
"Ayo kita pergi ke dokter!"
Ajakan itu kembali diserukan oleh pria rupawan yang sedari tadi menghalangi jalan sang istri. Wanita cantik itu tampak memutar bola mata malas, sebelum membuka bibir untuk menjawab sang suami. Suaminya yang biasanya irit bicara itu langsung excited ingin memboyong sang istri ke rumah sakit.
"Sekarang masih jam kantor, Mas."
"Tidak apa. Kita bisa cuti setengah hari, kemudian pergi ke dokter."
Wanita cantik yang belum genap satu tahun dinikahi oleh keturunan Diantoro itu berdecak sebal seraya melipat tangan di depan dada. "Minggir, nggak? Aku mau balik kerja. Kalau kamu kelamaan nahan aku di sini, bisa-bisa yang lain curiga. Nanti dikira kita ada something."
"Kenapa mereka harus curiga? Bukannya kamu sekretaris aku?"
"Intinya sekarang aku harus balik kerja," ujar Arunika final seraya meraih dasi sang suami. Menariknya agar wajah lelaki rupawan itu merendah. Dengan cepat Arunika memberikan kecupan singkat di bibir kissable mantan bujang terpanas seantero D'A Cooperation tersebut. Membuat si empunya terkesiap untuk beberapa detik. Baru saja hendak membalas kecupan sang istri, Altar harus menelan kekecewaan karena wanita cantik itu menarik diri.
"Aku pergi dulu, bye hubby," ujarnya seraya mengedipkan mata genit.
Setelah berkata demikian, wanita itu menggeser tubuh sang suami agar dapat memberinya jalan. Tanpa penolakan yang pasti, Altar akhirnya membiarkan wanitanya pergi.
Seberkas senyum tipis hinggap di bibir saat wanitanya sudah benar-benar menghilang. Siapa sangka menikahi wanita itu telah membuat hidup Altar berubah 180Β°. Secara signifikan Altar mulai bisa merasakan hidup yang lebih berkualitas. Terlebih lagi sekarang ada yang mengurus juga memperhatikannya dari mulai bangun pagi hingga tidur lagi.
...ππ...
"Aduhai senangnya pengantin baru.... duduk bersanding bersenda-gurau..."
Lantunan suara bass milik Airlangga menyambut kedatangan Arunika di ruangan. Wanita cantik itu menyengir kuda saat melihat tiga sahabatnya menunggu. Aling dan Rose tampak sibuk mengunyah keripik kaca dalam toples berukuran medium yang sengaja Arunika simpan di meja kerja untuk ngemil. Sedangkan Airlangga sibuk melantunkan sebuah lagu saat Arunika datang.
"Ngapain lo pada di sini? Kurang kerjaan banget. Ditegur laki gue baru tau rasa, lo."
"Laki lo mana ada waktu negur kita, orang asik pacaran," sahut Rose.
"Iya. Tolong dikondisikan ya itu cup*ng. Dari radius lima meter, gue bahkan bisa lihat itu cup*ng bertebaran," sambung Rose.
Arunika dengan cepat meraba lehernya sendiri kala mendengar sindiran Rose. "Perasaan tadi dia nggak main sampai sini," gumamnya lirih. "Ngadi-ngadi lo!" ujar Arunika sebal, sadar jika Rose hanya membual.
__ADS_1
"Tuh, kan, ketahuan banget habis iya-iya." Rose kembali buka suara. "Nggak usah panik gitu, Ru. Laki lo main aman kok," lanjutnya seraya mengedipkan mata.
"Sial*n lo!" ketus Arunika sebal. "Mau ngapain sih lo pada di sini?"
"Mau nganterin dokumen, Ru." Airlangga menjawab seraya menunjukkan dua dokumen yang ia bawa. "Ini dokumen yang bos lo minta. Tapi, lo harus cek ulang. Takutnya ada yang masih kurang."
Arunika mengangguk mendengarnya. "Kalau lo, Ros, Ling?" tatapannya beralih pada sahabatnya yang berjenis kel*min perempuan.
"Kita ke sini buat ngajakin lo lunch di all you can eat. Sekali-sekali lunch di luar, mau nggak?"
Arunika tampak berpikir untuk sejenak. "Gue sih mau. Tapi, laki gue lagi rese. Dia maunya lunch bareng. Lagi mode jadi big baby dia."
Aling dan Rose sama-sama mendesah kecewa. Melihat itu, Arunika tentu tak tega. Ia memang jarang menghabiskan waktunya dengan mereka belakangan ini. Mengingat sekarang tugasnya bertambah karena sudah berstatus sebagai seorang istri.
Altar memang tidak membatasi pergaulannya, akan tetapi bukan berarti Arunika bisa bebas seperti saat masih singel. Ia juga mulai membatasi jadwal manggung di club malam, tetapi ia tetap membangun komunikasi yang intens dengan para penggemar.
"Gimana kalau pulang kerja?" usul Rose.
"Gue sih oke-oke aja," jawab Aling santai. "Kalo lo gimana, Ru?"
"Okay. Kalau gitu malam ini kita makan di all you can eat!" seru Arunika antusias, membuat Rose dan Aling girang bukan kepalang. Sedangkan Airlangga hanya bisa menggelengkan kepala.
Begitulah mereka jika sudah dihadapkan dengan girls time. Sedangkan Airlangga yang notabene satu-satunya pria di antara circle pertemanan mereka, hanya bisa gigit jari.
Selepas jam kerja usai, tiga bestie itu berangkat menuju resto all you can eat terdekat. Arunika juga tidak lupa memberitahu sang suami soal agendanya selepas kerja. Jika tidak diberitahu, takutnya pria itu malah menunggu. Resto all you can eat memang jadi langganan mereka bertiga yang sama-sama doyan makan. Resto yang mengusung tema Buffett atau all you can eat memang cocok untuk menyantap makanan sepuasnya tanpa khawatir kantong jebol. Mulai dari appetizer hingga dessert, semua bisa mereka makan sampai kenyang.
"Kita pesan apa aja, nih?" tanya Arunika yang baru saja kembali dari toilet.
"Banyak, tadi beef-nya aja pesan bagian rump, sirloin, tenderloin sama belly," jawab Aling.
"Intinya kita pesta pora, Ru," lanjut Rose. "Lagian di sini kuah shabu-shabu nya terkenal enak banget, gurih gitu. Tapi 100% no MSG."
Arunika tersenyum tipis seraya mengambil posisi duduk di dekat Aling. Tempat paling strategis, dekat dengan jendela kaca yang menjadi pembatas antara area indoor maupun outdoor. Jarang menghabiskan waktu bersama dalam waktu yang cukup lama, plus dihadapkan dengan makanan yang sama-sama mereka sukai membuat ketiganya kalap. Arunika bahkan sempat lupa sudah punya suami jika tidak diwanti-wanti oleh Aling. Handphone yang tersimpan di dalam tas juga ternyata dalam mode silent, sehingga ia melewatkan puluhan Miss call dari sang suami.
__ADS_1
Ketika jarum jam tepat menyentuh angka sepuluh lewat sepuluh malam, wanita cantik itu baru tiba di rumah. Keadaan rumah sudah sepi, menandakan jika sebagian besar para penghuninya telah berada di ruangan masing-masing. Arunika mendesah lega, sang suami juga pasti sudah tidur, pikirnya. Mengingat Altar amat menjaga pola tidur karena pola hidup sehat yang ia anut.
Namun, pupus sudah harapan Arunika lolos dari interogasi sang suami kala menemukan sosok itu di balik pintu kamar yang baru saja ia buka. Kepalang tanggung, Arunika hanya bisa nyengir lebar.
"Baru ingat pulang?"
Pertanyaan pedas itu terlontar begitu saja kala Arunika mengambil langkah pertama memasuki kamar. Tubuhnya langsung membeku seketika.
"Baru ingat punya suami lebih tepatnya," jawab Arunika gamblang. "Maaf, rencananya kita cuma mau makan di all you can eat. Tapi, tiba-tiba Rose ngajak ke mall, soalnya lagi banyak big sale."
"And then?"
"Aku iyain dong. Soalnya bukan sale biasa, mas. Tapi big sale. Jarang-jarang aku bisa beli barang bagus setengah harga."
Arunika berujar tak gentar, meluruskan kesalahpahaman yang terjadi. Di hadapannya sang suami yang sudah mengenakan pejamas panjang berwarna dark blue tampak melipat tangan di depan dada.
"Kok kamu diem aja sih, Mas? Aku udah jelasin panjang kali lebar loh. Masa kamu marah?!" ketus Arunika karena tidak ada respon apapun dari sang suami.
"Mandi."
"Hah?"
"Ambil air wudhu. Kemudian salat, aku tunggu kamu di tempat tidur."
Setelah berkata demikian, pria rupawan itu melenggang pergi begitu saja. Meninggalkan Arunika yang masih mematung di depan pintu dengan bulu kuduk merinding. Mendengar kata 'tempat tidur' membuatnya berpikir yang iya-iya.
"Masa lagi marah tetap mau mantap-mantap," gumam Arunika tak habis pikir. Jalan pikiran suaminya yang ganteng nya Masya Allah itu memang tidak bisa ditebak.
...ππ...
...TBC...
...Semoga suka π€...
__ADS_1
...Jangan lupa rate bintang 5 π like, vote, komentar, follow Author, share, tabur bunga sekebon dan tonton iklan sampai selesai π...
...Tanggerang 31-12-22...