Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam

Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam
Bab 44


__ADS_3

Denis mendorong kursi roda yang Farel duduki sekarang, Sedangkan Firman mendorong tiang botol infus.


" Gue heran sama Lo Rel, baru saja bangun dari krisis Lo Mala keluyuran ngga jelas, Seharusnya itu Lo istirahat bukannya keluyuran yang ngga jelas." Ucap Denis yang tidak habis pikir dengan pemikiran Farel. Denis begitu heran dengan Farel yang berstatus sebagai Kasabo itu. yang selalu berpikiran aneh, Jika biasanya orang akan beristirahat karena baru masa masa pemulihan maka beda halnya dengan yang dilakukan oleh Farel yang katanya masih masa pemulihan tapi sudah keluyuran ngga jelas di lorong rumah sakit.


" Lo bisa diam ngga sih Denis, orang gue yang jalani, tapi malah yang komentar." Jawab Farel ketus.


Sedangkan Firman hanya mendengarkan perdebatan keduanya tanpa menyahut sama sekali.


" Terserah Lo aja Rel." Ucap Denis memilih diam." Dasar Kasabo." Gumam Denis seperti ejekan tapi masih bisa di dengar oleh Farel.


" Lo ngomong apa tadi Deksase." Sambung Farel." Apa lo mau ku kasih nikah sama oneh." Tanya Farel membuat Denis jadi merinding sendiri mendengar nama oneh di sebutkan.


" Ogah gue nikah sama oneh, Lebih baik gue ngga usah nikah daripada nikah sama tuh orang." Tolak Denis yang merasa negeri sendiri jika harus di nikahkan dengan gadis yang bernama oneh itu.


" Sudahlah apa kalian akan terus berdebat seperti ini." Tanya Firman Yang dari tadi mendengar perdebatan keduanya. Rasanya Firman jadi kesel sendiri dengan kedua sahabatnya itu.


Mendengar pertanyaan dari Firman membuat keduanya langsung menatap ke arah Firman dengan tatapan tajam." Ngga usah ikut campur Lo." Sambung keduanya sambil menatap Ke arah Firman.


Firman yang memang tidak mengerti dengan kelakuan kedua sahabatnya itu hanya bisa diam." Gue yang ngga ikut campur dengan perdebatan keduanya harus kena juga." Batin Firma yang merasa kesel." Dasar dua saudara aneh. Di saat salah satu dari mereka ada yang terluka maka salah satu dari mereka ada yang mendoakan agar saudaranya cepat sembuh dan berkumpul bersama. Tapi giliran mereka bisa berkumpul bersama maka akan ada perdebatan dari keduanya." Batin Firman yang hanya bisa menggeleng melihat keduanya adik Kaka bedah darah itu. Tapi Firman begitu sangat salut dengan persaudaraan dan persahabatan antara Farel dan Denis. Walaupun mereka tidak Sandara tapi keduanya bersikap layaknya saudara kandung. Berdebat dan bertengkar layaknya seperti saudara lainnya, Keduanya akan tetap saling menyayangi satu lain dan saling menjaga jika salah satu dari mereka ada yang terluka.


Ketiga pria itu melangkah menyusuri lorong rumah sakit menuju ruangan yang Farel sebutkan tadi.


🍁🍁🍁🍁🍁


Ketiga pria itu sampai di bagian ruang VVIP yang sudah dijaga ketat oleh pria bertubuh besar yang mengenakan pakaian serba hitam semua dan Wajah mereka begitu sangat menyeramkan jika di lihat.


Dari kejauhan ketiga pria itu hanya bisa saling pandang satu sama lain saat melihat begitu ketat penjagaan di ruangan itu.


" Apa Lo mau masuk kedalam ruangan VVIP yang sudah di jaga ketat seperti itu Rel." Tanya Denis yang terus memerhatikan beberapa pria yang bertubuh besar itu.


" Gue yakin ruangan VVIP itu terdapat orang yang begitu sangat penting makanya mereka menjaga ketat ruangan itu." Sambung Firman." Dan pasti mereka tidak akan memperbolehkan kita untuk masuk kedalam karena mereka tidak mengenal siapa kita." Ucap Firman kembali.


Mendengar ucapan dari Firman, Farel membenarkan kalau orang didalam ruangan itu terdapat orang yang begitu sangat penting. Apalagi orang itu sekarang begitu sangat terancam karena identitas nya sebagai agen rahasia sudah di ketahui oleh musuhnya. Nyawanya bisa saja terancam setiap saatnya apalagi orang itu dalam keadaan belum bisa melawan. Mereka tidak akan membiarkan sebarang orang untuk masuk kedalam selain keluarganya atau orang yang memang mengenal mereka.


" Ya kalian tahu kalau setiap ruangan VVIP itu terdapat orang orang penting, makanya selalu di jaga ketat dan tidak membiarkan sebarang orang pun masuk selain keluarganya." Ucap Farel." Ya contoh gue yang selalu di jaga ketat oleh kalian berdua." Ucap Farel kembali.


" Yang Lo katakan itu benar Rel." Sambung Denis membenarkan." Tapi jika Lo tahu seperti itu, tapi kenapa Lo masih mau mendatangi Ruangan ini." Tanya Denis yang penasaran dengan Farel. Jika Farel sudah tahu kenapa Farel masih mau mendatanginya.


Farel terdiam ingin memberitahukan seperti apa sahabatnya itu." Karena aku ingin menemui orang yang berada didalam." Jawab Farel memberitahukan alasan kenapa Farel keruangan itu. Padahal Farel tahu sendiri kalau ruangan orang yang ingin Farel temui itu pasti akan di jaga ketat karena orang yang berada di dalam begitu sangat berharga.


" Lo ingin menemui siapa." Tanya Firman yang tiba tiba saja penasaran dengan jawaban sang sahabat.

__ADS_1


" Sudahlah lupakan saja. kita kembali." Ucap Farel tanpa membalas pertanyaan dari Firman.


" Jadi kita pada kembali nih." Tanya Denis.


" Iya kita kembali saja." Jawab Farel.


Mendengar Jawaban dari Kasabo itu membuat Denis menjadi kesal sendiri." Udah jauh jauh kesini, tapi ngga jadi juga mending tadi ngga usah aja." Decak Denis kesal.


" Kalau Lo ngga mau lebih baik ngga usah." Sahut Farel yang tiba tiba saja kesal dengan ucapan Denis barusan." Firman gantian Lo lagi yang dorong kursi roda gue. Entar kalau Denis yang dorong bisa bisa gue langsung di buang." Perintah Farel membuat Firman hampir saja tertawa karena mendengar ucapan Farel yang terdengar ngelantur.


" Rel, Rel, Ngga ada yang akan berani membuang Lo, karena mereka masih berfikir untuk melakukan itu apalagi berurusan dengan nyawa Lo, yang ada mereka duluan yang habis karena di buang." Batin Firman yang mendadak geleng geleng dengan kelakuan Farel." Sepertinya ada yang salah dengan lo Rel saat lo sadar dari tidur panjang Lo." batin Firman yang melihat kalau Farel mendadak kacau saat sadar dari tidur panjangnya selama seminggu.


" Lo Mala diam, Cepat." Suruh Farel sedikit tegas.


" Oke, Oke." Jawab Firman melangkah mendekati Denis lalu menggantikannya untuk mendorong kursi roda Farel. Sedangkan Denis dengan senang hati mau menerimanya.


Ketiganya kembali keruangan VVIP tempat di mana Farel di rawat." Sepertinya aku harus memotong gaji salah satu dari kalian yang sudah berani membatah." Ucap Farel terkesan seperti ancaman yang terdengar di kuping Denis dan Firman.


" Rel, Lo tega betul sama kami Rel, Motong gaji ngga jelas alasannya apa." Sahut Denis.


" Lo belum sadar kesalahan apa yang Lo perbuat." Ucap Farel ketus. Kedua adik Kaka berbeda darah itu kembali berdebat di sela sela mereka melewati setiap ruangan.


" Apa yang salah dengan bos hamba ya Allah." Gumam Firman yang terus mendorong kursi roda dari Farel, sambil mendengar perdebatan keduanya.


ingin menjawab tapi harus di tahan karena Firman tidak mau membuat keduanya semakin kesal kepadanya.


Di selah selah perdebatan keduanya. Di dalam perasaan Farel yang begitu sangat dalam Farel ingin sekali bisa menemui gadis yang begitu sangat dia rindukan, Tapi karena tidak bisa membuat Farel mengurungkan niatnya. Sebenarnya Farel tidak mau menyerah untuk bisa menemui Gadis yang dia rindukan. Hanya saja Farel tidak mau membuat keributan di rumah sakit yang membuat para musuh akan mencari tahu masalah keduanya. Farel tidak mau kalau Gadis yang begitu sangat dia rindukan di ketahui oleh musuhnya dan membuat gadis itu menjadi kelemahan buat Farel.


" Tunggu Khalifah, Aku akan menemui mu. Tapi tidak sekarang. Aku akan menemanimu ketika aku bisa menjaga mu dari musuh kita." Batin Farel.


🍁🍁🍁🍁


Tidak terasa satu Minggu sudah Salsa siuman dari kritisnya dan di rawat di rumah sakit Kini Salsa akan kembali ke rumahnya setelah dokter memastikan kalau Salsa benar benar pulih.


Dokter ang memeriksa Luka yang berada di tangan dan bahu Salsa." Lukanya sudah mulai sembuh, Tapi selama beberapa hari ini harus tetap di perban sampai lukanya benar benar sembuh karena luka mu lumayan parah." Ucap Dokter ang." Untuk beberapa hari ini istirahatlah yang cukup jangan sampai kelelahan yang membuat luka jahitan mu akan kembali terbuka." Jelas dokter ang kembali.


Sedangkan Salsa hanya mengangguk." Baiklah dokter ang, aku mengerti." Jawab Salsa." Apakah aku boleh pulang sekarang." Tanya Salsa begitu sangat menantikan kalau dokter ang itu akan mengatakan ' kalau kamu sudah bisa pulang ' Ya perkataan itu begitu sangat Salsa nantikan apalagi Salsa begitu sangat tidak suka dengan rumah sakit yang berbau kas obat obatnya.


" Ya, kamu bisa pulang hari ini." Jawab Doker ang membuat Senyuman Salsa langsung mengembang.


Salsa mengangkat tangannya ke atas tanda kalau Salsa begitu sangat bahagia karena bisa pulang juga." Akhirnya aku bisa pulang juga, selama dua Minggu di rumah sakit." Ucap Salsa bahagia. Salsa melihat ke samping nya yang terdapat sang papi yang dari tadi memerhatikan putrinya itu." Papi, Alhamdulillah Salsa bisa pulang." Ucap Salsa membuat Burham hanya tersenyum menanggapi kebahagiaan sang putri.

__ADS_1


Burham melihat ke arah dokter ang." Terimakasih dokter ang, Anda sudah banyak membantu." Ucap Burham Tulus.


" Sama sama tuan Burham, ini sudah tugas kami sebagai dokter. Jawab Dokter ang." Kalau gitu permisi tuan Burham." Ucap Dokter ang yang melangkah keluar dari ruangan Salsa.


" Akhirnya aku pulang ke rumah." Ucap Salsa begitu sangat bahagia nya. Sedangkan Burham hanya bisa menatap Putri itu karena ikut bahagia dengan kebahagiaan sang putri.


Salsa melihat ke arah Papi nya itu." Papi mana bunda." Tanya Salsa saat menyadari kalau tidak ada sang bunda di ruangan itu.


" Bunda masih berada di rumah nak, Bunda lagi ngurusin adikmu yang lagi rewel." Jawab Burham membuat Salsa mengangguk mengerti." Istirahatlah Sebentar lagi kita akan pulang." Suruh Burham.


" Baik Pi." Jawab Salsa.


...----------------...


Masih di rumah sakit yang sama hanya saja Rungan yang berbeda. Seorang Pria yang sudah tidak sabar untuk kembali kerumahnya karena pria itu sudah begitu bosan melihat rumah sakit terus.


" Dokter apa saya bisa pulang hari ini." Tanya Farel dengan wajah datarnya.


" Tentu tuan, anda bisa langsung pulang sekarang." Jawab Dokter itu." Tapi anda harus sering memeriksakan kondisi an_" Ucapan dokter itu di potong oleh Farel.


" Saya mengerti dokter, Saya akan memeriksakan keadaan saya tanpa dokter memberitahukan nya." Sambung Farel menatap tajam ke arah dokter itu." Anda bisa pergi dan saya harus pulang." Ucap Farel kembali membuat nyali dari dokter itu seketika menciut.


" Ba. Baik tuan." Jawab Dokter itu terbata bata.


" Kenapa aku harus berhadapan dengan pasien yang seperti ini Tuhan." Batin dokter itu merasa Takut dengan tatapan dan ucapan sang pasien." Permisi tuan." Ucap Dokter itu sebelum dokter itu keluar dari ruangan rawat Farel.


Sedangkan Denis dan Firman yang melihat itu hanya bisa menggeleng melihat Kelakuan Farel yang berhasil membuat nyali sang dokter menciut.


" Sepertinya Sifat arogannya mulai kambuh." Gumam keduanya bersamaan.



Hay teman yang mau mampir di karya terbaru dari author.


Bersambung.


Banyak typo yang bertebaran.


harap bijak dalam membaca.


jangan lupa like komen dan vote nya biar Author Makin semangat buat up.

__ADS_1


__ADS_2