
Sampai pertarungan pun selesai dan pemenang dari pertarungan itu ada Salsa.
Salsa berhasil meluluhkan musuh itu dengan mudah walaupun kedua tangannya masih di borgol, tapi tidak menghilangkan kelincahannya membuat musuh jatuh terkapar kelantai.
" Sebelum bermain, jangan lupa membawa senjata api yang lengkap." Ucap Salsa sambil tersenyum mengejek, lalu menaruh menjatuhkan api yang tadi dia rebut dari musuhnya, setelah itu Salsa menghabisi musuhnya dengan cara menebak kaki mereka mengunakan senjata api yang musuhnya bawah.
" Sebelum mall ini benar-benar dibuka, sepertinya tim Not visible harus membersihkan semua kekacauan ini." Gumam Salsa melihat tempat yang kacau karena pertarungan sengit antara Salsa dan juga anak buah dari Jack.
Sedangkan Farel, yang melihat langsung membuat Farel begitu sangat kagum dengan Salsa. Walaupun mengunakan gaun panjangnya sampai di bawah lutut dan juga tangan yang di borgol. Tapi tidak mengurangi kelincahannya, gadis itu begitu sangat lincah menjatuhkan lawannya dengan sangat mudah.
" Pantas agen rahasia tim Not Visible yang begitu sangat di takuti oleh para mafia, ternyata lawan nya seperti dia." Batin Farel menatap Salsa kagum." Padahal dulu masih kecil saat aku meninggalkannya tapi sekarang, dia sudah menjadi gadis dewasa dan menjadi gadis yang kuat dan juga menakutkan." Batin Farel.
" Kamu bisa keluar." Ucap Salsa mendakati Farel yang masih duduk sambil bersembunyi, seperti kucing kecil yang ketakutan saat berada didalam bahaya.
Farel keluar dari tempat persembunyiannya lalu menatap kearah Salsa yang sedang menatapnya dengan tatapan dingin.
Farel beralih melihat kearah para pria yang kini sudah terkapar tidak berdaya dengan tubuh yang sudah berlumuran darah. Tapi berapa pria itu tidak mati, malahan mereka masih hidup, Tapi memiliki luka yang sangat mengenaskan ditubuh mereka. Farel yakin, menahan rasa sakit itu sulit, dan mending memilih kematian, ketimbang menahan rasa sakit.
Rintihan para pria itu juga masih terdengar. dan ada salah satu dari mereka yang ingin membunuh dirinya, tapi sayang senjata mereka sudah Salsa singkirkan.
" Apa kamu tidak kasian dengan mereka, yang merintih kesakitan karena lukanya." Tanya Farel membuat Salsa menggeleng.
" Tidak, aku tidak merasa kasian ke mereka, karena ini hukuman untuk orang-orang jahat seperti mereka. Biarkan mereka mati perlahan-lahan dengan rasa sakitnya, agar mereka sadar kalau membunuh orang dengan cara perlahan-lahan itu jauh lebih sakit ketimbang membunuhnya langsung." Jawab Salsa dengan santainya membuat Farel mengerutkan keningnya bingung.
" Kenapa, apa mereka adalah orang jahat" Tanya Farel yang seolah-olah tidak tahu.
__ADS_1
" Sudahlah, tidak usah di bahas." Ucap Salsa yang tidak ingin membahas hal itu membuat Salsa kembali melanjutkan langkahnya.
.
.
Tidak terasa misi tim not visible, yang mengamankan bom didalam mall dan juga mencari bukti kejahatan dari Mafia Dark Black sebagian besar sudah di temukan. Dan mungkin mereka bisa menangkap Jack untuk menghaluskan kejahatan yang selama ini Jack lakukan, dan menghancurkan bisnis ilegal seperti obat terlarang, dan juga penjualan orang tubuh manusia.
Bukan hanya itu, bisnis gelap yang di lakukan Jack. Melainkan penjualan wanita dan juga anak-anak di pasar gelap, untuk di jadikan perbudakan untuk para mafia atau orang-orang kaya yang memang menginginkan mereka, makanya dengan senang hati mereka mengeluarkan uang banyak untuk membeli para wanita dan juga anak-anak untuk menjadikan budak.
.
.
" Apa ini." Tanya Farel menatap obat yang Salsa berikan.
" Ambilah, dan minum. Jangan banyak bertanya, karena dari tadi aku mendengar pertanyaan mu itu." Jawab Salsa ketus karena dari tadi dia mendengar ocehan dari pria didepannya.
" Tapi kenapa aku harus meminumnya, apakah kamu ingin memberikan aku racun. karena mengetahui kalau kamu menyiksa dan membunuh orang-orang didalam mall, dan kamu juga takut, kalau sampai aku membocorkan rahasia mu." Tanya Farel.
" Ya setengah dari perkataan mu benar. dan setengahnya tidak, karena mana mungkin aku membunuh pria lema seperti mu. Maka minumlah obat itu, sebelum aku memaksamu." suruh Salsa tegas sambil terus membujuk pria itu.
" Pokoknya aku tidak mau. Emangnya itu obat apa, terus kenapa aku harus meminumnya."
" Itu obat penghapus ingatan agar lo melupakan kejadian tadi." Jawab Salsa memberitahukan obat apa yang dia bawa itu. Karena Salsa begitu sangat tidak suka dengan pria didepannya yang terlalu banyak bertanya. andai tim Not visible tidak melarang untuk membunuh orang yang tidak bersalah dalam misi mereka, mungkin Salsa dari tadi sudah membunuh pria dihadapannya.
__ADS_1
Farel yang mendengar ucapan dari Salsa tersenyum, karena Farel memasang sudah mengetahui obat apa yang Salsa berikan kepadanya. Yaitu obat yang sengaja di racik untuk menghapuskan ingatan seseorang, agar mereka melupakan kejadian yang tadi menimpa mereka.
Sebenarnya obat itu di buat untuk membantu orang-orang yang memiliki gangguan. Tapi entah kenapa obat itu, semakin di racik dan membuat obat itu bisa menghapus ingatan seseorang saat mereka mengalami kejadian. Setelah meminum obat itu, mereka akan melupakan kejadian kemarin. Dan membuat kejadian itu seolah-olah hanya sebuah mimpi.
" Apa kamu ingin menghapus ingatan ku." Tanya Farel membuat Salsa mengangguk.
" Ya, sekalian menghapus pertanyaan yang selalu kamu tanyakan." Jawab Salsa kesal.
" Cepat minum obat itu, sebelum aku yang meminumkan nya." Suruh Salsa kembali dengan wajah penuh emosi.
" Baiklah aku akan meminumnya." Jawab Farel.
Farel meminum obat itu, sesuai dengan suruhan Salsa." Aku sudah meminumnya." Ucap Farel sambil memperlihatkan kalau obat tadi sudah habis dia telan.
" Bagus, kalau gitu kamu bisa pergi." Usir Salsa.
" Kamu mengusir ku." Tanya Farel membuat Salsa mengangguk.
" Ya karena aku tidak mau berurusan dengan mu." Jawab Salsa ketus setelah itu melangkah meninggalkan Farel, lalu pergi begitu saja untuk masuk kembali kedalam mall karena mereka ingin membersihkan semua kekacauan yang terjadi didalam.
Sedangkan Farel menatap kepergian Salsa dengan senyuman di bibirnya.
Lalu memuntahkan sesuatu dari mulut nya. Yaitu obat yang tadi ia minum." Aku tidak akan pernah melupakan pertemuan kita tadi Khalifah. Maka aku akan membuat pertemuan kita sebagai awal dari hubungan ini." Gumam Farel terus tersenyum.
...----------------...
__ADS_1