Mendadak Jadi Istri Sultan

Mendadak Jadi Istri Sultan
Mertua baik sedunia.


__ADS_3

Orang tua Putri sudah datang. Mereka kaget setengah mati melihat Putri yang akan menikah secara mendadak itu.


"Kenalkan saya Dewa Aditama," ucap Pak Dewa pada orang tua Putri. Mereka pun saling bersalaman satu sama lain.


Orang tua Putri pun menyebutkan nama mereka masing-masing. Ayah Putri bernama Raden dan ibunya bernama Dayang.


Acara pun di langsungkan. Putri sudah sah jadi istri Sultan. Putri bersalaman dengan mertuanya dan suaminya tapi Sultan menepis tangan Putri.


"Dasar suami dur*aka...!" cetus Putri kesal.


Ayah dan ibunyanya jadi saling menatap kenapa sikap menantunya seperti itu.


Hal itu diketahui Pak Dewa ia memanggil Sultan dan kembali mengancamnya. Sultan pun akhirnya balik dan menemui orang tua Putri dan bersalaman meminta maaf atas perlakuan yang tidak sopan.


Orang tua Putri memaafkannya dan menepuk pundak Sultan sambil mengucapkan selamat.


Semua tamu sudah pulang saatnya mereka meninggalkan tempat itu juga. Sultan terlebih dulu masuk di mobil pengantin tapi Putri masih mematung. Ia tidak menyangka kalau dirinya sudah jadi seorang istri saat itu.


Mereka sudah sampai di rumah mempelai pria. Putri terbelalak melihat rumah di depan matanya sambil berjalan mengikuti Sultan suami dadakannya itu.


"Wah ini benaran rumah kamu?" ucapnya tidak percaya.


"Iya kenapa memangnya gak percaya?"


"Percaya sih tapi apa ini benaran rumah? kayak hotel aja besar banget," ucap Putri.


"Udah masuk aja jangan banyak bicara!" cetus Sultan.


Putri pun masuk ia melihat di sekeliling rumah.


Akhirnya Sultan mendahului Putri masuk langsung ke kamarnya. Sedangkan dia asyik memandangi seluruh penjuru ruangan ia begitu kagum melihat rumah itu.


"Putri mulai saat ini rumah ini juga rumah mu itu kamar bapak, di situ kamar Sultan dan kamar mu. ucap Pak Dewa tiba-tiba mendekati Putri ia menunjuk beberapa kamar di rumah itu.


"Apa? aku satu kamar dengan Sultan. Om!" ucap Putri kaget.


"Kenapa tidak, kalian kan udah sah jadi suami istri. Oya satu lagi mulai sekarang panggil saya Bapak jangan panggil Om," ujar Pak Dewa.


"Baiklah Om, Pak maksudnya." Putri masih canggung memanggil orang tua itu dengan sebutan Bapak.


"Maaf ya Om, putri belum terbiasa manggilnya, ucap Putri malu.


"Hem... di biasakan aja nanti lama-lama terbiasa kok," sahut Pak Dewa.

__ADS_1


"Baiklah Pak."


"Ini kartu kredit kamu. Kamu boleh gunakan kartu itu berbelanja apapun yang kamu mau," ucap Pak Dewa sambil memberikan kartu card itu pada Putri.


"Hah yang benar Om! apa di sini sudah ada duitnya?" tanya Putri semangat.


"Ada dong, masa bapak memberi kartu kosong sih. Kurangnya-kurangnya di situ ada 500 jutaan atau lebih."


"500 juta Pak?" Putri seakan tidak percaya.


"Iya, kenapa masih kurang?"


"Gak, bukannya kurang, tapi kebanyakan itu Pak."


"Iya gak apa-apa semuanya untuk kamu."


"Untuk aku, makasih banyak Pak," Putri menyalami mertuanya sambil mencium tangan orang tua itu.


"Kalau mau kemana-mana tinggal bilang supir ya, di rumah ini ada dua supir dan dua Satpam, tiga art dan satu tukang kebun. Kamu tidak perlu berkerja di rumah ini. Tugas kamu hanya melayani Sultan dan menemaninya kemana pun ia pergi," jelas Pak Dewa.


"Satu hal lagi jika Sultan berani macam-macam bilang saja sama bapak ya. Sudah ya, sekarang kamu istirahat saja," ujar Pak Dewa.


"Baik Pak," Putri duduk di kursi empuk yang berada di sebelahnya.


"Emang mau kemana lagi Pak?" tanya Putri mendelik.


"Dikamar Sultan," jawab Pak Dewa.


"Iya di kamar Sultan masuk aja jangan sungkan anggap rumah sendiri."


Putri masih duduk di kursi ia ragu mau masuk kamar itu.


"Kamu kenapa lagi?"


"Putri malu Pak," ucapnya cengengesan.


"Malu? kalian kan pengantin baru kenapa harus malu ayo sana istirahat," titah Pak Dewa.


Pak Dewa pun berlalu sedangkan Putri masih ragu untuk masuk di kamar itu ia mengintip dan masuk dengan pelan-pelan.


"Permisi... maaf yah aku ijin masuk!" ujar Putri.


"Wah kamarnya bagus banget, fasilitasnya juga lengkap aku serasa mimpi dapat masuk dikamar ini," ucapnya kagum.

__ADS_1


Putri meraba kasurnya halus ia mulai menaiki ranjang itu. "Ranjangnya empuk banget bisa lompat-lompat lagi," ujar Putri merasa senang.


Tiba-tiba Sultan keluar dari kamar mandi ia kaget melihat Putri lompat-lompat di ranjangnya Sontak Putri kaget ia terpeleset dan jatuh. "AU... sakit," jerit Putri.


"Kamu kenapa lompat-lompat di ranjang ku? turun tidak! turun! sana pergi!" usir Sultan.


"Siapa suruh kamu di kamar ini? kamar di sini banyak Kok sana pergi!" bentak Sultan.


"Aku disini Bapak yang suruh, dia akan marah jika kamu mengusir aku dari kamar ini."


"Terserah aja. Pokoknya aku tidak mau satu ranjang dengan kamu, sana pergi!" usir Sultan.


"Tapi kita kan suami-istri," jawab Putri.


"Aku tidak peduli. Ingat ya cuma di depan Papa aja kita suami istri di luar dari itu kamu bukan siapa-siapa aku. Malas banget aku satu ranjang dengan perempuan tak jelas kayak kamu!" cetus Sultan.


"Seharusnya Ratu yang seranjang dengan ku saat ini, bukan kamu. Ratu kemana sih kamu?" lirih Sultan sambil ngambil foto Ratu dan dia memandangi foto itu sambil termenung.


"Kamu dimana Sayang, aku kangen kamu. Kenapa kamu tega banget sama aku di hari pernikahan kita kamu malah tidak datang. Apa yang terjadi dengan dirimu Ratu...?" tanya Sultan merintih.


Putri cuma memandangi Sultan dengan cibiran


Dasar Bucin emang enak di bohongi sepertinya Ratu itu tidak mencintai Sultan deh, kalau ia cinta gak mungkin dia gak datang saat pernikahannya. Kasian banget nasib mu Sultan. Nama aja Sultan nasib tragis hahaha, Putri tertawa sambil mencibir.


Sultan baru sadar ternyata Putri masih ada di belakangnya. "Heh perempuan gak jelas? ngapain lagi kamu di kamar ini?"


"Yah mau istirahat lah, aku kan tadi di suruh istirahat sama Papamu di ranjang ini. Katanya ranjang mu adalah ranjang ku juga," ucap Putri.


"Itu kata Papa tapi bukan kataku, kamu gak boleh tidur satu ranjang dengan ku. Aku gak mau aku minta kamu jangan istirahat disini!" cetus Sultan.


"Lalu dimana?"


"Noh di sana!"


"Di sofa? Enggak kamu aja di sana biar aku di sini," tolak Putri.


"Heh ini kamar siapa?"


"Kamar aku,"


"Siapa bilang ini kamar kamu?"


Aku'kan sudah jadi istrimu jadi ranjang ini juga milik ku dong," ucap Putri dengan mimik wajah lucu.

__ADS_1


"Enak saja. Kamu bukan Istri tapi orang nyasar hahaha... Dasar tidak jelas! siapa juga yang mau jadi suami kamu. Aku tu masih cinta sama Ratu. Cuma dia yang akan jadi istriku dan itu bukan kamu. Ingat kita tidak ada hubungan apa-apa, kamu adalah orang yang gak jelas. Tiba-tiba datang dan merusak semuanya. Sana pergi!" teriak Sultan.


__ADS_2