
Hari-hari terus berlalu. Orang-orang menjalani hari mereka seperti hari biasanya, dan banyak hal yang terjadi selama sebulan ini.
Nabilah maupun Salsa sama-sama menjalani hari-hari mereka penuh dengan drama. Karena Nabilah maupun Salsa harus menghadapi orang-orang yang menjengkelkan dalam hidup mereka. Apalagi satu bulan ini, ada saja hal-hal yang harus mereka kerjakan, dan itu semua karena orang-orang menyebalkan yang berada di sekitaran mereka.
Seperti Nabilah yang harus menghadapi murid nya yang kadang rewel, seperti anak kecil. Sedangkan Salsa menghadapi bosnya yang benar-benar membuat kepalanya sakit, serta darah tinggi, jika dia berhadapan dengan bos nya yang menyebalkan.
Tapi selama sebulan ini, Salsa merasa aneh dengan Mafia Dark Black, yang tidak melakukan hal berbahaya. Malahan mereka terlihat tenang. Entah rencana apa yang sedang Mafia Dark Black rencanakan, tapi Salsa yakin. Dibalik diamnya mereka, pasti ada rencana berbahaya yang mereka tidak ketahui.
"Jangan kebanyakan melamun, kita mau pulang sekarang." Ucap Farel mengagetkan Salsa yang sedang duduk melamun di meja kerjanya."Apa jangan-jangan Lo mau nginap disini?"
Salsa menatap kearah Farel dengan kesal."Anda ngga bisa datang dengan baik-baik ya!" Kesal Salsa, karena di buat kaget oleh bos menyebalkan nya itu."Siapa juga yang mau menginap di kantor anda!" Jawab Salsa ketus menatap jengkel kearah Farel yang sekarang hanya tersenyum.
"Saya kira kan begitu." Jawab Farel santai."Kamu mau pulang atau tidak? Kalau mau pulang ayo cepat, saya tidak suka menunggu."
"Ck, anda bisa pulang sendiri tuan, dan saya juga sama!"
"Tapi kamu asisten saya, dan kamu berkerja untuk saya. Jadi kamu harus menuruti semua perintah saya nona Salsa!" Jawab Farel tidak mau kalah.
"Tapi saya tidak mau, dan ini juga bukan jam kerja saya tuan Farel!"
"Kamu lupa, kalau asisten seperti mu akan selalu berkerja dua puluh empat jam!" Tanya Farel mengingatkan tugas Salsa.
"Terserah.... Tapi jangan suruh saya lagi. Karena saya mau pulang." Jawab Salsa, sambil melangkah meninggalkan Farel yang masih berada di ruangannya.
" Benar-benar tidak sopan...." Desis Farel menatap punggung Salsa yang sudah keluar dari ruangannya. Karena tidak ingin sendiri, Farel ikut menyusul keluar mengikuti langkah Salsa.
.
__ADS_1
.
"Dimana kunci mobilku?" Gumam Salsa kebingungan sambil mencari kunci mobilnya, yang entah dia taruh dimana. Salsa juga sudah memeriksa tasnya, tapi yang dia cari malah tidak ketemu sama sekali."Apa ketinggalan di atas ya? Coba aku periksa dulu." Saat Salsa akan berbalik belakang. Secara tidak sengaja tubuhnya menabrak seseorang, karena orang itu sudah beri disitu dari tadi, hanya saja Salsa tidak menyadarinya." Auu, keningku. Siapa sih yang simpan tiang disini?!" Ucap Salsa kesal menatap orang didepannya yang dia kira tiang. Tapi saat Salsa memperhatikan kalau yang ini dia tabrak bukanlah tiang, melainkan tubuh seseorang. Salsa mengangkat kepalanya, untuk melihat, siapakah orang yang berdiri didepannya sekarang.
"Ketua Hendrik?" Ucap Salsa terkejut dan juga bingung saat melihat kalau orang yang tidak sengaja dia tabrak tadi ternyata ketua dari Tim Not Visible. " Ketua, kenapa bisa berada disini?"
Hendrik tersenyum saat mendengar pertanyaan gadis didepannya. Karena Salsa terlihat lucu saat kebingungan seperti sekarang." Kenapa dia terlihat sangat cantik saat kebingungan seperti ini." Batin Hendrik." Apa yang kamu pikirkan Drik." Batin Hendrik yang membuang jauh-jauh pikirannya, saat dia diam-diam mengagumi gadis didepannya.
"Ketua, kenapa diam? Apa ketua baik-baik saja" Tanya Salsa kembali sambil melambaikan tangannya didepan wajah Hendrik saat melihat ketua nya itu hanya diam tidak menjawab pertanyaannya.
Hendrik tersadar dari lamunannya saat tangan mungil itu melambai didepan wajahnya."Maaf, kenapa ya Sal? Saya tidak dengarnya tadi?" Tanya Hendrik membuat Salsa menghembuskan nafasnya dan juga memasang wajah kesalnya.
"Tidak jadi ketua." Jawab Salsa menghindari tatapan Hendrik yang dari menatapnya."Tapi ketua kenapa ketua bisa berada disini dan kenapa ketua bisa tau alamat kantor ku berkeja?"
"Hmm, saya mendengarnya dari teman-teman setim mu dan ketua habis berkerja sama dengan perusahaan ini tadi." Jawab Hendrik, membuat Salsa sedikit berpikir.
"Jadi ketua salah satu investor yang ikut bergabung di perusahaan ini? Tapi kenapa aku tidak menyadari kehadiran ketua?" Tanya Salsa heran, karena ia benar-benar tidak menyadari akan kehadiran Handrik tadi saat berada di ruangan miting.
"Iya juga sih ketua. Tapi.... Kenapa aku tidak menyadari kehadiran ketua seperti biasanya, walaupun ketua berada di tempat orang banyak? Apa jangan-jangan aku kehilangan keahlian ku ketua karena terlalu sibuk dengan pekerjaan ku sekarang?" Tanya Salsa panik saat menyadari kalau instingnya yang selalu mengetahui keberadaan musuh tidak setajam dulu lagi. Bahkan beberapa hari ini dia selalu kaget saat bos nya itu mendatanginya.
"Tidak Sal. Insting mu baik-baik saja, hanya saja kamu terlalu lelah dan bosmu seperti nya......" Ucap Hendrik mengehentikan ucapannya untuk menatap Salsa."Menyukaimu, sehingga dia selalu membuat mu sibuk saat akan bertemu dengan ku." Batin Hendrik, karena ia tidak berani mengucapkan nya langsung kepada Salsa. Takut kalau Salsa tidak akan percaya dengan filing nya sebagai seorang laki-laki yang bisa merasakan kalau bos Salsa menyukainya gadis itu.
"Sepertinya... apa ketua?" Tanya Salsa penasaran.
"Sepertinya bosmu itu tidak akan membiarkan mu untuk keluar dari kantor nya karena cara kerjamu yang bagus." Jawab Hendrik beralasan.
"Gitu ya ketua." Ucap Salsa yang sepertinya percaya dengan Jawaban Hendrik tadi."Tapi aku ragu ketua. Sepertinya ketua bohong." Batin Salsa curiga menatap ketua nya itu.
__ADS_1
"Sal, kamu mau pulang?" Tanya Hendrik mengubah topik pembicaraan mereka.
"Iya ketua, tapi kunci mobil saya ketinggalan di ruang kerja."
"Kalau gitu kamu pulang bareng saya saja?" Tawar Hendrik.
"Tidak perlu, karena dia akan pulang bersama dengan saya." Bukan Salsa yang menjawab, melainkan Farel yang kini sudah berada dibelakang keduanya.
Handrik dan Salsa sama-sama membalikkan tubuh mereka kearah kebelakang. Untuk melihat siapakah orang yang menjawab pertanyaan Hendrik tadi.
"Dia lagi." Gumam Salsa memutar matanya malas.
"Kenapa dia bisa berada disini." Batin Hendrik menatap tidak suka kearah Farel, yang kini sedang melangkah mendekat kearah mereka.
"Dia akan pulang bersama saya." Ucap Farel mengulang ucapannya. Tidak lupa ia menatap tajam Hendrik yang kini sedang membalas tatapannya dengan tidak kalah tajamnya. Farel tidak suka kalau orang yang dia cintai didekati oleh orang lain apalagi pria itu diam-diam menyukai gadis nya.
Ya, Farel bisa merasakan semua itu. Karena saat Handrik berbicara tadi, Farel bisa merasakan kalau Hendrik diam-diam menyukai Salsa. Dari mata sampai gerakan yang Hendrik tunjukkan bisa Farel rasakan. Karena saat kedua sedang berbincang tadi Farel berada disana, hanya saja dia memilih bersembunyi sampai keduanya selesai berbincang. Tapi perasaan cemburu nya memaksanya untuk keluar saat mendengar kalau pria itu ingin mengajak Salsa untuk pulang bersama dengannya.
"Saya tidak mau pulang dengan anda tuan Farel! Saya mau pulang bersama dengan tuan Hendrik." Tolak Salsa, karena seharusnya ia beristirahat, bukan meladeni semua permintaan konyol Farel.
"Kau lupa nona Salsa, kalau anda asisten saya?" Ucap Farel mengingatkan tugas Salsa yang berkerja dengannya.
"Tapi ini bukan jam kerja saya tuan Farel Ardian Pratama! Sekarang sudah waktunya saya pulang dan beristirahat. Jadi anda tidak berhak untuk memerintah saya!" Tegas Salsa, karena selama sebulan ini hidupnya selalu di atur oleh Farel. Bahkan dia tidak bisa bebas untuk keluar seperti dulu lagi sebelum dia berkerja dengan pria itu.
"Ayo tuan Hendrik, saya mau pulang." Salsa menarik tangan Hendrik. Sedangkan Hendrik hanya menurut dengan mengikuti langkah Salsa tanpa menolak sama sekali.
Saat Hendrik benar-benar akan masuk kedalam mobilnya, Handrik menatap kearah Farel. Handrik menatap pria itu dengan tersenyum mengejek. Setelah itu ia masuk kedalam mobilnya dan benar-benar meninggalkan Farel yang sedang berdiri menatap mobilnya dengan tatapan kesal bercampur dengan cemburu.
__ADS_1
"Brengsek kamu Handrik....." Teriak Farel kesal, sambil menendang udara."Lihatlah Salsa, kamu menolak ku kan. Lihatlah nanti malam apa yang akan saya lakukan." Ucap sambil tersenyum penuh arti.
...----------------...