Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam

Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam
bab 6


__ADS_3

" Maafkan saya tuan." Hanya itu yang bisa Salsa katakan sekarang.


Karena Salsa sedang terburu-buru, di tambah dengan jalan yang macet membuat Salsa mencari celah di kendaraan yang lain.


Tapi tanpa di sengaja Salsa malah menabrak mobil orang, Yang membuat pemilik mobil itu marah besar, Karena kecerobohannya, Karena ia telah menabrak mobil orang itu yang ternyata berharga fantastis.


Jika masalah uang Salsa tidak akan mempermasalahkannya, Karena dirinya sudah memiliki banyak uang untuk Menganti mobil itu. Tapi yang membuat Salsa merasa bersalah karena Kecerobohan nya hampir membuat nyawa orang hampir celaka.


" Lo punya mata ngga." Tegur pria itu yang tidak lain adalah Denis dengan suara yang begitu sangat nyaring membuat pengendara lain melihat kearah Salsa dan kedua pria itu.


Sedangkan Farel yang notabennya slow, tidak memikirkan masalah apapun karena akan di urus oleh sekertaris nya Denis.


Farel tidak perlu capek-capek untuk turun tangan karena mulutnya sudah ada di Denis, jadi dia tidak perlu lelah untuk marah di hal yang sekecil ini.


" Kalau lo sudah lihat jalan macet. Seharusnya itu lo tunggu saja sampai lalu lintas kembali stabil, Ngga usah lo mencari celah seperti tadi." Bentak Denis sambil menunjuk wajah Salsa.


" Dan sekarang Lo nabrak mobil bos gue, karena kecerobohan Lo sendiri. Lo tau ngga mobil bos gue jauh lebih mahal dari pada harga motor lo." Ucap Denis kembali sambil mencibir motor yang di pakai oleh Salsa.


Sedangkan Salsa yang dari tadi di bentak hanya diam tidak menjawab, karena dirinya merasa bersalah.


Salsa merasa bersalah dan merasa begitu pantas saat di marahin oleh pria itu. Tapi mendengar cibiran dari pria yang sedang membentaknya itu, membuat Salsa Menjadi kesal. Karena pria yang berada di hadapannya itu telah berani menyebut motornya lebih mahal daripada mobil nya.


Sedangkan dia sendiri sudah memiliki tiga mobil seperti itu di rumah. Walaupun itu semua milik orang tuanya.


Salsa melihat menatap Denis." Saya minta nomor rekening anda tuan." Ucap Salsa langsung ke intinya. Karena dia tidak mau banyak basa-basi apalagi dengan orang yang sombong seperti mereka, Salsa tidak mau sampai melakukan hal yang di luar nalar, karena mendengar ucapan pria yang berada di hadapannya.


" Apa Lo sanggup membayar kerugian mobil gue." Tanya Farel yang sudah capek mendengar Denis banyak bicara, Tapi di balas singkat oleh wanita yang berada di hadapan mereka.


" Gue sanggup membayarnya."Jawab Salsa." Emangnya beberapa yang harus gue harus ganti."


" Sombong juga ya lo." Ucap Denis tidak suka. Yang membuat Denis kembali menunjuk wajah Salsa.


" Maaf tuan jangan menggunakan kekerasan, Kita bisa membicarakan nya dengan baik." Salsa menepis tangan pria yang ada di hadapannya itu, yang sedang menunjuk wajahnya.


" Berani juga ya Lo." Denis yang sudah semakin kesel, karena jawaban nya selalu di jawab oleh wanita di hadapannya. Karena baru kali ini ada wanita yang berani dengannya.


Farel yang melihat Denis akan berbuat kasar segera menghentikan nya." Denis, Lo jangan sampai berbuat kasar kepada seorang wanita, apalagi wanita itu lemah seperti dia." Cegah Farel.

__ADS_1


Salsa yang mendengar sindiran dari pria yang berada ada di samping pria yang satunya itu, merasa geram sendiri, rasanya ia ingin menjawab. Tapi ia terlalu pusing untuk menjawab perkataan dari pria yang satunya itu. Apalagi dia dihampir terlambat sekarang.


Salsa takut dia akan melakukan hal yang sangat fatal yang akan membuat pria di hadapannya berlutut kaku seperti pria yang kemarin malam.


" Tuan apa anda bisa cepat memberi tau saya berapa harga, yang harus saya ganti."Tanya Salsa." Saya sedang terburu-buru, tuan, maka cepat beritahukan."


Entah mengapa rasa iba pada timbul pada diri Farel, saat mendengar perkataan wanita itu. Apalagi Wanita itu masih terlihat begitu sangat mudah, yang bisa saja dia masih berkuliah dan benar-benar hampir telat karena mereka mencegahnya untuk pergi.


" Denis beritahu dia berapa yang harus dia ganti." Perintah Farel sambil meninggalkan Denis dan wanita sedikit lebih jauh.


Denis memutar matanya malas melihat kearah bos nya itu, Yang masih saja baik terhadap orang walaupun orang itu melakukan kesalahan.


Denis juga tidak habis pikir dengan pria, seperti Farel masih memiliki hati, padahal dia seorang Mafia yang terkenal tidak memiliki hati jika berada di dunia gelap.


" Cepat." Tegur Salsa kesal melihat ke arah pria yang satunya yang hanya diam tidak menjawab.


Denis menghitung Setengah dari harga sebenarnya untuk di ganti sesuai pesanan dari Farel." Lo harus mengganti sebesar seratus juta." Jawab Denis tersenyum sinis. Denis berpikir bahwa gadis di hadapannya tidak akan sanggup menjawab, dan akan meminta keringanan karena harga yang di tawarkan olehnya.


Salsa yang mengerti apa yang di pikirkan oleh pria yang berada di hadapannya, Salsa ikut menatap sinis ke arah Pria itu yang sama sama menatap nya dengan tatapan sinis." Sebutkan nomor rekening anda tuan." Ucap Salsa dengan nada santainya sambil mengeluarkan ponselnya.


Wanita itu bukanya takut, Malahan wanita itu dengan santainya menanyakan nomor rekeningnya. Tanpa ada rasa takut untuk mengeluarkan sejumlah uang yang sebesar tadi. Denis berfikir kalau wanita itu akan meminta keringanan seperti lain.


Tapi wanita itu berbeda, karena dia malah terlihat santai tidak panik sama sekali. Mungkin kalau wanita lain yang berada di posisinya, pasti wanita itu akan panik jika di suruh mengeluarkan uang sebanyak itu, tapi tidak dengan wanita yang berada didepannya.


" Lo tidak panik." Tanya Denis heran yang membuat Salsa memutar matanya malas.


" Untuk apa saya panik tuan, saya hanya mengeluarkan seratus juta bukan Miliyaran. Tapi jika anda menginginkan itu saya akan mengeluarkannya." Jawab Salsa tampa rasa takut sama sekali.


" Tidak. Tuan saya sudah memilikinya, dan semua berada di rumah."


" Cek, Dasar pria aneh." Batin Salsa.


Denis menyebutkan nomor rekening tuanya.


Setelah mendapatkan nomor rekening pria itu, Salsa langsung mengirimkan uang yang di minta oleh pria itu, dan tidak beberapa lama uang itu masuk ke dalam rekening Farel.


" Tuan gue meminta seratus juta bukan dua ratus juta." Tanya Denis heran setelah melihat uang yang masuk ke dalam rekening tuannya.

__ADS_1


" Anggap saja itu semua sebagai tanda minta maaf saya, tuan." Jawab Salsa." Apa saya boleh pergi." Tanya Salsa yang benar-benar sudah sangat malas untuk berhadapan dengan kedua pria itu.


" Silahkan." Jawab Denis mempersilakan wanita itu untuk pergi.


Salsa yang mendengar jawaban Pria itu akhirnya melangkah pergi tanpa mengatakan apapun kepada pria itu. Tapi sebelum dia pergi dia melihat kearah pria yang dari tadi berdiri santai sambil melihat nya dan juga pria yang dari tadi berdebat dengannya.


Sampai mata mereka bertemu.


Entah mengapa Salsa merasakan ada getaran aneh setelah melihat mata pria itu, Salsa melihat kearah lain karena dia sadar telah menatap orang.


Karena tidak mau lama-lama berurusan dengan dua pria itu, Salsa kembali melangkah pergi kearah motornya.


Salsa menaiki motornya lalu menjalankan motornya dengan kecepatan sedang. Karena Salsa tidak mau sampai ke jadian seperti tadi terulang kembali, dia tidak mau berhubungan dengan pria yang aneh lagi seperti kedua pria tadi.


" Aku tidak mau bertemu kembali dengan pria aneh itu." Gumam Salsa sambil menjalankan motornya.


Sedangkan Farel yang masih terpaku melihat wanita itu pergi dan hilang dari Pandangan nya


" Mata itu, mata yang sama seperti mata Khalifa. Atau jangan-jangan dia. " Batin Farel Bertanya tanya, Saat melihat mata dari wanita tadi..Entahlah saat melihat mata wanita tadi mengingatkannya dengan wanita semalam dan juga seorang gadis kecil nya.


" Denis cari tahu siapa wanita itu."


" Maksud lo." Tanya Denis bingung.


" Aku hanya ingin mencari tau siapa wanita itu. Cepat Lo cari tau tanpa ada penolakan sama sekali." Jawab Farel tidak mau di Bantah. Setelah mengatakan itu Farel melangkah kearah mobilnya lalu memasuk kedalam mobilnya, meninggalkan Denis yang dari tadi masih menatapnya kearah nya dengan tatapan bingung.


" Dasar pria aneh. Tadi malam menyuruh Gue buat mencari tau, tentang wanita yang menolongnya semalam, dan Sekarang dia menyuruh gue untuk mencari tau wanita yang telah menabrak mobilnya." Gumam Denis yang bingung dengan tingkah Farel hari ini." Apa mungkin pikiran nya lagi linglung hari ini, karena kejadian semalam.


" Denis sampai kapan Lo berdiri di situ." Panggil Farel yang sudah duduk di dalam mobil. Tapi dia bingung, karena sekertaris nya tidak kunjung masuk.


Mendengar teriakkan dari Farel membuat Denis berlari mendekati Farel yang sudah duduk di dalam mobil.


" Cepat masuk , gue mau terlambat gara-gara nungguin Lo." Perintah Farel dari dalam mobil sambil menatap tajam kearah, Denis melalui kaca mobil yang sedikit terbuka.


Denis hanya membuang nafas kasar karena mendengar Perintah dari bos dan juga sahabatnya itu. Denis Ikut menyusul Farel kedalam mobil, Setelah itu mobil Denis menjalankan mobilnya lalu mobil mereka pergi membela ibukota yang macet dan padat itu.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2