
malam berganti menjadi pagi, matahari juga sudah mulai menunjukkan sinarnya yang menghangatkan semua permukaan bumi yang terasah dingin.
di mansion, seorang wanita yang merasa heran dengan satu kamar yang terlihat kosong, biasanya selalu ada orang nya tapi pagi ini, kamar itu terlihat kosong dan tidak ada tanda tanda kalau tadi malam ada orang di kamar itu.
" kemana farel, kenapa tidak ada tanda tanda kalau tadi malam dia ada di rumah dan berdada di dalam kamar " tanya Irma pada dirinya sendiri. Irma sambil melihat ke arah jam tangan nya yang baru saja menunjukkan jam enam pagi.
" apa jangan jangan lagi olahraga ya " ucap Irma Yanti mengingat kebiasaan putra nya yang selalu menyempatkan dirinya untuk berolahraga di setiap pagi nya.
karena merasa kalau putra nya itu sedang berolahraga dan berada di gym, Irma memutuskan untuk memeriksa nya terlebih dahulu.
sebelum menyimpulkan kalau putra nya pasti tidak ada di dalam mansion itu dan yang pasti putra nya sudah pergi tanpa memberitahunya terlebih dahulu.
Irma melangkah ke sebelah kamar Farel
dan membuka satu pintu yang menyambungkan ke dalam ruangan gym, yang memang sengaja Farel desain khusus untuk kamarnya.
Irma melihat ke arah Rungan itu yang terlihat
kosong yang tidak ada tanda tanda kalau di ruangan yang di penuhi oleh alat alat olahraga itu ada orang nya.
" kemana sih itu anak jam segini udah hilang tanpa ijin dulu " gerutu irma kesal, lalu melangkah keluar dari kamar Farel karena Irma tidak melihat kalau ada putra nya di dalam kamar itu.
melangkah memasuki pintu lift untuk turun kebawah.
" ngga anak, ngga ayah sama-sama suka menghilang " ucap Irma kesal sambil melangkah mengarah ke dapur.
Irma mengingat seperti apa putra nya dan suaminya yang begitu sangat gila kerja, sampai sampai dirinya di abaikan.
__ADS_1
sukur diri nya terbilang istri dan ibu yang baik, kalau ngga mungkin putra dan suaminya udah dia usir dari mansion.
dari pada Irma stres karena putra nya yang menghilang tanpa ijin terlebih dahulu, lebih baik dia masak sepuas-puasnya tanpa memikirkan sesuatu yang membuat dia pusing.
Irma Yang selalu berpikir positif terhadap farel tidak terlalu khawatir, karena Irma tidak mau ikut campur dengan urusan putra nya, asal farel tidak melakukan hal yang membuat nya kecewa, Irma akan selalu berpikir positif terhadap Farel.
farel juga bukan sekali menghilang seperti hari ini, tapi farel sudah sering kali menghilang, bukan sekali atau dua kali tapi sudah sangat sering farel menghilang mendadak dan setiap Farel pulang pasti mengatakan kalau dia baru saja menyelesaikan bisnisnya,
farel tidak meminta ijin itu karena farel tidak sempat.
sedangkan Irma hanya percaya tanpa curiga sama sekali, karena dia tahu seperti apa putra itu.
Irma Yang selalu berpikir positif tanpa tahu seperti apa putra nya di luar sana.
dan Irma juga tidak tahu kalau putra nya itu sedang terbaring lemah di atas kasur rumah sakit.
sedangkan di sisi lain yaitu kediaman salsa.
Rahma yang sangat khawatir yang mendengar salsa yang sedang kritis di rumah sakit, karena Burham sudah memberitahu nya kalau salsa sedang kritis di rumah sakit itu karena salsa gagal menjalankan misi yang membuat salsa terluka sangat parah jauh lebih para dari Luka yang kemarin.
" ya Allah lindungi putri ku " doa Rahma yang sudah siap untuk pergi.
" bunda nau kemana " tanya Azam dengan suara cendel nya. Rahma melihat ke arah Azam
yang baru saja bangun tidur.
terlihat dari baju Azam masih menggunakan baju tidur dan wajah nya yang kusut.
__ADS_1
melihat putranya yang baru bangun tidur, Rahma begitu sangat merasa bersalah karena dia hampir saja mengabaikan putranya yang masih berusia dua tahun,
Rahma berjongkok menyamakan tinggi nya dengan Azam.
" bunda mau jalan dulu sayang " jawab Rahma sambil mengusap rambut Azam.
" unda nau dalan kemana "tanya Azam " apa Adan( Azam ) doleh itut " tanya Azam kembali.
rahma tersenyum menderita pertanyaan dari putra nya yang belum fasih dalam bahasa nya.
" bunda mau keluar sebentar Azam, tapi azan ngga boleh ikut karena Bunda keluarnya bentar aja " jawab Rahma.
" adi adan Enda boleh itut ya unda " tanya Azam memasang muka polos nya.
" iya Azam, karena Azam kan belum mandi, jadi Azam mandi dulu ya " jawab Rahma menyakinkan, sedangkan Azam hanya mengangguk.
selesai menjelaskan ke Azam, Rahma menitipkan Azam ke babysitter.
lalu Rahma melangkah pergi meninggalkan Azam, untuk menemui salsa di rumah sakit.
***bersambung.
harap bijak dalam membaca karena banyak typo yang bertebaran.
jangan lupa komen like dan vote nya
biar author makin semangat buat up***
__ADS_1