Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam

Mencintai Kamu Dalam Gelapnya Malam
Bab 66


__ADS_3

Denis bertanya-tanya, saat melihat salsa Yang sudah duluan kantor ketimbang mereka. Padahal kalau dibilang mereka lah yang duluan pergi ketimbang Salsa tadi.


" Bagaimana tuan Farel, saya memenangkan hukuman ini bukan! Jadi anda tidak berhak untuk menghukum saya dengan seenaknya selama saya bekerja di sini." Ucap Salsa menatap pria itu, sambil tersenyum meremehkan Farel." Lain kali tuan sebelum anda menghukum seseorang, lihatlah siapa dia! Sebelum terjadi seperti hari ini!" Dengan penuh ketegasan Salsa meremehkan pria didepannya, karena dia sudah berhasil mengalahkannya.


Sedangkan Denis, tampak tercengang mendengar ucapan berani gadis itu. Karena dengan berani meremehkan bosnya." Sungguh gadis yang sangat luar biasa dan susah untuk ditebak." Batin tenis menatap Salsa dengan tatapan kagum.


Bagaimana dengan Farel. Dia menanggapi Gadis itu dengan tatapan datar. Tapi dalam hatinya tentu sangat terkejut, karena Salsa duluan sampai ketimbang dirinya. Walaupun terkejut tapi sebenarnya Farel sudah memprediksi ini semua. Kalau Salsa akan duluan sampai ketimbang dirinya. Mengingat seberapa lincahnya Salsa. Bisa jadikan dia menemukan jalan lain, agar sampai kesini dengan cepat." Aku harus menayangkan kepada mereka, bagaimana gadis itu bisa sampai disini dengan waktu singkat." Batin Farel, yang akan menanyakannya kepada anak buahnya. Karena Farel sengaja menyuruh anak buahnya mengawasi Salsa, jadi dia akan tau apa saja yang gadis itu lakukan.


" Kenapa anda diam tuan? Apakah anda sedang berpikir bagaimana bisa saya mengalahkan anda?" Tanya Salsa sambil menatap Farel dengan tatapan mengejek.


Sedangkan Farel malah senyuman menyeringai menatap kearah Salsa." Tidak, saya tidak memikirkan itu. Tapi saya sedang memikirkan pekerjaan apa yang cocok denganmu, di hari pertamamu bekerja." Jawab Farel." Bersiaplah, karena banyak pekerjaan yang menantimu diatas." Ucap Farel kembali, sambil melangkah meninggalkan Salsa dan juga Denis yang masih berdiri ditempatnya.


" Ck, bilang saja kalau anda sudah kalah, karena aku duluan menyelesaikan hukuman anda tuan." Batin Salsa menatap punggung Farel, setelah itu dia mengikuti langkah Denis yang sudah duluan pergi mengikuti tuanya.


.


.


" Ini ruanganmu" Ucap Farel menunjuk meja kerja yang berada di ruangannya, karena Farel sengaja menyimpan meja kerja gadis itu, di ruangan nya agar dia bisa mengawasi Salsa setiap saat, tanpa harus mencarinya lagi.


Salsa mengerutkan keningnya bingung saat dia mendengar ucapan bosnya itu." Bukannya ini ruangan anda tuan?" Tanya Salsa yang mengetahui kalau itu adalah ruangan Farel, karena dia membaca nama yang berada didepan pintu. Kalau ruangan itu adalah ruangan CEO.


" Kamu akan duduk diruangan saya,"


" Apa! Kenapa? Apakah kantor anda kekurangan raungan untuk saya! Sehingga anda menyuruh saya untuk satu ruangan dengan anda?" Tanya Salsa yang terkejut dengan jawaban bos nya itu." Yang benar saja, aku satu ruangan dengan pria menyebalkan ini. Yang ada aku bisa gila dalam satu hari, karena melihat wajah menyebalkannya itu." Umpat Salsa didalam hatinya.

__ADS_1


" Kantor saya masih memiliki ruangan yang sangat banyak untuk menyimpan anda nona Salsa. Hanya saja saya perlu mengawasi anda, takut kalau anak melakukan kesalahan. Lagian anda asisten saya. Yang berkerja untuk membantu saya ketika saya membutuhkan sesuatu. Jadi tidak apa-apa kan kita satu ruangan." Jelas Farel dengan santai menatap Salsa. Farel tau, kalau gadis itu tidak akan mau satu ruangan dengannya.


" Saya tidak mau tuan! Pokoknya saya mau ruangan saya sendiri!" Ucap Salsa marah.


" Tidak ada bantahan, karena saya bosnya disini. Tapi kalau kamu masih melawan saya benar-benar akan memberikan bukti ini kepada pihak berwajib." Ucap Farel mengeluarkan jurus ampuh nya untuk mengalahkan gadis itu.


" Anda terlalu payah tuan, mainnya ngancam!" Ucap Salsa kesal, tapi dia tetap masuk kedalam ruangan Farel.


.


.


" Apa ini tuan? Kenapa terlalu banyak?" Tanya Salsa saat melihat beberapa lembar kertas yang Denis taruh di atas meja kerjanya.


" Apa! Apa anda gila?! Menyuruh saya untuk memperbaiki kertas ini satu persatu! Sungguh!" Denis hanya mengangguk mengiyakan membuat Salsa menatap kearah Farel yang kini sedang menatap kearah dengan senyuman mengejeknya.


Bahkan Farel mengatakan sesuatu yang membuat Salsa semakin kesal 'nikmati perkejaan mu' walaupun Farel mengatakan tanpa suara, tapi Salsa bisa membaca gerakan bibir itu, kalau Farel mengatakan apa.


" Anda terlalu gila tuan!" Ucap Salsa mengambil tumpukan kertas itu, lalu menyusun nya sesuai permintaan Farel." Kenapa sih pria menyebalkan itu harus menjadi bos disini!" Gumam Salsa


mengerutu dan menghentak-hentakan kakinya dilantai dengan kesal.


Farel melihat wajah kesal itu, tapi tetap terlihat cantik. Hanya bisa tersenyum kecil." Kamu sungguh menis sayang, saat sedang kesal seperti itu." Batin Farel yang terus menatap kearah Salsa dengan diam-diam, menikmati wajah kesal itu yang terlihat sangat cantik dimata Farel.


Sedangkan Denis, dia hanya menatap Farel dengan bingung saat pria itu tanpa sadar tersenyum sendiri." Huh, apakah Farel mulai ketularan gila dari gadis itu?" Batin Denis menatap kearah Farel bergantian kearah Salsa." Biarkanlah, yang gila juga mereka." Gumam Denis kembali, setelah itu dia melangkah keluar dari ruangan itu, untuk pergi ke ruangannya.

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼


Ditempat lain. Tepatnya Nabilah yang sedang mengajar muridnya, yaitu Jackie. Kini pria dewasa yang memiliki sifat anak-anak itu, sedang asyik mencoret-coret buku bergambarnya dengan krayon. Sedangkan Nabilah hanya menatap pria itu dengan tatapan kagum. Walaupun memiliki sifat anak-anak. Tapi wajah pria dewasa itu, akan tetap menjadi tatapan para kaum hawa, karena orang-orang tidak akan bisa menyangkal kalau Jackie sebenarnya sangatlah tampan.


Bukan saja tampan, tapi pria itu juga memiliki tubuh yang sangat tinggi. Bahkan Nabilah kalah tingginya. Kalau disandingkan antara Nabilah dan juga Jackie, Nabilah hanya sebatas dada Jackie saja.


" Walaupun sifat dan kelakuan mu seperti anak kecil tuan, tapi wajahmu sangatlah tampan." Batin Nabilah yang tanpa sadar memuji Jackie." Astaghfirullah, apa yang kamu pikirkan Bilah." Gumam Nabilah yang mengerutu, karena aneh dengan pikirannya, yang tiba-tiba saja mengagumi pria dewasa didepannya.


" Miss." Nabilah menatap Jackie, saat pria dewasa itu memanggilnya.


Deg.


" Ada apa dengan jantungku?" Batin Nabilah merasa bingung dengan jantungnya yang tiba-tiba saja berdebar-debar saat tatapan matanya bertemu dengan mata Jackie. Apalagi bola mata itu terlihat sangat indah, yang berhasil menggagalkan kefokusan nya.


" Miss, kenapa Miss diam? Apakah Miss baik-baik saja?" Tanya Jackie dengan suara polosnya, yang membuat Nabilah tersadar dari keterdiamnya.


" Maaf Jack. Tadi Miss, melamun." Ucap Nabilah merasa malu dengan tingkahnya, yang merasa salah tingkah karena tatapan Jackie." Kenapa kamu aneh Bilah, Padahal kamu tau kalau Jackie tidak sama seperti pria lainnya, karena dia sama seperti anak kecil." Batin Nabila merutuki pikirannya tadi.


" Miss, apa itu melamun?" Nabilah sampai melupakan satu hal, kalau muridnya, yang satu ini berbeda. Karena dia tidak akan mengerti dengan ucapannya, karena Jackie berbeda.


" Hmm. Ehh, melamun itu. Ketika kita sedang terdiam, sambil membayangkan sesuatu." Jelas Nabila dengan perkataan yang bisa dimengerti oleh Jackie.


" Membayangkan? Apakah seperti Nobita yang membayangkan bisa pergi berpetualangan bersama dengan Doraemon dan juga teman-temannya? Miss." Nah ini yang Nabilah maksud. Jackie akan susah memahami sesuatu, saat dia tidak akan menjelaskan nya dengan jelas dan dengan cara agar anak kecil mengerti, Walaupun Jackie sudah dewasa, tapi pikirannya masih sama seperti anak kecil yang berusia lima tahun.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2