan papi disini." Tanya Salsa yang tidak menyadari kehadiran papi nya itu.
__ADS_1
" Baru saja Sal." Jawab Burham." Apa langsung pulang atau singgah dulu kemana." Tanya Burham membuat Salsa sedikit berfikir.
" Kita pulang aja deh Pi, Salsa juga mau istirahat." Jawab Salsa membuat Burham mengangguk mengerti.
" Oke kalau begitu kita langsung pulang aja." Ucap Burham yang setuju dengan permintaan sang putri. Burhan kembali mendorong kursi roda Salsa mengarah ke mobil yang terdapat di sana beberapa bodyguard nya dan juga supir pribadinya.
Sesampainya di depan mobil. Para bodyguard menyambut Salsa dengan senyuman ramah mereka." Selamat datang kembali nona muda." Sapa Para bodyguard itu dengan senyuman yang tidak lepas di bibir mereka. Sedangkan dengan Salsa dengan senang hati membalas senyuman bodyguard itu dengan tersenyum.
Karena Burham selalu mengajarkan nya untuk selalu ramah kepada siapapun itu, mau bodyguard atau orang lain yang terpenting itu adalah rasa hormat kita kepada orang lain, selain kedua orang tua kita.
Burham kembali membantu Salsa masuk kedalam mobil dengan cara mengangkat tubuh Salsa. Sebenarnya Salsa meminta Bodyguard saja yang mengangkat nya untuk masuk kedalam mobil. Tapi Papi Burham melarang itu dan membuat Burham mengangkat tubuh putrinya itu sendiri. Karena Burham berpikir, selagi masih bisa untuk apa dia meminta bantuan ke orang lain sedangkan dirinya masih bisa melakukannya bukan.
Setelah Mengangkat tubuh Salsa dan masuk kedalam mobil, Burham ikut menyusul masuk kedalam. Setelah itu mobil yang mereka naikin jalan meninggalkan parkiran rumah sakit.
.
.
Sedangkan Di sisi lain. Seorang pria tampan yang sedang menatap seseorang yang baru saja pergi dengan mobilnya meninggalkan rumah sakit.
Tapi Apakah bisa. Entahlah waktu yang akan menjawab itu.
" Tunggu tanggal mainnya Khalifah, maka kita akan bertemu walaupun sebagai musuh." Gumam Farel kembali dengan sedikit senyuman yang mengembang di bibirnya.
Kisah cinta kita baru akan di mulai.
.
.
Tidak lama Mobil yang Burham dan Salsa naikin terparkir indah di depan rumah yang mereka.
Salsa turun di bantu oleh Burham dengan cara menggendongnya tanpa meminta bantuan kepada bodyguard lainnya.
" Makasih Papi." Ucap Salsa yang sudah duduk kembali di kursi rodanya.
__ADS_1
" Sama sama sayang." Jawab Burham dengan tersenyum, jangan lupa tangannya mengusap lembut rambut dari putri nya itu.
Salsa menatap rumah yang dua Minggu dia tinggalkan." Alhamdulillah aku masih bisa melihat rumah." Batin Salsa
Burham mendorong kursi roda Salsa mengarah ke depan pintu." Buka pintunya." Perintah Burham, membuat bodyguard itu mengangguk.
Salsa yang melihat itu jadi bingung sendiri, biasanya itukan pitu rumah mereka sudah di buka walaupun Burham tidak menyuruh para bodyguard itu untuk membukanya pintu.
" Pi, kenapa pintunya para bodyguard yang buka, Biasanya itukan para art atau bunda." Tanya Salsa yang sedikit penasaran.
Burham yang mendengar pertanyaan dari putri nya itu lagi lagi tersenyum." Karena mereka ada kerjaan lain Sal." Jawab Burham.
" Tapikan Pi, biasanya itu mereka yang sering membukakan pintu." Tanya Salsa kembali yang masih penasaran dan hal itu membuat Burham gemas dengan sang putri.
" Ngga usah di tanyakan lagi, lebih baik kita masuk aja." Ajak Burham mengalihkan pertanyaan dari putri itu.
" oke, baiklah Pi." Jawab Salsa yang mengiyakan karena sekarang Salsa Begitu sangat kelelahan karena melakukan perjalanan yang sedikit jauh.
Burham kembali mendorong kursi roda Salsa masuk kedalam rumah. Sesampainya di dalam rumah, Salsa tampak bingung karena Rungan itu tampak gelap.
" Kenapa gelap Pi." Tanya Salsa yang merasa bingung dengan ruangan itu yang mendadak geleng, padahal tadi terang aja.
" Papi juga ngga tahu Nak." Ucap Burham yang pura pura tidak tahu
Sampai.
Lampu menyala dan....
Kejutan.
Teriak beberapa orang yang baru saja keluar dari persembunyiannya mereka.
Bersambung.
Banyak typo yang bertebaran, jadi harap bijak dalam membaca.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote nya biar author Makin semangat buat up.