
" Rel, lo benar-benar ninggalin tuh cewek disana? Bukannya hari ini adalah hari pertamanya berkeja?" Tanya Denis sambil menatap Farel lewat kaca spion dengan bingung." Ditanyain malah diam nih bocah." Gumam Denis yang masih didengar oleh Farel.
" Lo lama-lama ngelunjak juga ya, kebanyakan nanya! Jengkel gue lihatnya, dasar sekertaris g*la!" Ucap Farel kesal menatap Denis yang sedang menyetir dengan tajam." Mau gue kasih hukuman kayak tuh cewek, hmmm?!" Denis hanya menggelengkan kepalanya, tanda kalau dia tidak mau." Masalah tuh cewek, Lo bakalan tau siapa dia, Kalau kita sudah sampai di kantor!"
" Bagaimana gue mau tau tuh cewek, kalau Lo udah ninggalin dia di rumahnya bodoh!"
" Lo bisa diam ngga?! Atau gue suruh turun Lo disini baru Lo mau diam?!" Farel semakin dibuat kesal oleh sekertarisnya itu, yang mengatakan dirinya bodoh.
Sungguh Farel tidak habis pikir dengan sekertarisnya itu, yang sangat berani hari ini, kepadanya. Padahal dengan jelas dia tau, kalau setiap ancamannya pasti dia lakukan, apalagi kalau ada orang yang mengusik ketenangannya. Dan ancaman Farel sepertinya berhasil, Karena sekarang, Denis tidak melawan lagi seperti tadi. Yang membuat mobil itu lebih sunyi sekarang, hanya ada suara kendaraan yang berlalu lalang di luar sana.
Denis menatap Farel dengan diam-diam lewat kaca spion, dan dari kaca spion dia bisa melihat wajah Farel terlihat sangat tenang. Seperti orang yang tidak melakukan kesalahan sama sekali. Padahal Farel baru saja melakukan kesalahan. Yaitu meninggalkan seorang gadis, dan memberikan nya hukuman di hari pertamanya berkeja. Denis tidak habis pikir dengan pemikiran bos nya itu, yang terlaalu kejam menurutnya, dan jau lebih tenang saat dia melakukan kesalahan.
Apakah dia tidak takut dengan ayah gadis itu? yang seorang pengusaha juga. Bisa jadikan, kalau ayah gadis itu menghancurkan perusahaan Farel, karena menyakiti putrinya.
Tapi disini Denis ke juga bertanya-tanya, apakah Farel bisa takut atau tidak? Mengingat Farel adalah Mafia, dan yang kita tau setiap mafia pasti musuhnya bukan hanya satu, melainkan ada banyak.
" Kenapa gue malah pikirnya sampai kesana." Batin Denis, yang merasa aneh dengan pikirannya, karena memikirkan hal ini sampai ke ujung sana, padahal dia tau. Kalau Farel memiliki musuh yang begitu sangat banyak.
.
.
Salsa memikirkan cara agar dia bisa sampai di kantor Farel, tanpa harus terlambat, dan saat pria itu datang, dirinya sudah harus berada disana.
" Yaampun Salsa, kamu sampai lupa kalau kamu tuh agen rahasia. Pasti bisa meminta tolong pada Tim mu, untuk membantu mu mencari tuh kantor." Ucap Salsa, yang baru ingat. Kalau tim nya itu bisa membantunya untuk mendapatkan alamat kantor bos-nya, bahkan Salsa juga bisa mendapatkan rute tercepat, agar sampai di kantor itu, dengan cepat. Salsa mengambil ponselnya, lalu menelfon tim-nya.
" Iya Sal." Suara Lixar yang sudah mengangkat panggilannya." Lo butuh apa? Sampai ganggu tidur gue?" Terdengar, dari suaranya. Kalau Lixar baru saja bangun tidur.
" Kali ini gue ngga bisa landenin ucapan Lo! karena gue lagi buruh-buruh!" Jawab Salsa, yang tidak ingin meladeni teman malasnya itu." Gue mau minta tolong ke Lo, buat cari tau alamat kantor cabang silver gold grup. Dan rute tercepat untuk sampai disana!"
__ADS_1
" Oke, nanti gue carikan."
" Gue nggak mau nanti, tapi gue maunya sekarang!"
" Apa? Lo gila Sal! buat cari tuh alamat pasti nunggu waktu beberapa menit!" Ucap lixar kaget mendengar jawaban Salsa.
" Tapi gue butuhnya sekarang! Dan hanya Lo yang bisa bantu gue xar."
" Tapi buat apa? Sampai harus sekarang?"
" Nanti gue jelasin, tapi sekarang Lo cepat bantu gue. Buruan Lixar, gue benar-benar terlambat sekarang!" Suruh Salsa yang tidak sabaran, apalagi melihat jam tangan ditangannya yang menunjukkan kalau waktunya benar-benar akan habis.
" Iya-iya bawel!"
Sedangka Lixar, yang berada di kamarnya, terpaksa bangun dari tidurnya, karena ulah Salsa, bahkan dirinya dengan terpaksa duduk di kursi depan meja kerjanya, hanya untuk membuka laptop. Lalu tangan itu mulai mengetik alamat yang Salsa minta, serta rute tercepatnya.
" Sial benget sih Salsa! pagi-pagi sudah gangguin gue! Benar-benar tuh cewek cerewet benget ngga sabaran!" Umpat Lixar kesal sambil menggosok matanya yang sedikit perih, karena dia belum mencuci muka saat bangun tidur, tapi sudah di suruh buka laptop saja.
" Yaampun, gue sampai lupa kalau sambungan telepon belum gua matikan." Ucap Lixar yang baru ingat, kalau sambungan telepon mereka belum sepenuhnya dimatikan.
" Benar-benar ya lo Lixar! tunggu bela_" Belum selesai Salsa mengomel, Lixar sudah duluan memotongnya, agar gadis itu tidak melanjutkan ucapannya. Karena Lixar tidak mau pagi harinya rusak, karena omelan temannya itu.
" Sudah-sudah, ngga usah ngomel! Soalnya, gue udah dapat alamatnya berserta rute tercepatnya dimana. Tapi disini rute jalannya bukan jalan yang bagus, karena yang gue baca, rute nya terlalu susah kerena memiliki geng kecil serta_
" Thanks Lixar, gue mengerti." Belum selesai Lixar menjelaskan, Salsa duluan mematikannya langsung, tanpa mendengar sambungan ucapannya.
" Astaga Sal! Lo benar-benar ya! Mematikan sambungan telepon nya tanpa mendengar ucapan ku terlebih dahulu!" Ucap Lixar geleng-geleng kepala melihat tingkah Salsa yang duluan mematikan sambungan telepon nya, tanpa mendengar penjelasannya terlebih dahulu. Padahal tadi Lixar ingin memberitahukan Salsa, kalau jalan dia lewati, sebagiannya buntu, kerena ada tembok penghalang dan juga beberapa tangga.
Salsa membaca alamat kantor silver gold grup, kantor cabang bos-nya itu. Salsa juga mulai mengingat rute yang akan dia lewati. Karena jalannya kecil, maka Salsa akan mengunakan motornya, karena mobil tidak akan bisa melewati jalan kecil itu.
__ADS_1
Salsa melangkah kearah garasi, tepat motor nya disimpan. Dengan buru-buru, kerena waktunya benar-benar tidak banyak lagi. Setelah mendapatkan mengambil motornya, dan memasakkan helem di kepalanya. Salsa menaiki motor kesayangannya itu.
" Mari kita beraksi!" Ucap Salsa berbisik pada motor nya itu. Bukan karena Salsa gila ya, tapi motor nya itu akan selalu di pakai ketika Salsa menjalankan misi. Makanya motor itu seperti teman seperjuangannya lah.
Pip
Salsa membunyikan klakson motornya, tanda terimakasihnya pada security yang membuka gerbang untuknya. Setelah keluar dari pagar, Salsa langsung mengambil ancang-ancang dengan cara megas motornya, membuat motor itu mengeluarkan suara yang begitu sangat ribut. Setelah dirasa puasa, Salsa langsung menjalankan motor itu dengan kecepatan tinggi. Bahkan dengan berani Salsa menyelip mobil didepannya.
Sungguh, Salsa tidak takut mati sekarang, karena hal pertama yang dia tujuh adalah. Memenangkan hukuman ini." Ayo Goh, Salsa! Jangan mau dikalahkan oleh orang seperti pria menyebalkan itu!" Ucap Salsa dengan begitu sangat tegas menyemangati dirinya sendiri.
Dengan kecepatan penuh, Salsa menemukan rute yang Lixar kirimkan tadi." Ck, jalan disini berbeda sekali dengan Indonesia yang memiliki gang-gang kecil." Ucap Salsa saat melihat gang yang dia akan lewati adalah gang yang paling kecil, tapi masih muat untuk dirinya, tapi tidak untuk motornya." Tidak ada cara lain, selain kamu turun Salsa." Salsa turun dari motornya, lalu membuka helm. Tidak lupa dia mengirim pesan ke pak Az, untuk mengambil motornya.
Bagaimana dengan dirinya. Dia akan mengunakan cara lain. Tapi sebelum Salsa melakukan aksinya, dia menyanggul rambut panjangnya terlebih dahulu, barulah dia memulai aksinya.
Salsa menatap dua tembok itu yang saling berdampingan. Antara tembok rumah, dan juga tembok lainnya. Melihat kedua tembok itu, membuat Salsa menemukan jalan tercepat yang akan dia lewati. Salsa mulai menaiki tembok itu dengan cara menempelkan kedua kaki dan tangan disetiap dinding, dan dengan perlahan-lahan Salsa memanjati kedua tembok itu. Jika orang melihatnya pasti akan berpikir, kalau itu sangat sulit, Tapi untuk Salsa ini sangatlah mudah, karena Salsa sering melakukannya.
" Ini sangatlah mudah untukku." Ucap Salsa saat dia berhasil menaiki tembok itu, dan sekarang dia berdiri di atas gedung yang lumayan tinggi." Baiklah, mari kita bermain-main." Dengan senyuman miringnya, Salsa mulai melewati setiap gedung itu, dengan cara melompatinya satu persatu. Bahkan dengan tidak ada rasa takut sama sekali, Salsa mengunakan gayak parkour nya untuk bisa lewati setia gedung-gedung satu bersatu.
Menurut Salsa ini adalah jalan yang sangat menarik untuknya, karena menantang maud" Astaghfirullah." Salsa tidak sengaja melakukan kesalahan, karena dia melompati sebuah gedung yang sedikit jauh dari gedung pertama tadi, yang membuat Dia hampir saja jatuh kebawah. Tapi untungnya, tangan dengan sigap menangkap sebuah balkon.
Dan lebih untuknya lagi, kejadian ini hampir tidak disadari oleh orang-orang yang berlalu lalang, saat Salsa melakukan aksi nekatnya itu, yang melompati gedung.
Karena tidak ingin kehabisan waktu, Salsa menaiki pagar balkon itu dengan cepat, dan dengan tubuhnya dia menempel pada dinding, dan melewati jalan yang cukup kecil yang berada disela-sela dinding.
" He's like a Superhero." Ucap gadis kecil, yang kebetulan melihat aksi Salsa barusan.
Tidak membutuhkan waktu lama, Salsa telah sampai di kantor yang Farel suruh tadi. Walaupun tidak tau alamatnya dimana, tapi Salsa berhasil menemukan kantor itu berkat temannya dan lihatlah dia berhasil sampai sebelum Farel. Sungguh Salsa sangatlah luas biasa.
Salsa merapikan kembali penampilan nya, tidak lama kemudian. Mobil Farel mulai memasuki halaman kantor.
__ADS_1
" Rel, cewek itu?" Ucap Denis terkejut bercampur kebingungan. Kerena gadis yang mereka tinggalkan sudah berada didepan kantor.
" Lo percayakan, kalau Lo bakalan tau tuh cewek siapa kalau kita sudah berada didalam kantor."