Mendadak Jadi Istri Sultan

Mendadak Jadi Istri Sultan
Saat di jalan raya


__ADS_3

Sultan mengajak Putri mengobrol anehnya Putri tidak menolak ia tidak bisa menghindari Sultan. Entah kenapa hari itu mereka tampak akur tidak seperti biasanya bagai Tom dan Jerry. Mereka telah mengobrol banyak tentang semua hal. Bahkan itu adalah hari pertama mereka saling bertukar pikiran satu sama lain. Sultan baru tau kalau ngobrol dengan Putri ternyata mengasyikan begitu juga sebaliknya Putri merasa terhibur saat mengobrol berdua dengan Sultan. Sultan menatap tajam ke arah Putri keheningan terjadi sejenak, Putri pun jadi salah tingkah ia mencoba mencairkan suasana dengan mengalihkan dengan hal lain.


"Put, mau kah kamu pulang ke rumah Papa lagi. Plis Put aku mohon kamu mau ya? demi aku," pinta Sultan tiba-tiba.


"Hah .. ada-ada saja kamu. Aku gak bisa kembali lagi ke rumah itu," tolak Putri.


"Kenapa?"


"Karna aku malu, Pak Dewa sudah kecewa pada kita. Kita sudah bohongi dia selama ini."


"Maka dari itu Put, kita harus kembali ke sana minta maaf pada Papa, mau ya?" lirih Sultan meminta.


"Tidak semudah itu Sultan, aku punya rasa malu tidak seperti kamu. Muka tembok!" cibir Putri.


"Waduh, kamu bilang aku muka tembok?"


"Iya karna kamu gak tau malu sudah di usir mau datang lagi."


"Tapi kan dia Papa aku Put, jadi wajar aku minta maaf siapa tau hatinya bisa luluh, kita bisa seperti dulu lagi tinggal serumah. Mau ya Put aku mohon," lirih Sultan.


"Gak tau aku akan pikirkan hal itu. Tapi, saat ini aku harus pergi," Putri bergegas karna baru sadar hari sudah mulai pagi ia sudah lama meninggalkan mamanya dirumah.


Sultan berteriak memanggil Putri. Tapi Putri tidak mengabaikannya lagi karena ia buru-buru mau pulang kerumah. Akhinya Sultan pun capek berteriak ia merebahkan dirinya di pondok itu. Menghilangkan sedikit bebannya dengan memejamkan matanya sejenak. Tanpa disadari ia pun terlelap karena memang ia kurang tidur dari semalam.


.


.


.


Hari sudah pagi, sekitar pukul 9 Sultan masih terlelap dalam tidurnya. Ia di bangunkan seseorang sontak Sultan kaget dan berseru melihat wanita setengah laki-laki alias Waria sedang membelai lembut rambut Sultan hingga ia terbangun. Waria itu juga mengajak Sultan pergi ke taman. Nasib malang udah jatuh miskin di godain Waria lagi. Sultan berlari tunggang langgang meninggalkan kopernya.


Si waria itu memanggilnya karna hendak mengembalikan kopernya yang ketinggalan. Tapi Sultan sudah menjauh, Waria itu pun tidak kuat berlari karna memakai rok mini yang ****.

__ADS_1


Nafas Ngos-ngosan karna berlari cukup jauh menghindari Waria tadi yang tiba-tiba membelainya. Ia berhenti sejenak di tepi jalan raya, yang dia sendiri tidak tau nama tempatnya. Sultan merasa kebingungan mencari mobil arah jalan rumah Papanya.


"Ya ampun, aku dimana? bahkan nama tempat ini pun aku tidak tau, bagaimana bisa sampai rumah kalau tidak tau arah jalannya. Mobil yang mana yang akan aku tumpangi?" ujarnya memasang wajah bingung.


Tiba-tiba seorang perempuan yang mengenali Sultan lewat memakai sepeda motor ia menoleh ke arah Sultan dan berhenti di ujung jalan. Dia adalah Tia sahabat Putri. Tia berhenti saat melihat Sultan tampak kebingungan.


Sultan kok pagi-pagi ada di di sini ngapain dia ya?" tanya Tia dalam hatinya penuh keheranan. Ia pun mendekati Sultan yang sibuk melihat kiri kanan jalan sepetinya ia mau menyetop mobil tapi tampak kebingungan.


"Sultan ...!" teriak Tia.


Mendengar ada yang memanggilnya sontak Sultan menoleh kearah sumber suara.


"Itu kan cewek yang biasa antar makanan sama Putri. Wah kesempatan ini, bisa aku manfaatin dia. Thanks God akhirnya aku bisa pulang. Pasti cewek itu mau anterin aku pulang," ucap Sultan dengan senyuman mengembang di wajahnya.


Sultan berjalan ke arah Tia. "Kamu teman Putri kan?"


"Iya, nama aku Tia. Kamu ngapain ke sini?" tanya Tia mendelik.


"Hah ... lancang banget main naik aja kamu!" ujar Tia melihat Sultan sudah duduk nyaman di boncengannya.


"Antarin aku pulang. Cepatan aku di kejar maling tadi," ucap Sultan berbohong.


"Maling?" Tia terbelalak.


Iya, kamu gak percaya?"


"Nggak!"


"Kamu gak lihat aku ngos-ngosan seperti ini. Bantuin aku kabur dari tempat gila ini!"


"Tempat gila? Ini bukan tempat gila mungkin kamu yang gila, ini kan masih pagi ngapain aja berdiri di tepi jalan wajar saja ada orang yang mau isengin kamu," ujar Tia.


"Aku mau kamu jangan banyak tanya, ayo jalan!" ajak Sultan sudah tidak sabar ia tidak mampu lagi buat jalan kaki perutnya juga sudah terasa lapar.

__ADS_1


"Heh berani membentak aku ya?"


"Maaf aku tidak membentak kok, aku cuma menyuruh kamu cepatan jalan sebab malingnya nanti ke sini," ujar Sultan menakuti Tia.


Akhirnya Tia mengikut apa yang di perintahkan Sultan sebab tidak ada pilihan lain lagi Sultan sudah duduk di boncengannya dan buru-buru mengajak jalan.


Tia siap jalan dan langsung mengebut.


"Tia jangan kencang-kencang aku takut!"


Hah serius kamu takut? ini kan masih standar aku juga buru-buru mau kerja aku turunin kamu di halte depan ya," ujar Tia.


"Gak-gak antarin aku sampe rumah aku!"


What! Pak Sultan, anda sudah menghambat perjalanan saya saya buru-buru nih. Mana bisa saya antar anda sampai rumah sedangkan ini sudah pukul 9 aku sudah terlambat Pak," ujar Tia menolak.


"Gak mau tau kalau tidak ...!"


"Tidak apa? Bisa nya mengancam lagian aku gak ada hubungannya sama Anda, kenapa Anda meminta bantuan saya!" cibir Tia bersikap angkuh.


Saat beradu mulut dengan Sultan tiba-tiba Sultan melihat ke depan pandangannya gelap dan ia jatuh terkulai secara perlahan merebahkan kepalanya ke pundak Tia.


"Drama apa lagi dia? pake acara tidur segala," ucap Tia pelan.


Tia memanggil-manggil Sultan tapi tidak ada jawaban.


"Pak Sultan, tolong jangan bercanda. Saya buru-buru mau kerja!" ujar Tia dengan tegas.


Mendengar tidak ada jawaban Tia berhenti dan melihat Sultan sudah tidak berdaya.


"Waduh ini gawat, Pak- Pak Sultan bangun ...!" Tia mulai panik melihat wajah Sultan pucat. Ia juga sempat memeriksa suhu tubuhnya sangat panas.


Ternyata Sultan beneran pingsan Tia pun kalang-kabut merasa panik tidak tau mau minta bantuan siapa karna di jalan sepi.

__ADS_1


__ADS_2