
Tengah hamil muda, di tinggal ke luar Negara, harus bekerja pula. Derita mana lagi yang engkau dustakan?
Mendapati tengah berbadan dua, tentu saja membuat wanita cantik yang suka sekali memakai topi itu senang bukan kepalang. Namun, rasa senang yang menciptakan kebahagiaan tiada tara itu tak bertahan hingga 24 jam lamanya. Masih dalam nuansa kebahagiaan yang begitu kental, Arunika harus menelan pil pahit kala sang suami tiba-tiba harus pergi. Pria itu mendapatkan telepon dari atasan agar segera pergi ke kantor cabang yang ada di negeri seberang.
Alhasil, wanita yang tengah hamil muda itu hanya bisa mengikhlaskan sang suami pergi. Padahal, dia sendiri masih ingin bermanja-manja pada sang suami. Apalagi saat ini dia tengah mengandung benih pria tersebut. Tapi, apa boleh buat. Dia juga tidak diizinkan ikut serta, karena usia kandungannya yang masih terlalu muda.
Sekarang, di sinilah Arunika berada. Menikmati fried shrimp pump, cemilan yang terbuat dari tahu dengan isian udang bersama Korean fried chicken with gochujang souce tanpa minat. Rose dan Aling yang setia menemani hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya. Kedua wanita itu belum tahu jika Arunika tengah hamil. Mereka hanya tahu jika Arunika tengah galau berat karena harus LDR-an dengan sang suami, padahal mereka itu lengket seperti pengantin baru.
“Udahlah, Ru. Itu muka ditekuk mulu, kek baju kusut.” Sindir Rose yang baru saja menghabiskan satu potong fried chicken with gochujang souce bagian sayap.
Aling mengangguk-anggukkan kepala mendengarnya. “Iya. Jangan bad mood gitu, lah. Hari ini kerjaan kita banyak loh. Terkhusus lo.”
Si pemilik nama tampak menanggapi tanpa minat. “Hm, gue tahu.”
“Lagian ya, laki lo pergi tiba-tiba, mana ninggalin banyak tugas pula.” Rose mendengus sebal.
Bukan rahasia umum lagi jika pria yang berprofesi sebagai Chief Financial Officer itu meninggalkan seabrek pekerjaan sepeninggalan dirinya. Satu divisi dibuat pusing tujuh keliling, karena pekerjaan yang ditinggalkan itu bukan lah pekerjaan dengan perkara mudah. Hal itu juga dirasakan oleh Arunika selaku sekretaris pria tersebut. Semenjak pagi, dia sudah dibuat pusing dengan deringan telepon yang menanyakan soal sang suami. Karena keberangkatan tiba-tiba itu, beberapa jadwal yang telah dibuat harus terbengkalai.
Selain harus berperang dengan pekerjaan, Arunika juga harus melawan rasa mual yang dapat menyerang tiba-tiba. Apalagi saat mencium aroma menyengat dari parfum yang dipakai oleh rekan-rekannya.
"Kenapa lo? hamil?"
Pertanyaannya sarkas itu dilontarkan seorang wanita berpakaian cukup terbuka untuk ukuran pegawai biasa. Ketika Arunika baru saja keluar dari bilik toilet.
"Kepo lo," respon Arunika seraya mencuci tangan di wastafel.
__ADS_1
"Lagian gue perhatiin lo kayak orang hamil. Barusan lo mual dan muntah, kan?"
"Cor, thanks banget lo udah care sama gue. Tapi, bukan urusan lo juga kalau barusan gue mual atau muntah."
Wanita bernama Coryssa itu melipat tangan di depan dada seraya menatap Arunika dari atas sampai bawah. "Pantes dong gue curiga, mengingat pekerjaan sampingan lo itu wanita penghibur di kelab malam."
"Gue koreksi ya, Cor. Kerja sampingan gue memang di kelab malam, tapi gue bukan kerja buat jadi wanita penghibur pria hidup belang."
"Apa bedanya?" timpal Coryssa, tidak mau kalah. Wanita yang digadang-gadang sebagai sugar baby salah satu petinggi itu tampak tidak berniat melepaskan Arunika dengan mudah. "Tahun lalu aja lo kena skandal sama atasan lo. Nggak menutup kemungkinan kalau sekarang lo terlibat skandal lagi. Hamil di luar nikah, misalnya."
"Jangan asal bicara lo!" seru Arunika, emosi. Enak saja mulut sugar daddy yang sok tahu itu bicara seenaknya.
"Well, kita lihat aja nanti. Apa bener lo ....hamil tanpa suami atau enggak? gue, penasaran."
Setelah berkata demikian Coryssa meninggalkan Arunika begitu saja. Sudah bukan rahasia umum lagi jika Coryssa tidak menyukai Arunika, karena notabene nya Arunika adalah teman dekat Rose. Hubungan Coryssa dan Rose memang tidak baik, karena Rose pernah menyebarkan foto-foto Coryssa bersama seorang pria yang diduga sugar Daddy nya Coryssa.
Bohong jika Arunika tidak kesal, pasalnya Coryssa mencari perkara. Ditambah lagi saat ini ia memang sedang mengandung, jadi emosinya tidak stabil. Memang hanya segelintir orang yang tahu Arunika bekerja sebagai DJ. Bukan tanpa alasan Arunika menutupi pekerjaan sampingan nya itu, karena orang akan memandang sebelah mata wanita yang bekerja di kelab malam. Padahal ia bekerja sebagai DJ. Ketika sudah selesai manggung, langsung pulang. Bukan seperti wanita penghibur pada umumnya.
"Heh, masih pagi. Sadar diri lo!"
"Apaan sih," ketus Arunika seraya memeluk erat-erat mika plastik berisi rujak simpang enak yang baru ia beli lewat aplikasi daring. Ini sudah hari ketiga semenjak kepergian suaminya.
Pria rupawan itu sempat memberi kabar akan pulang agak lambat dari jadwal, karena banyak yang harus diselesaikan. Alhasil kemarin Arunika pergi cek kandungan seorang diri. Sepulang dari rumah sakit, ia baru tahu jika sudah ada kehidupan baru semenjak satu bulan yang lalu. Ia tentu terharu. Sebentar lagi ia akan jadi seorang ibu.
"Itu, rujak," ujar Aling dengan telunjuk terangkat. "Ini masih pagi. Bentar lagi juga ada briefing sama anak marketing. Jangan makan yang aneh-aneh."
__ADS_1
"Dikit doang, gue ngidam nih," ucap Arunika, keceplosan.
"Dih, apaan? ngidam?" sahut Rose yang tadi sedang mempercantik bibirnya dengan lipstik yang baru ia beli.
"Berisik ah, gue mau makan ini pokoknya!" seru Arunika, tak terbantah. Baru saja membuka mika tersebut, salah seorang anak marketing datang dan memberitahu bahwa briefing akan dilakukan lebih awal dari jadwal. Alhasil Arunika gagal menikmati makanan ngidam pertamanya. Padahal ia sudah menginginkan rujak itu semenjak kemarin sore.
Briefing dimajukan atas permintaan anak marketing, karena memang atasan mereka sudah punya schedule mendesak di luar kantor. Jadi pagi itu mereka mengawali hari dengan briefing mengenai proyek baru yang melibatkan kerjaan divisi marketing dan finance.
"Maaf, saya terlambat."
Di tengah-tengah agenda briefing, Coryssa baru datang. Dengan santai wanita yang menggunakan kemeja maroon motif terawang di bagian bahu hingga dada itu mengambil posisi duduk, seolah-olah tidak apa jika dirinya jadi satu-satunya orang yang terlambat. Arunika juga tidak masalah dengan keterlambatan Coryssa. Hanya saja, aroma parfum bakarat yang cukup menyengat tercium saat Coryssa memasuki ruangan. Kontan, Arunika merasakan perutnya bergejolak.
"Hoek...."
Arunika mual, bahkan hampir muntah di tengah-tengah acara briefing. Aksi tersebut tentu menarik perhatian para peserta briefing, sampai Coryssa melontarkan kalimat yang begitu menyebalkan.
"Aru, kamu kayak ....orang hamil."
Sial*n memang, rutuk Arunika. Ia tahu Coryssa sengaja. Sayangnya Arunika tidak punya kesempatan untuk membalas, karena perutnya kembali dihantam gejolak tak menyenangkan. Alhasil, tanpa bisa pikir panjang ia langsung meninggalkan ruang briefing. Meninggalkan para peserta briefing dengan sejuta pertanyaan di kepala mereka.
...🍄🍄...
...Semoga suka 🖤...
...Jangan lupa rate bintang 5 🌟 like, vote, komentar, follow Author, share, tabur bunga sekebon dan tonton iklan sampai selesai 😘...
__ADS_1
...Tanggerang 02-12-23...