
Farel sampai di samping mall itu, karena jika mereka lewat depan pasti Farel bersama dengan anak buahnya akan diketahui oleh musuh.
" Lo sendiri." Tanya Firman saat melihat Farel turun dari mobilnya.
" Ya, gue sendiri. Emangnya kenapa." Tanya Farel balik
" Ngga, gue kira Lo tadi bareng sama sekertaris Lo." Jawab Firman.
" Gue lagi malas sama dia." Jawab Farel." Bagaimana apa Lo sudah melakukan perintah gua tadi, untuk mengamankan semua orang dalam mall ini." Tanya Farel menatap Firman ingin memastikan.
" Gue belum melakukannya, Tapi mall ini sudah di amankan oleh agen rahasia Tim Not Visible" Jelas Firman membuat Farel mengangguk ngaggukan kepalanya tanda kalau ia mengerti
" Tidak masalah, kita bisa ikut bermain bersama dengan mereka." Ucap Farel tersenyum miring." Mari kita bermain-main bersama dengan mereka." Ucap Farel kembali.
Sedangkan Firman hanya bisa mengikuti apa yang ingin Farel mainkan. Farel melangkah masuk kedalam mall bersama dengan Firman dan juga para anak buahnya. Farel dan Firman mengunakan jalur rahasia yang berada di dalam mall itu. Jalur rahasia yang memang sudah mereka ketahui dari dulu.
__ADS_1
" Gue Meu beritahukan Lo, kalau mall ini terdapat bom, yang siap meledak setiap saatnya. Bom itu terdapat di setiap sudut ruangan yang berjumlah delapan puluh, tapi sepuluh dari delapan puluh itu sudah berhasil mereka jinakkan." Jelas Firman memberitahukan apa yang ia lihat dari komputernya tadi, saat Firman memeriksa kondisi didalam mall.
" Sepertinya Jack begitu sangat niat untuk menghancurkan mall ini makanya sebanyak itu ia menyimpan bom dalam mall dengan jumlah begitu sangat banyak. Satu saja sudah bisa menghancurkan satu rumah, apalagi sebanyak itu." Ucap Farel yang hanya bisa geleng-geleng mendengar penjelasan dari Firman barusan.
" Sepertinya Jack memiliki rencana lain. Yaitu, memancing musuhnya untuk keluar, makanya dia melakukan hal ini, untuk memancing orang itu." Sambung Firman.
" Apa mungkin gue." Tanya Farel.
" Bisa jadi, karena Lo salah satu musuh yang mengancam kekejamannya." Jawab Firman membenarkan." Tapi bisa juga salah satu dari Tim Not visible, karena salah satu dari mereka yang begitu sangat mengancam kehidupan Jack. Apalagi orang itu seorang wanita yang begitu sangat di kenal dengan kecerdikannya setiap menjalankan rencananya untuk mendapatkan bukti kejahatan dari Jack." Jelas Firman kembali membuat Farel mengangguk mengerti, karena ia tahu siapa wanita yang di sebut oleh Firman barusan.
" Kami memiliki musuh yang sama. Tapi kami tidak bisa bersama, hanya karena pekerjaan yang kami lakukan berbeda." Batin Fazar.
Sekarang pria muda itu sedang mencari cara untuk memancing beberapa pria yang sedang menyandara Salsa untuk keluar dan menyisakan pria yang bernama Adit.
" Lo tenang, sekarang yang perlu mencari cara untuk memancing mereka keluar dan memastikan pria yang bernama Adit tetap berada di dalam." Jelas Riko membuat Lixar sedikit kebingungan tapi lixar masih mengerti, karena Riko telah menyebutkan ciri-ciri dari pria yang bernama Adit itu, agar Lixar tidak kesulitan saat mencari pria yang bernama Adit, walaupun Lixar belum pernah bertemu dengan pria yang bernama Adit itu.
__ADS_1
" Oke. Gue akan mencobanya." Jawab Lixar." Bagaimana dengan Lo Sal, Lo sudah siap." Tanya Lixar yang ingin memastikan kalau Salsa siap.
" Gue dari tadi siap Xar. Karena gue malas bertapa di dalam toilet terus." Jawab Salsa membuat Riko dan Lixar terkekeh.
" Itu Salah Lo, milih lari kedalam toilet." Sambung Riko dan Lixar bersamaan sambil terkekeh membuat Salsa menjadi kesal sendiri.
" Ngga usah ketawain gue, mending kalian kerjakan tugas kalian masing-masing." Suruh Salsa kesal karena mendengar kedua tim nya itu terkekeh.
" Oke, baik Salsa." Jawab keduanya.
Kini Lixar mulai melakukan rencananya untuk memancing beberapa orang itu agar keluar meninggalkan tempat itu, agar Salsa bisa bebas. Lixar melihat sekitar sampai ia menemukan beda yang pas untuk memancing orang orang itu.
" Gue punya rencana Sal, tapi lo harus siap ya." Ucap Lixar.
" Oke, gue mengerti." Jawab Salsa.
__ADS_1
Lixar mulai melakukan rencananya dengan cara memancing mereka untuk kaluar. Yang pertama Lixar lakukan, yaitu naik kelantai atas. Sesampainya di lantai atas Lixar mulai mencari beda yang tepat, sampai ia menemukan patung manekin.
" Maaf ya manekin kamu jadi korban dulu untuk sementara." Ucap Lixar.