
Sore itu Putri dan Arjuna pulang sama-sama. Arjuna merasa senang saat Putri ada di boncengannya. Serasa ia ingin setiap saat seperti itu. Andai Putri belum menikah Arjuna tidak akan sungkan untuk bertamu di rumahnya saat itu. Tapi ia hanya mengantar Putri depan pagar setelah itu ia balik meneruskan perjalanannya menuju rumahnya.
Tanpa ia sadari di tengah jalan pulang, tiba-tiba ia diserang oleh dua pemuda bertopeng. Arjuna jatuh terkulai di tanah ia merasa kaget memandangi kedua orang itu dan bertanya ada masalah apa dengannya kenapa ia di serang. Tapi, kedua pria itu tidak memberikan kesempatan buat Arjuna apalagi menjawab pertanyaannya mereka langsung menghajar Arjuna sampai puas.
Wajah babak belur penuh luka dan berdarah Arjuna tampak lemah.
"Ini ada apa? kenapa kalian menyerang ku?" tanya nya berkali-kali. Tapi tetap saja dua pria itu tidak menghiraukan Arjuna ia terus menghajarnya sampai puas.
Arjuna berteriak meminta tolong tidak ada seorang pun yang mendengar teriakannya. Karena suasana di jalan sangat sepi menjelang azan magrib. Arjuna kesakitan ia memegang perutnya hampir tidak mampu berdiri lagi.
"Apa salahku? pada kalian!" teriak Arjuna.
"Maaf Bung, kami cuma di suruh. Soal sebabnya nanti bos kami sendiri yang akan menjelaskannya!" ucap salah satu pria itu.
Saat Arjuna lemah terjatuh di tanah ia pun berhenti menghajar nya mereka membawa Arjuna di mobil dan membawanya pergi dari tempat itu.
"Kalian mau bawa aku kemana? aku mau pulang. Lepaskan aku!" teriaknya sambil berusaha melepaskan ikatannya tali yang mengikat kedua tangannya.
"Sebaiknya anda diam! atau kami akan menyiksa kamu lagi. Bos kami ingin bertemu dengan kamu," ucap salah satu pria itu.
__ADS_1
"Siapa Bos kalian? kurang ajar beraninya berbuat seperti ini padaku, aku tidak ada urusan dengan Bos kalian!" seru Arjuna.
Perasaan aku tidak pernah melakukan kesalahan dengan orang lain, ada apa ini? siapa dalangnya?" Arjuna bertanya dalam hatinya.
"Sabar! nanti kamu juga akan tau untuk saat ini diamlah dan menurut saja, apa yang kami perintahkan," jelas Pria itu lagi.
Arjuna pun terpaksa diam dan menurut apa yang mereka perintahkan.
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di tempat tujuan mereka. Arjuna kaget melihat tempat itu seperti gudang dan berantakan.
"Kalian mau apakan aku?" tanya Arjuna mulai takut.
Arjuna menoleh kearah belakang dengan kagetnya ia melihat ada Sultan. "Kamu?" ucapnya tidak menyangka.
"Iya, kenapa? heran ya?" ucap Sultan terseyum licik.
"Aku tidak ada urusan dengan kamu, kenapa membawaku di sini." cetus Arjuna memanas.
"Oh jadi ternyata kamu orang nya tidak tau diri juga ya, sudah tau berbuat salah masih tidak sadar juga," ujar Sultan memerah.
__ADS_1
Arjuna semakin bingung sebab ia tidak tau apa kesalahannya kenapa ia di sekap di tempat itu.
"Maafkan aku, aku benar-benar tidak tau apa kesalahanku," ucapnya melirih memohon meminta lepaskan.
"Kenapa kamu lancang mengajak Putri pulang apa kamu tidak tau kalau Putri istri orang! Dasar tidak tau malu!" ucap Sultan penuh dengan emosi.
Plak ...! satu tamparan mendarat di pipi Arjuna. Ia meringis kesakitan.
"Maaf, aku cuma berteman dengan Putri tidak lebih, ia meminta aku untuk mengantarnya pulang," jelas Arjuna.
"Kamu bisa kan menolaknya!" bentak Sultan.
"Iy-iya bisa Bang, maaf tidak lagi kok aku cuma tidak enak untuk menolaknya Bang aku sama Putri sudah lama temenan."
"Kali ini aku masih maafin kamu tapi jika kau ulangi lagi maka tidak ada maaf bagimu," ancam Sultan.
Ia memberi kode pada anak buahnya ia menyerahkan Arjuna pada anak buahnya untuk menghajarnya lagi agar ia jera tidak dekat-dekat dengan Putri lagi. Ia tidak suka melihat dirinya lancang mengantar Putri pulang, apalagi itu bukan hari pertama tapi sudah sering melihat mereka pulang sama-sama.
Setelah puas menghajar Arjuna. Sultan memberi kode pada anak buahnya agar segera berhenti dan meninggalkan Arjuna di situ dalam keadaan sudah tidak berdaya lagi.
__ADS_1