
" tuan kita harus cepat bergerak sebelum bom itu meledak " ucap firman, yang di anguki oleh oleh farel" wanita itu biar gue yang bawah " ucap firman saat melihat farel yang akan mengangkat wanita itu,
" tidak, biar gue saja yang membawanya " tolak farel yang berusaha mengangkat wanita yang di hadapannya.
terasa sakit saat farel akan mengangkat wanita yang berada di hadapannya itu,
apalagi luka yang berada di bahunya terasa sakit sekali saat dia mulai mengangkat tubuh salsa,
bukan itu saja luka tembak itu juga terasa nyeri
di bagian perut nya saat tubuh salsa sedikit menekan luka itu.
" sss" desis farel saat merasakan lukanya begitu sangat sakit.
" rel, biar gue saja yang mengangkat wanita itu karena Lo sekarang sedang terluka " ucap firman yang melihat farel yang sedang berusaha menahan sakit, saat mengangkat wanita yang berada di hadapannya.
" gue tidak apa apa firman, gue masih bisa membawanya. lo sendiri juga sedang terluka " tolak farel.
" luka gue kecil rel, tapi luka yang Lo punya terlalu banyak, Lo pasti akan semakin sakit saat mengangkat wanita itu "
" luka bukan penghalang bagiku fir,
gue sudah banyak merasakan luka selama gue menjadi mafia, luka jauh lebih parah dari ini " tolak farel tegas " lebih baik Lo bantu anak buah kita yang lain yang masih selamat " perintah farel kembali yang sudah mengendong salsa ala bridal style.
firman hanya bisa menghela nafas mendengar perintah dari farel.
mau tidak mau firman harus mengikutinya.
firman dan anak Buah yang lain melalui membantu anak buah yang lain yang sedang terluka.
sedangkan yang sudah meninggal mereka biarkan saja, bukan tidak mau membantu.
cuman sekarang mereka sedang dalam keadaan genting.
apalagi dalam hitungan menit atau detik markas ini akan segera meledak.
dengan memapah satu persatu anak buah yang terluka firman dan anak buah yang lain sedang
__ADS_1
berusaha mencari jalan keluar.
sedangkan Farel yang menahan rasa sakit sambil menggendong salsa.
pandangannya tertuju ke arah wajah salsa yang sudah pucat.
" jika kamu benar Khalifah, aku akan sangat menyesal jika terjadi sesuatu padamu, dan jika kamu bukan khalifah aku akan merasa menyesal karena tidak menyelamatkan satu wanita, dari wanita lain yang terjebak oleh kekejaman Jack " gumam farel di selah selah langkah nya.
" sepertinya tidak ada pintu di sekitar sini, " ucap anak buah farel
" jadi apa yang harus kita lakukan sekarang " tanya firman " sedangkan waktu bom itu tinggal tiga menit lagi " sambung anak buah yang lain, Yang sedang melihat waktu di jam di pergelangan tangannya.
kalau waktu mereka tidak banyak lagi.
farel sedang berpikir apa yang harus dia lakukan sekarang.
" sial, kenapa aku seperti tidak berdaya seperti ini " kesal farel saat merasakan dirinya tidak berguna. karena otak pintarnya tiba tiba tidak berfungsi. " kenapa otak yang biasanya mengeluarkan banyak ide jahat kini seperti tidak berguna." Teriak nya kesal.
semua anak buah melihat ke arah farel kemudian mereka mengalihkan pandangan mereka ke arah lain karena takut farel melihat mereka yang sedang memperhatikan Farel yang sedang frustasi.
di tatapnya seluruh ruangan yang tidak memiliki satu pintu, kalau pun ada jendela itu pasti akan terhalang oleh besi.
saat sedang bingung pandangan nya tertuju pada satu jendela yang tidak memiliki besi penghalang.
" kita masih bisa keluar firman " ucap farel senang sambil melirik jendela itu
firman dan anak buah lainnya mengikuti pandangan farel yang tertuju pada jendela itu.
semua ikut tersenyum saat melihat jendela itu.
dengan langkah cepat mereka mendekati jendela yang bisa mengeluarkan mereka satu persatu dari markas yang sebentar lagi akan meledak.
" Lo deluan rel " firman mempersilahkan farel untuk duluan keluar dari jendela itu.
" tidak fir, Lo deluan dan anak buah yang lain setelah itu gue " tolak farel " dan gue tidak mau di bantah " potong farel saat melihat firman akan menjawab ucapan farel.
" baik gue akan deluan, tapi Lo harus Cepat bergerak, sebelum bom ini meledak " farel hanya mengangguk.
__ADS_1
kemudian firman keluar di susul satu persatu dari anak buah mereka.
setelah dirasa anak buahnya sudah keluar semua.
baru lah farel ikut keluar.
dengan salsa yang deluan keluar yang di bantu oleh firman.
setelan itu baru lah dia ikut keluar.
saat farel sudah menginjak tanah dengan selamat,
farel kembali mengambil salsa dari dekapan firman kemudian mengendong nya kembali.
" cepat rel, sebelum bom itu meledak " ucap firman yang sudah melangkah cepat di susul oleh farel.
belum terlalu jauh mereka melangkah bom itu pun meledak,
menghancurkan seisi markas.
markas Yang tadi berdiri kokoh kini terlahap oleh kobaran api.
farel dan firman melihat pandangan itu banyak banyak bersyukur karena mereka masih bisa selamat dari maut untuk yang ke sekian kalinya.
bersambung.
jangan lupa komen like vote dan hadiahnya ya.
biar author makin semangat buat up nya.
author bingung apa cerita ini mau
di lanjutin Samapi tamat apa harus di gantung seperti ini.
tolong sarannya.😔
salam dari author
__ADS_1