
Pak Dewa menelpon Putri dengan bingungnya ia menjawab pertanyaan dari Pak Dewa yang menanyakan keadaan Mamanya.
"Kurang ajar banget si Sultan bikin ulah lagi dia, bilang Mama sakit lagi awas saja kalau Mama benaran sakit, maka dia harus tanggung jawab," dengus Putri yang baru tau dari Pak Dewa kalau Sultan mengatakan kalau Mamanya sedang sakit.
Putri kebingungan dan menyanggah ucapan Pak Dewa kalau mamanya dalam keadaan sehat saja.
"Mama kan baik-baik saja kenapa juga Sultan bilang ke papanya sakit ada-ada saja anak itu bikin kesal saja!" ucapnya sinis.
Putri pun menemui Tia dan menceritakan semuanya pada Tia, bahwa ia akan memberi pelajaran kepada Sultan lagi. Tia tertawa karna melihat hubungan Putri dan Sultan seperti Kucing dan Tikus selalu bikin rusuh dan akhirnya bertengkar.
"Kalian itu aneh ya? suami istri. Tapi, seperti musuh bebuyutan satu pun gak mau kalah,"ucap Tia sambil tertawa.
"Sebaiknya kamu sebagai istri harus bisa nurunin ego kamu Put, kamu kan perempuan di kasi sedikit perhatian yang lebih si Sultan nya biar dia jinak. Bagaimana pun dia itu suami kamu. Kalian itu sudah sah di mata agama dan masyarakat masa kalian gak pernah rukun-rukun sih, kapan dapat anaknya kalau bagitu?" ledek Tia.
"Sembarangan bicara kamu, emang siapa yang mau punya anak dari Sultan amit-amit. Sudah berapa kali aku katakan sama kamu Tia, kalau hubungan pernikahan aku sama Sultan pria super nyebelin itu, cuma sandiwara doang, gak lebih .... Cuma di depan Papa nya doang dan diluar itu kami tidak punya hubungan apa-apa," jelas Putri.
"Oh jadi itu alasannya saat aku beri tau kamu kalau Sultan selingkuh kamu nya biasa aja. Aku baru tau rahasianya, ternyata Tuhan itu baik ya dia gak mau kamu mencintai orang lain selain aku Put, dan sampai saat ini aku pun gak bisa lupakan kamu. Walau aku sudah punya istri tapi pikiranku tetap sama kamu Put," sambung Raja yang tiba-tiba ada di di belakang mereka. Ternyata saat Putri mengobrol dengan Tia Raja menguping pembicaraan mereka dan kini dia sudah mengetahui semuanya tentang pernikahan Putri dan Sultan hanya bohong-bohongan.
__ADS_1
Putri merasa panik karna Raja sudah mengetahui semua rahasianya tentu ia akan mengejar Putri lagi, dan Putri tidak mau. Walau ia masih menyimpan rasa pada Raja tapi hatinya masih sakit di permainkan olehnya. Putri tidak akan pernah memberikan kesempatan buat Raja untuk mendekati ya lagi.
"Dasar tukang nguping kamu Raja! aku benci kamu. Benci banget!" dengus Putri memanas ia pergi di hadapan Tia dan Raja.
"Kamu keterlaluan banget si Raja nyebelin!" sambung Tia.
"Lho kok semua nyalahin aku emang aku salah apa?"
"Belaga bego lagi, kamu sudah nguping pembicaraan kita, lihat tuh Putri kan jadi pergi," cetus Tia.
"GR banget si kamu Raja. Jelas-jelas Putri sudah tidak cinta sama kamu lagi. Istri kamu yang sombong itu mau kamu kemanain ha?"
"Itu mah gampang, aku bisa saja menceraikan dia karna aku tidak bisa melupakan Putri dan tidak mencintai Melani," jelas Raja.
"Nekat banget sih! dasar lelaki buaya. Sudah punya Istri masih mau sama mantan sadar diri dong ...!
Putri juga gak akan mau laki-laki seken seperti kamu Wek...!" cibir Tia sambil menjulurkan lidahnya ke arah Raja dan pergi secepatnya sebelum Raja mengejarnya.
__ADS_1
"Kurang ajar kamu Tia, awas saja kamu tunggu pembalasanku! biar ku pecat kamu baru tau rasa," ancam Raja.
"Pecat aja, kalau kamu berani belagu banget jadi orang masih bawahan juga udah gaya-gaya seperti Bos pake ancam mau mecat segala lagi!" teriak Tia dari jauh.
Semua orang yang ada di sekitar tempat itu mendengar teriakkan Tia merasa pun saling berbisik membicarakan Raja. Raja pun jadi malu ia meninggalkan tempat itu juga.
Saat ia menuju tempat duduk para karyawan saat istirahat ia berpapasan dengan Putri. Putri hanya melihatnya sepintas saja dengan pandangan sinisnya Raja menghentikan langkahnya tapi di dorong oleh Putri hingga terjatuh.
Arjuna yang saat itu mau menemui Putri tertawa lebar melihat Raja di dorong oleh Putri dan terjatuh.
Kasian banget sih kami Raja jadi orang gak tau malu banget masih aja mengejar-ngejar Putri. Putri itu gak akan mau sama kamu lagi tau!" cibir Arjuna lancang.
"Berani kamu sama aku?" gertak Raja.
"Apa ya yang ku takutkan darimu. Kamu gak ada apa-apa kok, selama ini aku gak mau ladeni kamu karna aku orang waras, gak seperti kamu orgil," hahaha ledek Arjuna.
Raja hendak mengejar Arjuna tapi Arjuna sudah lolos lari di hadapannya lebih dulu dengan Putri. Mereka tertawa ngos-ngosan berdua.
__ADS_1