Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam

Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam
Bab 61


__ADS_3

mencintaimu dalam gelapnya malam.


Salsa menarik nafasnya untuk menghilangkan kegugupannya. Entah kenapa, hari ini dia terlihat sangat gugup, padahal biasanya tidak." Tumben lo gugup Sal, biasanya ngga." Gumam Salsa yang sudah berada didepan ruangan VVIP tempat dia membuat janji tadi." Semangat Sal, Lo bisa." Salsa menyemangati dirinya sendiri, lalu membuka pintu ruangan itu. Dengan rasa percaya dirinya, dia memasuki ruangan VVIP yang terlihat sangat mewah didalamnya.


Saat memasuki ruangan itu, Salsa bisa melihat kalau ada pria didalam, yang sedang duduk, dengan posisi membelakanginya." Maaf tuan, Farel Ardian Pratama. Saya sedikit terlambat. Karena tadi ada kemacetan sedikit di jalan." Ucap Salsa Sambil menatap punggung pria itu." Sepertinya klin ku ini sedikit berbeda."


Saat mendengar suara Salsa, pria itu berdiri dari duduknya. Lalu berbalik menghadap Salsa, sambil memasang wajah datar, tapi terlihat sangat tampan dimata kaum wanita.


Dan, Salsa yang bisa melihat dengan jelas wajah pria itu, langsung di buat sangat terkejut. Karena pria itu adalah pria yang sama, yang meminta uangnya waktu itu. Tapi, bukan kejadian waktu itu yang membuat Salsa terkejut. Melainkan kejadian satu bulan yang lalu, dimana pria didepannya adalah pria yang sama, yang mengetahui identitas aslinya.


" Apaa. Tapi kenapa, dia bisa berada disini." Batin Salsa yang tiba-tiba saja bingung dengan apa yang dia lihat didepannya. Sampai-sampai dia melupakan, kalau kedatangannya kesini untuk bertemu dengan kliennya." Ya ampun Sal, kenapa kamu sampai lupa, kalau dia adalah klien mu." Batin Salsa yang kembali mengingat, apa tujuannya sebenarnya." Tapi, kenapa bisa dia." Gumam Salsa yang terlihat kebingungan di wajahnya.


" Kenapa anda berdiri disana nona Salsa. Duduklah, karena kita harus membahas kerja sama perusahaan kita. Saya juga tidak bisa berlama-lama disini karena saya masih ada pertemuan lainnya." Ucap Farel dengan wajah datarnya, menatap gadis didepannya itu. Farel tidak terkejut melihat kedatangan Salsa tadi. Karena pertemuan ini sengaja Farel lakukan, agar dia bisa bertemu dengan gadis yang dia cintai.


" Eee, maaf tuan Farel." Salsa cepat-cepat melangkah kearah meja, lalu duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan klien nya." Sepertinya dia sudah lupa dengan kejadian kemarin." Batin Salsa yang berpikir kalau Farel sudah melupakan kejadian satu bulan yang lalu, karena melihat Farel hanya diam dengan wajah datarnya. Bahkan pria itu membuat dirinya seolah-olah tidak mengenal Salsa. Padahal tanpa Salsa sadari kalau dia baru saja masuk dalam permainan pria didepannya itu.


" Kamu baru saja masuk dalam permainan ku, Khalifa ku sayang. Lihatlah bagaimana caraku mendekati mu." Batin Farel, menatap Salsa dengan diam-diam, saat gadis itu sedang mengambil laptop nya.


Salsa dan Farel mulai membahas tentang pertemuan mereka kali ini, yang membahas tentang kerja sama keduanya.


Farel yang mendengar, bagaimana cara Salsa menjelaskan tentang kerja sama mereka, semakin dibikin kagum. Karena gadis didepannya itu bukan saja ahli dalam menuntaskan musuh, tapi dalam bisnis seperti ini, gadis didepannya sangatlah hebat memikat parah kliennya.


" Ternyata kamu bukan saja ahli dalam urusan musuh, Khalifa. Tapi urusan bisnis seperti ini, kamu juga sangatlah hebat. Sepertinya kamu adalah gadis dengan paket yang lengkap." Batin Farel tersenyum kecil, hampir tidak terlihat sama sekali.


" Baiklah, saya suka dengan kinerja anda nona Salsa. Maka saya semakin yakin untuk berkerja sama dengan perusahaan anda, nona Salsa." Ucapan Farel, membuat senyuman Salsa langsung terbit memperlihatkan dataran giginya. Senyuman Salsa kali ini terlihat seperti bunga matahari yang mekar di pagi hari.


" Alhamdulillah, terimakasih tuan. Semoga kerja sama kita berjalan dengan lancar." Ucap Salsa mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Terlihat kalau Salsa begitu sangat bahagia setelah mendengar jawaban yang diberikan oleh kliennya itu. Sangking senangnya Salsa hampir saja, meloncat-loncat kegirangan.


Farel hanya membalas jabat tangan itu dengan singkat, setelah itu dia melepaskannya." Saya akan memberitahukan sekertaris saya, untuk menjelaskan beberapa hal lainnya. Tapi saya mau, anda harus menyiapkan stok yang banyak untuk pengiriman langsung. Seperti alat-alat dapur. Untuk kuliner, mungkin saya akan mencoba memasarkan nya di bagian kawasan restoran, perhotelan dan mungkin di kawasan luar." Jelas Farel sambil menandatangani sebuah kertas." Baiklah tanda tangani surat ini."

__ADS_1


Salsa yang mendengar penjelasan dari Farel hanya mengangguk mengerti." Baik pak, saya akan menyiapkan semuanya." Ucap Salsa mengambil kertas kerja sama itu, lalu menandatangani tanpa membacanya terlebih dahulu.


Yang Salsa tidak tau, kalau klien didepannya itu, baru saka tersenyum penuh arti, saat Salsa menandatangani satu surat. Sepertinya Farel memiliki rencana tersembunyi, Tanpa sepengetahuan Salsa saat menandatangani surat itu.


Setelah menandatangani beberapa surat. Kini keduanya menikmati makanan didepan mereka, yang sudah tersaji dari tadi. Dua-duanya sama-sama diam, tanpa membuka perbincangan sama sekali.


" Mall silver gold grup." Salsa menghentikan tangannya saat dia akan menyuapkan makanan kedalam mulutnya saat mendengar ucapan Farel barusan." Apakah kamu mengetahui tentang Mall silver gold grup."


" Tentu tuan saya mengetahui tentang mall itu. Karena Mall silver gold grup adalah mall terbesar kota ini." Jawab Salsa." Apa tuan membutuhkan sesuatu di mall itu." Tanya Salsa yang belum curiga sama sekali.


" Tidak, saya tidak membutuhkan sesuatu didalam mall itu. Karena pemilik dari Mall silver gold grup adalah saya." Ucap Farel membuat Salsa langsung terkejut, kalau pria didepannya adalah pemilik mall itu.


" Benarkah tuan. Saya tidak menyangka kalau tuan adalah pemilik Mall silver gold grup, yang terkenal itu." Ucap Salsa tersenyum." Ternyata pria ini adalah pemilik Mall silver gold grup, tapi kenapa dia bertanya tentang Mall itu. Apakah dia masih mengingat kejadian waktu itu. Tapi itu tidak mungkin, karena aku sudah memberikan nya obat penghilang ingatan." Batin Salsa menatap Farel dengan tatapan curiga.


" Tapi saya mengingat suatu kejadian di Mall itu, tepatnya satu bulan yang lalu."


Degg


" Oh iya nona Salsa, saya masih mengingat dengan jalas. Bagaimana seorang gadis muda menghabisi beberapa pria dengan brutal, bahkan gadis itu tidak terlihat takut sama sekali." Ucap Farel sambil tersenyum penuh arti menatap Salsa. Sedangkan Salsa semakin di bikin kaget dengan perkataan kliennya." Kenapa anda tegang nona Salsa. Bukannya anda masih mengingat pil ini." Farel memperlihatkan sebuah kapsul yang dia masukkan kedalam tempat yang transparan berukuran kecil. Isi didalamnya adalah kapsul yang pernah Salsa berikan untuk Farel waktu itu.


Salsa berdiri dari duduknya, saat menyadari kalau dirinya sedang terancam sekarang." Kamu... kamu tidak meminum obat itu." Tanya Salsa menatap Farel dengan tatapan tajam seperti belati yang akan menusuk musuhnya.


" Untuk apa saya meminumnya nona Salsa, sedangkan saya adalah saksi kunci dari pembunuhan waktu itu." Jawab Farel sambil tersenyum menyeringai bagaikan orang jahat yang berhasil menangkap maksanya.


" Brengsekkkk." Salsa memukul meja itu dengan kuat membuat makanan di atasnya langsung berhamburan. Ruangan yang tadi tenang, kini berubah menjadi mencekam akibat tatapan Salsa yang menyeramkan.


Saat Salsa akan menyerang Farel. Tiba-tiba saja harus terhenti, saat ruangan itu terpasang sebuah video, yang membuat Salsa panik bercampur marah, saat melihat video yang berputar itu.


" Dari mana kamu mendapatkan Vido itu." Tanya Salsa yang tidak mendapatkan jawaban dari Farel. Bahkan pria itu dengan santai duduk sambil menyilangkan kaki, tidak lupa tangannya di taruh di samping kursi.

__ADS_1


" Anda lupa nona Salsa kalau saya adalah pemilik mall itu, jadi saya bisa mendapatkan video ini dengan sangat mudah."


" Tapi bagaimana bisa, bukannya pak Az dan..." Salsa masih mengingat kalau sahabatnya dan juga pak Az sudah menghapus video cctv dari mall itu, yang menampilkan beberapa kejadian pemukulan dan beberapa kejadian lainnya. Tapi kenapa pria didepannya itu bisa mendapatkannya kembali." Bukannya video cctv itu sudah dihapus."


" Nona Salsa, sepintar-pintarnya anda. Tapi anda tidak tau siapa saya." Ucap Farel berdiri dari duduknya." Bahkan saya tau kalau anda adalah agen rahasia yang terkenal itu."


" Jika kamu mengetahuinya, lalu apa yang kamu inginkan tuan Farel Ardian Pratama, sampai anda mengatakan itu. Apakah anda akan membawa bukti itu ke kantor polisi, lalu menjebloskan saya ke penjara begitu, karena saya sudah melakukan pembunuhan."


" Mungkin selebihnya begitu, saya akan melaporkan anda akan kasus tindakan pembunuhan dan kekerasan. Mungkin anda akan masuk dalam penjara setelah saya melaporkan kasus anda nona Salsa." Jawab Farel." Dan lebih parahnya lagi, keluarga anda, bahkan perusahaan keluarga mu juga bisa kena dampaknya juga, karena kasus mu ini nona Salsa . Jadi saya ingin memberikan anda pilihan. Apakah saya harus melaporkan kasus ini, yang nanti akan membuat keluarga mu hancur. Atau anda mau menuruti permintaan saya. Agar saya tidak melaporkan anda." Sungguh Farel tidak akan menyia-nyiakan semua ini, karena dia tau dari informasi yang dia dapat. Kalau Gadis didepannya itu tidak akan bisa merusak kebahagiaan keluarganya. Maka setiap melakukan apapun dia akan mementingkan kebahagiaan dan keselamatan keluarganya.


" Saya akan menuruti permintaan anda tuan Farel, tapi jangan laporkan saya ke polisi." Senyuman penuh kemenangan berhasil terbit dibibir Farel, saat mendengar jawaban Salsa.


" Akhirnya, aku bisa mengalahkan mu juga khilafah. Lihatlah bagaimana aku mendekati mu."


🌼🌼🌼🌼🌼


Nabilah menatap mansion yang terlihat mewah didepannya, bahkan Nabilah terlihat kebingungan saat melihat mansion besar dan mewah itu." Benarkah mansion ini adalah rumah siswaku baru ku hari ini." Gumam Nabilah yang terus menatap mansion itu." Bukannya aku selalu mengajari murid-murid yang memiliki ekonomi sulit, bukan mewah seperti ini. Lalu kenapa orang yang menelpon ku tadi menyuruhku untuk kesini." Batin Nabilah


Ya, Nabila mengajari anak-anak dari kalangan bawah, bukan kalangan atas. Karena dia lebih senang berbagi ilmu dengan anak-anak yang memiliki ekonomi sulit. Banyak anak-anak yang mengenal Nabila, bahkan mengagab Nabila adalah orang yang paling baik. Karena banyak mengajarkan ilmu untuk orang-orang.


Jika biasanya Nabila mendapatkan siswa dari kalangan biasa. Tapi berbeda dengan kali ini, karena Nabila malah mendapatkan orang dengan kalangan atas.


" Selamat sore, nona." Nabilah langsung tersadar dari lamunannya, saat mendengar orang yang menyapanya itu.


" Eehh, Maaf pak."


" Apakah nona guru lesnya tuan muda." Nabilah hanya mengangguk mendengar jawaban dari itu." Baiklah kalau gitu, mari masuk nona. Saya akan mengantarkan anda keruangan tuan saya nona."


" Boleh pak, kebetulan saya baru disini. Maaf sudah merepotkan bapak."

__ADS_1


Bapak itu hanya tersenyum, lalu melangkah masuk kedalam mansion untuk bertemu dengannya tuannya, Nabila yang berada di belakang bapak itu hanya mengikuti setiap langkah pria paruh baya itu


...----------------...


__ADS_2