
Farel yang sedang berjalan di mall bersama dengan anak buah, harus menghentikan langkahnya, saat mendengar suara teriakan dari dalam mall.
" Suara apa itu." Tanya Farel menatap kearah anak buahnya.
" Sepertinya, itu teriakan dari orang tuan." Jawab anak buah Farel.
" Bukannya mall ini sudah di kosongkan, tapi kenapa masih ada orang didalam." Tanya Farel heran.
" Mungkin sebagian orang ada yang tertinggal didalam mall, dan tidak sengaja' bertemu dengan mafia Dark Black." Jelas Firman.
Farel dan firman melangkah sampai kelantai atas. Firman maupun Farel memutuskan untuk berpisah kearah lain, karena mereka ingin melihat kalau ruangan itu benar-benar sudah diamankan.
Saat Farel sedang melangkah, ia jalan tanpa melihat kearah depan, karena Farel fokus kearah sampingnya, sampai tidak sengaja menabrak seseorang.
Mungkin orang itu terkejut, karena bertabrakan dengannya yang membuat orang Itu langsung memukul Farel, sampai terkapar di lantai.
" Aaaa." Teriak Farel karena terkejut dengan serangan orang itu." Ini adalah sambutan yang bagus." Pekik Farel. Farel merasa kesakitan, karena serangan dadakan dari orang itu membuat Farel kesakitan di bagian belakangnya.
Farel mengangkat kepalanya lalu melihat kearah gadis yang memasang wajah seram yang ingin memukul nya kembali.
" Khalifah." Batin Farel begitu sangat terkejut saat melihat kalau wanita itu ternyata Salsa nur Kholifah, gadis yang ia selamatkan satu bulan yang lalu, dan gadis yang berasal dari masalalunya. Tepatnya cinta pertama Farel.
" Hentikan, jangan pukul aku lagi. Aku bukan orang jahat." Pekik Farel saat menyadari kalau Salsa ingin menyerangnya kembali dengan pukulan mautnya.
Sedangkan Salsa yang mendengar ucapan dari Farel tidak jadi melayangkan pukulan kepada Farel.
Farel berdiri lalu menatap gadis yang berada didepannya ini, yang kini tampak cantik mengunakan gaun panjangnya sampai di bawah lutut dengan rambut terurai panjang. Tapi sayang kecantikannya itu tertutup oleh wajah garang nya tapi tetap terlihat cantik.
__ADS_1
" Apa yang kamu lakukan disini, bukannya mall ini sudah di tutup sementara." Tanya Salsa menatap tajam kearah Farel.
" Aku sedang belanja tadi, tapi aku tidak tahu kalau mall ini ditutup." Jawab Farel beralasan.
" Hu, dasar pria aneh." Gumam Salsa saat menjawab dari Farel. Salsa mencoba melihat wajah Farel dengan sedikit cahaya yang berada di mall itu, karena gelap.
Sampai Salsa mengingat kalau Farel, ternyata pria satu bulan yang lalu. Pria yang tidak sengaja Salsa tabrak mobilnya lalu ia harus mendengar ucapan sombong dari pria itu.
" Lo, bukannya lo pria waktu itu." Pekik Salsa terkejut saat melihat wajah Farel dengan jelas.
" Oh lo. Bukanya lo wanita waktu itu yang menabrak mobil gue." Jawab Farel membuat wajahnya seolah-olah terkejut saat melihat Salsa, padahal dia tadi yang duluan sadar akan kehadiran gadis itu.
" Apa yang lo lakuin disini." Tanya Farel.
" Gue mau belanja, masa mau maling." Jawab Salsa asal." Terus apa yang lo lakuin disini." Tanya Salsa balik.
" Ya sama gue juga mau belanja." Jawab Farel sama-sama gasal.
Dari arah tangga, anak buah susulan, suruhan dari Jack datang untuk menangkap Salsa, karena mereka tahu akan keberadaan dari Salsa sekarang.
" Sal, sekarang lo pergi dari tempat itu. Karena sekarang anak buah dari Jack sudah mengetahui keberadaan lo." Ucap Lixar.
" Oke, oke. Gue akan pergi." Jawab Salsa.
" Apa yang terjadi." Tanya Farel menatap Salsa.
" Jangan banyak tanya, sebaiknya lo pergi sekarang. Pokoknya lo lari dan bersembunyi, jangan sampai lo ketahuan." Jawab Salsa tanpa memberitahukan apa yang akan terjadi.
__ADS_1
" Emangnya kenapa gue harus bersembunyi, emangnya apa yang akan terjadi." Tanya Farel yang pura-pura tidak mengetahui apa-apa.
" Sebaiknya lo pergi, pokoknya jangan banyak bertanya." Jawab Salsa yang kemudian pergi meninggalkan Farel begitu saja.
" Hu. Ternyata Khalifah banyak berubah setelah dia menjadi seorang agen rahasia." Batin Farel kemudian mengikuti langkah Salsa.
" Kenapa lo mengikuti gue." Tanya Salsa di selah-selah langkahnya, yang menyadari kalau dirinya diikuti oleh Farel.
" Karena gue bingung mau kemana. Sedangkan lo pergi begitu saja." Jawab Farel.
" Apa lo ngga bisa pergi begitu saja. Tanpa mengikuti ku, lo pria yang bisa menjaga diri." Ucap Salsa yang merasa kesal karena Farel turus mengikutinya.
" Emangnya kenapa kalau gue ngikutin lo." Tanya Farel.
" Sudahlah, gue balas berurusan sama lo. Nanti kalau terjadi sesuatu sama diri lo jangan salahkan gue." Ucap Salsa yang sudah merasa begitu sangat kesal karena pria itu tetap mengikutinya.
Sampai mereka berpaspasan dengan para musuh.
" Ha, sial gue malah ketahuan lagi." Gerutu kesal Salsa.
" Siapa mereka." Tanya Farel polos yang membuat dirinya, seolah-olah tidak mengetahui apapun.
" Sudahlah, jangan banyak bertanya. karena sekarang nyawa lo bakalan terancam karena gue sudah memberitahukan kamu untuk pergi, tapi lo malah mengikuti gue tanpa mendengar suruhan gue." Jawab Salsa." Mending sekarang lo cari tempat persembunyian yang aman." Suruh Salsa.
" Emangnya untuk_"
" Cari cepat sebelum gue lempar lo ketempat orang-orang itu." Pekik Salsa begitu sangat kesal karena Farel terus bertanya.
__ADS_1
Sedangkan Farel langsung mengikuti suruhan Salsa untuk mencari tempat yang aman, dan Farel ingin memerhatikan bagaimana caranya Wiyah mengajar musuh itu.
" Lama-lama gue kayak pria lemah, yang ada bahaya malahan sembunyi dan membiarkan wanita yang bertarung sedangkan gua malah sembunyi." Batin Farel, merasa kalau dirinya seperti pria yang begitu sangat penakut.