Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam

Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam
Bab 48


__ADS_3

Tidak terasa sebulan sudah Salsa kembali pulang kerumahnya dan sekarang gadis itu sudah kembali ke aktivitasnya seperti biasa.


Luka jahitan dipunggung dan juga luka yang berada tepat di kedua tangannya sudah benar-benar pulih.


Gadis itu sudah bisa kembali menjalankan misinya seperti biasa yaitu satu minggu yang lalu.


Ya. Walaupun baru saja menerima luka yang membuatnya kritis selama seminggu, tapi tidak membuat Salsa untuk kapok dengan luka itu malahan dengan santai ia masuk ke dunia gelap padahal ia Baru saja pulih, tapi gadis keturunan blasteran yang masih berusia delapan belas tahun itu sudah bisa menjalankan tugasnya yang selalu menantang maut lagi.


Jika dulu dia saat dia akan menjalankan misinya dengan sembunyi-sembunyi, maka berbeda dengan kali ini dia mendapatkan dukungan penuh oleh keluarga membuat Salsa dengan leluasa untuk menjalankan misinya tanpa harus takut ketahuan.


.


.


Salsa yang sudah rapi, karena hari ini dia kembali kuliah. Walaupun dia seorang agen rahasia tapi dia juga butuh belajar, bukan hanya untuk menembak musuh atau mencari bukti kejahatan musuhnya.


Memastikan tidak ada yang tertinggal, Salsa turun kelantai bawah untuk berkumpul dengan keluarganya. Menghabiskan waktu bersama untuk berkumpul dengan keluarganya walaupun singkat, karena dia dan keluarganya yang lain akan melakukan kegiatan mereka masing-masing.


Sesampainya di meja makan, Salsa bisa melihat Keluarganya yang sudah berkumpul di meja makan, mereka belum ada yang sarapan karena sedang menunggunya.


" Selamat pagi semua.'' Sapa Salsa dengan senyumannya saat sudah duduk di meja makan berkumpul bersama dengan keluarganya.


'' Pagi Sal.'' Jawab orang orang di ruangan makan itu sambil Tersenyum.


" Mau kuliah." Tanya Rahma.


" Iya Bun, hari ini aku mau kuliah, soalnya sudah sebulan lebih aku ngga kuliah." Jawab Salsa.


" Apa ngga tunggu sampai luka ditangan mu benar benar sembuh, baru kamu bisa kuliah Sal." Tanya Rahma kembali membuat Salsa ingin menjawab tapi sudah dipotong oleh Nabila.


" Bun, Salsa sudah bisa kuliah, contohnya dia sudah bisa memegang senjata api dan menjalankan misinya selama seminggu terakhir. Itu artinya dia sudah benar benar pulih Bun, ngga perlu di khawatir lagi." Sambung Nabila. Nabila tidak habis pikir dengan Salsa yang baru saja keluar dari rumah sakit dan pulih dari lukanya sudah bisa menjalankan misi, bukanya duduk untuk beristirahat atau melakukan hal yang positif tapi dia malah menjalankan misinya yang selalu menantang maut.


Salsa yang mendengar ucapan dari Nabila langsung menatap kakaknya itu. Tapi kalau ia bisa membenarkan kalau ucapan dari Nabila itu benar.

__ADS_1


" Bunda sampai melupakan hal itu.'' Jawab Rahma yang sampai lupa kalau putrinya itu berbeda dengan yang lain. Ya walaupun mengalami luka yang begitu sangat serius, Tapi tidak akan membuatnya sakit untuk menjalankan misinya. Contohnya selama seminggu ini Salsa dengan santainya menjalankan misinya tanpa merasakan rasa takut sama sekali.


'' Bun, Salsa berbeda. Kalau gadis lain itu baru. karena mereka akan bermanja-manja jika mendapatkan luka kecil. Tapi kalau Salsa berbeda lagi, jika dia mendapatkan luka kecil maka itu adalah tantangan untuknya agar dia bisa menuntaskan musuhnya yang telah berani melukainya.'' sambung Burham yang begitu sangat tahu seperti apa putrinya itu.


Salsa yang mendengar ucapan dari papi nya hanya bisa memutar matanya malas." Papi bunda, tahu saja." Ucap Salsa yang dari tadi mendengarkan ucapan ketiga keluarganya yang sedang membahas nya Bukannya tidak sopan, hanya saja Salsa merasa pusing jika Keluarganya terus memujinya.


orang orang yang berada di meja makan yang sama, bisa mendengar ucapan dari Salsa. Ucapan Salsa yang bisa membuat Burham dan Rahma hanya bisa menggeleng karena tingkah putri keduanya itu.


" Dasar sih Salsa, ada ada saja kelakuannya." Gumam Putra yang dari tadi menyaksikan obrolan mereka.


Keluarga itu kembali menikmati sarapan pagi mereka dengan tenang tanpa ada yang berbicara, karena papi Burham melarang obrolan ketika mereka sedang makan.


Selesai menyelesaikan sarapan paginya. Papi Burham bersama dengan putra, berangkat pergi kekantor, sedangkan Salsa dan Nabilah pergi untuk kuliah.


Kedua gadis itu memilih menaiki mobil masing masing ketimbang pergi bersama padahal mereka satu kampus, ya karena keduanya memiliki alasan untuk tidak bersama.


Salsa yang akan diantar supir pribadi sedangkan Nabila memilih menyetir sendiri karena Nabila malas jika di harus diantar seperti anak kecil, menurut Nabila.


Keempat mobil itu meninggalkan pekarangan rumah Burham untuk pergi ketempat tujuan mereka masing-masing.


.


.


Sampai berapa lama terdiam didalam mobil, Supir pribadinya memanggilnya.


" Non Salsa." Panggil Supir itu membuat Salsa melihat kearah supirnya.


" Iya pak, ada apa." Tanya Salsa sopan.


" Sepertinya mobil kita ada yang ngikutin non.'' Jawab Supir itu sambil melirik kearah spion mobil yang memperlihatkan kearah belakang.


Sedangkan Salsa yang mendengar ucapan dari supir pribadinya itu ikut melihat kearah dibelakangnya." Sepertinya ada musuh yang sudah mengenalkan ku." Gumam Salsa. Salsa kembali melihat kearah supirnya.

__ADS_1


'' Pak, kita singgah ke mall." Ucap Salsa sabil menatap supirnya itu lewat kaca spion.


" Baik non." Jawab supir.


Kini mobil Salsa mengarah mall, sedangkan mobil yang berada dibelakang mereka terus mengikuti ke mana mobil Salsa mengarah kemana.


Salsa membuka tasnya lalu mengambil Headset Bluetooth yang langsung di pasang di kupingnya. Salsa mencari nomor tim nya setelah itu menelfon nya tidak lama panggilan telfonnya diangkat.


" Halo. Sal, tumben lo telfon." Tanya Riko di sebarang.


" Rik, gue minta tolong sama lo." Ucap Salsa.


" lo mau minta tolong apa.'' Tanya Riko.


" Tolong Lo kirim, tim Not visible yang lain ke mall Xxx. Soalnya mobil gue ada ya ngikutin." Jawab Salsa memberitahukan kenapa ia menyuruh Riko untuk mengirim tim Not visible ke mall xxx.


" Oke, gue akan kesana." Ucap Riko. terdengar dari suaranya kalau Riko mulai panik." Lo harus bisa lepas dari mereka. Karena mereka Mafia Dark Black yang bisa saja melukai orang terdekat lo." Ucap Riko kembali.


" Baik, gue akan usahain untuk lepas dari mereka." Jawab Salsa." Kalau gitu, gue lanjut." Ucap Salsa kembali sebelum Salsa mematikan ponselnya.


Salsa melihat kearah Supirnya." Pak, aku berhenti di depan.". Ucap Salsa.


" Tapi non kita belum sampai." Jawab supir itu.


" Ngga apa-apa pak. Soalnya yang mengikuti kita dari tadi itu orang jahat. Saya takut kalau mereka akan menyerang kita jika aku masih berada didalam mobil." Jelas Salsa kembali." Bapak bisa minta tolong sama bodyguard yang lain untuk membawakan motor kesayangan Ku."


" Baik non." Supir pribadinya mengurungkan Salsa di pinggir jalan sesuai permintaan dari Salsa. Sedangkan Supir itu di suruh kembali, bukan di rumahnya melainkan di markas.


Supir pribadi Salsa bukan hanya sebagai supir, melainkan pria paruh baya itu juga tangan kanan dari Salsa. Pria baru baya itu akan berkerja sebagai pencari informasi untuk Salsa setiap kali Salsa di serang. Pria paruh baya itu juga membantu Salsa untuk mengelabuhi setiap musuhnya untuk bisa melarikan diri tanpa ketahuan sama sekali. Kita bisa memanggilnya BattarAzmi atau lebih sering di panggil, pak Az.


...----------------...


Banyak typo yang bertebaran harap bijak dalam membaca.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote nya.


__ADS_2