
" Tolong ambilkan makan itu." Tunjuk Denis yang mengarah ke ayam goreng kesukaan, Kasabo ( author singkat karena terlalu panjang, Kaka sahabat dan bos 😁)
Farel yang melihat itu langsung menyentil kening Denis, karena Farel tidak mau memakan makanan yang di tunjuk Denis
" Sakit tau Rel" Aduh Denis kesal apalagi keningnya terasa sakit, saat Farel menyentil keningnya tadi.
Sedangkan Farel hanya tersenyum jahil. Denis kembali menunjuk kearah sup ayam yang langsung mendapatkan anggukan dari Farel.
Pelayan di rumah itu, langsung mengambilkan apa yang di sebutkan oleh Denis tadi, untuk tuan mudanya Farel.
Sedangkan Farel dengan senang hati memakan sup kesukaannya itu. Bagaimana dengan Denis. ia sedang kesal karena satu hari penuh keningnya mendapatkan sentilan dari Farel.
Karena selama satu hari penuh Denis menjadi mulut pengganti Farel. Jika Denis salah mengartikannya maka Farel akan menyentil kening Denis, membuat Denis kesakitan.
Denis mendapatkan hukuman dari Farel, yang membuat Denis menjadi mulut pengganti sementara untuk Farel.
Denis mendapatkan hukuman dari Farel, Semua itu karena salah Denis sendiri, yang membuat Farel, atau Kasabo yang kesal karena tingkah nya tadi yang sedikit eror.
Denis memilih menjadi mulut pengganti untuk Farel, walaupun sakit. Daripada ia harus menjadi pacar dari oneh ( orang aneh ).
Mungkin terlalu berlebihan, tapi itu adalah hukuman yang tepat untuk Denis, apalagi sih jahil Farel yang suka banget jahil ke Denis yang berstatus deksase di rumah nya( author singkat lagi, adek, sahabat dan sekertaris )
kesempatan itu tidak mau Farel sia-siakan untuk menjahili Denis makanya dia memberikan hukuman itu
" Denis apa kamu tidak maka." Tanya mommy irma, yang melihat Denis tidak ikut makan bersama dengan mereka.
Denis yang sedang mengusap-ngusap kening nya karena nyeri, membuat Irma sedikit heran dengan ke lakukan kedua putranya itu, yang sedikit aneh seperti oneh ( orang aneh ).
" Tidak Mom, aku tidak lapar." Jawab Denis, membuat Irma, mengangguk mengerti. Karena irama tau ke biasan Denis, yang jarang sekali makan malam bersama dengan mereka, karena Denis terbilang paling malas kalau berurusan dengan makan saat malam hari. Padahal dia selalu absen di meja makan paling awal, walaupun dia hanya duduk bersama keluarganya di meja makan. Tapi Denis tidak mau makan, dia hanya diam sambil menyimak orang-orang yang sedang makan. Denis merasa kalau dengan ia melihat keluarganya makan itu sudah membuat ia merasa kenyang. Alasan yang tidak masuk akal bukan, tap itu Denis.
Farel dan Irma menikmati makanan mereka dengan tenang, sedangkan Denis hanya diam sambil memainkan ponselnya dan sedikit menyimak seperti obat nyamuk.
Ter......Ter.... suara ponsel Denis
Firmansyah
Denis melihat nama sang penelepon jadi bingung sendiri, pasalnya baru saja tadi siang mereka bertemu tapi ini Firman menelpon nya kembali.
Apa jangan-jangan dia sudah menemukan
siapa gadis itu. Tapi, bukannya baru saja beberapa jam yang lalu Firman memulai penyelidikannya, masa sudah ketemu secepat ini. Sedangkan dia sendiri saja belum bisa menemukan gadis itu, Tapi bagaimana bisa Firman menemukan gadis itu dengan hitungan jam. Pikir Denis penuh dengan segala pertanyaan di pikirkan nya.
__ADS_1
" Denis kenapa ngga di angkat." Tanya irma, karena melihat Denis yang dari tadi hanya menatap ponselnya itu, tanpa Denis angkat sama sekali, padahal ponselnya sudah lama berbunyi.
" Iya mom, ini mau di angkat." Jawab Denis sambil menggeser tombol hijau untuk mengangkat ponselnya.
" Ada apa." Tanya Denis langsung keintinya, karena Denis malas terlalu banyak berbasa-basi.
" Coba kalau terima panggilan itu sopan dikit, salam gitu ke." Tegur Firman merasa kesal dengan kelakuan Denis yang tidak tau sopan santun, kalau sudah berkaitan dengan dirinya.
Sedangkan Farel menatap kearah Denis. Karena Farel ingin bertanya siapakah, yang meneleponnya dengan cara mengangkat alisnya.
" Firman." Jawab Denis yang sudah tau isyarat yang Farel berikan. Karena dalam satu hari ini Denis menjadi mulut pengganti Farel, makanya dia sudah hafal apa saja yang Farel maksud, hanya dengan isyarat gerakan tubuh Farel.
" Apa " Jawab Firman di sebrang sana, karena ia berpikir kalau Denis memanggilnya.
" Gue bukan ngomong sama lo "
" Terus kenapa lo nyebut nama gue, kalau lo ngga ngomong sama gue."
" Itu juga bukan urusan lo." Jawab Denis ketus." Cepat Lo mau ngomong apa."
" Apa Farel sedang bersama dengan lo."
" Iya, Emangnya kenapa."
" Enak aja lo, suruh-suruh gue, kalau lo mau, lo bisa ngomong langsung ke gue."
" Emangnya lo siapanya Farel, sampai suruh gue buat ngomong sama lo, bukan ke Farel." Tanya Firman. Terdengar dari suaranya kalau Firman mulai kesal dengan kelakuan Denis.
" Gue sekertarisnya."
" Tapi, gue mau ngomong sama Farel bukan sama lo. Cepat lo mau ngomong apa." Suruh Firman sedikit tegas.
" Kalau gue ngga mau kenapa." Denis masih tidak mau mengalah dan tetap dalam pendiriannya.
" Kalau lo ngga mau, maka gue akan seret lo ke kandang buaya." Jawab Firman, sedikit memberikan ancaman.
" Sini biar gue yang ngomong." Ucap Farel yang sudah membuka suara karena seharian dia menutup mulutnya, karena Farel sedang menghukum Denis dengan menjadikan nya mulut pengganti.
Sedangkan Denis diam. Denis merasa senang karena hukumannya mungkin sudah berakhir. Karena sangking senangnya dia tidak bisa mengekspresikan wajahnya seperti apa.
" Cepat." Tegur Farel yang melihat Denis hanya diam tidak memberikan ponselnya." Jangan lambat ya lo."
Denis memberikan ponselnya ke Farel, saat melihat wajah seramnya itu.
__ADS_1
" Katakan langsung ke intinya."
" Farel, ketua Mafia dark black akan mengirim obat terlarang dan, organ tubuh manusia ke negara J." Jawab Firman serius, Farel yang mendengar ucapan Firman hanya tersenyum miring.
Bagaimana Farel tidak tersenyum. Baru satu minggu yang lalu geng Mafia Dark Black ingin mengirimkan barang haram mereka, Tapi selalu di gagalkan oleh seseorang, yang entah siapa mereka.
Padahal Mafia Dark Black adalah mafia kedua yang paling kejam setelah Mafia Black Blood yang dipimpin oleh Farel sendiri.
Rencana Mafia Dark Black tidak pernah bisa di gagalkan oleh seorangpun selain dirinya. Tapi selama setahun ini, rencana mereka selalu di gagalkan, entah siapa yang selalu menggagalkan rencana mereka.
Banyak orang yang mengira bahwa Mafia Dark Black adalah Mafia paling kejam. Tapi disisi lain, ada yang lebih kejam dari mereka. Yaitu Mafia Black Blood yang dipimpin Farel Sendiri.
Ya sekejam-kejamnya Farel, dia tidak akan pernah melukai seorang wanita seperti yang di lakukan Dark Black terhadap semua wanita yang dia temui.
Karena Farel masih berpikir kalau dia ingin menyakiti wanita yang sama seperti mommy nya. Artinya ia seperti menyakiti mommy nya sendiri. Itu pikiran Farel.
" Aku akan pergi ke sana."
" Baik Rel. Gue akan pergi menjemputmu Lo."
" Ngga usah, gue akan pergi sendiri." Jawab Farel kembali, sedangkan Firman hanya menurut mendengar jawaban Farel.
Farel menutup sambungan telepon" Apa lo akan pergi."
" Iya." Jawab Farel.
" Bagaimana kabar Firman Rel, Mommy rasa sudah lama Firman ngga kerumah." Tanya Irama setelah melihat Farel menyimpan ponselnya.
" Dia Sehat Mom. Firman terlalu sibuk mom, makanya jarang kerumah."
" Mom Farel mau ijin keruangan kerja dulu."
" Apa kamu tidak mau menemani mommy dulu Rel." Tanya Irama, yang merasa selalu sendiri di mansionnya itu, Karena kedua putranya selalu sibuk dengan pekerjaan mereka. Bukan saja putranya, tapi suaminya juga sama. Yaitu sama-sama sibuk dalam pekerjaan mereka. Apalagi suaminya yang sering sekali pergi ke Jerman untuk memeriksa perusahaannya disana, selama empat hari, yang membuat Irma semakin sendirian.
" Mom ngga sendiri hari ini, Karena ada Denis yang akan menemani mommy." Ucap Denis. Irma hanya tersenyum mendengar jawaban putra angkat nya itu, jauh berbeda dengan putra yang tidak mengerti maksud mommy sendiri.
Setelah berpamitan Farel berdiri dari duduknya, dan melangkah pergi ke ruang kerjanya.
Sesampainya di ruangan kerjanya, Farel mengganti bajunya mengenakan pakaian formal, yang bisa dia pakai kekantor atau pergi merusak rencana Mafia Dark Black.
Setelah mengganti bajunya, Farel menuju jalan rahasia yang terhubung dengan luar. Dengan menggunakan jalan rahasia, agar Farel bisa leluasa keluar pergi, tanpa sepengetahuan mommynya. Karena kalau sampai sang mommy tau, pasti mommynya itu akan marah. Farel memilih jalan rahasia, karena ia tau kalau mommy nya sedang duduk menonton televisi di ruang keluarga bersama dengan Denis.
Jika sampai Mommynya tau kalau dia keluar malam, mungkin mommy nya itu tidak akan berhenti bertanya yang tidak-tidak kepadanya.
__ADS_1
...----------------...