
Pagi yang cerah. Tapi tidak dengan pagi seorang gadis cantik yang kini sudah rapi dengan pekaian formal nya, sepertinya dia akan pergi kekantor. Ya, tapi memang itu sih tujuannya hari ini.
" Aaaa, kenapa harus libur sih kuliahnya hari ini. Kenapa ngga kuliah aja gitu." Teriak Salsa kesal, karena hari ini dia harus libur kuliah, karena dosen nya tidak memiliki jadwal apa-apa hari ini." Rasanya aku ingin mengancam tuh dosen, biar hari ini sampai seterusnya jangan ada libur." Ucap Salsa kembali.
Saat dia sedang marah-marah sendiri didalam kamarnya, suara ketukan pintu, berhasil mendiamkan gadis cantik itu.
" Sal, bunda boleh masuk?" Tanya bunda Rahma di luar kamar.
" Iya bun, masuk aja, pintunya ngga dikunci." Bunda Sisi yang mendengar jawaban dari dalam, melangkah masuk kedalam kamar Salsa, dan dia bisa melihat kalau Salsa terlihat cantik dan lebih dewasa saat mengunakan pekaian formal itu.
Salsa, mengunakan kemeja berwarna coklat, serta jeans yang sedikit longgar, tidak lupa rambut yang sudah di ingat kunci kuda.
" Masya Allah, putri bunda cantik banget pagi ini." Puji bunda Sisi sambil melangkah mendekati Salsa.
" Terimakasih Bun." Jawab Salsa tanpa tersenyum sama sekali.
" Jangan murung gitu, ngga enak dilihat sama orang, Coba senyum." Salsa hanya menurut dengan tersyum terpaksa untuk menuruti permintaan sang bunda.
" Masya Allah, ini kelihatannya makin cantik kalau lagi senyum kayak gini." Puji bunda Rahma." Oh iya bunda sampai lupa, kalau dibawah ada yang cari kamu. Katanya sih sekertaris dari tuan Farel." Mendengar ucapan bunda Rahma, membuat Salsa menghembuskan nafasnya dengan berat. Karena Salsa merasa tidak siap untuk sekantor dengan pria menyebalkan itu. Karena setiap pertemuan mereka, pasti dia yang selalu sial.
" Kenapa harus datang secepat ini sih, kenapa ngga lama gitu." Gerutu Salsa dalam hatinya, karena kesal.
" Kenapa diam Sal?"
" Ngga apa-apa Bun." Jawab Salsa tersenyum." Kalau gitu Salsa turun ya Bun, soalnya sudah dapet jemputan dari bos pertama Salsa." Ucap Salsa sambil mengambil tas Shoulder Bag berukuran sedang, berwarna hitam.
" Iya hati-hati Sal, Kalau bos nya galak mending kamu berhenti aja, daripada kamu pusing. Urusan ancamannya nanti di bantu oleh papi."
" Iya Bun, aku Bangkalan ingat pesan bunda. Tapi untuk saat ini, aku ingin mengikuti permainannya terlebih dahulu, Karena aku paling tidak suka ditindas." Jawab Salsa menampilkan senyuman miringnya." Baiklah, kalau gitu aku jalan ya Bu." Salsa meraih tangan bunda Sisi, lalu menciumnya.
Salsa melangkah keluar dari kamarnya, dengan sedikit terburu-buru, karena dia benar-benar terlambat sekarang, Saat Salsa akan melangkah keluar, Salsa menghentikan langkahnya sebentar untuk menoleh kearah bunda Rahma.
__ADS_1
" Bunda, jangan lupa minum vitamin sama susu ya. Jangan kayak kemarin." Padahal Salsa akan keluar dari kamarnya, Tapi dia harus berhenti sebentar, karena perhatiannya yang begitu sangat besar terhadap bundanya membuat dia menghentikan langkahnya beberapa detik untuk mengingatkan bundanya itu.
" Bunda akan ingat pesan mu nak." Ucap bunda Rahma menatap pintu yang masih terbuka, tapi tidak ada orang disana, karena Salsa sudah pergi dari kamar itu." Lihatlah dek bertapa perhatiannya kakakmu, saat dia mau pergi saja, dia masih mengingatkan bunda, tentang kesehatan mu." Ucap bunda mengusap perutnya yang sudah mulai membucit itu dengan lembut sambil tersenyum.
.
.
Salsa melangkah dengan terburu-buru, keluar dari rumahnya. Sangking buru-buru nya, dia sampai tidak berpamitan dengan orang rumah. Karena Salsa tidak ingin di marahin oleh pria menyebalkan itu, di hari pertamanya berkeja.
Saat berada dihalaman rumahnya, Salsa bisa melihat, kalau ada mobil yang jauh berbeda dengan mobil di rumahnya. Karena Salsa yakin, kalau mobil itu memiliki desain sendiri atau mobil yang sudah di modifikasi.
Salsa mendekati mobil itu, lalu mengetuk jendelanya dengan sedikit sopan. Sebenarnya dia tidak ingin melakukan hal ini, tapi dia lagi-lagi ingat, kalau didalam terdapat pria yang kini sudah menjadi bosnya. Bagaimanapun dia harus bersikap sopan santun, yakan.
Perlahan-lahan, kaca mobil diturunkan, dan memperlihatkan pria yang kini sedang duduk sambil memainkan ipad-nya. Salsa sedikit terpukau saat melihat wajah tampan itu saat dalam mode seriusnya. Tapi terpukau nya itu sekaan hilang saat mendengar ucapannya.
" Terlambat satu menit empat puluh detik." Ucap Farel, sambil menoleh kearah Salsa dengan wajah datarnya, yang sok angkuh." Kamu taukan, kalau kamu adalah asisten saya, jadi tugas mu adalah menunggu saya. Bukan saya yang menunggu mu, nona Salsa." Ucap Farel kembali, dengan menekan nama gadis didepannya, Yang kini sudah memasang wajah kesal karena ucapannya.
" Kamu mendengar ucapan saya atau tidak?"
" Iya tuan, saya mendengarnya dan dengan sebesar-besarnya, saya meminta maaf, Karena terlambat di hari pertamanya saya berkerja." Dengan malasnya Salsa mengatakan itu, padahal Salsa paling malas mengatakannya." Ck, dasar pria menyebalkan." Decak Salsa kesal dalam hatinya.
" Hanya itu?"
" Emangnya, apa yang harus saya lakukan tuan, Bukannya kata maaf sudah cukup. Apa saya harus bersujud begitu? Tidak-tidak, saya tidak akan melakukannya, karena saya bukan orang yang gampang tertindas!" Karena sudah kesal, akhirnya Salsa mengeluarkan jawabannya. Jawaban yang begitu sangat menantang untuk Farel.
" Berani juga ya kamu menjawab saya! Sepertinya saya harus memberikan mu hukuman. Karena hari pertamamu berkerja, kamu sudah berani menjawab saya sebagai bosmu."
" Silahkan saja, saya tidak takut! Saya juga berkeja karena di paksa, bukan karena kemauan saya sendiri." Sungguh jawaban yang berani, membuat Fare semakin kagum, karena gadis yang menjadi cinta pertamanya itu, adalah gadis yang sangat kuat. Lihatlah dirinya saja sampai tidak bisa menindasnya.
" Baiklah, karena itu permintaanmu. Saya akan memberikan mu hukuman karena kamu sudah berani melawan saya! Tapi hukuman apa yang cocok denganmu." Farel terlihat berpikir untuk memberikan hukuman yang cocok terhadap gadis itu. Sampai dia tersenyum saat menemukan hukuman yang cocok dengan Salsa." Baiklah, saya menemukan hukuman yang sangat pas untukmu. Saya yakin, kalau kamu tidak akan bisa menyelesaikan hukuman ini." Salsa mengerutkan keningnya, saat mendengar ucapan pria itu.
__ADS_1
" Pasti aku akan mendapatkan hukuman yang aneh nih. Karena pria menyebalkan ini tidak akan membiarkan ku tenang, dan dia ingin menyiksaku. Ck entah kesalahan apa yang aku buat, sampai bertemu dengan pria seperti dia." Batin Salsa menatap malas Farel.
" Kamu tidak ingin bertanya, hukuman apa yang akan kamu dapatkan."
" Ck, untuk apa aku bertanya, sedangkan sebentar lagi aku akan mendapatkan hukumannya. Jadi untuk apa bertanya bukan." Decak Salsa.
" Pintar. Ternyata kamu masih memiliki kepintaran, setelah kemarin saya membodohi mu." Ucap Farel dengan senyuman mengejeknya." Karena saya tidak mau menunggu lama, saya akan memberikan mu hukuman."
" Jika anda tidak ingin menunggu lama, maka cepatlah tuan. Saya sudah sangat lelah berdiri disini, sambil berhadapan dengan anda. Benar-benar wajah anda tidak terlihat menarik di mata saya tuan, lihatlah sangking menyebalkan nya, saya sampai sakit mata." Sungguh ejekan yang membuat Farel kaget, karena Salsa dengan terang-terangan mengejeknya.
" Oh sungguh gadis yang berani." Ucap Denis, yang langsung mendapatkan tajam dari Farel." Sungguh Rel, wajah Lo ternyata terlihat sangat menyebalkan, Hahah." Denis yang dari tadi diam akhirnya membuka suara juga, karena ucapan Salsa barusan.
Sebenarnya Denis terkejut, saat mengetahui kalau gadis yang akan menjadi asisten Farel adalah gadis yang pernah menabrak mobil mereka, bukan saja itu. Tapi gadis yang Denis curigai adalah gadis yang Farel cari selama ini. Tapi di balik terkejutnya Denis harus dibuat bertanya-tanya, saat melihat gadis itu akan menjadi asistennya Farel
Bukannya dia adalah gadis yang selama ini Farel cari? Lalu kenapa Farel menyuruh nya untuk menjadi asistennya?
Pertanyaan itu seakan-akan berputar-putar di kepalanya, tapi Denis mencoba untuk mencerna semuanya dengan apa yang dia lihat. Tapi melihat gadis itu dengan terang-terangan menjawab semua ucapan Farel, membuat Denis semakin dibuat bingung, tapi dia juga merasa lucu. Karena, baru kali ini dia melihat seorang gadis yang berani dengan Farel.
Sungguh pemandangan yang harus disaksikan Firman, tapi sayang dia tidak ada disini.
" Berani juga kamu ya. Baiklah, saya akan memberikan kamu hukuman! Tapi jangan menyesal karena berani mengejek saya." Ucap Farel, yang ditanggapi datar oleh Salsa." Sebelum saya berada didalam kantor, saya mau kamu sudah ada disana."
" What, anda sungguh gila. Saya saja belum tau kantor anda ada dimana. Terus, kenapa anda menyuruh saya untuk duluan disana." Ucap Salsa terkejut.
" Saya tidak mau tau, dan kamu sudah harus ada disana sebelum saya. Jika saya tidak melihat mu, maka saya akan memberikan semua bukti itu kepada pihak berwajib." Ucap Farel tegas." Denis, jalan!"
" Woy, gue bagaimana!" Farel hanya diam tidak menjawab.
Denis hanya menurut, lalu menjalankan mobil itu, pergi meninggalkan Salsa, yang masih berdiri ditempatnya. Sedangkan gadis itu, dia hanya mengupat menatap mobil yang sudah berlalu pergi menjauhinya.
" Dasar pria gila, menyebalkan. Sudah menyuruhku dengan paksa menjadi asistennya, tapi dia juga yang menghukumku di hari pertamanya ku berkeja." Umpat Salsa." Apa yang harus aku lakukan sekarang, sedangkan aku tidak tau kantor nya berada di mana. Ck, pengaruh kantornya kebanyakan, sampai aku nggak tau kantor mana yang harus didatangi."
__ADS_1
...----------------...